
Mereka pun sampai di rumah ibuk yang punya mangga tadi. Benar kata ibuk itu, pohon mangga nya berbuah banyak. Darren senang karena keinginan istrinya bisa terpenuhi.
Suami dan putri ibuk itu keluar saat melihat mobil mewah berhenti di depan rumahnya. Alangkah terkejutnya sang suami saat melihat istrinya keluar dari mobil mewah itu.
" Ibuk"
" Bapak"
Mata putri ibuk itu tak berkedip memandang ciptaan Tuhan yang sempurna itu. Ia tidak menyangka ibunya akan membawakan dua calon suami yang tampan-tampan untuknya.
" Mereka siapa?" tanya sang suami.
" Ibuk juga nggak tau Pak"
Suaminya mengeyitkan alisnya mendengar jawaban sang istri. " Nggak tau, lalu main bawa aja ke rumah"
" Mereka mau minta mangga muda Pak. Kasihan istrinya lagi ngidam"
Duaaarr..
Putri ibuk itu bagai di sambar petir di siang bolong. Ia tidak menyangka lelaki tampan itu sudah punya istri. Dan sekarang istrinya sedang hamil. Sekarang dia tidak punya harapan lagi.
Suami ibuk itu menatap Darren dan Romy dari atas hingga bawah. Suami ibuk itu tersenyum, ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Ia sangat yakin dua lelaki tampan itu pasti orang kaya.
" Kalian berdua mau mangga muda?" tanya suami ibuk itu.
" Bukan saya Pak, tapi sahabat saya " jawab Romy.
" Kalian boleh mengambil mangga mudanya, tapi kalian harus bayar"
" Bayar?" tanya Darren.
" Iya, bayar"
" Tapi tadi istri bapak bilang gratis"
" Di dunia ini nggak ada yang gratis anak muda. Wong kencing aja sekarang bayar kok"
Darren mengepal tangannya menahan emosi. Bisa-bisanya bapak itu mengambil kesempatan dalam kesempitan. Tapi demi mangga muda untuk calon baby twins, ia mengalah. Kalau tidak bapak itu sudah habis di tangannya.
" Baiklah, saya akan bayar"
" Nah gitu dong"
" Kalian harus beri saya uang lima juta"
" Apa!"
Darren dan Romy kaget. Bukan Darren tidak mampu untuk membayar uang lima jutanya. Uang itu sangat lha kecil untuk dirinya. Tapi masa cuma untuk beberapa buah mangga ia harus membayar semahal itu.
" Saya yakin kamu pasti mampu membayarnya"
" Apa bapak mau memeras saya?"
" Bukan memeras, tapi hanya ingin merasakan duit orang kaya"
" Baiklah saya akan bayar dua kali lipat " kata Darren.
__ADS_1
" Ren, lo apa-apaan sih"
" Tenang, bapak itu mencoba memeras gue. Maka kita gunakan cara yang pintar" bisik Darren.
Mendengar dua kali lipat, mata bapak itu langsung berbinar. Ia tidak menyangka karena mangga yang ia tanam bisa menghasilkan uang sangat banyak.
Darren mengambil ponsel yang ada di saku celananya. Kemudian ia menghubungi nomor salah satu bodyguardnya.
" Hallo tuan"
" Tolong bawakan saya uang cash sebanyak 10 juta dan antarkan ke kampung semut"
" Baik tuan"
Panggilan pun berakhir. Darren menyimpan kembali ponselnya kedalam saku celananya.
" Bodyguard saya lagi d perjalanan untuk membawakan uang bapak. Soalnya saya tidak membawa uang cash"
" Saya tunggu sampai duitnya datang. Setelah itu baru kamu boleh mengambil mangga nya"
" Baiklah"
Romy membawa sahabatnya untuk duduk di kursi bambu yang ada di sana. Putri bapak itu pun duduk di sebelah Darren. Namu belum sempat pantatnya menyentuh kursi. Darren sudah menghentikannya.
" Maaf saya tidak biasa duduk dengan orang asing"
Akhirnya putri ibuk tadi pindah ke kursi yang ada di depan Darren. Ia tidak menyangka lelaki tampan itu akan menolaknya. Tapi ia tidak kehabisan akal untuk merayu Darren.
Wanita itu mengangkat roknya hingga pahanya terekspos dengan jelas. Tapi sayang sungguh sayang, Darren justru tidak melihat. Ia malah sibuk dengan ponselnya. Begitu juga dengan Romy.
