Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Serangan sang mommy


__ADS_3

Clarissa dan suaminya menoleh kearah pemilik suara, yang tak lain dan tak bukan adalah putra mereka sendiri.


" Apa maksud ucapan kamu tadi Darren?" tanya sang mommy.


" Ya seperti yang mommy dengar tadi. Kalau itu foto gadis yang aku cintai dari dulu sampai sekarang"


" Jangan becanda kamu"


" Siapa yang bercanda. Aku serius Mom"


" Lalu untuk apa kamu melamar Kiran semalam"


" Darimana mommy tau?"


" Kamu nggak perlu tau darimana mommy tau"


Darren menatap tajam semua bodyguardnya yang ada di sana. Dia tau pasti ada di antara salah satu bodyguardnya itu yang melaporkan pada sang mommy.


" Pasti ada diantara kalian yang berkhianat?!"


Para bodyguard itu menundukkan kepalanya. Mereka takut melihat tatapan tuan mudanya itu.


" Kamu nggak usah marahin mereka. Sekarang kamu jelaskan sama mommy kenapa kamu melamar Kiran, kalau kamu masih menyukai gadis kecil yang ada di foto itu"


" Karena aku mencintai Kiran dan juga gadis kecil yang ada di foto itu"


" Jangan serakah kamu Darren!"


" Siapa yang serakah Mom. Aku hanya ingin mempertahankan orang yang aku cintai"


" Kiran pasti akan sedih dan kecewa sama kamu"


" Tidak akan"


Jonathan susah payah menahan tawanya. Kapan lagi melihat murka sang istri.


" Jhon!" teriak Clarissa.


" I-iya Nyonya"


" Hajar anak nakal ini"


" Eh"


" Cepat hajar Jhon!"


Jhon belum juga melaksanakan titah nyonya besarnya itu. Dia menatap tuan mudanya. Nyalinya langsung menciut saat mata elang milik tuan mudanya.


" Cepat Jhon!"


" Dia nggak akan berani Mom" kata Darren.


" Kenapa?"


" Karena Jhon itu kaki tangan aku, tapi sekarang dia berkhianat dan bersekutu dengan mommy" kata Darren sambil menatap tajam bodyguardnya itu.


Gleg.


Jhon susah payah menelan saliva-nya. Dia tau tuan mudanya sangat marah sekarang padanya.


Aku seperti memakan buah simalakama. gumam Jhon dalam hati.


" Kalau Jhon nggak bisa berarti mommy sendiri yang akan menghajar kamu" kata Clarissa yang langsung menyerang putranya.


" Bagus sayang hajar terus, aku selalu mendukungmu!" teriak Jhonatan.


Darren berhasil menghindari pukulan sang mommy. Akhirnya perkelahian antara ibu dan anak itupun terjadi. Sedangkan sang Daddy hanya menyaksikan pertunjukan itu.


Clarissa menyerang Darren tanpa ampun. Dia tidak suka melihat laki-laki yang menyakiti hati perempuan. Walaupun Darren putranya sendiri.

__ADS_1


" Mommy tidak pernah mengajarkan kamu menjadi lelaki pengecut dan juga suka menyakiti perempuan" kata Clarissa di sela-sela perkelahian dia dan sang putra.


" Aku nggak pernah menyakiti perempuan Mom"


" Nggak menyakiti kamu bilang. Terus foto gadis kecil itu bagaimana, hah!"


Bug.


Satu tendangan mendarat di perut Darren. Seketika tubuh Darren terjungkal ke belakang.


" Yeey.. bagus sayang" teriak Jhonatan.


Jhon tersenyum melihat tuan mudanya terjungkal ke belakang. Ya hanya Nyonya besar lha yang bisa mengimbangi tuan mudanya dalam hal beladiri.


" Bagaimana rasanya?" tanya Clarissa pada putranya.


" Ini tidak sakit sama sekali Mom" jawab Darren.


Clarissa menyerang putranya kembali. Darren bersiap untuk menghindari serangan sang mommy.


" Mom udahan yuk gelutnya "


" Nggak, sebelum kamu memutuskan gadis kecil itu"


" No, aku susah payah mendapatkannya, mommy malah minta aku putusin dia. Jangan harap!"


" Darren jangan bikin mommy murka dan mengeluarkan kamu dari kartu keluarga"


" Nggak apa-apa, kan sebentar lagi aku akan menikah sama gadis kecil yang ada di foto itu. Jadi aku udah punya kartu keluarga sendiri"


Pelayan yang bekerja di rumah itu hanya bisa menonton saja. Karena kalau mereka ikut membantu, bisa-bisa mereka yang kena pukulan dari ibu dan anak itu.


