
Akhirnya Darren bisa terlepas dari dua singa keluarga Wiguna dan Dwipangga itu. Ia mencari keberadaan sang pujaan hati. Dia mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruang keluarga, tapi sosok yang di cari tidak berada di sana.
" Cari Kiran ya?" tanya seorang wanita yang di yakini sebagai istri Kenzo itu.
" I-iya Kak"
" Dia di dapur, sendirian" kata Melodi sambil berlalu meninggalkan Darren.
Darren segera berjalan menuju dapur. Dia tidak sabar ingin memberikan hadiah pada pujaan hatinya itu. Sesampainya di dapur, ia melihat sang kekasih sedang menikmati cake.
" Honey"
Uhuk..uhuk..
Kiran meraih segelas air putih yang ada di hadapannya. Ia meneguk hingga setengahnya.
" Kamu ngagetin aja"
" Senam jantung honey"
" Ngapain kamu ke sini? "
" Tentu saja untuk menemui kamu " kata Darren sambil duduk di samping Kiran.
" Ngomong apa saja tadi sama Abang dan juga paman?"
" Cuma ngomongin bisnis"
" Masa"
" Hhmm"
Kiran melanjutkan memakan cake-nya. Tapi belum sampai cake itu masuk ke mulutnya, Darren sudah lebih dulu memakan cake itu.
" Manis" ucapnya.
" Ih,, kamu ngeselin banget sih "
" Ngasih satu suapan cake sama calon suami pahala lho"
" Ada aja alasan kamu. Bilang aja mau di suap-in"
" Wah kamu kek cenayang ya, bisa tau apa yang aku inginkan. Ayo suap-in lagi?" pinta Darren.
Walaupun kesal, tapi Kiran tetap menyuapi Darren. Akhirnya satu potong cake mereka makan berdua.
" Nggak sabar halalin kamu"
" Kenapa?"
" Supaya bisa dekat terus sama kamu"
" Maunya"
" Emang kamu nggak mau terus dekat sama cowok tampan kek aku"
" Pede banget bilang tampan"
" Iya dong. Kalau nggak tampan mana mau mommy kamu terima aku jadi mantunya. Lagipula bersuamikan cowok tampan dan kaya kek aku banyak untungnya"
" Oh ya"
" Hhmm"
" Apa untungnya coba?"
" Pertama memperbaiki keturunan. Kedua bisa membelikan apapun yang diinginkan istri dengan kekayaan yang aku punya. Dan yang lebih beruntungnya bisa mempersunting kamu"
" Kalau itu kamu yang untung, dan aku yang rugi"
__ADS_1
" Emang kamu rugi apa coba?"
" Apa ya?" kata Kiran sambil mengetuk-ngetuk kepalanya dengan jari telunjuknya.
" Nggak ada ruginya honey. Karena kita itu pasangan yang serasi dan juga saling melengkapi satu sama lain"
Kiran tersenyum mendengar ucapan Darren barusan. Lelaki tampan itu semakin pintar dalam berkata-kata, dan yang anehnya setiap kata-kata yang dia ucapkan mampu menggetarkan hatinya.
" Kalian disini?" tanya El yang datang tiba-tiba.
" Eh, ada baby El" kata Kiran.
" Berhenti memanggilku baby. aku sudah besar " kata El sepupunya Kiran.
" Tapi bagi aku tetap seperti baby" kata Kiran.
" Ck,, kamu sudah mau menikah, tapi sifat menyebalkan kamu tidak pernah hilang dari dulu"
" Dia siapa?" tanya Darren.
" Oh iya lupa, ini sepupu aku "
" Kenalkan, nama aku Elvano Putra Juanda" kata El sambil mengulurkan tangannya.
" Darren"
" Kok kamu mau sih sama cewek dingin kek dia?" tanya El.
" Aku lebih suka cewek yang dingin daripada cewek yang manja" jawab Darren.
" Dengerin tu, apa yang di bilang sama calon suami aku" kata Kiran.
Darren kaget mendengar ucapan Kiran barusan. Itu kata-kata yang paling romantis yang pernah dia dengar dari mulut calon istrinya itu. Mungkin benar apa yang dibilang sepupunya kalau wanitanya itu memiliki sifat yang dingin.
" Boleh ulangi ucapan kamu yang tadi nggak?" tanya Darren pada wanitanya.
" Ucapan yang mana?" tanya balik Kiran.
" Calon suami" jawab Kiran.
