Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Dinner


__ADS_3

Darren terlihat tampan dengan memakai tuxedo berwarna hitam. Ia tersenyum melihat penampilannya di cermin besar yang ada di kamarnya itu.


Setelah dirasa penampilannya sudah ok, dia pun segera menjemput sang pujaan hati. Ia membawa cincin dan juga kalung yang akan diberikan pada wanitanya.


Dia melajukan mobilnya menuju rumah sang pujaan hati. Darren memarkirkan mobilnya di halaman rumah mewah milik wanitanya itu. Kemudian dia berjalan menuju pintu utama.


Ting nong.


" Sebentar" terdengar suara dari dalam rumah.


Ceklek.


" Eh, Darren. Yuk masuk" ajak Nadia.


Darren mengikuti Nadia dari belakang. Karena wanitanya masih di kamar, dia menunggu di ruang tamu.


" Sebentar ya, aku buatkan minum dulu"


" Makasih, tapi nggak perlu repot-repot. Gue cuma sebentar"


" Ya udah kalau gitu aku panggil Kiran dulu ya"


Tap.


Tap.


Tap.


Darren yang mendengar langkah kaki pun segera menoleh kearah tangga. Dia terpesona melihat kecantikan wanita yang berjalan menuruni tangga iyu. Ia sampe bangun dari duduknya.


Dia memegang dadanya, karena jantungnya berdegup kencang dari biasanya. Sungguh hanya wanitanya yang bisa membuat jantungnya seperti ini.


Apa dia benar wanita gue.


Ya, Kiran sangat cantik dengan memakai gaun berwarna merah yang sangat kontras dengan kulitnya yang putih dan mulus itu. Ingin rasanya dia mengurung wanita cantik itu di kamarnya.


Sama dengan Darren, Kiran juga terpesona dengan ketampanan lelaki yang ada di depannya itu. Tapi Kiran bisa menyembuhkan rasa kagumnya itu. Berbeda dengan Darren yang tidak bisa mengontrol perasaannya.


" Aku baru mau manggil kamu ke atas?" kata Nadia.


" Oh iya"


" Hhmm"


Darren segera tersadar. " Udah siap berangkat?" tanya Darren.


" Nad, aku jalan dulu ya"


" Iya, hati-hati dijalan "


" Hhmm"


Setelah berpamitan, sejoli itu keluar dari rumah. Darren membukakan pintu untuk wanitanya yang terlihat sangat cantik malam ini.


" Silakan masuk"


" Terima kasih"


Darren menutup kembali pintu mobilnya, setelah memastikan wanitanya duduk dengan aman. Dia duduk di kursi kemudi, kemudian mulai menyalakan mobilnya.


Mobil mewah milik Darren melaju meninggalkan rumah wanitanya. Mobil itu terus melaju menuju restoran tempat dinner mereka.


Suasana jalan malam hari cukup ramai. Para pencari rezeki malam hari sudah memenuhi bahu jalan untuk menjajakan dagangan mereka.


" Apa pemandangan di luar lebih menarik daripada aku?" tanya Darren.


" Nggak juga"

__ADS_1


" Terus kenapa liatnya keluar terus?"


" Ya terus mau lihat kemana?"


" Liat aku, masa aku udah ganteng kek gini nggak dapat apresiasi dari kamu"


" Ck.. dasar narsis"


" You look beautiful tonight " puji Darren.


" Thank you. Kamu juga tampan malam ini"


Darren tersenyum, baru kali ini wanitanya itu memuji ketampanannya. Apakah ini awal yang baik untuk hubungannya dengan wanita cantik itu?. Dia berharap begitu.


Mereka sampai di restoran yang sudah Darren booking untuk melancarkan acara lamaran yang berkedok dinner itu.


" Silakan turun Ratuku " kata Darren setelah membukakan pintu untuk wanitanya.


" Makasih"


Mereka berdua berjalan memasuki restoran. Kiran merasa aneh, kenapa di restoran mewah seperti itu tidak ada pembeli lain.


" Ini bukannya restoran mahal ya?" tanya Kiran.


" Hhmm"


" Kenapa di sini sepi sekali?"


" Tentu saja sepi, karena aku sudah membooking restorannya "


" Kamu membooking restoran ini?"


