
Seperti janji Kiran kepada putrinya bahwa sore ini ia akan mengajak kedua anaknya pergi ke mall. Dan di sinilah mereka sekarang, di mall terbesar milik keluarga besarnya.
Mata para pengunjung tertuju pada Axel dan Alexa. Mereka penasaran kenapa wajah kedua anak itu ditutup pake masker. Tapi balita kembar itu tidak menghiraukan tatapan orang-orang yang ada di sana. Karena mereka sudah terbiasa ditatap dengan tatapan seperti itu.
" Mommy, nanti Eca mau beli boneka. Boleh?" tanya Alexa.
" Tentu saja boleh. Axel juga mau beli mainan?"
" Hhmm"
" Acel nggak usah dibelikan mainan mommy" kata Alexa.
" Kenapa Axel tidak boleh dibelikan mainan?"
" Karena Acel nakal tadi"
" Axel nakal?"
" Hhmm. Dia sembunyikan boneka Eca"
" Apa benar yang dikatakan kakak Alexa. Kalau Axel menyembunyikan boneka Alexa?"
" Iya Mommy. Tapi Eca yang mulai duluan. Dia merusak pesawat Axel yang baru dibelikan Oma"
Kiran menatap putri cantiknya itu. " Benar apa yang dibilang Axel. Kalau Alexa merusak mainan Axel?"
" Iya mommy. Tapi Eca nggak sengaja" kata Alexa sambil menundukkan kepalanya.
Kiran menghela nafasnya. Kedua anaknya itu memang selalu ribut. Tapi seperti itulah cara mereka berdua menunjukkan kasih sayangnya.
" Sekarang Alexa minta maaf sama Axel"
" Maaf Acel karena sudah merusak mainan Acel yang dibelikan sama Oma" ucap Alexa sambil mengulurkan tangannya.
" Hhmm"
" Mommy liat Acel"
" Axel"
" Iya, Axel maafkan"
Alexa tersenyum karena Axel sudah memaafkannya. Untuk hari ini ia dan Axel akan berdamai. Karena kalau tidak, mommy-nya tidak akan membelikannya boneka.
" Ingat jangan berantem lagi"
" Iya mommy"
Darren tersenyum melihat anaknya yang patuh. Ya jika istrinya sudah bicara, maka kedua anaknya itu akan diam dan patuh.
" Kita mau pergi kemana dulu sayang?" tanya Darren.
" Ke toko mainan dulu deh By"
Mereka berempat pun berjalan menuju toko mainan yang ada di mall itu. Axel dan Alexa sangat senang, karena mereka akan punya mainan dan juga boneka baru.
" Selamat datang tuan, nona dan adek kecil"
Alexa berlari masuk kedalam toko. Darren mengikuti putrinya. Kalau tidak Alexa bisa mengacaukan seisi toko itu. Sedangkan Kiran menemani putranya untuk memilih mainan.
__ADS_1
" Daddy Winnie the Pooh "
" Eca mau"
" Emang boleh?"
" Tentu saja boleh"
" Asik. Eca mau yang becal daddy"
Darren mengambil boneka Winnie the Pooh yang paling besar untuk putri kesayangannya itu.
" Wow besar sekali"
" Eca suka?"
" Suka. Eca mau punya kamar untuk boneka Eca. Seperti kamar Pikachu yang ada di samping ruang kerja Daddy"
" Boleh, nanti kita buat kamar khusus untuk semua boneka dan juga mainan Eca yang lain"
" Nanti kalau Acel mau numpang nyimpan robot-robot nya Eca kasih tumpang"
Darren tersenyum mendengar ucapan putrinya itu. Walaupun Alexa dan Axel suka berantem, tapi putrinya itu sangat menyayangi kembarannya itu.
" Eca mau beli apalagi?"
" Mau beli peralatan masak-masak untuk Adele sama anak-anak panti juga"
" Anak-anak panti?"
" Iya, biar mereka punya mainan kek Eca. Kalau kasih mainan bekas Eca nggak bagus. Jadi belikan yang baru aja ya daddy"
" Eca ambil aja semua mainan yang ingin Eca suka, nanti Daddy minta mbak nya untuk membungkus semua mainan yang ingin Eca beli"
" Asik. Sayang daddy"
Darren memanggil pelayan toko untuk membungkus mainan yang di pilih sama Alexa. Pelayan itu langsung mengambil kantong plastik yang besar untuk menyimpan semua mainan yang di pilih Alexa.
Satu plastik besar, sudah dipenuhi sama mainan yang di pilih sama Alexa. Tapi balita cantik itu masih belum selesai memilih mainannya.
