
Setelah gawang sang istri sudah bisa menerima junior miliknya. Barulah Darren mulai bergerak sesuai dengan keinginannya. Kiran menutup mulutnya agar suara syahdunya tidak keluar.
" Keluarkan saja honey, nggak usah di tahan"
Kiran menggelengkan kepalanya. Ia benar-benar malu mendengar suaranya yang mendesah seperti itu.
" Nggak apa-apa, keluarkan saja. Aku suka mendengarnya"
Kiran pun mengikuti ucapan suaminya itu. suara ******* dan juga erangan menggema di kamar itu. Saat akan mencapai pelepasan yang pertama Kiran mencakar kembali punggung Darren.
Darren meringis menahan perih saat jari kuku milik sang istri tertancap dengan sempurna di kulit punggungnya. Tapi demi kepuasan sang istri dia rela punggungnya menjadi samsak untuk sang istri.
Karena ini baru yang pertama kali untuk mereka berdua, jadi olahraga itu terjadi berulang-ulang kali. Tenaga Darren seakan tidak ada habisnya. Ia terus menggempur sang istri.
Kiran sudah mulai kehabisan tenaga. Seluruh tubuhnya seperti remuk. Suaminya itu tidak memberikan waktu untuknya beristirahat barang sebentar saja.
Darren akhirnya mencapai pelepasan yang ketiga kalinya. Ia menumpahkan kembali semua laharnya kedalam milik sang istri. Setelah itu diapun tumbang di samping sang istri.
" Terima kasih" ucap Darren sambil mengecup kening sang istri.
" Hhmm"
Kiran sudah tidak punya tenaga lagi. Akhirnya dia pun terlelap. Darren tersenyum melihat istrinya yang sudah terlelap. Ia menarik selimut menutupi tubuhnya dan juga sang istri. Setelah itu diapun menyusul sang istri ke dunia mimpi.
Sore hari.
Pasutri itu masih betah bergelung di dalam selimut. Belum ada tanda-tanda mereka akan bangun. Sepertinya mereka benar-benar kelelahan.
Tok.
Tok.
Tok.
" Tuan muda "
Darren terbangun saat mendengar suara ketukan pintu dan juga suara salah satu pelayannya. Ia menoleh ke samping, ternyata istrinya masih terlelap.
Dia turun dari ranjang, saat selimut itu terangkat, terlihat bercak darah di atas sprei yang berwarna putih itu. Ia tersenyum, darah itu menjadi bukti kalau dialah orang yang telah beruntung mendapatkan mahkota sang istri.
Darren bangkit dari tidurnya. Ia memakai celana pendek selutut. Ia memungut baju sang istri yang berserakan di lantai. Setelah itu dia berjalan kearah pintu.
Ceklek.
" Ada apa Bik?" tanya Darren.
" Tadi nona muda minta di bangunkan karena mau melihat sunset"
" Makasih Bik, ntar kita liat dari kamar aja"
" Baik tuan"
Darren menutup kembali pintu kamarnya. Ia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Gara-gara pertempuran tadi siang dia jadi lupa waktu.
Setelah 10 menit membersihkan dirinya, Darren keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk yang di lilitkan di pinggangnya.
__ADS_1
Ia berjalan menghampiri ranjangnya. Ia akan membangunkan sang istri. Karena kalau tidak, sang istri akan melewatkan sunset pertamanya di pulau nan indah itu.
" Honey, wake up. Katanya mau melihat sunset" kata Darren sambil mengecup bibir sang istri sekilas.
Mmmm
" Udah jam berapa?" tanya Kiran dengan suara khas bangun tidur. Dan itu terdengar sangat seksi di kuping Darren.
" Jam 5 sore "
Kiran pun bangun dari tidurnya, tapi saat dia mau menyingkirkan selimut dari tubuhnya. Ia terkaget karena tubuhnya tidak memakai sehelai benang pun. Ia teringat kejadian siang tadi. Wajahnya pun memerah saat mengingat kejadian panas itu.
" Lagi bayangin apa, hhmm? sampe wajahnya memerah kek tomat gitu?" tanya Darren sambil mengecup bibir istrinya sekilas.
