Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Sopir mobil box


__ADS_3

Pletak.


Aaaawww.


" Kenapa kamu mukul jidat aku?" tanya Serly sambil memegang jidatnya.


" Kamu kenapa tutup mata begitu, hhmm?"


" A-aku--"


" Apa kamu berharap aku mencium kamu?"


" Ng-nggak!"


" Masa?"


" Hhmm"


" Sayang sekali, padahal aku beneran mau cium kamu lho"


" Terus kenapa nggak jadi?"


Serly segera menutup mulutnya yang keceplosan. Doni tersenyum mendengar ucapan Serly tadi.


" Dasar mesum" kata Doni sambil menyentil jidat Serly kembali.


" Kamu tu ya hobi banget nyentil jidat aku"


" Makanya jangan mesum"


" Oh iya ngapain kamu di sini?"


" Nganterin dokumen dari nona muda untuk mbak Nadia" jawab Doni bohong. Lagian nggak mungkin juga ia bilang mau menemui wanita itu? bisa-bisa gede kepala dia.


Serly menatap lelaki tampan yang ada di hadapannya itu. " Kamu nggak bohong kan?"


" Ya nggak lha"


" Perasaan nggak ada dokumen kantor sama Kiran deh. Coba aku telpon Kiran dulu ya"


" Ma-mau ngapain?"


" Nanyain soal dokumen yang kamu bawa tadi"


Mampus.


Serly tersenyum melihat ekspresi wajah Doni. Ia tau lelaki itu sedang berbohong padanya. Ia pun berpura-pura menghubungi Kiran. Belum sempat ponsel itu menempel di kupingnya, Doni sudah merebut ponsel itu dari tangannya.


" Kok diambil sih?!"


" Jangan ganggu, nona muda lagi istirahat"


" Tau darimana kamu kalau Kiran lagi istirahat?"


" Ya tau. Kan sebelum kesini nona muda sudah berpesan sama aku kalau dia tidak boleh diganggu. Karena dia mau istirahat"


" Baiklah, sepertinya aku juga haru masuk lagi. Lagian tadi aku kesini mau cari seseorang"


" Cari seseorang?"


" Iya. Karyawan resepsionis bilang ada cowok yang cariin aku"


" Cowok?"


" Iya. Aku rasa cowok itu Cemen " kata Serly sambil melirik Doni.


" Cemen?"


" Hhhmm"

__ADS_1


" Siapa bilang cowok itu Cemen"


" Aku!"


" Wah,, berani sekali kamu bilang aku Cemen?!"


" Idih, siapa juga yang bilang kamu. Aku bilang cowok itu. Apa jangan-jangan cowok yang mau nemuin aku itu, kamu"


" Ng-nggak!"


" Benarkah?"


" Hhmm"


" Kalau gitu aku mau liat rekaman CCTV yang ada di lobi kantor" kata Serly sambil berlalu pergi.


" Eits, kamu nggak boleh pergi kemana-mana" kata Doni sambil menarik tangan Serly.


Deg.


Jantung mereka berdua pun berdetak lebih kencang. Jarak mereka sangat dekat.


Cup.


Mata Serly membulat sempurna saat kecupan manis mendarat di keningnya. Pasti sekarang wajahnya memerah bak kepiting rebus.


" Apa sekarang cowok itu masih terlihat seperti cowok Cemen?"


" Hah?"


" Benar. Akulah cowok yang mau nemuin kamu tadi"


" Ck" Serly berdecak sebal.


" I love you " bisik Doni di telinga Serly.


Serly mengedipkan matanya. Ia masih belum percaya dengan apa yang dikatakan oleh lelaki tampan tadi.


" Kamu bilang apa tadi?" tanya Serly.


" I love you cewek bar-bar ku"


" Ah,, kamu mah gitu?" kata Serly dengan malu-malu.


" Apa jawabannya?" tanya Doni.


" I love too bodyguard tampan ku"


Doni memeluk Serly. Akhirnya ia bisa menyatakan perasaannya pada wanita yang sedikit bar-bar itu.


" Tapi kamu nggak romantis" kata Serly.


" Kenapa?"


" Orang kalau nembak cewek itu di tempat yang romantis. Eh kamu malah di parkiran"


" Bagus dong. Berarti aku cowok pertama yang melakukan ide brilian ini"


" Iya juga ya"


" Mau makan siang bareng?" tanya Doni.


" Mau" jawab Serly sambil menganggukkan kepalanya.


