Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Kedatangan mertua


__ADS_3

Clarisa dan suaminya baru sampai di mansion menantunya. Kedatangan mereka langsung di sambut para bodyguard.


" Selamat datang tuan, nyonya"


" Makasih"


Setelah membalas sapaan para bodyguard itu. Pasutri itu masuk kedalam mansion.


" Kok sepi banget Bik? Mantu sama cucu saya kemana?" tanya Clarissa.


" Nona muda sama baby twins pergi ke rumah nona Nadia, Nyah"


" Udah lama mereka perginya?"


" Dari tadi pagi "


" Baiklah, saya akan telpon mantu saya dulu"


Kepala pelayan pun pamit undur diri. Sedangkan Clarissa dan suaminya pergi ke ruang tamu. Sesampainya di ruang tamu, ia segera menghubungi kontak mantunya.


" Hallo Assalamualaikum, Mom"


" Kamu lagi dimana sayang?"


" Aku lagi di rumah Nadia Mom"


" Apa masih lama di sana, soalnya mommy sama daddy lagi di mansion kamu nih"


" Mommy sama daddy udah lama di mansion?"


" Nggak baru nyampe kok"


" Ya udah, aku pulang sekarang Mom"


" Ok, Mommy tunggu ya"


Panggilan telepon pun berakhir.


" Apa kata mantu kita?"


" Dia akan pulang"


" Sambil nunggu mereka pulang, mommy mau masak dulu"


" Terus Daddy ngapain?"


" Daddy nonton tv aja"


" Baiklah istriku"


Clarissa pergi ke dapur untuk memasak makanan untuk makan malam mereka nanti. Dia sudah sangat jarang masak untuk mantunya itu. Sedangkan Jonathan memilih untuk menonton bola.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Setelah mendapatkan telepon dari mertuanya. Kiran dan baby-nya berpamitan sama sahabatnya. Karena mertuanya sedang menunggu di mansion.


" Jalan dulu ya Tante, Nadia"


" Iya. Hati-hati di jalan"


" Siap"


Mobil mewah itu melaju meninggalkan kediaman sahabatnya. Perlahan mobil itu semakin menjauh dari rumah itu. Dan sekarang mereka sudah berada di jalan raya.


Ini kali pertamanya ia tidak bisa menyambut kedatangan mertuanya. Ia merasa bersalah. Menantu macam apa dirinya saat mertua berkunjung ia tidak ada di rumah.


Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit, mereka pun sampai di mansion. Kiran melihat mobil mertuanya terparkir di sana.


" Paman Jhon "


" Eh, nona muda"


" Udah daritadi nyampenya?"


" Baru aja nona. Tuan sama Nyonya udah di dalam"


" Kalau gitu, aku kedalam dulu ya "


" Siap nona"


Kiran dan pelayan yang menggendong baby twins segera masuk kedalam mansion. Ia langsung menuju ruang keluarga. Karena dirinya tau mertuanya pasti di sana.


" Dad "


" Eh, mantu kesayangan Daddy sudah pulang"

__ADS_1


" Maaf membuat Daddy dan mommy menunggu"


" Tidak apa-apa. Lagipula daddy sama mommy mendadak aja perginya tadi"


" Daddy kok sendiri? mommy kemana?"


" Di dapur"


" Mommy masak?"


" Iya. Dia bilang udah lama nggak masakin kamu"


" Aku tinggal ke dapur dulu ya Dad. Daddy main sama baby twins aja dulu"


" Siap mantu"


Kiran menidurkan baby twins di box bayi yang ada di sana. Setelah itu ia pergi menemui sang mommy mertua di dapur.


Kiran tersenyum melihat mertuanya sedang sibuk berkutat dengan wajan penggorengan. Walaupun mempunyai pembantu, mertuanya itu tetap mau masak. Sama seperti mommy-ya.


" Mom"


" Kamu udah pulang sayang"


" Udah. Mommy masak apa?"


" Udang balado, cumi tepung sama semur daging"


" Sepertinya enak"


" Nanti kamu bisa cicipi enak atau nggaknya"


" Ok. Ada yang bisa aku bantu Mom"


" Saat ini kamu cuma perlu duduk manis aja di sana"


" Beneran nih, mommy nggak mau di bantu?"


" Iya sayang. Lagipula di sini masih ada bibik. Oh iya, suami kamu mana?"


" Belum pulang Mom. Mungkin pulangnya agak malam "


" Apa dia sedang banyak pekerjaan?"


" Nadia hamil?"


" Iya Mom. Baru jalan tiga Minggu"


" Akhirnya, jadi juga kecambahnya si Romy "


" Iya Mom "


Clarissa masak sambil bercerita dengan mantunya itu. Kiran hanya jadi pendengar yang baik. Sesekali terdengar suara tawa di sana.


