Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Memaafkan


__ADS_3

Kiran ikut prihatin melihat wanita paruh baya yang sedang berjalan kearahnya bersama dengan bodyguard suaminya. Wanita yang dulu terlihat sehat dan juga cantik, sekarang sudah kurus karena penyakit kanker yang iya derita.


" Selamat datang Tante" ucap Kiran.


" Terima kasih, udah mengizinkan saya untuk datang ke acara pernikahan Nadia"


" Sama-sama. Yuk kita ke atas pelaminan"


" Nggak usah. Saya lihat dari sini saja"


" Bukankah Tante kesini ingin bertemu dengan Nadia?"


" Iya"


" Makanya kita haru ke sana"


" Saya tidak ingin merusak hari bahagianya karena kehadiran saya di acaranya"


" Apa Tante tidak ingin meminta maaf secara langsung sama Nadia. Sama putri kandung Tante"


Ya wanita paruh baya itu adalah ibu kandung Nadia. Yang dulu selalu menyiksa putrinya. Bahkan ia hampir menjual putrinya itu kepada rentenir untuk melunasi semua hutangnya.


" Saya malu dan juga takut Nadia tidak akan memaafkan saya"


" Masalah dia memaafkan atau tidak urusan nanti. Yang penting sekarang Tante temui dia dulu"


Kiran menemani wanita yang berstatus ibu itu untuk menemui sahabatnya. Banyak pasang mata yang menatap kearah wanita kurus, tapi masih terlihat cantik itu.


Nadia kaget melihat wanita yang berjalan di dengan sahabatnya. Ia tidak mengerti kenapa sahabatnya membawa wanita yang paling ia benci itu ke acara pernikahannya.


Wanita itu memandang putrinya yang terlihat sangat cantik itu dengan mata yang berkaca-kaca. Setelah itu dia beralih menatap menantunya yang tatkala tampannya.


" Princess" panggil Nadia.


" Kita bicara di tempat lain. Ntar aku bakal jawab semua pertanyaan kamu"


Mereka pun menuju salah satu kamar hotel. Para tamu bingung melihat manten baru itu turun dari atas pelaminan. Tapi itu hanya sementara, setelah itu mereka kembali menikmati acaranya.


Sekarang mereka sudah berada di dalam kamar hotel. Mereka duduk di sofa panjang yang ada di kamar itu.


Nadia masih menatap wanita yang berstatus ibunya itu dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


" Jadi kenapa wanita ini ada di sini?" tanya Nadia.


" Dia ingin bertemu kamu Nad"

__ADS_1


" Bertemu sama aku? kamu kan tau bagaimana dia menyiksaku, bahkan sampai mau menjual ku?" kata Nadia sambil menangis. Selintas kejadian masa lalu itu kembali membuat dadanya sesak.


" Aku tau, bahkan aku yang menyelamatkan kamu waktu itu"


" Lalu kenapa kamu bawa dia kesini?"


" Apa kamu tidak melihat ada yang berubah dari wanita yang sekarang ada di hadapan kamu ini?"


Nadia menatap wanita itu dari atas sampai kebawah. Wanita itu terlihat sangat kurus dan juga, kenapa dia memakai penutup kepala?. Apa sebenarnya yang terjadi pada wanita itu?.


" Mama kamu mendatangi Kak Gilang ke rumahnya. Tapi karena tidak bisa bertemu Kak Gilang di rumah, dia pergi ke kantor. Namun dia tidak juga bisa bertemu dengan Kak Gilang.Itu dia lakukan selama beberapa hari. Setelah lima hari menunggu di kantor, akhirnya dia bisa bertemu dengan Kak Gilang"


" Untuk apa dia mencari Kak Gilang. Apa untuk meminta uang lagi?"


" Tidak. Dia ingin bertemu dengan kamu"


" Kenapa dia ingin bertemu dengan aku. Bukankah dia sangat senang aku tidak ada lagi dalam hidupnya?"


" Karena dia ingin bertemu dan meminta maaf sama kamu"


" Kamu percaya begitu saja sama dia, hanya karena dia ingin meminta maaf sama aku. Ayolah princess, dia itu sudah menyakiti aku terlalu dalam"


" Aku juga tidak ingin percaya kalau dia akan meminta maaf sama kamu. Tapi kamu tau apa yang membuat aku mengizinkan dia datang ke sini?"


" Mama kamu sakit kanker stadium akhir"


Duaarrr...


