
Beberapa bulan kemudian.
Semua pelayan dan juga bodyguard sedang sibuk menyiapkan acara ulang tahun Twins A yang akan berlangsung nanti malam. Para pelayan tidak hentinya hilir mudik, keluar masuk mansion.
Darren sedang memantau para bodyguard yang di tugaskan untuk memasang tenda dan juga lampu untuk penerang tempat acara nanti. Karena acaranya akan diadakan di taman.
Aneka warna dan bentuk balon juga sudah di siapkan untuk menambah kesan meriahnya acara ulang tahun pertama twins A. Bukan itu saja, aneka macam bunga pun juga sudah ada di sana.
Kiran tidak memilih tema putri dan pangeran. Karena baby twins sepertinya tidak suka dengan hal-hal yang berbaur istana ataupun cerita negeri dongeng. Padahal dirinya lebih sering membacakan cerita negeri dongeng. Tapi sepertinya twins A tidak tertarik.
Akhirnya Kiran memilih tema umum saja. Jadi para tamu yang datang tidak di haruskan memakai pakaian ala-ala putri ataupun pangeran di negeri dongeng.
Kiran juga mengundang anak panti asuhan dan juga beberapa anak jalanan. Ia ingin semua orang mendoakan baby twins. Para tamu yang datang tidak perlu membawa kado. Karena dia dan suaminya yang akan memberikan kado untuk mereka.
" By"
" Iya sayang"
" Mommy sama daddy sudah nyampe di bandara"
" Bagus dong. Ntar aku suruh Jhon untuk menjemput"
" Itu masalahnya, mommy ingin kamu yang jemput"
" What!"
" Buruan, ntar kamu kena omel lagi"
" Kenapa harus aku sayang?"
" Karena kamu putranya"
" Benar juga sih"
" Buruan berangkat"
" Mak tiri ini hobi banget menyiksa putranya"
Kiran tersenyum mendengar ucapan suaminya. Kalau mertuanya sudah datang, pasti mansion akan tambah rame. Karena mertua dan suaminya itu seperti Tom and Jerry, selalu saja ribut.
" Aku jalan dulu ya sayang" pamit Darren sambil mengecup bibir istrinya sekilas.
" Hati-hati dijalan By"
" Iya sayang"
Darren melajukan mobilnya meninggalkan mansion mewah miliknya. Ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Karena kalau ia terlambat, bisa kena kuliah subuh oleh sang mommy.
Ia beruntung pagi ini suasana jalanan ibukota tidak terlalu rame. Jadi ia bisa cepat sampai di bandara. Apalagi ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Setelah mengendarai mobil selama 15 menit, akhirnya hot daddy itu sampai di bandara internasional Soekarno-Hatta. Darren memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang sudah di sediakan pihak bandara.
Lelaki tampan itu berjalan memasuki bandara. Ia mencari keberadaan kedua orang tuanya. Ia melihat seorang wanita cantik sedang menatap tajam padanya.
" Hai Mom"
" Akhirnya datang juga kamu anak nakal" kata Clarissa sambil menjewer telinga putranya.
Aawww
" Dad, istri Daddy KDRT nih"
" Nggak apa-apa. Daripada daddy nanti yang di jewer, mending kamu"
" Wah suami istri kompak banget ngebully putranya sendiri"
" Kamu memang pantas untuk dibully. Salah siapa suruh telat"
" Kena macet tadi Mom. Ya mommy kan tau gimana jalanan ibukota"
__ADS_1
" Alasan aja kamu"
" Beneran Mom"
" Ya udah, cepat bawakan koper mommy sama daddy"
" What!"
" Kenapa? kamu nggak mau?"
" Ma-mau Mom"
Clarissa dan suaminya berjalan lebih dulu. Darren mengikuti dari belakang, sambil menarik koper mommy dan daddy-nya.
Gini banget nasib gue punya mommy. Kejamnya ngalahin Mak tiri.
" Buruan jalan Ren. Mommy udah nggak sabar mau ketemu Twins A "
" Ini juga udah cepat kali Mom"
" Cepat apaan kek siput gitu kok jalannya"
Untung mommy gue. Kalau nggak udah gue kasih sama ikan piranha.
" Buruan, ngedumel mulu"
" Iya"
Clarissa sangat senang membuat putranya kesal. Sudah beberapa bulan lebih ia tidak menganggu putranya itu. Karena ia sedang berada di London.