" Hubby"
Darren tersenyum mendengar panggilan sayang sang istri untuknya. Itu terdengar sangat indah di telinganya.
" Kenapa istriku"
" Aku belum mandi, jangan cium-cium dulu"
" Jadi kalau sudah mandi baru boleh, gitu?"
" Ng-nggak!" jawab Kiran sambil menyembunyikan wajahnya di dalam selimut.
" Kenapa masuk lagi kedalam selimut? katanya mau liat sunset?"
" Hubby pake baju dulu" kata Kiran sambil membuka sedikit selimutnya.
" Iya, tapi habis itu kamu mandi ya"
" Hhmm"
Aaaawww.
Darren segera menghampiri sang istri saat mendengar rintihan dari istrinya itu.
" Honey"
" Sakit "
" Maaf, gara-gara kamu jadi kesakitan kek gini"
Kiran tersenyum mendengar ucapan maaf yang tulus dari suaminya itu. " Nggak apa-apa kok, ntar juga ilang"
" Mau aku bantu ke kamar mandinya?"
" Apa boleh?"
" Tentu saja boleh honey"
Darren menggendong tubuh istrinya yang terbalut rapi oleh selimut. Dia juga nggak tau kenapa istrinya masih saja malu, padahal dia sudah melihat semua bagian tubuh sang istri. Bahkan dia sudah mencicipinya.
" Kamu tunggu di luar" kata Kiran saat mereka sudah berada di dalam kamar mandi.
__ADS_1
" Kenapa harus diluar?"
" Karena aku nggak bisa mandi kalau kamu ada di sini"
" Emang kenapa? lagipula aku sudah liat semua bagian tubuh kamu, jadi kenapa kamu harus malu"
" Pokoknya kamu harus tunggu di luar"
" Baiklah, ntar kalau udah selesai panggil aku"
" Hhmm"
Darren keluar dari kamar mandi. Setelah memastikan suaminya keluar, barulah Kiran berani membuka selimut yang melekat pada tubuhnya.
Kiran kaget melihat pantulan dirinya di cermin. Bagaimana tidak, hampir separuh tubuhnya dipenuhi stempel kepemilikan. Ia sudah mirip macan tutul saja. Kalau pas di tubuh macan dilihatnya enak, tapi pas di tubuhnya terasa aneh bentuknya.
Kiran mulai berendam di dalam bathtub yang sudah diisi air hangat dan juga diberi aroma terapi. Nyaman, itulah yang pertama kali dirasakan oleh dirinya. Rasa sakit di bagian intinya juga sudah agak berkurang.
Saat istrinya sedang asik mandi, Darren membereskan tempat tidurnya. Ia mengganti sprei yang sudah kena noda darah dengan sprei yang baru.
Ia memasukkan sprei kotor itu kedalam ember yang tidak jauh dari sana. Setelah selesai memasang sprei, dia kembali menunggu istrinya di luar kamar mandi. Tak berselang lama terdengar suara sang istri memanggilnya.
" Hubby"
" Ya honey"
" Tolong handuknya dong?"
" Buka pintunya"
Ceklek.
Kiran membuka sedikit pintu kamar mandi, kemudian dia mengulurkan tangannya untuk mengambil handuk.
" Takut banget sih kalau diliat"
" Bukan takut, tapi waspada. Ntar kamu tiba-tiba nyerang aku, gimana?"
" Ya tinggal nikmati "
" Gimana mau menikmati, ini aja masih sakit tau?" kata Kiran sambil keluar dari kamar mandi.
Aroma wangi shampo dan juga sabun menyeruak masuk kedalam indra penciumannya. Darren sangat menyukai aroma tubuh istrinya.
" Kita liat sunset nya dari balkon kamar aja ya?"
" Hhmm"
" Nanti sekalian aku suruh bibik untuk membawakan makan malam ke kamar kita"
" Kenapa nggak makan di ruang makan aja "
" Lebih enak makan di balkon honey, kita bisa menikmati indahnya laut di malam hari"
Sebenarnya ada yang mau dia tunjukkan pada istrinya itu. Ya dia akan memberikan surprise untuk istrinya. Dia yakin istrinya pasti suka dengan surprise yang akan dia berikan nanti.
__ADS_1
To be continue.
Happy Reading ππ