Bagai disambar petir di siang bolong. Ia kaget mendengar ucapan dari sahabatnya itu. Bagaimana mana mungkin wanita itu kena penyakit seperti itu. Apalagi udah stadium akhir.


Tidak! wanita itu hanya membohongi dirinya dan juga Kiran.


" Mungkin dia bohong untuk mendapatkan simpati dari kita?"


" Aku berpikiran sama dengan kamu kemarin saat Kak Gilang menghubungi aku kalau mama kamu ingin bertemu dengan kamu. Tapi sayangnya itu emang benar dan Kak Gilang juga sudah mengecek ke rumah sakit tempat mama kamu sering berobat dan juga terapi"


Nadia menatap wanita yang pernah melahirkannya itu. Ada rasa sedih menyelimuti hatinya. Ia memang membenci wanita itu, tapi tidak di pungkiri ia juga kangen dengan wanita itu.


" Nad, maafkan mama" ucap Sandra mamanya Nadia.


Nadia tidak menjawab. Tapi ia masih menatap wanita yang berstatus sebagai mamanya itu.


" Mama tau kalau mama sudah menyakiti kamu terlalu dalam Nak. Dan mama juga tidak memaksa kamu untuk memaafkan mama. Karena mama memang tidak pantas untuk mendapatkan maaf dari kamu. Tapi mama turut bahagia melihat kamu yang sangat cantik dengan memakai gaun pengantin ini"


Air mata yang sedari tadi akhirnya luruh juga. Perasaannya sekarang bercampur aduk. Dadanya juga terasa sesak.

__ADS_1


" Mungkin penyakit ini karma untuk mama. Karena dulu mama sering menyiksa dan menyakiti kamu. Bahkan dengan taganya mama mau menjual kamu ke rentenir demi melunasi hutang mama. Tapi sekarang wanita tua ini tidak akan hidup lama lagi. Mama selalu berdoa supaya Tuhan memberikan mama kesempatan untuk bertemu dengan kamu, sebelum dia mencabut nyawa mama"


Nadia semakin terisak. Romy yang belum bisa menyimpulkan masalah ini, mencoba menenangkan istrinya.


Kiran juga ikut sedih melihat sahabatnya. Dia juga kasihan sama mama sahabatnya itu. Ia tau mama Nadia sudah melakukan kesalahan. Bukankah dia punya kesempatan kedua. Lagi pula Tante Sandra sudah berubah.


" Apakah kamu suaminya Nadia?"


" Iya Tante"


" Tolong jaga dan bahagiakan Nadia. Karena sedari dulu dia selalu menderita karena saya"


" Baik Tante, saya akan menjaga dan membahagiakan Nadia"


Sandra tersenyum mendengar jawaban menantunya itu. " Baiklah mungkin sekarang waktunya untuk mama pergi. Mama selalu berdoa semoga kamu selalu bahagia. Ini ada hadiah dari mama untuk kamu. Itupun kalau kamu mau menerimanya. Kalau kamu tidak mau menerimanya, kamu boleh membuangnya"


Sandra bangkit dari duduknya. Ia menghampiri Kiran. " Terima kasih sudah mengizinkan saya bertemu dengan Nadia"


Sandra melirik putrinya, setelah itu ia berjalan menuju pintu keluar. Diikuti bodyguard Darren dari belakang.


Nadia tau namanya sudah menyakitinya. Tapi sekarang Mamanya itu sudah mendapatkan karma atas perbuatannya. Dan lagi, mamanya itu sekarang sedang sekarat. Jadi ia tidak bisa membiarkan mamanya sendirian menghadapi penyakitnya.


" Ma-mama"


Sandra menghentikan langkahnya saat mendengar putrinya memanggilnya. Ia menoleh ke belakang. Dia melihat putrinya berjalan menghampirinya.


" Jangan pergi mama"


Sandra memeluk putrinya itu. Apa itu artinya putrinya sudah memaafkan dirinya. Entahlah, tapi sangat senang karena putrinya mau memanggilnya dengan sebutan mama lagi.


" Tetaplah disini bersama aku"


" Apa itu artinya kamu sudah memaafkan mama Nak?"


Nadia menganggukkan kepalanya.


" Terima kasih sayang"


Semua orang terharu melihat pemandangan yang ada di hadapan mereka sekarang. Kiran berharap setelah ini hubungan ibu dan anak itu akan semakin membaik setelah ini.


To be continue.


Hai Reader terzayang.. udah hari Senin nih, boleh dong minta vote dan hadiahnya πŸ€—πŸ€—


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2