Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Mencari lokasi untuk acara lamaran.


__ADS_3

Kiran menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya. Ia sangat malu sama mertuanya, karena ter-ciduk sedang berciuman dengan suaminya.


" Apaan sih Mom?"


" Kamu itu ya, istri baru selesai melahirkan. Masa nifasnya juga belum selesai, udah mau kamu hajar aja"


" Mommy sok tua deh "


" Apa! kamu bilang mommy udah tua! benar-benar anak durhakim kamu ya. Mommy kutuk baru tau rasa kamu"


" Mommy ngancam nya gitu banget sih"


" Takut juga kamu"


" Ya takut lha "


" Syukurlah kalau kamu takut. Ayo sayang ikut mommy, kalau di sini nanti kamu di goda sama setan lagi"


" Enak aja mommy bilang aku setan"


" Emang kamu setan?"


" Ya nggak lha"


" Terus kenapa protes"


Darren menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia tidak dapat berkata-kata lagi. Ia memang tidak pernah menang kalau berdebat sama mommy-nya.


Clarissa membawa menantunya dan juga baby twins pergi dari sana. Sedangkan Darren hanya bisa menatap kepergian istrinya dengan tatapan sendu.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Nadia sedang memisahkan oleh-oleh untuk para sahabatnya. Ia akan memberikannya nanti saat mereka berkumpul di mansion Kiran.


" Sayang"


" Hhmm"


" Temani aku ya?"


" Kemana?"


" Cari lokasi dinner yang romantis"


" Kamu mau ngajak aku dinner romantis?"


" Bukan untuk kita"


" Lalu untuk siapa?"


" Doni sama Serly"


" Apa Doni mau melamar Serly?"


" Sepertinya begitu"


" Wah akhirnya, ada kemajuan juga hubungan mereka"


" Iya, dan aku di minta Darren untuk mencarikan tempat yang bagus"


" Oke, aku bersiap dulu" kata Nadia antusias.


" Kenapa dia yang semangat sekarang? yang mau makan malam siapa, yang seneng dia"


Doni menunggu istrinya yang sedang mengganti baju. Ia melihat rekomendasi dinner yang romantis melalui ponselnya.


" Bee, yuk berangkat"


" Iya sayang"


Pasutri itu keluar dari kamarnya. Romy merangkul pinggang sang istri. Mereka berdua berjalan menuruni anak tangga.


" Kalian berdua mau kemana?" tanya Sandra mama Nadia.


" Keluar sebentar Ma, sekalian nganterin oleh-oleh untuk baby twins"


" Oh ya udah. Sampai kan salam mama sama Kiran dan keluarganya"


" Siap. Kita jalan dulu ya Ma"

__ADS_1


" Iya, hati-hati dijalan"


Romy membukakan pintu untuk istrinya. Setelah itu barulah ia masuk kedalam mobil. Mobil pun melaju meninggalkan rumah dua lantai itu.


" Kita mau cari lokasi dekat pantai atau gimana Bee?"


" Dekat pantai aja deh sayang. Supaya suasananya lebih gimana gitu?"


" Emang Doni bisa romantis juga ya Bee"


" Karena cinta semuanya bisa sayang"


" Penasaran Doni romantisnya kek mana?"


" Apa kamu mau liat acara lamaran mereka?"


" Mau Bee"


" Ntar malam kita liat"


" Beneran?"


" Hhhmm"


Mereka pun sampai di salah satu restoran mewah di pinggir pantai. Romy memarkirkan mobilnya. Setelah itu mereka masuk kedalam restoran mewah itu.


" Selamat datang tuan, nona"


" Apa manager kalian ada?"


" Ada tuan"


" Boleh tolong panggilkan"


" Sebentar tuan. Silakan duduk dulu"


Romy dan istrinya duduk di kursi yang ada di sana. Sambil menunggu manager restoran datang, Romy memesan minuman.


" Berarti nanti malam restoran ini di kosongkan ya, Bee"


" Iya sayang. Supaya nanti mereka lebih asik ngobrolnya"


" Aku udah minta tolong sama WO untuk mendekorasinya. Jadi setelah kita dapat izin untuk menyewa restoran ini, baru kita suruh pihak WO datang ke sini"


Nadia hanya mengangguk tanda mengerti.


Tak berapa lama manager restoran itu pun datang. Ia duduk di kursi seberang Romy.


" Selamat siang, apa tuan ingin bertemu dengan saya?"


" Iya tuan"


" Kalau boleh tau, ada keperluan apa tuan ingin bertemu dengan saya?"


" Begini Pak, saya ingin menyewa restoran bapak untuk acara lamaran sahabat saya nanti malam. Apakah bisa?"


