Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Nano-nano


__ADS_3

Darren dan istrinya turun dari mobil. Sedangkan Romy memasukkan mobil dahulu ke dalam garasi. Pasutri itu langsung masuk ke dalam mansion.


" Selamat datang tuan dan nona muda"


" Makasih Bik "


Karena Nadia belum datang, Kiran dan suaminya langsung menuju kamar mereka untuk membersihkan diri.


" Aku mandi duluan ya By" kata Kiran setelah mereka sampai di dalam kamar.


" Mandi bareng yuk" ajak sang suami.


Kiran menganggukkan kepalanya. Karena sudah mendapatkan lampu hijau dari sang istri, Darren langsung menggendong sang istri ke kamar mandi. Semenjak sang istri hamil mereka memang sudah jarang mandi bareng.


Sampai di kamar mandi Darren langsung menghidupkan air shower. Tubuh Kiran langsung basah di guyur air shower itu.


" Hubby"


" Sini aku bantuin buka bajunya"


Tidak butuh waktu lama, dress yang di pakai Kiran langsung meluncur ke bawah. Dan menyisakan penutup bagian sensitif tubuhnya saja.


Kiran menutup area sensitifnya dengan kedua tangannya. Darren tersenyum melihat tingkah istrinya yang masih saja malu. Dengan perlahan akhirnya tubuh Kiran pun polos tanpa sehelai benang pun yang menempel di tubuhnya.


Darren sudah payah menahan hasratnya saat menatap tubuh polos sang istri. Matanya sudah di penuhi oleh kabut gairah.


" Bolehkah?" tanya Darren dengan suara beratnya.


Kiran menganggukkan kepalanya. Ia tau suaminya sudah lama menahan untuk tidak menyentuhnya. Lagipula ia juga menginginkan sang suami menyentuhnya.


Darren mencium bibir sang istri yang merah seperti Cherry itu. Kiran pun membalas ciuman suaminya. Ciuman panas pun tak terelakkan lagi.


Ciuman Darren turun ke leher jenjang sang istri. Menyesap meninggalkan stempel kepemilikannya di sana. Tidak hanya satu, ia membuat beberapa stempel di sana.


Suara d*s*h*n pun lolos dari mulut istrinya. Suara itu membuat Darren tambah bergairah. Akhirnya Kiran pun mencapai pelepasan pertamanya.


Darren pun memulai penyatuannya. Dinginnya air shower tidak menyurutkan gairah kedua insan itu. Suara d*s*h*n dan juga erangan menggema di dalam kamar mandi pasutri itu.


" Hubby aku udah nggak tahan"


" Kita keluarkan sama-sama ya sayang"


Darren mempercepat tempo permainannya. Suara erangan hot daddy itu pun menjadi tanda kalau ia sudah mencapai puncak dan akhirnya pelepasan pertama sudah dia dapatkan.


" Makasih sayang "


" Hhmm"


Kaki Kiran masih terasa gemetar. Suaminya itu benar-benar menggempurnya. Mereka pun melakukan dengan bermacam style. Lagi-lagi dirinya tidak bisa mengimbangi permainan suaminya.


Darren membantu istrinya untuk mandi. Kali ini mereka memang mandi dalam arti yang sebenarnya. Tangan Darren dengan lihai membersihkan setiap inci bagian tubuh sang istri. Setelah selesai ia pun mematikan shower nya.


Pasutri itu keluar dari kamar mandi dengan memakai kimono handuk. Kiran berjalan menuju walk in closet untuk mengambil pakaiannya dan juga suaminya.


Tok.


Tok.


Tok.


Darren yang mendengar suara ketukan pintu pun segera membukakan pintu. Untung dia dan sang istri sudah selesai menyelesaikan olahraganya. Kalau tidak bisa terganggu.

__ADS_1


Ceklek.


" Tuan, ada Nona Nadia"


" Mereka sudah datang?"


" Sudah tuan"


" Terus Romy kemana Bik"


" Mandi tuan"


" Ya udah, bilang sama mereka bentar lagi kita turun " kata Darren.


" Baik tuan"


Darren menutup kembali pintu kamarnya. Ia harus segera memakai pakaiannya. Karena nggak enak sama sahabat istrinya sudah menunggu mereka di bawah.


Setelah mendengar suara tuanya, bibik pun kembali ke bawah untuk menemui Nadia. Untuk menyampaikan pesan dari tuan mudanya tadi.


