
Serly dan Doni baru selesai makan siang. Ya hari ini Doni menemani kekasihnya itu bertemu dengan kliennya. Dan itu permintaan dari nona mudanya untuk selalu menemani kekasihnya itu.
" Sekarang kita mau kemana?" tanya Doni setelah mereka berada di dalam mobil.
" Balik ke perusahaan"
" Ok, sesuai titah kekasih bar-bar ku"
Doni melajukan mobilnya menuju perusahaan. Beruntung siang itu jalanan tidak macet. Jadi tidak butuh waktu lama mereka sudah sampai di perusahaan.
" Kamu mau balik ke rumah sakit atau gimana?" tanya Serly.
" Aku di sini dulu temenin kamu sampai pulang"
" Bukannya kamu harus berjaga di ruangan baby twins?"
" Iya. Aku dapat giliran jaga nanti malam. Jadi hari ini aku mau menghabiskan waktu bersama kamu sampai sore"
" Uh, so sweet banget sih bodyguard tampan aku"
" Yuk kita masuk. Ntar kalau masih di sini kita kena grebek"
" Nggak apa-apa, biar nikah gratis kita " jawab Serly.
" Ketahuan kamu suka yang gratisan"
" Iya, biar nanti uang nikahnya bisa untuk tambah-tambah uang acara resepsi"
" Dasar" kata Doni sambil mengacak rambut panjang Serly.
" Jangan di acak-acak gitu, ntar orang kira kita habis malam pertama"
" Masa malam pertama di mobil"
" Ya nggak apa-apa, kayaknya seru juga. Lagipula belum ada yang malam pertamanya di mobil" kata Serly sambil mengedipkan matanya pada sang kekasih.
" Jangan ngaco"
" Siapa yang ngaco"
" Jadi beneran, kamu mau malam pertama kita di mobil "
" Iya, kita akan memecahkan rekor dunia"
" Tragedi mobil bergoyang dong"
" Bukan, kita kan udah sah. Masa tragedi"
" Lantas apa dong?"
" Kenikmatan mobil bergoyang"
" Nggak bagus"
" Nanti kita pikirkan lagi. Sekarang aku harus kembali kerja. Kalau tidak, nanti bos besar marah"
Mereka berdua pun masuk kedalam kantor dengan bergandengan tangan. Ya mereka memang selalu bergandengan tangan. Serly bilang ' emang truk saja yang bisa gandengan'
Para karyawan sudah tau siapa Doni. Jadi mereka sekarang hanya bisa curi-curi pandang pada lelaki tampan itu. Walaupun mereka tau kalau Doni tidak pernah melihat kearah mereka.
Serly tau karyawan wanita selalu curi-curi pandang pada kekasihnya. Ia tidak marah, karena ia tau Doni tidak akan tertarik pada wanita lain. Dan bodyguard tampannya itu selalu bersikap dingin pada orang lain.
" Kira-kira Romy sama Nadia lagi apa ya?" tanya Serly setelah mereka sampai di ruangannya.
" Mungkin lagi nyicil bikin Romy junior"
" Kek beli panci aja pake di cicil segala"
" Ya kan emang di cicil. Nggak mungkin kan mereka siang malam ngadon?"
" Iya juga sih. Tapi aku mau kalau kita udah nikah nanti, kita nggak usah nyicil"
" Maksudnya?"
" Ya, kita ngadon siang malam"
__ADS_1
" Emang kamu kuat"
" Kuat lha "
" Yakin?"
" Yakin lha. Kamu kok meragukan aku gitu?"
" Bukan meragukan gitu. Karena aku pernah dengar cerita salah satu teman bodyguard aku yang udah nikah, istrinya kesakitan saat ia menerobos masuk gawang "
" Mungkin karena dia main terobos aja kali"
" Bukan, karena memang sulit untuk masuk gawang"
" Berarti aku bakal kesakitan juga dong nanti?"
" Diawalnya emang sakit. Tapi rasa sakit itu akan hilang dengan sendirinya dan berganti dengan kenikmatan"
" Benarkah?"
" Hhmm"
" Kalau gitu, yuk ke KUA"
" Ngebet banget Buk?"
" Iya Pak, kan pengen ngerasain juga"
" Cepat atau lambat kamu akan merasakan juga"
" Iya, tapi jangan lama-lama. Ntar keburu jamuran akunya"
" Nggak akan aku biarkan kamu sampe jemuran nunggu aku"
" Baiklah, mudah-mudahan dalam Minggu ini udah ada kabar baiknya ya tampan"
" Mudah-mudahan ya cantik. Sekarang kamu lanjutkan lagi pekerjaannya"
" Siap calon imam ku"
Doni tersenyum mendengar ucapan kekasihnya. Ia akan secepatnya mensahkan hubungan mereka.
