
Kiran yang mendengar suara mobil suaminya langsung keluar untuk menyambut suaminya itu. Sebenarnya bukan menyambut kepulangan sang suami, tapi mangga muda yang di bawa suaminya.
Darren tersenyum melihat istrinya yang berlari kearahnya. Sebegitu kangen kah sang istri dengannya. Padahal baru ditinggal sebentar, istrinya sudah kangen saja dengannya. Itulah yang ada dalam pikiran calon hot daddy itu sekarang.
" Mangga muda" kata Kiran sambil mengambil ahli mangga muda dari tangan suaminya.
Oh astaga, ternyata dia merindukan mangga muda. Bukan suami muda.
Romy tersenyum melihat ekspresi wajah sahabatnya itu. " Sepertinya pamor lo kalah sama mangga muda"
" Sepertinya begitu"
Kiran bersenandung ria sambil membawa mangga muda itu ke dalam mansion-nya. Ia tidak mempedulikan kedua lelaki tampan yang sedang menatapnya.
" Yang barusan istri gue?"
Romy hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan sahabatnya itu.
" Pantas saja cantik dan menggemaskan"
Romy memutar bola matanya jengah. Bucin bosnya sudah mulai keluar. Ia masuk kedalam mansion dan meninggalkan Darren dengan khayalannya.
" Rom" panggil Darren saat menyadari sahabatnya sudah masuk kedalam mansion-nya.
Kiran sedang asik mengupas kulit mangga muda yang dibawa suaminya tadi. Air liurnya hampir menetes membayangkan betapa segarnya mangga muda itu.
" Honey"
" Hhmm"
" Kenapa nggak minta bibik aja yang kupas kulitnya?"
" Nggak apa-apa. Lagian bibik masih banyak pekerjaan"
" Sini, biar aku aja yang kupaskan " kata Darren sambil mengambil ahli mangga dan pisau dari tangan istrinya.
" Makasih hubby"
" Sama-sama honey "
Romy yang jengah melihat kemesraan duo bucin itu langsung berdehem untuk menyadarkan duo bucin itu.
Ehem..!
" Eh ada Romy"
" Baru nyadar kalo ada gue disini?"
" Iya, habisnya kamu nggak kasat mata sih" kata Kiran.
" Dikata gue makhluk halus kali ya"
" Gue nggak bilang gitu lho Rom"
" Bilang langsung sih nggak, tapi secara tidak langsung lo udah nyamain gue sama makhluk halus"
" Idih kekasih Nadia ini sensian banget sih?"
" Mungkin belum dapat jatah kali honey" kata Darren.
" Mereka kan belum halal By, jadi mana bisa kasih jatah"
" Benar juga. Rom buruan halalin Nadia, ntar lo ditikung sama yang lain"
" Maunya sih gitu bro. Tapi gue takut lamaran gue di tolak"
" Nggak akan ditolak karena niat baik " kata Kiran.
" Benarkah?"
" Hhmm"
" Tapi kami baru saja pacaran"
" Pacaran setelah menikah lebih bagus"
" Benar apa yang dikatakan istri gue, Rom. Kami juga tidak lama-lama pacarannya. Lagian pacaran setelah menikah sensasinya lebih terasa bro"
__ADS_1
" Sensasi apa bro"
" Mau ngapain aja udah nggak dosa" kata Darren.
" Iya juga ya. BTW sejak kapan omongan lo bener kek gitu?"
" Omongan gue emang selalu benar"
" Ya,, ya lo menang dah"
Darren tersenyum penuh kemenangan. Ya sahabatnya tidak akan pernah menang dari dirinya.
" Honey"
" Hhmm"
" Nadia belum di kasih tau kalau kamu hamil?"
" Udah By, mungkin ntar lagi dia nyampe ke sini"
Ya saat suaminya pergi mencari mangga muda tadi. Ia menghubungi sahabatnya untuk menyampaikan kabar bahagia itu.
" Nadia mau kesini?" tanya Romy.
" Iya. Lagian kan bagus dia kesini, jadi lo nggak jadi obat nyamuk" kata Darren.
" Iya sih"
Akhirnya Darren sudah selesai mengupas tiga buah mangga muda untuk istrinya. Ia juga sudah memotong kecil-kecil mangga muda itu.
" Honey udah nih"
" Makasih By"
" Sama-sama sayang. Aku sama Romy ke ruang keluarga dulu ya"
" Hhmm"
Kedua lelaki tampan itu pun pergi dari dapur. Setelah suami dan sahabatnya pergi. Kiran menyiapkan bahan-bahan untuk membuat bumbu rujak.
Saat sedang asik mengulek bumbu rujak, samar-samar terdengar suara yang sangat ia kenal. Suara siapa lagi kalau bukan suara sahabatnya.
" Kalian sudah datang?"
" Udah. Wah, kamu lagi bikin bumbu rujak?"