" Lucu sekali dia kalau lagi kesal seperti itu"
Jhonatan menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya. Ibu dan anak itu selalu saja berantem kalau sudah bertemu. Tapi kalau berjauhan kangen.
Ya selama di London, istrinya selalu memandangi foto putranya itu. Bahkan terkadang ia menangis karena menahan rasa rindu pada putra semata wayangnya itu. Tapi sang istri tidak mau menelpon putranya duluan.
Darren memasukkan koper kedua orang tuanya kedalam bagasi. Setelah itu baru ia masuk kedalam mobil. Dan duduk di kursi kemudi. Sekarang ia bertugas menjadi sopir.
" Ke mansion mantu kami ya Nak sopir"
" Siap nyonya"
Darren melajukan mobilnya meninggalkan area parkiran bandara. Mobil itu terus melaju menuju mansion mewah miliknya.
" Udah punya istri Nak sopir?"
" Sudah nyonya. Udah punya dua anak juga"
" Wah pasti anaknya tampan dan cantik"
" Tentu saja nyonya. Kan orang tuanya tampan dan cantik"
Jhonatan tersenyum melihat tingkah istri dan anaknya.
" Daddy kenapa senyum-senyum gitu? jangan bilang ketempelan demit bandara"
" Bukan ketempelan demit. Tapi ketempelan mommy"
" Daddy samain mommy kek demit?"
" Nggak sayang. Mana mungkin istriku yang cantik molek ini sama dengan demit"
" Tadi Daddy bilang gitu"
" Emang mommy nggak mau nempel terus sama daddy?"
" Ya nggak lha"
" Berarti mommy udah nggak cinta lagi dong sama daddy"
__ADS_1
" Cinta, tapi nggak harus nempel terus juga kan. Masa Daddy ke toilet mommy juga nempel"
" Iya juga sih"
Tanpa terasa mereka pun sampai di depan pintu gerbang mansion. Darren membunyikan klakson mobilnya. Sinar merah pun langsung mendeteksi mobil milik Darren.
Setelah terdeteksi, barulah pintu gerbang mansion terbuka. Darren melajukan mobilnya masuk kedalam mansion.
Clarissa dan suaminya turun dari mobil. Pasutri itu melihat para pelayan keluar masuk mansion.
" Apa persiapan pestanya belum selesai?"
" Belum Mom. Masih delapan puluh persen"
Kiran melihat mertuanya sudah sampai di depan pintu masuk mansion. Ia segera menghampiri mertuanya itu.
" Mommy sama daddy sudah datang?" kata Kiran sambil mencium punggung tangan kedua mertuanya, secara bergantian.
" Mommy kangen banget sama kamu"
" Aku juga Mom. Yuk masuk, mommy sama daddy pasti capek"
" Iya sayang. Suami kamu lama banget jemput mommy"
" Mungkin hubby tadi kena macet Mom. Makanya telat menjemput mommy"
Darren tersenyum penuh kemenangan. Mommy-nya tidak bisa memprovokasi istrinya untuk memarahinya.
" Cucu mommy mana? kok nggak keliatan?"
" Di taman lagi main sama Nando, Mom"
" Biarkan saja dulu mereka bermain. Mommy sama daddy mau istirahat dulu"
" Baiklah Mom"
" Ren, koper mommy sama daddy tadi udah dibawa masuk belum?"
" Udah Mom"
" Yuk Dad, kita istirahat dulu"
" Siap Mom"
Clarissa dan suaminya pergi ke kamar yang sering mereka tempati jika berkunjung ke mansion putranya itu.
" Sayang pijitin dong?"
" Emang kamu pegel?"
" Hhmm"
" Masa cuma bawa mobil aja kamu pegel?"
" Aku di suruh Mak tiri bawa koper. Mana kopernya berat lagi"
" Uluh.. uluh kasian banget suami aku "
" Makanya pijitin"
" Sini aku pijit"
" Di kamar aja yuk pijitnya"
Kiran melirik suaminya. " Sebenarnya yang pegel itu tubuh kamu atau junior kamu?"
" Dua-duanya sayang. Yuk, mumpung Twins lagi sama Nando"
Tanpa menunggu persetujuan dari istrinya. Darren segera menggendong istrinya ke kamarnya. Ia udah satu Minggu puasa karena istrinya lagi tanggal merah. Jadi sekarang waktu yang tepat untuk ngadon mumpung nggak ada pengganggu.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading ππ