Dua anak manusia yang baru saja meresmikan hubungan mereka di parkiran itu langsung pergi ke restoran yang ada di dekat kantor itu. Walaupun tidak sesuai dengan harapan Serly yang ingin di tembak di tempat yang romantis. Tapi yang penting statusnya sudah jelas sekarang. Mungkin tempat parkir itu akan jadi sejarah cinta mereka nantinya.


Di tempat lain.


Kiran bingung melihat mobil box terparkir di depan mansion-nya. Ia pun menghampiri mobil box itu. Alangkah kagetnya ia saat melihat lelaki yang baru turun dari mobil box itu.

__ADS_1


Para pelayan dan juga para bodyguard juga kaget melihat orang yang baru turun dari mobil box besar itu.


" Mommy, daddy"


" Hai sayang" sapa Clarissa.


" Daddy bawa mobil box?"


" Iya, mommy kamu yang suruh" kata Jhonatan sambil tersenyum kikuk.


Kiran benar-benar tidak habis pikir dengan ibu mertuanya itu. Bisa-bisa ia menyuruh suaminya untuk membawa mobil box.


" Yuk kita liat isi box nya" kata Clarissa.


Mereka pun beranjak ke belakang box tersebut. Clarissa meminta salah satu bodyguard untuk membuka box besar itu.


Mata Kiran terbelalak melihat isi dalam box besar itu. Ia menatap mertuanya itu. Clarissa hanya tersenyum melihat ekspresi menantunya.


" Mommy nggak tau calon cucu mommy laki-laki atau perempuan, jadi mommy pilih aja menurut mommy yang lucu dan imut" kata Clarissa sambil tersenyum tanpa dosa.


" Tapi ini kebanyakan Mom?"


" Benarkah? tapi mommy pikir ini masih kurang lho?"


" Hah"


Lagi-lagi Kiran dibuat melongo. Bisa-bisanya mertuanya itu bilang masih kurang. Padahal satu box besar itu sudah bisa untuk membuat satu toko pakaian bayi.


" Ini udah banyak Mom. Lagian kandungan aku baru 18 Minggu. Apa nggak kecepatan beli semua pakaian ini"


" Nggak apa-apa sayang. Nanti kalian tinggal beli box bayi nya aja lagi"


" Makasih mommy" kata Kiran sambil memeluk mommy mertuanya.


" Sama-sama sayang" kata Clarissa sambil membalas pelukan mantunya.


Kiran meminta para pelayan untuk membawa masuk semua pakaian bayi itu ke dalam mansion. Ia meminta semua pakaian itu di letakkan di dalam kamarnya. Karena ia dan suami belum menyiapkan kamar untuk calon anak-anak mereka.


Kiran mengajak mertuanya masuk kedalam mansion. Baru saja mereka sampai di depan pintu masuk. Tiba-tiba datang satu mobil box lagi. Ia melirik mertuanya.


Clarissa mengangkat bahunya. Itu tandanya ia juga tidak tau itu mobil box kiriman siapa. Mereka pun mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam mansion.


Sepasang suami itu turun dari mobil box itu. Kiran dan Clarissa kaget melihat siapa yang baru turun dari mobil itu. Tapi tidak dengan Jonathan. Ia tersenyum pada besannya itu.


" Kalian" kata Clarissa.


" Kenapa kamu kaget gitu?" tanya Anggun sambil berjalan menghampiri putrinya. Ya pasutri yang turun tadi kedua orang tua Kiran.


" Kok kita bisa samaan ya" kata Clarissa.


" Ya bisalah. Wong ini ide suami kamu" kata Anggun.


" Suami aku?"


" Iya. Kemarin dia telpon suami aku. Dia bilang kamu suruh dia bawa pakaian bayi dengan mobil box. Jadilah sorenya aku sama Mas Vandy memborong box bayi dan juga perlengkapan untuk kamar cucu kita"


" Memborong?" tanya Kiran.


" Iya sayang. Bahkan Daddy kamu sangat antusias memilih perabotan yang aman untuk calon anak kalian nanti"


Kiran menatap Daddy-nya. Ia tidak menyangka kalau Daddy-nya langsung yang memilihkan perabotan untuk calon bayinya nanti. Tapi nggak harus di borong juga.


" Makasih mommy, Daddy" ucap Kiran sambil memeluk mommy-nya.


" Sama-sama sayang" kata Anggun sambil membalas pelukan putrinya.


Kiran sangat bahagia, karena calon anak-anak mendapatkan calon kakek dan nenek yang sangat mencintai mereka. Belum lahir saja kedua orang tuanya sudah seperti ini. Ia tidak bisa membayangkan kalau mereka tau kalau ia hamil anak kembar.


To be continue.

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2