" Tuan, kenapa anda cuma diam saja?" tanya sang pelayan pada Jhonatan.


" Biarkan saja Bik, lagipula saya sudah lama tidak melihat istri saya berkelahi"


" Kan gadis kecil itu Kiran Mom, calon mantu kesayangan mommy"


Kaki jenjang milik Clarissa berhenti tepat di depan wajah putranya. " Bisa kamu ulangi ucapan kamu tadi?"


" Gadis kecil yang di foto itu Kiran Mom. Calon mantu kesayangan mommy"


" Kenapa kamu nggak bilang dari tadi"


" Aku belum selesai ngomong mommy udah langsung nyerang aku"


" Hehe, sorry sayang. Habisnya tadi mommy lagi esmosi"


" Untung aku pintar beladiri, kalau nggak udah remuk badan aku karena serangan mommy"


" Uluh.. uluh, sini mommy cium "


" Nggak! sekarang katakan ada perlu apa mommy sama daddy kesini?"


" Ck.. anak ini, selalu saja seperti ini. Mommy datang kesini mau menanyakan, apa benar kamu sudah melamar Kiran?"


" Hhmm"


" Wah,, baiklah besok mommy sama daddy akan datang ke rumah calon mertua kamu"


" Emang mommy tau Kiran anak siapa?" tanya Darren.


" Nggak! emang dia anak siapa?"


" Putri dari Rivandy Putra Dwipangga dengan Anggun Ariana Wiguna"


" Apa!" teriak Clarissa dan Jhonatan berbarengan.


" Kamu nggak salah orang sayang?"

__ADS_1


" Nggak Mom. Mommy ingat waktu pertunangan putra pertama mereka. Bukankah di sana mommy bertemu dengan Kiran?"


Clarissa mencoba mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu. Dia mengingat gadis kecil yang cantik itu. " Jadi Kiran adalah gadis kecil yang cantik itu?"


" Hhmm"


" Berarti semua boneka yang kamu kumpulkan itu untuk Kiran?"


" Hhmm"


" Kenapa jawaban kamu cuma hhmm "


" Ya terus mau jawab apa?"


" Iya mommy yang cantik jelita, gadis kecil itu Kiran. Begitu"


" Kepanjangan ngomongnya"


" Ck.. anak nakal ini, tidak mau sedikit pun memuji mommy-nya" kata Clarissa dengan nada sedih.


" Tenang sayang, ada aku yang selalu memuji kecantikan kamu" kata Jhonatan.


" Tuh Daddy yang selalu muji mommy" kata Darren.


" Mommy maunya dipuji sama kamu, bukan daddy" merajuk.


" Mulai deh dramanya" kata Darren.


" Darren" panggil sang daddy.


" Baiklah. Mommy ku yang cantik sejagat raya, segeralah lamar Kiran untuk putra mu yang tampan ini"


" Baiklah, besok mommy akan lamar Kiran untuk kamu"


" Beneran ya Mom?" tanya Darren.


" Benar lha, emang kapan mommy pernah bohong sama kamu"


" Ok, sekarang mommy dan Daddy sudah boleh pulang. Aku mau mandi dulu"


" Berani kamu ngusir mommy? mau mommy hajar lagi kamu?!"


" Nggak. Ya udah terserah mommy aja, aku mau mandi dulu" kata Darren sambil berlalu pergi menuju kamarnya.


Sekarang tinggallah pasutri itu dan juga beberapa bodyguard mereka di ruang tamu itu. Sedangkan pelayan juga sudah kembali untuk mengerjakan tugas mereka.


" Nyonya, tuan muda pasti marah besar sama saya" kata Jhon.


" Tidak akan. Kalau dia marah, kau bisa mengadu padaku


" Tapi tuan muda tidak takut sama Nyonya"


" Heh, kau tidak liat dia kesakitan karena tendangan saya"


" Saya tadi dengar tuan muda bilang nggak sakit karena tendangan itu"


" Dia bohong itu. Kau pikir tendangan saya tadi itu lemah begitu? apa kau mau mencoba?"


" Ti-tidak nyonya, saya masih ingin hidup"


" Ck..tau takut juga kamu"


Jhon menghela nafasnya. Entah kenapa dia bisa bekerja dengan keluarga yang menurutnya sangat menakutkan itu. Tapi walaupun demikian, keluarga Narendra selalu memperlakukan dia dan anggotanya dengan baik.


To be continue.


Sorry ya kezayangan semuanya telat upnya πŸ˜‰πŸ˜‰


Happy Reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2