Disisi lain. Kiran sedang menemani putranya memilih mainan. Daritadi, belum ada mainan yang menarik perhatian sang putra.
" Axel mau mainan yang mana?"
" Mau beli mobil-mobilan yang gede itu mommy"
Kiran menoleh ke arah yang di tunjuk sama putranya itu. Di sana berjejeran mobil-mobilan yang pakai aki. Dan bentuknya pun juga seperti mobil-mobil mewah.
" Axel pilih aja salah satu mobilnya"
Axel menunjuk mobil-mobilan yang berwarna merah. Mobil-mobilan yang di pilih Axel memang sangat bagus dan elegan dari semua yang ada di sana.
Kiran tersenyum. Ternyata putranya itu pintar mencari barang yang paling bagus diantara yang bagus. Ia minta tolong pelayan untuk membawakan ke kasir.
" Beliin Eca satu ya mommy"
" Tentu saja. Axel pilihkan mobilnya untuk Eca"
Axel pun menunjuk mobil-mobilan yang berwarna pink yang ada di samping mobil-mobilan yang ia pilih tadi.
__ADS_1
" Axel mau beli apa lagi?"
" Udah mommy"
" Yakin nggak mau beli lagi?"
" Hhhmm"
" Ya udah, sekarang kita tempat Daddy dan Alexa ya"
Karena putranya tidak mau beli mainan lagi. Kiran menggandeng tangan putranya pergi dari sana. Mereka akan pergi ketempat suami dan putrinya.
Kiran kaget melihat banyaknya mainan yang dibeli sama putrinya itu. Dan suaminya malah tidak protes. Padahal kemarin-kemarin suaminya itu marah kalau mertuanya membelikan banyak mainan. Sekarang kenapa dia nggak marah.
" By banyak banget beli mainannya?"
" Nggak apa-apa. Axel bantu Eca pilih mainannya ya?"
" Baik Daddy"
Axel pun membantu saudara kembarnya itu memilih mainan. Dan untuk saat ini twins terlihat sangat kompak.
" By kenapa beli mainannya banyak banget?"
" Karena putri kita ingin membelikan anak-anak yang ada di panti asuhan mainan. Dia ingin anak-anak di sana bisa bermain dengan mainan yang sama dengannya"
" Benarkah? putri kita bicara seperti itu"
" Iya. Aku juga kaget saat dia ngomong begitu tadi. Aku bangga padanya. Walaupun dia masih kecil, tapi rasa pedulinya sangat tinggi"
Kiran menatap kedua anaknya yang masih asik memilih mainan. Putrinya yang selalu jahil pada saudara kembarnya itu ternyata mempunyai rasa kepedulian yang tinggi.
Senyuman pun terukir dibibir Kiran kala melihat kedua anaknya akur. Mereka kompak memilih mainan yang akan diberikan pada anak-anak panti asuhan nanti.
Twins memasukkan mainan yang menurut mereka bagus. Mereka tidak melihat harga yang tertera di mainan itu. Yang penting bagi twins, mainan itu bagus dan langsung memasukkan kedalam kantong plastik.
Pelayan toko itu hanya geleng-geleng kepala melihat kedua anak kecil mengambil mainan tanpa memikirkan harga. Ya mungkin seperti itulah gaya belanja orang-orang kaya. Mereka tidak terlalu dipusingkan dengan harga. berbeda dengan orang-orang sepertinya. Setiap belanja harus lihat harga dulu.
Dua kantong plastik sudah penuh. Twins pun sudah mulai kecapean karena mainannya. Mereka pun memutuskan untuk menyudahi membeli mainannya.
" Sudah selesai?" tanya Darren.
" Sudah Daddy" jawab Twins.
" Sekarang kita ke kasir untuk membayar semua belanjaannya"
" Ok"
Mereka pun berjalan menuju kasir. Pelayan toko mengikuti dari belakang dengan membawa dua kantong plastik besar di tangannya.
Petugas kasir menghitung semua belanjaan Darren. Mainan Alexa dan Axel di pisahkan, karena nanti mereka akan berebut kantong plastik itu.
Mobil-mobilan Axel, Alexa dan juga dua kantong plastik berisi mainan, di kirim ke rumah Darren. Karena nggak mungkin mereka membawa semua itu keliling mall.
Setelah membayar, mereka pun keluar dari toko mainan. Sekarang mereka akan makan dulu, setelah itu baru membeli keperluan untuk acara barbeque besok malam.
To be continue.
Masih ada yang baca nggak nihπ€
__ADS_1
Happy reading ππ