
Dini hari Kiran terbangun karena suara tangis baby Alexa. Ia segera menghampiri box bayinya. Tanpa menunggu lama, ia langsung menggendong Alexa.
" Astagfirullah! badan kamu panas sekali sayang"
Ia bingung harus bagaimana. Kalau ia kompres baby Alexa masih kecil. Apa nggak akan masalah kalau ia mengompresnya. Ia segera menekan tombol kecil yang ada di atas nakas.
Setelah itu, ia menghubungi dokter Linda. Walaupun agak sedikit ragu, karena ia takut mengganggu waktu istirahat dokter itu. Tapi ia harus bertanya bagaimana cara mengatasi demam Alexa.
" Hallo Dok, maaf mengganggu jam istirahatnya"
" Tidak apa-apa nona. Ada yang saya bisa bantu nona?"
" Iya Dok. Badan Alexa panas, bagaimana ini?"
" Nona tenang dan jangan panik. Demam ini sering dan wajar terjadi akibat respons imun tubuh yang normal saat dimasukkan komponen bakteri yang telah dilemahkan atau dimatikan. Dengan ini, justru menandakan tubuh sedang membentuk kekebalan terhadap penyakit tersebut, sehingga tidak mudah sakit di masa mendatang"
" Apa demamnya akan lama?"
" Tidak, paling cuma 1-3 hari"
" Lalu bagaimana cara menurunkan panasnya?"
" Kompres leher, ketiak, atau ************ bayi dengan air hangat. Atau bisa juga Anda berikan Alexa pakaian dan selimut yang menghangatkan. Tujuan hal ini ialah agar pusat termoregulator di otak mendeteksi adanya peningkatan suhu tubuh yang cukup tinggi, sehingga tubuh pun akan distimulasi untuk menurunkan suhunya secara perlahan.
Perbanyak kontak fisik skin to skin dengan bayi Anda agar panas tubuhnya berpindah ke Anda.
Dan susui bayi Anda ASI lebih banyak, setiap 1-2 jam sekali"
" Baik Dok, terima kasih. Dan maaf sudah menganggu waktu istirahat Anda"
" Sama-sama nona. tidak apa-apa saya justru senang karena anda menelepon saya"
" Baiklah Dok silakan lanjutkan tidurnya. Saya tutup dulu telponnya"
" Iya nona"
Panggilan pun berakhir. Kiran meletakkan ponselnya kembali. Ia membuka pintu kamar sambil menggendong baby Alexa. Saat pintu terbuka, para pelayan sudah berdiri di depan pintu.
" Tolong ambilkan saya air hangat"
" Baik nona"
Para pelayan yang lain membubarkan diri. Dan kembali ke kamar mereka masing-masing. Karena nona muda mereka hanya membutuhkan kepala pelayan.
Kiran membaringkan Alexa di atas kasurnya. Tak berselang lama kepala pelayan pun datang dengan membawa air hangat.
" Nona ini air hangatnya"
" Makasih Bik"
" Sama-sama nona. Apa ada lagi yang nona perlukan?"
" Tidak Bik. Bibik boleh lanjutkan kembali tidurnya"
__ADS_1
" Baik nona, saya permisi dulu"
" Hhmm"
Kiran mulai mengompres Alexa di tempat-tempat yang di kasih tau dokter tadi. Setelah itu ia juga melakukan skin to skin pada baby Alexa. Semoga panas baby nya segera berpindah kepadanya.
Alexa memang sudah berhenti menangis. Bayinya terlihat nyaman berada di dadanya. Kiran terus memandang wajah putrinya yang sedang terlelap. Ia sangat sedih melihat Alexa demam seperti ini. Tak berselang lama baby Alexa tertidur.
Untung baby Axel tidak demam juga. Walaupun tadi putranya itu sempat menangis karena mendengar tangisan kakaknya. Seperti ia juga merasakan apa yang di rasakan Alexa. Tapi sekarang ia juga sudah terlelap kembali.
Kiran mulai memejamkan matanya. Ia berharap pas bangun dan membuka mata nanti. Panas putrinya sudah mulai berkurang bahkan sudah normal seperti biasa.
Pagi hari.
Kiran terbangun dari tidurnya, kala merasakan ada yang bergerak di dadanya. Ia pun membuka matanya. Ia tersenyum saat melihat Alexa sudah bangun. Ia langsung menempelkan punggung tangannya ke kening sang anak.
