
Satu bulan kemudian.
Hari ini sangat membahagiakan bagi Nadia. Bagaimana tidak, hari ini iya akan dilamar sama kekasihnya. Ya satu Minggu yang lalu Romy melarnya secara tiba-tiba.
" Kamu cantik banget Nad pake kebaya kek gini" puji Kiran.
" Makasih princess"
" Jangan senang dulu Nad, wong princess bilangnya Lo cantik pake kebaya. Berarti kalau nggak pake kebaya, lo nggak cantik" kata Serly.
" Kampret, teman nggak ada akhlak lo" umpat Nadia.
" Ya elah, canda Nad. Serius amat, amat aja nggak serius" kata Serly.
" Sudah, kalian itu kalau bertemu selalu aja berdebat"
" Nadia noh yang ngajak gelut mulu " kata Serly.
" Bukannya lo tadi yang mulai duluan" kata Nadia tak mau kalah.
" Stop! kalau kalian berdebat lagi, gue lempar ke kandang buaya"
" Kalau kandang buaya kita mau lha bos" kata Serly.
" Kita, elo aja kali. Gue mah nggak lha ya" kata Nadia.
" Sendiri itu nggak enak Nad" kata Serly.
" Idih curhat dia"
Kiran memutar bola matanya jengah. Kedua sahabatnya ini benar-benar bikin kepalanya pusing.
" Princess" panggil Serly.
" Hhmm"
" Kamu baru hamil enam bulan kan?"
" Iya, kenapa?"
" Kok perut kamu keliatan gede banget ya"
" Namanya juga hamil ya gede lha" kata Nadia.
" Tau, maksud gue itu gedenya itu melebihi kepasitas minimum"
" Ck,, lo kata perut gue kendaraan pake acara batas minimum" kata Kiran.
" Ya itu istilahnya Bos"
" Nggak ada istilah yang agak kerenan "
" Ntar gue pikirin dulu"
" Kelamaan " kata Kiran sambil membawa Nadia keluar dari kamar.
" Woii tungguin gue dong" kata Serly sambil berjalan menyusul kedua sahabatnya.
Di ruang keluarga semua orang sudah berkumpul. Mertua Kiran mewakili keluarga Romy. Sedangkan Anggun dan suaminya mewakili keluarga Nadia.
Kenzo dan istrinya tidak bisa datang karena mereka sedang membawa Abimanyu untuk suntik cacar. Jadi mereka akan hadir di acara resepsi pernikahan.
Ya tamu yang hadir untuk menyaksikan acara lamaran ini hanya keluarga besar Vandy, dan Clarissa saja. Karena ini memang keinginan Nadia. Saat acara pernikahannya nanti barulah ia ingin banyak tamu yang datang.
Kiran dan kedua sahabatnya sampai di ruang keluarga. Romy terpesona melihat kecantikan calon istrinya yang memakai kebaya putih. Matanya tak berkedip dari tadi. Sungguh kecantikan Nadia mampu mengalihkan dunianya.
" Karena calon tunangan wanitanya sudah datang, kita mulai saja acara lamarannya" kata Vandy.
Clarissa memberikan seserahan pada Nadia. Nadia menerima seserahan itu. Para pelayan memindahkan seserahan yang sudah di terima Nadia tadi kedalam kamar majikannya.
Sekarang tibalah pada acara tukar cincin. Romy mengambil satu cincin dan menyematkannya di jari manis Nadia. Setelah itu giliran Nadia yang menyematkan cincin di jari manis Romy.
Akhirnya Romy dan Nadia resmi bertunangan. Pasangan itu terlihat bahagia, bahkan para sahabat mereka juga ikut merasakan kebahagiaan dua insan itu.
__ADS_1
" Sekarang waktunya kita makan" kata Kiran.
" Dasar bumil kerjanya makan aja" kata Serly.
" Biarin. Lagian gue kan hamil, jadi perlu makan yang banyak"
" Ntar badan Lo kek gentong lho karena makan terus"
" Nggak apa-apa, yang penting suami gue masih cinta. Iya By"
" Ya sayang"
Akhirnya para pasangan muda itu memutuskan untuk makan. Menu makanan di sana sangat beragam. Serly dan Nadia melongo melihat piring Kiran yang sudah penuh terisi sama makanan.
" Lo yakin bisa ngabisinnya?" tanya Serly.
" Yakinlah. Gue kan makannya nggak sendiri"
" Dia kan lagi hamil Ser, ya wajar makannya banyak kek gitu" kata Nadia.
" Merinding gue liat piring lo " kata Serly lagi.
" Ya nggak usah di liat. Lo fokus pada makanan yang ada di piring lo aja. Lagian isi piring lo dikit amat?" kata Kiran.
" Dia diet kali" kata Nadia.
