
Sinar matahari masuk melalui celah-celah fentilasi kamar mewah itu. Darren mengejapkan matanya saat cahaya itu mengusik tidurnya. Saat dia membuka mata, wajah sang istrilah yang dia lihat pertama kalinya.
Darren tersenyum saat teringat pergulatan mereka semalam. Dia benar-benar di buat gila oleh istrinya itu. Entah kenapa ia tidak bisa mengontrol hasratnya saat berada di dekat sang istri. Rasanya ingin menggempur sang istri terus.
Dia bangkit dari tidurnya, tapi sebelum itu dia membenarkan posisi tidur sang istri. Supaya sang istri lebih nyaman tidurnya. Sepertinya sang istri benar-benar kelelahan, bahkan sekarang saja istrinya tidak bangun.
" Maaf ya honey sudah membuat kamu kelelahan" ucap Darren sambil mengecup kening sang istri.
Ia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah itu dia akan membuatkan sarapan untuk istrinya itu, sebagai tanda maaf karena sudah membuat kelelahan.
Setelah 15 menit, Darren keluar dari kamar mandi. Ia melihat sang istri masih berada di dunia mimpinya. Ia berjalan menuju lemari pakaian untuk mengambil pakaiannya.
Selesai berpakaian Darren turun kebawah untuk membuatkan sarapan untuk dirinya dengan sang istri. Hari ini dia ingin membuat nasi goreng spesial untuk sang istri.
Sampai di dapur para pelayan kaget melihat tuan mereka berada di dapur. Mereka semua membungkukkan badan memberi hormat pada tuan muda itu.
" Ada yang bisa saya bantu tuan?"
" Tolong siapkan bahan-bahan untuk membuat nasi goreng Bik"
Para pelayan itu saling lirik satu sama lain.
" Saya mau membuat sarapan untuk istri saya"
" Hah?" kaget para pelayan itu. Mereka tidak menyangka tuan muda itu akan memasak sendiri untuk sang istri.
" Biar saya saja yang membuatnya tuan" tawar kepala pelayan.
" Makasih Bik, tapi hari ini biar saya saja yang membuat sarapannya. Bibik cukup bantu saya siapkan bumbunya"
" Baik tuan"
Para pelayan itu segera menyiapkan bumbu dan bahan-bahan masakan lain yang di butuhkan oleh tuan mudanya. Setelah semua bahan-bahan sudah ada, lelaki tampan itu pun memulai acara masaknya.
Darren memakai apron. Sekarang dia terlihat seperti seorang chef. Para pelayan itu tidak menyangka tuannya terlihat sangat tampan saat memakai apron itu.
" Saya udah seperti chef-chef yang ada di dalam tv belum Bik?"
" Sudah tuan. Malahan tuan muda lebih tampan dari chef yang ada di dalam tv itu"
" Bibik bisa saja mujinya"
Darren pun mulai memasak. Satu persatu bahan masakan untuk pelengkap nasi goreng spesial buatannya sudah siap di masukkan ke dalam wajan penggorengan.
Ia berharap sang istri suka dengan nasi goreng spesial buatannya ini. Karena nasi goreng itu dibuat dengan cinta dan juga kasih sayang yang berlimpah.
Aroma wangi dari nasi goreng buatan Darren sudah tercium oleh indra penciuman para pelayan yang ada di sana. Hanya dengan mencium aromanya saja membuat air liur mereka menetes. Mereka yakin nasi goreng spesial buatan tuan muda itu pasti sangat enak.
Darren mengambil piring, kemudian mengisi piring kosong itu dengan nasi goreng spesial buatannya itu. Tapi sebelum itu dia mencicipinya terlebih dahulu. Setelah dirasa cukup dan rasanya sudah tidak diragukan lagi, barulah Darren mengisi kedalam piring itu dengan nasi goreng spesial buatannya.
Sentuhan akhirnya Darren memberikan telur mata sapi di atas nasi goreng spesial itu. tidak lupa juga dia memberi selada dan juga mentimun untuk mempercantik tampilan nasi goreng buatannya.
" Selesai"
__ADS_1
Para pelayan di sana bertepuk tangan karena nasi goreng buatan tuan muda mereka sudah jadi. Darren tersenyum melihat tingkah para pelayan itu. Tingkah mereka seperti ibu-ibu yang sedang mendapatkan hadiah.
Darren mengambil jus jeruk yang ada di dalam kulkas. Ia menuangkan jus itu kedalam gelas. Setelah itu dia menaruh nasi goreng dan juga jus jeruk itu di atas wajan.
