Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Belatung nangka


__ADS_3

Darren dan Romy sudah sampai di hotel tempat acara anniversary tuan Smith. Kedua lelaki tampan itu masuk kedalam hotel. Tapi sebelum masuk mereka di periksa terlebih dahulu oleh security yang bertugas di depan pintu masuk hotel.


Setelah pemeriksaan selesai, barulah mereka berdua mendapatkan izin untuk masuk ke dalam hotel itu. Dengan gaya yang sangat elegan Darren dan Romy melangkahkan kaki mereka masuk kedalam hotel.


Aura kedua lelaki tampan itu saat kuat. Bahkan aura sang pemilik acara pun kala oleh kedua lelaki tampan itu. Bagaimana tidak, sekarang ini semua mata para tamu tertuju pada kedua sosok tampan itu. Tapi sayangnya mereka hanya bisa menatap, dan mengagumi dari jauh. Karena kedua lelaki tampan itu tidak bisa di sentuh.


Darren dan Romy menghampiri sang empunya acara. Mereka terus melewati kerumunan tamu yang masih terpesona akan ketampanan mereka. Bahkan banyak tamu wanita yang datang dengan suami mereka melupakan keberadaan sang suami. Karena begitu terpesonanya sama kedua sosok tampan itu.


" Selamat tuan dan nyonya Smith untuk anniversary nya yang ke 30 tahun " ucap Darren dan Romy.


" Terima kasih tuan Darren, Romy "


Ada seorang wanita cantik yang terus saja menatap kearah Darren. Dan itu membuat Darren risih. Ingin rasanya ia mencongkel mata wanita itu.


" Kenalkan ini putri kami, namanya Jesica"


" Jesica" ucap wanita itu sambil mengulurkan tangannya.


" Darren " balasnya sambil mengatupkan kedua tangannya.


Jesica merasa kesal karena lelaki tampan yang bernama Darren itu tidak membalas uluran tangannya. Selama ini ia tidak pernah di abaikan oleh para lelaki. Bahkan mereka sangat memuja kecantikan dirinya. Tapi lelaki tampan itu, berani mengacuhkannya.


Menarik! gue harus bisa mendapatkan lelaki tampan itu.


" Silakan mencicipi hidangan yang ada"


" Baik tuan"


Darren dan Romy segera pergi dari sana. Karena jujur Darren tidak suka dengan putrinya tuan Smith itu.


" Apa lelaki tampan tadi rekan bisnis papa?"


" Iya. Perusahaan kita ada kerja sama dengan perusahaan dia. Kenapa? apa kamu tertarik dengan dia?"


" Sangat. Dialah lelaki yang pertama kali menolak bersentuhan dengan aku"


" Jangan macam-macam. Darren itu sudah punya istri, begitu juga dengan lelaki satu lagi"


" Istri tidak ada di sini kan, So apa salahnya aku bermain dengan suaminya sebentar"


" Kamu jangan macam-macam Jesica! tuan Darren itu bukan orang sembarangan?"


" Papa tenang saja, aku yakin dia tadi menolak aku karena segan sama papa. Papa kan tau sendiri tidak ada yang bisa menolak pesona putri papa yang cantik ini. Aku yakin dia juga tertarik sama aku"


Jesica berjalan menghampiri kedua lelaki tampan tadi. Tidak ia hanya berniat mendekati Darren saja. Karena lelaki itu jauh lebih menarik dari lelaki yang satu lagi.


Jesica menyambar dua gelas minuman yang di bawa pelayan. Ia akan memberikan minuman itu untuk lelaki tampan itu. Ya ia akan mengajak Darren minum dengannya.


" Boleh saya duduk di sini?"


Darren melirik wanita yang baru saja bertanya padanya. Ia memutar bola matanya jengah. Wanita yang ingin dia hindari dari tadi, ternyata mengikutinya.

__ADS_1


" Silakan " kata Darren sambil beranjak dari duduknya dan pindah kesamping Romy.


Jesica mengepalkan tangannya. Lagi-lagi Darren menolaknya. Tapi dirinya tidak akan menyerah. Lelaki tampan itu harus menjadi miliknya malam ini. Dan dia akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan Darren.