" Diet?" tanya Doni.
" Iya, diet" jawab Nadia.
" Nggak boleh diet, badan kamu udah kecil kek ngono. Malah mau diet " kata Doni.
" Masa sih kecil. Perasaan aku udah gendut deh" kata Serly.
" Mana ada. Kecil, udah tambah nih sama punya aku" kata Doni sambil memindahkan makanannya ke piring Serly.
" Cie Doni udah mulai perhatian. Habis tu bucin akut dah lo bro" kata Romy.
" Sama kek lo " kata Darren dan juga Doni berbarengan.
" Yuk sayang kita duduk, nggak baik lama-lama berdiri untuk kamu dan juga baby kita" kata Darren sambil membawa piring milik sang istri.
" By, duduknya jangan jauh-jauh" kata Kiran.
" Kenapa?"
" Ntar kalau makanannya habis biar nggak jauh ngambilnya"
" Siap sayang"
" Lo mau nambah lagi?" tanya Serly.
" Iya kalau udah habis" jawab Kiran.
Serly menggelengkan kepalanya. " Sungguh perut bumil luar binasa"
Kiran hanya tersenyum mendengar ucapan Serly. Lagian emang wajar ia makan sebegitu banyak. Karena ia makannya bertiga.
" Nadia sama Romy sudah jelas nih akan menikah. Nah kalian berdua gimana?" tanya Darren.
" Sa-saya ngumpulin modal dulu tuan muda" jawab Doni.
" Modal kamu udah banyak itu Don. Lagian kamu dapat gaji dari mommy juga kan?"
" Iya tuan muda"
" Nah udah cukup lha tu" kata Darren.
" Cewek itu butuh kepastian Don. Bukan hanya sekedar janji" kata Romy.
" Ini juga udah pasti Rom. Lagian nunggu momentum yang tepat "
" Nunggu gajah beranak kucing dulu" kata Darren.
__ADS_1
" Ngaco lo ah. Dimana-mana gajah melahirkan anak gajah lha, masa kucing" kata Romy.
" Siapa tau nanti bisa beranak kucing" kata Darren.
" Habis tu masuk kedalam keajaiban dunia" kata Romy.
" Betul sekali"
" Kalian berdua ngaco " kata Nadia.
" Jadi Doni, kapan mau melamar Serly?" tanya Kiran.
" Jangan terlalu lama di gantung Bang. Ntar tinggal nama akunya" kata Serly.
" Cie curhat nih ye" kata Nadia.
" Kek jemuran kain dong lama di gantung "
" Buruan security tampan, halalkan adek" kata Serly.
Kiran dan Nadia ingin muntah mendengar ucapan Serly barusan. Sejak kapan sahabatnya itu pintar merayu seperti itu.
" Tuh Don ditanyain sama pacar Lo" kata Romy.
" Secepatnya Abang akan melamar adek bar-bar"
Puffttt...
Darren hampir saja menyemburkan jus yang dia minum karena mendengar ucapan bodyguardnya barusan. Adek, Abang. Sungguh panggilan yang romantis.
" Maksud lo Abang Ojol " kata Romy.
" Bukan, Abang security" kata Kiran.
" So sweet banget sih panggilan kalian berdua. Abang adek" kata Nadia.
" Kamu mau di panggil adek juga yank?" tanya Romy.
" Nggak!" tolak Nadia cepat.
" Kenapa? bukannya tadi kamu bilang panggilan mereka so sweet"
" Ya itu untuk mereka berdua. Tapi untuk kita nggak so sweet"
" Panggil mama papa aja kalian berdua" kata Darren.
" Iya, bentar lagi kalian kan menikah" kata Kiran.
" Panggilan untuk kalian berdua aja. Kan kalian yang udah menikah" kata Romy.
" Gue sudah punya panggilan tersendiri untuk istri gue" kata Darren.
" Oh iya, Lo kan bucin akut"
Pletak.
" Wajar kalau gue bucin sama istri sendiri. Kalau bucin sama istri tetangga baru nggak boleh" kata Darren.
" Bukannya nggak boleh. Tapi bahaya bro" kata Romy.
" Oh jadi kalau bucin sama istri tetangga boleh, begitu?" tanya Nadia.
" Nggak Yank, dosa" jawab Romy cepat.
" Ck,, bilang gue bucin. Padahal dia sendiri lebih bucin" kata Darren.
Mereka menghabiskan waktu dengan mengobrol dan sesekali terdengar suara tawa. Para orang tua juga sudah menetapkan tanggal pernikahan untuk Nadia dan Romy.
To be continue.
Hai Reader terzayang.
Udah hari Senin nih. Babang tampan minta vote dan hadiahnya dongπ€π€
__ADS_1
Happy reading ππ