Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Fitting


__ADS_3

Kiran sangat kesal sama Darren. Bagaimana tidak ini udah ke 10 kalinya dia mengganti gaun pengantinnya, karena alasan yang tidak masuk akal dari calon suaminya itu.


Ya sekarang mereka berdua sedang berada di butik langganan keluarga Narendra. Sedangkan mommy dan Daddy Darren tidak jadi ikut, karena mereka memilih untuk mengobrol dengan besan mereka.


" Terlalu terbuka"


" Masa ganti lagi?"


" Iya, karena aku nggak suka ada yang melihat bahu kamu, karena.."


" Ya,,ya hanya kamu yang boleh melihatnya " potong Kiran.


Darren tersenyum, dia gemes melihat wanitanya yang kesal seperti itu. Ingin rasanya dia khilaf mencium wanita cantik itu.


" Ganti gih"


Kiran menghentakkan kakinya karena kesal. Tapi dia mengikuti juga keinginan lelaki tampan itu. Dia masuk lagi kedalam kamar ganti.


Beberapa menit kemudian. Kiran keluar dari kamar ganti dengan memakai gaun pengantin yang kesebelas. Ia berharap kali ini Darren tidak memintanya untuk mengganti lagi.


Darren menoleh kearah ruang ganti. Ia terpesona melihat calon istrinya yang memakai gaun pengantin. Matanya tak berkedip melihat kecantikan gadisnya itu.


" Bagaimana?" tanya wanitanya yang sontak membuyarkan lamunannya.


Darren menatap dari atas sampai bawah. Ia melihat gaun itu tidak terlalu terbuka. Dia tersenyum. " Beautiful "


" Jadi?" tanya Kiran.


" Gaunnya yang ini aja" kata Darren.


Para karyawan yang ada di sana juga terpesona sama kecantikan Kiran. Mereka merasa Kiran dan Darren adalah pasangan yang paling serasi.


" Jadi gaunnya yang mana tuan muda?" tanya manager butik.


" Yang ini saja"


" Baiklah, saya akan carikan tuxedo dengan warna yang senada"


Manager itu berlalu pergi dari sana. Ia akan mencarikan tuxedo untuk tuan muda dari keluarga Narendra itu.


Kiran merasa lega karena dia tidak akan mengganti gaun lagi. Iya segera masuk kedalam ruang ganti untuk mengganti gaun dengan dress yang dia pakai saat pergi ke sana.


Sambil menunggu calon istrinya mengganti pakaian. Darren memilih untuk melihat-lihat gaun yang lain. Siapa tau ada yang bagus dan cocok untuk ratu hatinya itu.


" Kamu lagi liat apa?" tanya Kiran yang baru keluar dari ruang ganti.


" Lagi liat gaun"


" Emang kamu mau make gaun juga?" tanya Kiran sambil menahan tawanya.


" Enak aja, emang kamu pikir aku cowok apaan?!"


" Ya siapa tau kamu mau coba pake, pasti cantik"


" Ck,, apa kata dunia cowok tampan dan macho kek aku pakai gaun"


" Dunia bilang, kamu akan terlihat tampan dan bersinar Om"


" Matahari kali ah bersinar"


Kiran tersenyum sambil membayangkan Darren pake gaun. Pasti akan terlihat lucu dan menggemaskan.


" Kamu lagi bayangin apa, hhmm?" tanya Darren sambil mendekat ke arah Kiran.


" Ng-nggak bayangin apa-apa"

__ADS_1


Darren terus melangkah ke depan hingga tubuh mereka tidak ada jarak lagi. Dia menatap lekat-lekat manik manik hitam mata wanita cantik itu.


Deg.


Jantung Kiran berdegup kencang kala Darren menatapnya dengan intens. Entah kenapa di tatap seperti itu oleh lelaki tampan itu, membuat jantungnya berdegup lebih kencang.


Darren meniup di depan wajah wanita cantik itu. Kiran refleks menutup matanya, saat merasakan aroma mint yang menyegarkan dari nafas Darren.


Lelaki tampan itu tersenyum melihat wanitanya memejamkan matanya. Mata Darren tertuju pada bibir yang semerah cerry itu. Ingin rasanya dia mengecupnya, merasakan manisnya bibir itu.


Bolehkah khilaf kali ini saja.


Cup.


Kiran merasakan sesuatu yang lembut menyentuh keningnya. Lama ia merasakan sesuatu yang lembut itu menempel di keningnya.


Beberapa detik kemudian, sesuatu yang lembut itu sudah tidak terasa lagi. Perlahan Kiran membuka matanya. Tampak wajah tampan yang sedang tersenyum padanya.


