
Pelayan mengantarkan Darren ke meja yang sudah di pesannya. Meja itu tidak jauh dari meja Daffin dan Monica. Ya dia memang sengaja memilih meja yang agak dekat dengan meja Daffin, supaya pertunjukannya berjalan dengan sempurna.
" Tumben kamu ngajak mommy makan diluar? dalam rangka apa?" tanya mommy Darren.
" Nggak dalam rangka apa-apa, aku lagi ingin makan di luar bareng mommy itu saja"
" Jangan-jangan kamu lagi rencanakan sesuatu?" tanya sang mommy penuh selidik.
Wah.. mommy gue udah kek cenayang aja nih.
" Rencana apa coba, mommy itu suudzon sama anak sendiri"
" Ya mommy kan tau akal bulus kamu Ren"
" Mommy aneh deh, emang salah ya kalau ngajak mommy sendiri makan malam di luar"
" Nggak salah, tapi mommy merasa ada yang aneh aja"
" Itu cuma perasaan mommy saja. Benar nggak Rom?"
" Benar itu Tante. Lagipula Tante juga jarang kan makan malam bersama Darren?"
Mommy Darren berpikir sejenak, setelah itu dia menganggukkan kepalanya tanda setuju.
" Baiklah, sekarang saatnya kita pesan makanan" kata Darren sambil memanggil pelayan.
Pelayan menghampiri meja Darren, kemudian memberikan buku menu pada mereka masing-masing satu.
" Saya mau pesan makanan yang terfavorit di restoran ini" kata Darren.
" Baik tuan, segera akan kami hidangkan"
" Terima kasih" ucap Darren.
Pelayan itu pamit undur diri meninggalkan meja Darren. Mereka pergi untuk membuatkan pesanan untuk Darren. Sepeninggal pelayan itu Darren mengobrol dengan sang mommy dan juga sahabatnya.
Darren mengedipkan matanya pada sahabatnya itu. Romy yang mengerti arti lirikan itu, langsung memainkan perannya.
" Ren bukankah itu Monica?" tanya Romy.
" Mana?"
" Itu, dia sama cowok"
Refleks mommy Darren menoleh kearah yang di maksud oleh Romy. Benar saja, tidak jauh dari meja mereka tampaklah Monica sedang mengobrol dengan seorang lelaki.
Mommy Darren langsung beranjak dari tempat duduknya, kemudian berjalan menghampiri Monica. Darren dan Romy yang melihat itu langsung bertos ria, karena rencana mereka berhasil.
" Monica" sapa mommy Darren.
" Ta-tante"
" Siapa pemuda ini?" tanya mommy Darren to the point.
Belum sempat Monica menjawab Darren dan Romy ikut bergabung.
" Sayang, kamu di sini" sapa Darren.
Daffin bingung dengan situasi saat ini. Pertama ada ibu-ibu datang, kemudian datang lagi dua orang pria yang satunya memanggil Monica dengan panggilan sayang.
__ADS_1
" Mereka ini siapa Yank?" tanya Daffin pada Monica.
" Heh tuan! seharusnya saya yang bertanya, anda siapanya kekasih saya?" tanya balik Darren.
" Saya kekasihnya Monica" jawab Daffin.
"Anda jangan ngaco ya, jelas-jelas saya kekasih Monica. Bukan begitu sayang " kata Darren dengan menekankan kata sayang.
Monica bingung harus bagaimana. Dia tidak menyangka akan berada di situasi seperti ini. Darren dan mommy-nya kenapa ada di sini juga.
" Jawab Monica, lelaki ini siapa kamu?" tanya Daffin.
" Di-dia itu kekasih aku " jawab Monica.
Deg.
Hati Daffin terasa sakit, seperti ada ribuan batu besar yang menghimpit hatinya itu. Tiba-tiba dadanya terasa sesak. Bagaimana bisa dia berkata kalau lelaki itu kekasihnya. Lalu Monica menganggap dirinya apa selama ini. Seketika ia teringat ucapan mamanya.
'Monica itu bukan wanita baik-baik, dia selingkuh di belakang kamu'.
Ya kata-kata itu terngiang kembali dalam pikirannya. Dia tidak menyangka wanita yang selama ini dia cintai ternyata berkhianat.
" Jadi kau anggap apa aku selama ini Monica?" tanya Daffin.
Monica tidak bisa menjawab pertanyaan Daffin. Dia memang mencintai Daffin, tapi dia juga tidak mau kehilangan tambang emasnya.
" Jawab!" hardik Daffin.
" Aku memang mencintai mu Daffin, tapi aku juga tidak mau kehilangan tambang emas ku" kata Monica keceplosan.
" Jadi aku kau anggap hanya sebagai tambang emas mu?!" tanya Darren sambil menatap tajam Monica.