" Hhmm"


" Untuk apa kamu booking restoran ini segala"


" Karena aku ingin makan malam berdua sama kamu, tanpa ada yang menggangu"


" Tidak ada yang berlebihan jika itu menyangkut kamu honey"


" Ck.. gombal"


" Mari ke meja yang sudah aku persiapkan untuk dinner kita"


Darren menggenggam tangan Kiran, kemudian menuntun wanitanya ke meja makan yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri tadi.


" Waw,, ini sangat cantik" kata Kiran.


" Kamu suka"


" Suka. Apa kamu yang menyiapkan semua ini?"


" Of course baby "


Kiran melirik lelaki tampan itu. Dia tidak menyangka Darren yang terlihat datar itu bisa seromantis ini.


Darren menarik salah satu kursi. " Silakan duduk "


" Ah iya"


Para pelayan pun datang dengan membawa hidangan yang akan di santap oleh Kiran dan Darren. Setelah selesai menghidangkan makanan itu, para pelayan itu pamit undur diri.


Lagi-lagi Kiran dibuat kaget, karena makanan yang ada di hadapannya itu. Ya makanan yang ada di meja itu, semuanya makanan kesukaan Kiran.


" Apa semua makanan ini kamu yang pesan?"


" Hhmm, khusus untuk kamu"

__ADS_1


Kiran terharu mendengar ucapan Darren. Dia tidak menyangka lelaki tampan itu tau makanan kesukaannya.


" Yuk makan, ntar keburu makanannya dingin"


" Iya"


Darren memotong daging steak itu menjadi kecil-kecil, kemudian dia memberikannya pada wanitanya.


" Kamu makan yang ini aja"


" Makasih"


Manusia memang tidak ada yang sempurna. Tapi bagi Kiran lelaki yang ada dihadapannya sekarang ini sangat sempurna. Bagaimana tidak, sudah memiliki paras yang tampan, baik, perhatian dan juga romantis.


Kiran mulai memasukkan suapan pertamanya. Saat giginya yang putih itu mulai mengunyah potongan daging steak itu. Lembut dan juga juicy itulah yang dia rasakan.


" Darimana kamu tau makanan kesukaan aku?" tanya Kiran di sela-sela makannya.


" Oh ya, padahal aku nggak tau lho kalau semua ini makanan kesukaan kamu"


" Aku kirain kamu tau, dan meminta pelayan itu menyiapkan semua makanan ini?"


Darren tersenyum mendengar ucapan wanitanya itu. " Tentu saja aku yang minta mereka untuk menyiapkan semua makanan ini"


" Tadi bilangnya nggak tau"


" Aku cuma bercanda. Aku tau semua tentang kamu honey. Bahkan boneka yang kamu suka pun aku tau. Bukankah aku sudah pernah bilang di awal-awal kita bertemu?"


" Ya aku ingat"


" Aku mencintai kamu dari dulu sampai sekarang, Zanna Kirania Dwipangga"


" Makasih" hanya itulah yang mampu Kiran ucapkan saat ini.


" Sama-sama"


Darren berharap Kiran akan segera membuka pintu hatinya. Dan membalas perasaannya. Dia tidak sabaran menunggu waktu itu tiba.


Selesai makan malam, Darren membawa Kiran ke tempat yang sudah di siapkan untuk melamar wanita cantik itu.


" Ikut aku"


" Kemana?"


" Ikut aja dulu"


" Ck.. selalu begitu" kata Kiran sambil mengerucutkan bibirnya.


" Bibirnya jangan di gituin, ntar aku cium"


Mereka berdua sampai di satu ruangan yang sudah di hiasi dengan balon dan juga bunga mawar merah yang sangat indah. Mata Kiran terpaku melihat tulisan yang ada di sana.



Darren berlutut di hadapan Kiran. Dia mengeluarkan kotak beludru bewarna merah dari dalam saku jasnya. Kemudian dia membuka kotak itu. Tampaklah cincin bertahtakan berlian.


" Zanna Kirania Dwipangga. Will you marry me"


Apakah ini artinya dia melamar aku.


Mata Kiran berkaca-kaca karena lamaran. Dia tidak menyangka lelaki tampan itu akan melamarnya malam ini. Semua yang dilakukan Darren malam ini sungguh mampu membuat hatinya meleleh.


Darren masih setia berlutut di hadapan Kiran. Dia sudah siap mendengar apapun jawaban dari Kiran nanti.


" Zanna Kirania Dwipangga. Will you marry me ?" tanya Darren lagi.


To be continue.

__ADS_1


Cie nungguin ya🀭


Happy Reading 😚😚


__ADS_2