" Nah iya itu"
" Kan udah aku ulang"
" Ulangi sekali lagi, aku mau rekam "
" Kenapa harus di rekam?"
" Untuk aku jadiin nada dering ponsel aku"
" Nggak!"
" Why ?"
" Malu di dengar sama orang"
" Kenapa harus malu. Lagian kamu jarang banget mengucapkan kata romantis untuk aku. Dan ini kali pertamanya kamu ngomong kek gitu, jadi aku ingin mengabadikannya. Boleh ya?" kata Darren dengan tatapan puppy eyes-nya.
Kiran yang melihat tatapan puppy eyes itupun merasa gemas dan tidak tega. " Baiklah"
" Asik, bentar aku ambil ponsel dulu"
Darren segera merekam ucapan Kiran. Setelah selesai dia langsung menyimpan, dan menjadikan rekaman voice itu untuk nada dering ponselnya.
" Emang harus di jadiin nada dering ya"
" Hhhmm, biar seluruh dunia tau kalau aku punya calon istri yang sangat cantik dan juga memiliki suara yang merdu"
" Lebay" kata El.
__ADS_1
" Kenapa? baby El iri ya sama kakak "
" Idih siapa juga yang iri. Aku justru kasihan sama Abang tampan ini. Dia pasti tersiksa banget bertunangan sama cewek dingin kek kakak"
Darren hanya jadi pendengar yang baik untuk kakak beradik itu.
" Biar dingin, tapi masih ada yang cinta. Daripada kamu yang katanya humoris, tapi jomlo"
" Jomlo itu bukan berarti tak laku atau tak pandai mencari cinta"
" Terus"
" Karena dia masih ingin terbang bebas, tanpa harus di pusingkan sama aturan-aturan nggak jelas dari kekasihku "
" Aturan gimana?"
" Iya, aku nggak boleh inilah, itulah. Bahkan yang parahnya aku nggak boleh hangout bareng teman-teman aku"
Kiran tertawa mendengar ucapan El. " Pacaran apaan yang kamu jalani dulu"
" Entahlah. Oh iya sampai lupa, kakak sama Abang di suruh Om ke ruang keluarga" kata El.
" Mana aku tau"
" Baiklah, ayo kita ke sana " ajak Kiran sambil bangkit dari duduknya.
Mereka bertiga pun pergi ke ruang keluarga. Darren perjalan sejajar dengan Kiran, sedangkan El berada di belakang mereka. Ya dia seperti bodyguard untuk Kiran dan Darren.
" Ini dia calon manten nya" kata Clarissa setelah Darren dan Kiran sampai di sana.
Darren dan Kiran duduk di sofa dekat sang Oma. Sedangkan Darren dan El duduk berdampingan.
" Emang ada sih Mom?" tanya Darren pada mommy-nya.
" Setelah kami berunding tadi. Kami semua memutuskan pernikahan kalian berdua satu bulan lagi"
" Lama amat. Emang nggak bisa Minggu depan aja Mom?" tanya Darren.
Semua orang yang ada di sana tertawa mendengarkan pertanyaan Darren tadi.
" Adu maaf semuanya, sepertinya putra saya sudah kebelet ingin menikah" kata Clarissa.
Lagi-lagi suara tawa terdengar di ruang keluarga itu. Darren mengeyitkan alisnya melihat semua orang tertawa.
" Kenapa? apa ada yang lucu dengan pertanyaan ku?"
" Tentu saja. Kamu minta nikah kek minta duit jajan aja"
" Maksud mommy?"
" Kita tidak bisa menikah kapan terasa mau menikah langsung menikah, tidak bisa seperti itu"
" Kenapa?"
" Karena banyak yang harus dipersiapkan. Mulai dari undangan, gaun dan juga masalah dekorasi untuk pestanya. Bukankah kamu ingin menjadikan Kiran ratu kamu?" tanya Clarissa pada putranya.
" Tentu saja. Aku ingin pesta pernikahanku sangat meriah "
" Makanya kamu harus menyiapkan pesta yang sangat megah. Apalagi kamu anak satu-satunya di keluarga Narendra, jadi mommy ingin pesta pernikahan kamu sama Kiran harus yang spektakuler"
" Baiklah Mom, satu bulan lagi"
" Nah gitu dong, manut kalau di bilang"
Akhirnya malam itu diputuskan kalau pernikahan Darren dan Kiran akan dilaksanakan satu bulan lagi.
To be continue.
Sorry agak malam up nyaππ»ππ»
__ADS_1
Happy Reading ππ