" Non, bentar lagi nona dan tuan muda turun"


" Baik Bik"


Bibik pun pamit ke dapur untuk membuatkan minuman untuk ketiga tamu nona mudanya. Serly sangat takjub melihat dekorasi ruang tamu di mansion itu.


" Wah tampan banget suami bos kita" puji Serly saat melihat foto pernikahan Kiran dan Darren dengan ukuran besar.


" Iya, kamu rugi nggak datang. Pesta pernikahan mereka juga sangat megah" kata Nadia.


" Aku nggak bisa hadir, tapi aku bisa menyaksikannya lewat televisi"


" Apa mereka tinggal berdua aja di mansion Segede ini?" tanya Serly.


" Ya begitulah"


" Kenapa kamu nggak tinggal sama Kiran aja?"


" Kiran ngajak aku sama Nando sih untuk tinggal di sini, tapi aku nggak mau"


" Kenapa?"


" Sayang rumah yang sempat di beli Kiran di tinggal begitu aja"


" Kan bisa di sewakan sama orang lain"


" Nggak lha. Lagian orang yang nyewa itu belum tentu bisa menjaga rumah itu dengan baik"


" Iya juga sih"


Saat Nadia dan Serly sedang asik mengobrol, Romy keluar dari kamar tamu. Ia memang bergegas memakai pakaiannya, karena ia mendengar suara pujaan hatinya.


" Kamu sudah datang?" tanya Romy saat sudah berada di ruang tamu.


" Kamu kok ada di sini juga?" tanya balik Nadia.


" Idih, orang tanya dia malah balik nanya"


" Udah jawab aja, kamu kenapa bisa ada di sini?" tanya Nadia lagi.


" Tadi diajak Darren ke sini" jawab Romy.

__ADS_1


" Bohong Nad. Dia yang ngekorin kita tadi" kata Kiran yang baru datang bersama suaminya.


" Kiran" panggil Serly.


" Serly"


Kedua cewek itupun berpelukan saling melepas rindu. Ya mereka memang sudah lama tidak pernah bertemu lagi. Semenjak Kiran kembali ke Indonesia.


Ehem.


Nadia berdehem untuk menyadarkan kedua Teletubbies itu. Karena di masih ada dia dan juga Yanga lainnya.


" Udah peluk-pelukkan nya?" tanya Nadia.


" Maaf Nad, terbawa suasana" kata Serly.


" Oh iya Ser, kenalin ini suami aku. By kenalin ini Serly sahabat aku" kata Kiran.


" Darren"


Serly terpesona sama ketampanan suami sahabatnya itu. Nadia dan Kiran hanya tersenyum melihat ekspresi sahabatnya itu. Ya mereka memang tau, Serly pengagum lelaki tampan.


" Gila! kamu pancing di mana bisa dapat yang tampan begini?" tanya Serly pada Kiran.


" Pancing, Lo Kate suami gue ikan" kata Kiran.


" Habisnya suami kamu handsome banget" puji Serly.


" Iya dong, suami gue itu limited edition"


" Terus yang di sebelah suami kamu itu siapa?" tanya Serly ketika melihat ada lelaki tampan lagi.


" Itu pacar gue, jadi lo jangan macam-macam" kata Nadia.


" Ya elah, cuma satu macam gue. Kalian berdua emang jahat banget ya. Masa cuma gue doang yang jomlo di sini"


" Makanya buruan cari" kata Nadia.


" Mau cari dimana Nad?"


" Noh di mall banyak"


" Gue sama Nando aja deh kalau gitu"


" No" kata Kiran dan Nadia sambil melindungi Nando.


Tawa Serly pun pecah melihat kedua sahabatnya sudah jadi tameng untuk Nando.


" Waspada amat sih kalian berdua"


" Harus dong. Lagian Nando itu masih bocah belum ngerti soal cinta-cintaan" kata Kiran.


Saat ketiga wanita cantik itu berdebat. Tiba-tiba Doni datang dengan beberapa rekannya untuk membawa pesanan tuan dan nona muda tadi.


" Astoge cowok tampan bertaburan di mari. Berasa kek ikut take me out gue" kata Serly.


Kiran dan Nadia menepuk jidat mereka melihat kelakuan sahabat mereka yang tidak bisa melihat cowok tampan. Sedangkan Darren dan Romy melongo melihat tingkah absurd Serly.


To be continue...


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2