Nadia menatap tajam suaminya itu. Bisa-bisanya sang suami membuat seluruh tubuhnya penuh dengan stempel. Bahkan ia sekarang terlihat seperti macan tutul.
" Sa-sayang"
" Jangan bicara sama aku"
" Aku nggak sengaja sayang. Lagipula kami menikmatinya semalam"
" Menikmati sih, tapi nggak kek gini juga. Masa seluruh tubuh aku penuh sama stempel"
" Ya aku juga nggak tau kenapa aku jadi lepas kendali kek gitu. Habisnya tubuh kamu bikin aku candu "
" Nanti malam nggak ada jatah ngadon"
" Kok gitu?"
" Kamu nggak liat nih, stempel kamu belum ilang"
" Nanti juga ilang dengan sendirinya sayang"
" Nanti kalau sudah hilang, baru aku kasih jatah lagi"
" Nggak bisa gitu dong! apa kamu nggak kasihan sama junior aku?"
" Nggak, lagian kamu masih bisa bersolo "
" Oke, kalau gitu juga tidak ada acara jalan-jalan"
" Kok gitu"
" Emang gitu. Aku kan juga nggak dapat jatah, jadi adil kan?"
" Terus ngapain aja kita seharian ini"
__ADS_1
" Tidur sama makan"
" No, aku mau jalan-jalan. Kalau kamu nggak mau ikut ya udah, aku bisa pergi sendiri. Siapa tau nanti bisa kenalan sama cowok tampan"
" Oh gitu. Oke, aku juga mau cari wanita cantik"
" Coba aja kalau berani. Aku potong junior kamu"
Gleg..
" Sadis amat sih sayang"
" Makanya jangan macam-macam"
" Aku nggak macam-macam. Jadi ntar malam kasih jatah ya?"
" Liat nanti kalau aku mood"
" Baiklah, aku akan mengembalikan mood kamu lagi"
" Benarkah? bagaimana caranya?"
" Liat aja nanti. Cepat bersiap, kita akan jalan-jalan"
" Asik jalan-jalan"
Romy tersenyum melihat ekspresi istrinya. Ia akan mencari cara supaya mood istrinya itu kembali membaik. Kalau tidak, bisa hilang jatah ngadon nya.
" Yuk Bee"
Romy terpesona melihat kecantikan istrinya. Istrinya terlihat cantik memakai dress berwarna peach. Terlihat sangat serasi dengan kulitnya yang putih.
" Kamu terlihat sangat cantik"
" Terima kasih "
" Cuma terima kasih doang nih?"
" Terus?"
" Cium kek, puji balik kek"
Nadia tersenyum mendengar ucapan suaminya. Ia mendekat kearah suaminya yang lagi merajuk itu.
Cup.
" Suamiku juga sangat tampan"
Wajah Romy merona mendengar pujian sang istri. Ia segera memalingkan wajahnya, supaya istrinya tidak bisa melihat wajahnya yang sekarang memerah.
" Yuk Bee"
" Ah iya"
Mereka pun keluar dari kamar sambil bergandengan tangan. Hari ini mereka akan melihat keindahan pantai dari jarak dekat. Karena biasanya mereka melihat pantai dari kamar mereka.
" Sayang pakai topi dulu biar kamu nggak kepanasan"
" Makasih Bee"
Romy memakai kacamata hitam dan juga topi. Mereka melanjutkan kembali perjalanan mereka. Menyusuri pantai yang sangat indah itu.
Nadia membuka sandalnya. Karena lebih seru menginjak pasir pantai tanpa memakai alas kaki. Romy pun melepas sandalnya. Mereka menikmati berjalan di bibir pantai tanpa memakai alas kaki.
" Bee mau snorkeling yuk"
" Yuk "
Pasutri itu pun menyewa perlengkapan untuk snorkeling. Romy berharap setelah snorkeling mood istrinya akan kembali membaik dan ia akan mendapatkan jatahnya nanti malam.
Nadia dan Romy siap untuk melakukan snorkeling. Mereka akan menikmati keindahan bawah laut. Ya inilah momen yang sangat di tunggu oleh Nadia setiap pergi ke pantai.
Mata mereka di manjakan oleh berbagai macam ikan yang cantik. Dan juga terumbu karang yang sangat indah. Terumbu karang di sana sangat terjaga dengan baik. Jadi wajar saja ikannya banyak di sana. Sungguh pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan.
To be continue.
__ADS_1
Happy reading ππ