Ia membuka apron yang menempel sedari tadi di tubuhnya. Setelah melepas apron-nya, dia membawa nampan berisi nasi goreng spesial buatannya dan juga segelas jus jeruk ke kamarnya.
Para pelayan itu semakin kagum pada sosok tuan mudanya. Mereka tidak menyangka tuan muda nan tampan dan terkenal dingin itu mau membuatkan nasi goreng untuk istrinya.
Darren meletakkan nampan tadi di atas nakas di sebelah ranjangnya. Ia membangunkan sang istri untuk sarapan, karena jam sudah menunjukkan pukul 7.30 pgi.
" Honey, wake up"
Tidak ada pergerakan dari sang istri. Sepertinya tidur sang istri benar-benar sangat lelap. Tapi dia tidak kehabisan akal. Ia menciumi seluruh wajah istrinya. Dan terakhir dia memberikan kecupan di bibir sang istri.
Kiran merasa geli karena merasakan sesuatu yang lembut menyentuh seluruh wajahnya. Perlahan dia membuka matanya. Tampaklah wajah tampan sang suami yang sedang tersenyum padanya.
" Morning hubby" ucap Kiran dengan suara serak khas bangun tidur.
" Morning my wife. Bangun yuk, aku udah buatkan sarapan untuk kamu"
" Sarapan?"
" Hhmm"
Kiran bangun dari tidurnya. Ia melihat ada sepiring nasi goreng dan juga jus jeruk di atas nakas. Wangi, itulah aroma yang dapat di cium sama indra penciumannya.
" Ini hubby yang membuatnya?"
" Benarkah?"
" Iya, coba cicipi"
" Bentar, aku mau bersih-bersih dulu"
" Ok, atau mau mandi bareng?"
" No, ntar hubby macam-macam"
" Aku cuma satu macam honey"
" Nggak" tolak Kiran. Ia segera menuju kamar mandi dengan selimut yang masih menutupi tubuhnya.
Darren hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya. Setelah sang istri masuk kedalam kamar mandi, ia membereskan tempat tidur yang sudah acak-acakan akibat ulah mereka berdua.
Selesai merapikan tempat tidurnya. Darren membuka jendela, agar udara segar masuk kedalam kamar mereka. Jadi udara kamar itu bertukar dengan yang baru.
Darren membawa sarapan untuk istrinya tadi. Mereka akan sarapan di temani matahari di pagi hari. Karena udara pagi ini sangat bagus untuk kesehatan.
Kiran baru keluar dari kamar mandi, namun dia tidak melihat suaminya ada di sana. Saat melihat ke balkon, dia melihat lelaki tampan itu sedang berjemur.
" Hubby"
" Hhmm"
__ADS_1
" Kita sarapannya di sini?"
" Iya, panas pagi ini sangat bagus untuk tubuh kita"
" Hubby udah kek dokter aja"
" Beneran honey. Apa waktu kamu kecil nggak pernah di bawa berjemur sama mommy dan Daddy kamu"
" Mommy bilang sering bawa aku berjemur waktu bayi"
" Nah itu tandanya mommy kamu tau kalau panas pagi itu bagus untuk kesehatan"
" Nggak tau juga, soalnya aku nggak pernah nanya juga"
" Sekarang udah tau kan"
" Hhmm"
" Yuk sarapan, ntar nasi gorengnya keburu dingin"
Kiran menatap nasi goreng yang ada di hadapannya itu. Ia agak ragu untuk memakannya. Dari tampilannya sih sangat menggugah selera, tapi bukankah penampilannya tidak bisa menjamin rasanya.
" Ayo cobain?"
" Ok"
Walaupun agak ragu, tapi Kiran tetap mencoba nasi goreng itu. Karena dia tidak tega pada suaminya itu. Ia mulai memasukkan suapan pertamanya.
Darren sangat gugup menantikan hasil dari masakannya itu. Apakah nasi goreng buatannya cocok di lidah sang istri.
Kiran tersenyum melihat ekspresi wajah sang sumber seperti menantikan pengumuman kelulusan. " Enak"
" Benarkah?"
" Hhmm, sangat enak malah"
" Syukurlah kalau kamu suka"
" Hubby nggak makan?"
" Aku udah kenyang karena melihat senyuman kamu"
" Mana bisa begitu. Sini aku suap-in"
Dengan senang hati Darren menyambut suapan pertama yang di berikan istrinya itu. Akhirnya mereka memakan nasi goreng spesial itu berdua.
To be continue.
Babang tampan hadir menyapa kalian Reader π
Happy Reading ππ
__ADS_1