Para pelayan juga ikut senang melihat nyonya dan nona mudanya. Mereka berdua sangat akrab. Mereka berdua terlihat saling menyayangi.


Aroma wangi semur daging yang dibuat oleh Clarissa sudah tercium oleh indra penciuman Kiran dan juga para pelayan yang ada di sana.


" Sayang coba cicipi semur dagingnya?" kata Clarissa sambil menyodorkan sendok yang berisi daging.


Mmmm..


" Enak Mom. Rasanya pas"


" Benarkah?"


" Benar"


Clarissa juga meminta kepala pelayan untuk mencicipi makanannya.


" Ini enak sekali Nyah"


" Bibik bisa aja mujinya"


" Bener. Kalau nyonya buka restoran, saya jamin pasti banyak pembelinya"


" Si bibik ketinggian kali mujinya. Kalau saya buka restoran, bisa ngamuk Daddy-nya Darren"


" Emang kenapa Mom?"


" Karena Daddy kamu itu nggak mau ada orang lain yang mencicipi masakan buatan mommy"


" Lho bukannya bagus Mom"


" Menurut kita sih iya. Tapi bagi Daddy kamu itu masalah. Karena hanya dia dan keluarga yang boleh makan masakan mommy"

__ADS_1


Kiran tersenyum mendengar ucapan mertuanya. Ia tidak menyangka mertua laki-lakinya overprotektif juga sama istrinya. Sampai-sampai makanan pun tidak ingin di cicipi sama yang lain.


Clarissa mulai menata makanan yang dia buat tadi di atas meja makan. Ia dibantu sama beberapa pelayan. Kiran hanya boleh jadi penonton saja.


" Selesai"


" Wah, pasti makan daddy, aku sama hubby banyak banget nanti"


" Mommy senang kalau nanti makan kamu banyak. Sekarang kita ke depan , dan sisanya kita serahkan sama bibik"


" Siap Nyah"


Clarissa dan mantunya pergi ke ruang tengah. Karena sisa pekerjaannya tadi, akan dilanjutkan sama para pelayan.


" Sepertinya mommy harus mandi. Soalnya udah bau aroma masakan"


" Nggak juga Mom"


" Tapi tetap aja nggak enak sayang. Apalagi tubuh mommy sudah lengket karena keringat"


" Baiklah, aku mau lihat baby twins dulu"


Kiran kembali ke ruang tamu untuk melihat kedua buah hatinya. Sesampainya di ruang tamu. Ia melihat sang mertua sedang mengajak baby twins ngobrol.


Kiran tersenyum mendengar ucapan sang papa mertua pada cucu-cucunya itu. Ia bersyukur memiliki mertua seperti Mom Clarissa dan juga Dad Jhonatan. Mereka sangat menyayangi dirinya dan juga kedua cucunya.


" Kok kamu berdiri di sini sayang"


" Astagfirullah, hubby ngagetin aja sih!"


" Senam jantung yank" kata Darren sambil mengecup kepala sang istri.


" Hubby baru pulang?"


" Hhmm"


" Capek ya?"


" Lumayan. Oh iya mommy di sini ya?"


" Iya, sama Daddy juga"


" Benarkah?"


" Hhmm"


" Terus kemana mereka, biasanya heboh"


" Daddy lagi ngajak cucu-cucunya ngobrol"


" Ngobrol?"


" Coba aja liat"


Darren mengarahkan pandangannya pada sosok lelaki yang sudah separuh baya, tapi masih terlihat tampan. Seulas senyum pun terbit di bibirnya.


" Terus mommy kemana?"


" Di sini " kata Clarissa yang baru muncul dan terlihat sudah segar.


" Astagfirullah" ucap Kiran dan Darren bersamaan.


" Cie kompak bener kek tukang bubur yang cari pelanggan"


" Mommy kek jelangkung aja deh" kata Darren.


" Sembarangan. Mommy udah cantik kek artis papan atas kek gini malah di bilang jelangkung, dasar anak nakal" kata Clarissa sambil menjewer telinga putranya.


Aawwww..


" Sakit Mom"


" Makanya jangan macam-macam sama mommy "


" Mana berani aku Mom macam-macam sama ibu tiri yang cantik tiada Tara ini"


" Good. Kamu kalau pulang dari kantor itu mandi dulu kek. Ini malah ngajak mantu mommy mojok"


" Nggak apa-apa ngajak istri sendiri mojok. Dari pada ngajak istri tetangga" kata Darren sambil berlalu pergi meninggalkan kedua wanita cantik beda usia itu.


Sedangkan Kiran dan mertuanya melongo melihat tingkah tuan muda yang satu itu.


To be continue.


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2