
Malam hari.
Kiran bersiap untuk pergi ke acara resepsi Doni dan Serly. Malam ini ia akan memakai pakaian seperti mbak Kunti. Saat sedang memakai make up lampu mati.
" Sayang"
" Iya By "
" Jangan bercanda dong. Aku lagi pake sabun nih"
" Becanda apaan coba?"
" Hidupkan lampunya lagi"
" Minta hidupkan sama PLN sana!"
" Emang bukan kamu yang matiin?"
" Ya bukan lha"
" Terus aku gimana dong sayang?"
" Ya tunggu aja di sana sampai lampu hidup"
" Keburu masuk angin aku?"
" Ya udah, hubby pake handuk aja"
" Sayang handuknya nggak kelihatan"
Kiran berjalan dengan menuju kamar mandi dengan memakai lampu ponselnya.
" By buka pintunya"
Ceklek.
" Astagfirullah, setan"
" Hus,, sembarangan. Masa istri sendiri di bilang setan"
" Kenapa dandannya kek gitu?"
" Ya kan kita mau ke acara resepsi pernikahan Serly. Apa hubby lupa?"
" Ck,, mereka berdua itu. Masa milih tema horor"
" Yang nggak apa-apa kali By. Lagian seru juga dandan kek Kunti begini"
Tak berapa lama lampu pun menyala kembali.
" Alhamdulillah lampunya nyala lagi" ucap Darren.
" Hubby buruan mandi, ntar keburu malam kita perginya"
" Ok sayang"
Darren melanjutkan kembali mandinya yang tertunda tadi. Sedangkan Kiran melanjutkan kembali merias wajah ala-ala mbak Kunti.
Akhirnya Kiran pun sudah selesai me make over wajahnya. Walaupun sudah memakai pakaian ala-ala mbak Kunti gitu, tapi Kiran masih terlihat cantik.
Pintu kamar mandi terbuka. Darren keluar dengan hanya memakai handuk yang dililitkan di pinggangnya. Sehingga roti sobeknya terpampang dengan nyata di depan mata.
" Sayang"
" Hhmm"
" Pakaian aku mana?"
" Tuh di atas kasur"
Darren segera mengambil pakaian yang sudah di siapkan sama istrinya. " Aku jadi Drakula ya?"
" Iya, suka nggak?"
" Suka, tidak terlalu ribet. Makasih sayang"
" Sama-sama By"
Darren segera memakai kostum drakula. Ia senang karena istrinya tidak meminta dia memakai kostum yang aneh-aneh.
__ADS_1
" Sini By, aku make up sedikit"
" Emang harus ya sayang?"
" Harus dong. Lagian make up nya nggak banyak kok"
Mau tak mau Darren pun duduk di samping sang istri. Kiran mulai me-make over wajah suaminya.
" Karena hubby udah tampan, jadi make up nya nggak usah terlalu tebal"
Darren tersenyum mendengar ucapan istrinya.
" Kamu juga cantik, walaupun memakai kostum mbak Kunti " puji Darren sambil mengecup bibir istrinya sekilas.
" Hubby "
" Apa?"
" Jangan cium-cium, ntar lipstik aku belepotan"
" Nggak apa-apa, ntar dirapikan lagi"
" Nggak mau"
" Ya deh nggak cium-cium lagi"
Kiran melanjutkan kembali memakaikan make up ke wajah suaminya. Tidak butuh waktu lama, akhirnya Kiran pun selesai mendandani suaminya itu.
" Selesai. Coba liat penampilan hubby sekarang?"
Darren kaget melihat penampilannya yang ada di cermin. Tapi dia memuji kehebatan istrinya dalam mengaplikasikan make di wajah nya.
" Kamu hebat banget sayang, make up nya tidak tebal. Tapi terlihat sangat bagus "
" Makasih By pujian nya. Itu karena wajah hubby emang udah tampan, jadi aku memoles sedikit aja"
" Tapi beneran keren lho sayang"
" Udah ah mujinya, ntar aku gede kepala lho"
" Tapi ini beneran keren "
" Iya,, iya makasih. Yuk sekarang kita berangkat, ntar keburu malam"
Darren merangkul pinggang istrinya. Mereka berjalan menuju lift. Tapi sebelum itu mereka melihat baby twins dulu.
Sampai di depan pintu kamar baby twins. Para pelayan kaget melihat penampilan tuan dan nona muda mereka.