Darren mengambil ponselnya yang terasa bergetar. Ia langsung mengambil ponselnya yang ada di saku jasnya. Ia tersenyum kala melihat nama yang tertera di layar ponselnya.


Senyuman Darren itu terlihat jelas di mata Jesica. Wanita itu bertanya-tanya siapa yang menelepon lelaki tampan itu. Sampai membuat dia tersenyum bahagia seperti itu.


Apa yang menelpon itu istrinya?.


" Rom, gue ke luar bentar ya"


" Ngapain?"


" Ratu hati gue nelpon"


" Kok bini gue nggak ada hubungi gue ya"


" Mungkin dia nggak ingat kalau punya suami "


" Sialan lo!"


" Ya udah, gue keluar bentar ya"


" Iya, tapi jangan lama-lama"


" Hhhmm"


" Tuan Darren kemana?" tanya Jesica sama Romy saat dia melihat Darren pergi.


" Jawab telpon dari istrinya"


" Sepertinya tuan Darren sangat mencintai istrinya?"


" Tentu saja. Ia sudah bucin akut sama istrinya. Jadi pelakor atau jenis cabe-cabean lainnya yang berniat menggodanya tidak akan bisa. So lebih baik mundur alon-alon" kata Romy sambil melirik Jesica. Ia sengaja bicara seperti itu, karena ia tau kalau Jesica tertarik sama sahabatnya itu.


Jesica tersenyum mendengar ucapan Romy tadi. Ia tau lelaki itu menyindirnya. Tapi dia tidak akan mundur. Karena sesuatu yang ia inginkan harus dia dapatkan. Termasuk lelaki tampan itu.


Dasar belatung nangka. Gumam Romy dalam hati.


Saat Romy lengah, Jesica memasukkan sesuatu ke dalam minuman Darren. Ia mengaduk minuman itu dengan jarinya, supaya sesuatu yang ia masukkan tadi cepat larut.


Ia tersenyum membayangkan bagaimana reaksi Darren setelah meminum air itu.


Tidak ada yang bisa menolak gue. Termasuk kamu Darren.


Romy mengeyitkan alisnya melihat Jesica yang senyum-senyum sendiri. " Anda baik-baik saja nona"


" Ah I-iya?"


" Apa anda baik-baik saja?"

__ADS_1


" Saya baik-baik saja. Kenapa?"


" Tidak, saya hanya takut saja kala melihat anda senyum-senyum sendiri"


Sialan! apa dia pikir gue gila. umpat Jesica dalam hati.


Hening.


Mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Jesica sedang membayangkan bagaimana reaksi Darren nanti. Sedangkan Romy memikirkan kenapa istrinya belum juga menelpon dirinya.


Diluar hotel.


Darren masih asik mengobrol dengan istrinya. Lelaki tampan itu tidak memikirkan sahabatnya yang ada di dalam. Karena ia memang lupa semuanya kala sudah bersama istrinya.


" Apa baby twins sudah tidur?"


" Belum. Sepertinya twins kangen Daddy-nya"


" Twins apa mommy-nya yang kangen sama Daddy-nya?"


" Tentu saja mommy-nya juga kangen sama daddy yang super duper datar ini"


" Tapi kamu cinta kan?"


" Tentu saja cinta. Kalau nggak cinta nggak mungkin ada twins "


" Aku juga cinta sama kamu, banget malah"


" Aku tau. Kan dulu kamu yang ngejar-ngejar aku"


" Iya, dapatin kamu lebih susah daripada mendapatkan tender proyek"


" Udah dulu ya By. Selamat menikmati pestanya"


" Bentar lagi dong, aku masih kangen?"


" Ntar telpon lagi kalau kamu udah pulang. Lagian kasian Romy sendirian di sana"


" Dia nggak sendirian sayang, kan ada banyak tamu "


" Udah cepat masuk sana! aku tutup dulu telponnya"


Tut.


Istrinya mematikan telpon tanpa menunggu jawaban darinya. Dan lagi dia tidak bilang i love you dulu sebelum mematikan telpon. Darren menghela nafasnya. Ia pun kembali ke dalam hotel. Tapi baru satu langkah, ponselnya berbunyi tanda ada pesan masuk. Ia tersenyum kala membaca pesan itu.


I love you hubby


To be continue.


Apakah rencana Jesica akan berhasil?.

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2