Darren dan Romy tidak menghiraukan panggilan wanita itu. Mereka berdua masih asik memainkan game yang ada di ponsel mereka.
Karena tidak mendapatkan respon, wanita itu menurunkan kembali roknya. Ia benar-benar tidak habis pikir dengan dua lelaki tampan itu. Kalau lelaki lain melihat pahanya yang terekspos seperti tadi, mereka langsung menyambar. Tapi kedua lelaki ini malah asik dengan ponselnya.
Tak berselang lama datang mobil mewah lagi. Dan beberapa lelaki berjas hitam keluar dari mobil itu.
" Tuan muda"
Darren yang mendengar namanya dipanggil langsung menoleh kearah suara.
" Apa kalian bawa uangnya?"
" Bawa tuan" kata salah satu bodyguard Darren sambil memberikan amplop berwarna coklat padanya.
" Sekarang kalian cari mesin pemotong kayu"
" Mesin pemotong kayu?"
" Hhmm"
" Baik tuan muda"
Salah satu bodyguard itu segera mencari mesin yang diinginkan oleh tuan mudanya. Romy tau apa yang akan dilakukan sahabatnya itu. Ia rasa itu cukup adil untuk bapak yang serakah itu.
Setelah beberapa menit, bodyguard itu kembali dengan membawa mesin pemotong kayu.
" Ini uang yang bapak minta tadi" kata Darren sambil menyerahkan uang pada istri ibuk tadi.
__ADS_1
Bapak itu langsung mengambil amplop berwarna coklat itu. Akhirnya ia bisa memegang uang banyak.
" Eits tunggu dulu, saya belum mengambil mangga nya"
" Oh iya, silakan ambil "
" Don, ambil mangga muda itu" titah Darren pada bodyguardnya.
" Baik tuan muda"
Doni dengan sigap mengambil mangga muda itu. Satu tangkai mangga muda sudah berhasil dia dapatkan.
" Ini tuan mangga mudanya"
" Kamu pegang dulu. Ini uangnya Pak"
Bapak cepat mengambil uang yang ada di amplop coklat itu. Ia membuka amplopnya, ia takut uang yang ada di dalamnya palsu. Matanya berbinar melihat uang yang berwarna merah itu.
" Buk, sekarang kita punya uang banyak"
" Iya Pak"
Darren tersenyum smirk. Ia akan memberikan hadiah kenang-kenangan untuk bapak itu. Siapa suruh memerasnya.
" Kalian tebang pohon mangga itu" titah Darren.
" Siap tuan muda"
Bodyguard itu langsung melaksanakan tugas yang diberikan tuan mudanya. Deru suara mesin pemotong kayu itu sudah terdengar. Sekarang mesin itu siap menumbangkan pohon mangga yang tidak terlalu besar itu.
" Hei apa yang kalian lakukan!" teriak Bapak itu.
Bodyguard Darren tidak mendengarkan ucapan bapak itu. Dia terus memotong pohon mangga itu.
" Tuan tolong suruh anak buah anda berhenti"
" Saya kan sudah membayar dua kali lipat sama bapak, jadi tidak masalahkan saya menebang pohon mangga itu"
Akhirnya pohon mangga itu tumbang. Darren tersenyum melihat pohon mangga itu sudah tergeletak di tanah. Buahnya pun juga sudah berserakan.
" Itu hadiah untuk kalian yang sudah berani memeras saya"
" Ka-kami tidak memeras anda tuan"
" Tidak memeras. Lalu uang yang di tangan anda itu apa?"
" Saya hanya meminta bayaran untuk mangga yang anda ambil itu. Lagian uang ini cuma sedikit, tidak akan membuat anda miskin"
" Anda benar. Kalau saja istri anda dari pertama bilang mangga ini harus di bayar, maka saya dengan senang hati akan memberikan uang itu. Tapi istri anda bilang sama saya tadi mangga nya tidak perlu dibayar"
" Yuk cabut Ren, kasian istri lo udah nungguin"
" Iya. Sekarang kita impas. Lagian saya sudah membayar pohon mangga yang sudah saya tebang itu" kata Darren sambil berlalu pergi dari sana. Diikuti sama Romy dan juga para bodyguard di belakang.
To be continue.
Happy reading ππ
__ADS_1