" Alhamdulillah, panas putri mommy sudah turun"
Ia memindahkan putrinya di samping baby Axel. Ia bersyukur karena panas baby Alexa sudah mulai turun. Kiran bangkit dari tidurnya, kemudian ia mengambil kereta dorong.
" Sekarang kesayangannya mommy berjemur dulu, ya?"
Kiran meletakkan baby Alexa dan Axel secara bergantian ke atas kereta dorong. Tapi sebelum itu, ia membuka baju baby twins. Sekarang kedua bayinya sudah bertelanjang dada. Dan mereka siap untuk berjemur.
Kiran membuka pintu menuju balkon. Pagi ini ia akan menjemur bayinya di atas balkon. Karena di sana tempatnya bagus untuk berjemur. Sebelum mendorong kereta bayinya ke balkon. Ia memakaikan kaca mata hitam pada kedua bayinya itu.
Ia mengambil foto baby Alexa dan juga Axel, kemudian ia mengirim ke suaminya. Tak lupa ia memberikan caption ' Jemuran dulu ya daddy ' setelah itu barulah ia mengirim pada suaminya.
Axel dan Alexa terlihat sangat senang saat berjemur. Alexa yang semalam rewel, sekarang udah tidak lagi. Mungkin karena panasnya sudah turun.
" Hallo, Assalamualaikum By"
" Wa'alaikum salam sayang. Lagi di balkon ya?"
" Iya, lagi nemenin twins berjemur"
" Oh iya gimana Alexa, apa panasnya udah turun?"
" Alhamdulillah udah By"
" Emang nggak apa-apa habis demam Alexa langsung berjemur sayang?"
" Dokter bilang sih nggak apa-apa. Dokter bilang berjemur juga bisa menyembuhkan demamnya"
" Syukurlah. Soalnya kalau twins sakit, aku nggak bisa konsentrasi dalam bekerja"
" Oh iya, bagaimana meeting hubby kemarin?"
" Alhamdulillah berjalan dengan lancar "
" Jadi kapan hubby pulang?"
" Besok sayang. Oh iya, nanti malam aku sama Romy pergi ke acara anniversary tuan Smith"
__ADS_1
" Iya, tapi ingat! jangan minum minuman beralkohol"
" Iya sayang. Lagian aku juga nggak pernah minum minuman yang beralkohol"
" Satu lagi. Jangan coba-coba dekat apalagi dansa sama wanita lain"
" Nggak sayang. Lagian mana bisa aku melirik wanita lain. Kalau aku udah punya istri secantik dan seseksi kamu"
" Gombal"
" Beneran sayang"
" Nanti jangan lupa ingatkan Romy. Kalau kalian berdua macam-macam, habis burung kamu itu aku cincang"
" Sadis amat sih Yank"
" Biarin. Laki emang harus digituin, kalau nggak dia ngelunjak"
" Aku nggak kek gitu sayang. Aku kan tipe suami setia"
" Setiap tikungan ada"
" Iya. Eh bukan"
" Pokoknya hubby ingat aja, kalau hubby dan Romy macem-macem. Burung kalian akan kami buat tidak bisa berkicau lagi untuk selamanya"
" Iya sayang. Aku mana berani macem-macem di luar. Kan aku punya singa yang super duper buas"
" Yang buas itu kamu. Bukan aku"
" Masa nifas kamu masih lama lagi ya?"
" Kenapa emangnya?"
" Kangen aku Yank. Apa kamu nggak kasihan, aku mainnya sama sabun terus?"
" Ya nggak apa-apa By. Biar sabun di rumah cepat habis"
" Tega banget sih sama suami sendiri"
" Cepat aja selesaikan urusan kamu di sana. Aku mau mandiin baby twins dulu"
" Kamu belum jawab pertanyaan aku tadi?"
" Besok-besok masih bisa jawabnya "
" Ya elah Yank gitu banget kamu sama aku"
" Udah ah, aku mau mandiin baby twins dulu. Love you By"
Tanpa menunggu jawaban dari suaminya. Kiran sudah mematikan sambungan teleponnya. Kalau tidak begitu, bayi besarnya itu pasti akan merengek terus.
To be continue.
__ADS_1
Masih ada yang baca nggak ya 🤭
Happy reading 😚😚