" Bisa tuan"


" Jam tiga sore nanti, bapak sudah tidak boleh terima pelanggan lagi. Karena nanti pihak WO akan datang untuk mendekorasi restoran ini"


" Baik tuan. Kami akan menutup restoran ini sebelum jam tiga sore"


" Baiklah, nanti anda kirimkan saja ke nomor ini berapa biaya yang harus saya bayar" kata Romy sambil memberikan nomor teleponnya.


" Baik tuan"


" Kalau begitu, kami permisi dulu"


" Baik tuan"


Romy dan istrinya pun pergi meninggalkan restoran itu. Tapi sebelum itu ia membayar minuman yang sudah mereka pesan tadi.


Sekarang mereka akan pergi ke mansion Kiran. Karena ia kangen dengan baby twins. Sekalian nanti dia akan memberikan oleh-oleh untuk baby Axel dan Alexa. Romy pun melajukan mobilnya menuju mansion Kiran.


" Bee, mampir ke supermarket bentar ya"


" Mau beli apalagi?"


" Beli camilan"

__ADS_1


Romy menghentikan mobilnya saat melihat supermarket. Nadia turun dari mobil, sedangkan Romy menunggu di dalam mobil.


Nadia masuk kedalam supermarket itu. Ia mengambil troli untuk memudahkannya membawa barang belanjaannya nanti.


Pertama Nadia mencari buah mangga untuk sahabatnya. Karena ia tau Kiran suka buah mangga. Setelah itu ia berjalan menuju tempat camilan. Ia mengambil berbagai merek camilan dengan aneka rasa.


Selesai mengambil camilan, Nadia pergi menuju kasir. Ia akan membayar semua belanjaannya.


Petugas kasir mentotalkan belanjaan Nadia. Nadia membayar belanjaannya yang sudah di total oleh petugas kasir. Selesai membayar Nadia pun keluar dari supermarket itu.


" Banyak amat belanjanya?" tanya Romy saat istrinya sudah masuk kedalam mobil.


" Nggak juga Bee"


" Emang beli apa aja?"


" Buah sama beberapa camilan"


" Oh "


Romy melajukan kembali mobilnya. Mereka melanjutkan kembali perjalanan mereka menuju mansion Kiran.


Tidak butuh waktu lama, mereka pun sampai di depan pintu gerbang mansion mewah itu. Romy membunyikan klakson mobilnya. Setelah lampu sensor mendeteksi mobil Romy, barulah pintu gerbang terbuka.


Romy melajukan mobilnya menuju mansion. Mereka pun sampai di mansion mewah itu. Romy memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang ada di mansion itu.


Para bodyguard terlihat sedang berjaga di depan pintu masuk. Ada juga yang di sekitar jalan menuju mansion. Romy dan Nadia sudah terbiasa melihat pemandangan itu.


" Enak juga ya Bee punya bodyguard banyak kek gini?"


" Emang kamu mau?"


" Mau lha, mana mereka cakep-cakep semua lagi. Kira-kira masih ada yang jomlo nggak ya?"


" Banyak, kenapa?"


" Mau dong satu"


" Sadar, kamu tu udah punya suami"


" Oh iya. Habis kalau liat cowok tampan bisa bikin lupa kalau udah punya suami"


" Dasar. Lagian aku lebih tampan dari mereka semua"


" Tentu saja kamu lebih tampan dari mereka"


" Terus kenapa kamu masih melihat bodyguard itu"


" Namanya aku punya mata Bee, ya otomatis bisa liat lha. Apalagi mereka bening-bening kek gitu. Sungguh pemandangan menyejukkan mata"


" Udah yuk masuk. Katanya kamu kangen sama baby twins"


Romy berjalan masuk kedalam mansion. Nadia pun mengikuti langkah suaminya masuk ke dalam mansion.


" Eh ada manten baru?" kata Clarissa.


" Tante"


Romy menyalami wanita cantik yang sudah dianggapnya sebagai mommy-nya itu. Diikuti sama Nadia.


" Yuk, keruang keluarga. Semua orang lagi ngumpul di sana"


Pasutri itu mengikuti Clarissa menuju ruang keluarga.


" Kalian sudah datang?" kata Kiran.


" Iya, baru aja" kata Nadia.


" Aunty Nadia bawa apa tu?" tanya Kiran dengan suara seperti anak kecil.


" Oh ini, oleh-oleh untuk baby Axel dan Alexa"


" Wah makasih aunty oleh-olehnya"


Kiran meminta bibik untuk menyimpan oleh-oleh untuk baby twins di kamarnya. Ia meminta pelayan satu lagi untuk menyimpan mangga yang di bawa Nadia kedalam kulkas. Dan camilan yang di bawa Nadia tadi, di hidangkan di atas meja.


To be continue.


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2