
Darren dan Kiran sudah sampai di depan hotel. Para bodyguard langsung menyambut tuan dan nona muda mereka. Baby twins langsung di bawah ke kamar hotel yang sudah di siapkan oleh Omanya. Para bodyguard dengan setia mengawal baby twins sampai ke kamarnya. Sedangkan Darren dan istrinya masuk kedalam ballroom hotel.
Para tamu sudah memenuhi ballroom hotel mewah itu. Tamu yang datang semuanya memakai kostum horor. Karena temanya memang horor.
Di ballroom semua tamu berbaur menjadi satu. Di sana tidak ada pelaminan. Karena tema pernikahan Serly dan Doni horor, jadi tidak seru kalau ada pelaminannya.
Semua pasang mata tertuju pada mereka. Darren dan Kiran mulai menampilkan wajah horor mereka. Karena nggak lucu, tema horor mereka senyum-senyum. Kecuali kalau ketawa. Karena ketawa mbak Kunti sangat di tunggu di acara resepsi itu.
" Ini resepsi pernikahan atau pesta hantu sih?" tanya Darren.
" Aku juga nggak tau By. Tapi seru"
" Princess"
Kiran menoleh kearah suara yang memanggilnya. Ia kaget melihat siapa yang memanggilnya itu.
" Pocong, eh maksud gue Serly"
" Iya ini gue. Lo cantik banget pake baju Kunti kek gini"
" Makasih Ser. Lo juga cantik dengan kostum pocong kek gitu. Tapi pocong yang ini jalannya nggak lompat-lompat kan?"
" Ya nggak dong "
" Oh iya Suami lo mana?" tanya Kiran.
" Astagfirullah" kaget Darren sambil memegang dadanya. Ia kaget karena ada tangan yang memegang kakinya. " Doni..!"
" Hallo tuan muda"
Tidak jauh berbeda dengan suaminya. Kiran juga kaget, sampai-sampai ia menutup mulutnya melihat Doni yang lagi ngesot.
" Kamu ngapain?" tanya Darren.
" Ngesot tuan"
" Ngesot?"
" Kenapa kamu ngesot di pesta kamu sendiri?"
" Doni itu jadi suster ngesot By" kata Kiran.
Darren menggelengkan kepalanya. Ia benar-benar tidak habis pikir dengan bodyguardnya itu. Lelaki tampan yang selalu gagah dengan setelan jasnya saat bertugas. Sekarang mau memakai pakaian suster dan juga ngesot di lantai.
Cinta benar-benar bisa membuat orang buta. Tapi cinta tidak membuat orang bodoh juga kan?. Sepertinya kata-kata itu tidak berlaku untuk bodyguardnya itu. Bodyguardnya itu sudah bodoh karena cinta.
" Cepat berdiri" titah Darren.
Doni segera berdiri. Ia tersenyum tanpa dosa pada tuan mudanya itu. Sedangkan Darren tidak tau harus berbicara apa lagi. Ingin rasanya dia menghilang dari sana.
" Nadia sama Romy udah datang?" tanya Kiran.
" Belum"
" Aku penasaran. Ia pakai kostum hantu apa?"
" Sama, gue juga penasaran"
Tak berapa lama, orang yang mereka sebut-sebut namanya tadi, akhirnya nongol juga.
" Hai guys. Gimana penampilan gue, keren nggak?"
" Keren. Gue pikir lo jadi kuyang"
__ADS_1
" Ogah gue jadi hantu kek gitu"
" Suami lo mana?"
" Tuh"
Kiran dan yang lain menoleh ke arah tunjuk Nadia. Tawa mereka pun pecah melihat penampilan Romy. Mereka tidak tau Romy jadi hantu apa. Soalnya dia pake celana jeans sama baju Singlet.
" Lo jadi hantu apa Rom?" tanya Darren.
" Tuyul "
" Tuyul bukannya pake popok?"
" Gue kan tuyul milenium"
" Lo bukan milenium, tapi milenial"
" Habis tadi gue mau jadi kolor ijo, tapi istri gue nggak bolehin "
" Ya nggak mau lha, Ntar wajah tampan kamu jadi rusak" kata Nadia.
" Uh dasar bucin" ledek Kiran.
" Oh iya Doni mana?" tanya Nadia.
" Tuh di samping Serly"
Nadia dan Romy tertawa melihat Doni. Mereka tidak menyangka Doni akan jadi suster ngesot.