" Tuan, nona?"
" Kami mau pergi ke acara resepsi pernikahan Doni, jadi harus berpenampilan seperti ini" kata Darren.
Darren mengikuti istrinya masuk kedalam kamar baby twins. Tapi ia kepikiran soal tadi, kenapa dia harus menjelaskan pada pelayan itu soal penampilannya.
Baby twins sangat nyenyak tidurnya. Sebenarnya ia tidak tega meninggalkan baby twins. Tapi ia juga harus menghindari resepsi pernikahan sahabatnya itu.
" Mommy sama daddy pergi sebentar ya sayang, twins A jangan rewel. Mommy dan daddy akan cepat pulang"
Kiran mengecup pipi baby Alexa dan juga Axel secara bergantian. Darren pun juga ikut mencium kedua anaknya.
Setelah berpamitan pada baby twins, Darren dan istrinya keluar dari kamar itu. Sebelum pergi, ia berpesan pada pelayannya, ' kalau baby twins bangun segera hubungi dia.
Sampai di bawah para bodyguard juga kaget melihat penampilan Darren dan juga kiran. Tapi mereka tidak berani bertanya kenapa tuan dan nona muda mereka berpakaian seperti itu.
" Ingat, jaga baby twins dengan baik. Kalau terjadi sesuatu, cepat hubungi saya"
" Baik tuan"
" Apa nggak kita bawa aja By, baby twins nya?"
" Nanti orang lain tau sayang?"
" Aku nggak tenang meninggalkan baby twins di mansion. Walaupun di sini banyak bodyguard yang menjaganya"
" Ya udah, kita nginap di hotel aja malam ini"
" Makasih By"
" Tapi baby twins, di dalam kamar hotel aja ya sayang. Karena nggak baik bagi baby kalau ikut di pesta"
__ADS_1
" Iya By"
" Tolong perintahkan pada kepala pelayan untuk membawa baby twins ke sini. Dan juga beberapa pelayan untuk ikut kami ke hotel"
" Baik tuan muda"
Setelah memberitau bodyguardnya. Darren mengambil ponselnya dan segera menghubungi Jhon. Tak butuh waktu lama panggilan pun tersambung.
" Hallo tuan muda"
" Tolong amankan lokasi di depan hotel. Soalnya saya membawa baby twins"
" Siap tuan muda"
" Satu lagi, tolong katakan sama mertua saya untuk menyiapkan kamar untuk baby twins"
" Baik tuan muda"
Sambungan telepon pun berakhir.
Darren menyimpan kembali ponselnya di atas dasboard mobil.
" Gimana By?"
" Aku udah minta untuk Om Jhon untuk mengamankan lokasi di depan hotel. Jadi baby twins aman sampai ke kamar nanti"
" Syukurlah"
Kepala pelayan datang dengan membawa dua orang pelayan yang bertugas membawa baby twins. Pelayan itu langsung masuk kedalam mobil. Mobil milik Darren pun melaju meninggalkan mansion mewah itu.
πππ
Sama halnya dengan Kiran. Nadia juga sedang memakai make up ala-ala zombie. Ia ingin sibuk memoles wajahnya dengan berbagai macam make up.
" Bee "
" Hhmm"
" Kamu rencananya mau jadi apa?"
" Kolor ijo "
" What..!"
" Kenapa?"
" Nggak ada yang lebih elegan dari itu apa?"
" Ya masa pocong. Kan susah jalannya nanti"
" Selain kolor ijo dong Bee"
" Iya apa?"
" Tuyul, bagaimana?"
" Tuyul kan botak"
" Ya kamu kan tuyul zaman now, jadi ada rambutnya "
" Boleh deh, tapi nggak harus pake popok kan?"
" Nggak, pake celana kolor aja"
" What..! masa pake celana kolor"
" Namanya juga tuyul Bee "
" Ya kali bisa pake celana jeans"
" Mana ada tuyul pake jeans?"
" Ya kan tuyul modern. Jadi dia udah naik kelas dikit"
" Ya udah terserah kamu aja"
Romy segera memakai baju Singlet dan juga celana jeans pendek selutut. Setelah itu ia menghampiri istrinya, untuk di make over seperti tuyul. Walaupun sebenarnya ia tidak ingin di make over. Tapi istrinya mengancam kalau ia tidak mau, maka ia harus puasa malam ini.
To be continue.
__ADS_1
Udah up dua ya π€
Happy reading ππ