" Hhmm"
" Selamat ya atas kehamilannya. Akhirnya kecebong Darren jadi juga"
" Makasih Nad. Yuk duduk dulu"
Nadia dan Nando duduk di kursi dekat mini bar yang ada di dapur itu.
" Suami kamu kemana?"
" Di ruang keluarga sama Romy"
" Romy?"
" Hhmm"
" Dia ada di sini?"
" Hhmm"
" Kok dia nggak bilang sama aku. Apa dia nginap di sini?"
" Nggak, tadi dia di jemput sama suami aku"
" Oh"
" Nando, gimana sekolahnya?" tanya Kiran.
" Sekolah aku lancar seperti biasa Kak"
" Syukurlah kalau gitu"
__ADS_1
" Kamu tau, adik kita ini baru dapat sabuk hitam" kata Nadia.
" Benarkah?"
" Iya Kak, baru kemarin dapatnya"
" Wah selamat ya, kakak bangga sama kamu"
" Makasih Kak. Ini semua juga berkat kakak dan Kak Nadia. Kalau kakak tidak menyelamatkan aku, mungkin aku tidak akan bisa seperti sekarang. Makasih Kak untuk semuanya"
" Sama-sama sayang. Sekarang kita ke depan yuk. Ngumpul sama Kak Darren dan temannya"
Mereka bertiga pun pergi ke ruang keluarga untuk bergabung dengan Darren dan Romy. Tidak lupa Kiran membawa camilan dan juga rujak yang dia buat tadi. Sedangkan para pelayan membawa jus untuk mereka semua.
Darren yang mendengar suara istrinya langsung mengalihkan pandangannya pada sang istri. Namun ia kaget karena istrinya membawa cobek. Ia segera bangkit dari duduknya, kemudian langsung mengambil ahli cobek itu dari tangan sang istri.
" Kenapa kalian biarkan nona membawa cobek ini?!"
Para pelayan itu langsung menundukkan kepala mereka. Kiran yang melihat itu langsung menenangkan suaminya.
" Hubby, aku yang mau bawa cobek ini. Jadi jangan salahkan mereka, ya?"
Darren menghela nafasnya. Kalau istrinya sudah bicara, ia tidak bisa berbuat apa-apa. Bukan masalah ia takut sama istri. Tapi ia hanya menghargai istrinya.
" Lain kali jangan biarkan istri saya mengangkat ataupun membawa barang yang berat"
" Ba-baik tuan"
" Ya sudah, kalian boleh pergi"
Para pelayan itu bersyukur karena nona muda mereka mampu memenangkan tuan muda mereka. Kalau tidak, mereka tak tau hukuman apa yang akan mereka terima. Mereka segera pergi meninggalkan ruangan itu.
" Jangan marah-marah terus By, nggak baik"
" Aku khawatir sama kamu sayang"
" Makasih karena kamu selalu perhatian sama aku"
" Harus dong. Masa sama istri sendiri nggak perhatian" kata Darren mencium bibir istrinya sekilas.
Nadia segera menutup mata Nando. Ia tidak ingin mata anak kecil itu terkontaminasi sama adegan live barusan.
" Bisa nggak sih jangan pamer di depan kita " protes Romy.
" Tau nih kalian berdua. Lagian di sini ada anak kecil tau" kata Nadia.
" Oh astaga, para jomlo demo sayang"
" Enak aja. Gue udah nggak jomlo, tau!" protes Romy lagi.
" Eh, Romy udah punya pacar. Emang ada yang mau?"
" Wah,, Lo meragukan ketampanan gue?"
" Dikit "
" Ck,, dasar sahabat nggak ada akhlak lo"
" Sudah-sudah, sekarang kita duduk, kemudian nikmati rujak yang aku bikin ini"
Mereka semua duduk di sofa yang ada dia sana. Kiran mulai menyantap rujak yang ia bikin tadi. Ia begitu lahap memakan mangga muda itu.
Darren memicingkan matanya melihat sang istri memakan mangga muda itu. Ia seperti merasakan asamnya rasa mangga itu.
" Enak ya mangga mudanya?"
" Enak. Hubby mau?"
" Nggak sayang, untuk kamu aja" tolak Darren cepat.
" Ya udah kalau nggak mau" kata Kiran sambil memasukkan potongan mangga kedalam mulutnya.
Mungkin bagi bumil seperti istri, rasa mangga muda itu sangat enak. Tapi untuk dirinya tidak. Sungguh bumil yang unik. Mungkin kedepannya ia akan menyediakan stok buah yang asam-asam seperti itu.
Mereka menikmati waktu sore itu dengan mengontrol sambil di temani rujak segar dan juga beberapa camilan. Walaupun hanya Kiran saja yang menikmati asam dan segarnya mangga muda itu.
To be continue.
__ADS_1
Udah up dua ya... Jadi jangan lupa kasih hadiahnya.
Happy reading ππ