Mana rok yang di pake juga pendek lagi, sehingga bulu-bulu kakinya terpampang nyata.
" Lo nggak takut masuk angin pake rok pendek kek gitu?" tanya Romy.
" Capek berdiri, kita duduk yuk" ajak Serly.
Mereka pun duduk di kursi yang ada di sana. Semua tamu pun menikmati pesta resepsi pernikahan Serly dan Doni. Walaupun pesta mereka mengusung tema horor, tapi suasana di sana tidak ada horor-horor nya sama sekali.
" Gue nggak nyangka lo mau pake pakaian kek gini?" tanya Romy pada Doni.
" Mau gimana lagi, daripada gue nggak bisa unboxing dia nanti"
" Gue heran sama cewek, kenapa mereka selalu ngancam kita dengan itu
" Karena ancaman itu yang mempan sama kita" kata Darren.
" Lo bener juga. Oh iya, Lo nginap di hotel atau pulang Ren?" tanya Romy.
" Gue nginap. Soalnya baby twins ikut"
" Mana?"
" Di kamar yang sudah di siapkan sama mertua gue"
" Oh iya mommy lo nggak datang?"
" Nggak, lagian ini kan pesta anak muda"
" Iya juga sih"
" Apa jadinya pesta ini kalau mommy gue ikut"
Musik pun mulai terdengar di ballroom hotel itu. Para tamu mengajak pasangan mereka untuk berdansa. Karena musik itu memang asik untuk berdansa.
__ADS_1
" Ratu Kunti, maukah engkau berdansa dengan ku?"
" Of course" jawab Kiran sambil menyambut uluran tangan suaminya.
Darren langsung menggandeng tangan sang istri ke lantai dansa. Romy dan Doni juga turun ke lantai dansa. Mereka juga tidak ingin kalah dengan senior yang sudah mempunyai baby twins itu.
Doni masih kaku dalam gerakan dansa. Namun Serly dengan sabar mengajarkan suaminya itu. Mereka memang pasangan yang saling melengkapi satu sama lain.
" Maaf " ucap Doni ketika kakinya lagi-lagi menginjak kaki istrinya.
" Nggak apa-apa. Yuk lanjut lagi"
" Ntar aku nginjak kaki kamu lagi"
" Kamu harus berusaha supaya nggak nginjak kaki aku "
" Baiklah"
Pelan tapi pasti, Doni pun bisa mengikuti gerakan istrinya. Ia sangat senang karena berhasil melakukan gerakan dansa itu. Serly juga ikut senang karena suaminya sudah bisa mengikuti gerakannya.
Selesai berdansa para tamu pun di persilakan untuk mencicipi hidangan yang sudah tersedia di sana. Tak ketinggalan Kiran dan Nadia, karena perut mereka memang sudah lapar.
Kiran mengambil makanan untuk porsi dua orang. Karena ia akan makan sepiring dengan suaminya. Sedangkan Nadia belum mengambil satu pun makanan yang ada di sana.
" Lo bilang tadi lapar, tapi kenapa piring lo masih kosong?"
" Gue juga nggak tau, tiba-tiba selera makan gue hilang pas liat makanannya"
" Terus gimana?"
" Gue mau ngambil untuk suami gue aja"
Nadia mengambil makanan untuk suaminya. Dan beberapa macam buah untuk dirinya. Setelah selesai mengambil makanan, mereka kembali ke tempat para suami-suami tampan itu.
Darren tersenyum melihat piring yang dibawa istrinya. Ia tau sekarang ini makan istrinya emang banyak dari biasanya, mungkin karena ia menyusui.
" Kamu nggak makan Yank?" tanya Romy pada istrinya.
" Nggak Bee"
" Kenapa?"
" Nggak selera aja aku liat makanannya"
" Terus kamu makan mau makan sama apa?"
" Sekarang sih cuma mau makan buah ini aja"
" Ntar kamu sakit perut kalau makannya cuma buah aja"
" Makanya nggak banyak kok"
" Makan dikit ya, aku suap-in"
" Hhmm"
Romy pun menyuapi istrinya. Nadia menerima suapan yang diberikan suaminya. Ia heran, tadi nggak selera melihat makanannya, tapi setelah disuapi suaminya ia jadi ingin makan.
Bilang aja mau di suap-in, pake alasan nggak selera makan lagi.
To be continue.
Happy reading ππ
__ADS_1