" Bu-bukan begitu sayang. Eh Darren" jawab Monica.
" Tante nggak menyangka ya Monica, ternyata kamu wanita licik"
Darren tersenyum penuh kemenangan. Akhirnya dia bisa juga menyingkirkan wanita ular itu dari hidupnya. Berbeda dengan Darren, Daffin malah terlihat sedih dan juga kecewa. Wanita yang dia cintai ternyata berselingkuh dibelakangnya.
" Jangan pernah tampakkan wajah kamu lagi di depan saya Monica. Yuk Nak, kita pergi " kata mommy Darren.
" Siap mommy" kata Darren.
Darren, mommy dan sahabatnya meninggalkan sepasang kekasih yang mungkin sebentar lagi akan putus itu.
" Sa-sayang " panggil Monica pada Daffin.
Bukannya membalas sapaan Monica, Daffin justru balik bertanya. " Sudah berapa lama?"
" Apa?"
" Kau mengkhianati ku?!"
" Ma-maksud kamu apa?"
" Jangan mengelak lagi Monica, semua bukti sudah ada. Lelaki tadi dan juga mamaku yang tadi siang melihat kamu jalan dengan lelaki lain. Apa lelaki tadi siang itu sama dengan lelaki yang tadi, atau lelaki yang beda lagi?"
" Tidak! aku hanya mencintai kamu sayang"
" Ck.. kamu bilang mencintaiku?"
__ADS_1
" Iya, aku sangat mencintai kamu"
" Kalau kau benar-benar mencintai ku, maka kau tidak akan pernah jalan dengan lelaki lain di belakang ku"
Monica bungkam. Dia tidak bisa berkata apa-apa lagi, karena yang di katakan kekasihnya itu benar. Dia sudah jalan dengan lelaki lain di belakang dirinya.
" Kamu tau, rencananya aku ingin memberi kamu kejutan malam ini, yaitu melamar kamu. Namun siapa sangka, justru akulah yang dapat kejutan dari kamu" kata Daffin tersenyum getir.
Duaar...
Bagai disambar petir di malam hari, Monica sangat kaget mendengar ucapan kekasihnya itu. Ia tidak menyangka kalau Daffin berniat untuk melamarnya malam ini.
" A-apa maksud ucapan kamu tadi?"
" Malam ini aku akan melamar kamu, tapi kamu malah memberikan kejutan perselingkuhan kamu dengan lelaki lain. Aku memang bodoh dan juga menyesal telah jatuh cinta sama wanita seperti kamu"
Deg.
Dada Monica serasa sesak seperti dihimpit ribuan batu besar mendengar ucapan kekasihnya tadi. Dia bilang menyesal mencintai dirinya.
" Sayang "
" Jangan pernah panggil aku dengan sebutan yang menjijikkan itu lagi?" kata Daffin sambil bangkit dari duduknya.
" Ka-kamu mau kemana?"
" Pergi, karena nggak ada gunanya lagi aku di sini bersama orang yang sudah membuatku kecewa dan sakit. Kau tau? aku menyesal karena tidak mempercayai omongan mamaku"
" Aku mencintaimu Daffin, sungguh?"
" Ck.. cinta? kalau kau memang mencintaiku, maka tidak ada kejadian seperti tadi. Dimana kau juga memanggilnya dengan sebutan sayang. Kau pun juga sudah mengakuinya tadi, kalau lelaki itu kekasih mu"
" Tapi aku hanya kekasih bayarannya"
" Apa kau juga pernah tidur dengan lelaki itu?"
" Tidak! aku tidak pernah tidur dengannya"
Boro-boro tidur, dipegang aja kulitnya langsung gatal-gatal dan memerah.
Daffin tersenyum kecut. Ia tidak bisa percaya lagi dengan wanita yang ada didepannya itu. Dia merasa sangat sakit, karena tadi wanita yang dia cintai mengakui kalau dia memiliki kekasih lain.
Sedih?
Pasti.
Kecewa?
Sangat.
Pelayan datang membawa makanan. Tapi belum sempat pelayan itu menyajikan makanannya. Daffin sudah lebih dulu menahan pelayan itu.
" Bawa kembali makanannya. Saya nggak ingin makan lagi "
" Tapi tuan"
" Saya akan membayar semua makanan itu" kata Daffin sambil mengambil card berwarna kuning dari dompetnya, kemudian memberikan pada pelayan itu.
Setelah pelayan itu mengembalikan kartu milik Daffin. Ia pun pergi meninggalkan restoran mewah itu. Sedangkan Monica hanya memandang kepergian kekasihnya itu. Dia tidak mengejar Daffin, karena dia tau besok kekasihnya itu akan mengemis minta balikan lagi. ( Ck.. kepedean kali kau Monicaππ).
__ADS_1
To be continue.
Happy Reading ππ