" I love you " ucap Darren sambil menjauhkan wajahnya dari wanita cantik itu.


Kiran tidak tau harus berkata apa, lelaki di hadapannya itu benar-benar bisa membuat jantungnya tidak aman.


Darren tersenyum melihat Kiran yang masih diam mematung. Dia kembali duduk di sofa yang ada di sana.


" Honey, sampai kapan mau berdiri di sana?"


Kiran tersadar kalau lelaki tampan itu sudah tidak ada lagi di hadapannya. Dia melihat lelaki itu sudah duduk di sofa sana. Tapi sejak kapan dia ada di sana.


" Sejak kapan kamu duduk di sana?"


" Sejak kamu menghayati kecupan aku tadi"


Wajah Kiran memerah bak kepiting rebus. Dia malu karena mendengar ucapan Darren barusan. Apa benar yang di bilang lelaki tampan itu.


Kiran berjalan menuju sofa, kemudian duduk di samping lelaki tampan itu. Tak berselang lama manager butik itu kembali dengan membawa tuxedo untuk di coba sama Darren.


" Silakan di coba tuan muda" kata manager butik itu.


Darren memakai tuxedo yang diberikan manager butik tadi. Dia berjalan menuju kaca besar yang ada di sana. Ia menatap pantulan dirinya di cermin.


" Bagaimana?" tanya Darren pada calon istrinya.


Sama seperti Darren, Kiran juga terpesona melihat ketampanan lelaki yang ada di hadapannya itu.


" Honey bagaimana tuxedo nya?" tanya Darren lagi.


" Ah iya. Keren dan kamu juga terlihat semakin tampan" puji Kiran.


Darren tersenyum mendengar ucapan calon istrinya barusan. Ini kali pertamanya Kiran memujinya secara sadar.


Manager itu memerintahkan karyawannya untuk menyimpan kembali tuxedo dan juga gaun yang di pilih Kiran dan Darren tadi. Setalah itu gaun yang tidak jadi di pilih Kiran tadi di kembalikan lagi ke tempat semula.


" Nanti malam saya akan antarkan gaun dan juga tuxedo nya tuan"


" Hhmm, mommy sudah kasih tau alamat tempat resepsinya kan?"


" Sudah tuan muda"


" Kalau gitu kami pamit dulu "


" Iya tuan muda"


Darren menggandeng tangan wanitanya keluar dari butik itu. Darren meminta Kiran untuk menunggunya di depan butik, sedangkan dirinya pergi mengambil mobil di parkiran.


Sesampainya di parkiran Darren tidak sengaja bertemu dengan wanita yang pernah dia bayar untuk jadi kekasihnya.

__ADS_1


" Hai sayang" sapa wanita itu.


" Najis " kata Darren.


" Kamu masih sama seperti dulu"


" Minggir!"


" Jangan galak-galak gitu dong sayang"


" Jangan panggil aku dengan sebutan menjijikkan itu lagi. Lagipula kita tidak sedekat itu"


" Setidaknya aku pernah menyandang status sebagai kekasih kamu"


" Iya, kekasih bayaran"


" Nggak apa-apa, yang penting pernah kan?"


" Menyingkir dari mobil gue"


" Aku nebeng sama kamu ya"


" Nggak, nanti mobil gue jadi susah di bersihkan, karena aroma tubuh lo. Lagipula gue mau pulang sama calon istri gue"


" Calon istri?"


" Hhmm"


" Kamu jangan bohong?"


" Siapa yang bohong"


" Mana buktinya?"


" Bentar gue ambilkan undangannya"


Darren membuka pintu mobilnya. Dia mengambil undangan yang ada di mobilnya.


" Nih" kata Darren sambil memberikan undangan yang sudah dia ambil tadi.


Mata Monica terbelalak melihat nama mempelai wanita yang tertulis di undangan itu. Dia tau banget itu nama siapa.


Nggak! ini nggak mungkin kan?.


" Kamu nggak salah tulis nama mempelai wanitanya?"


" Tidak! itu beneran nama calon istri gue"


" Kenapa kamu harus menikah dengan wanita lemah ini?" tanya Monica.


" Karena aku mencintainya. Ya udah minggir, gue mau jalan" kata Darren sambil mendorong tubuh Monica dari mobilnya.


Aaaww.


Monica meringis menahan sakit karena pantatnya mencium lantai. Dia tidak menyangka lelaki tampan itu akan mendorongnya sekuat itu.


Darren tersenyum melihat Monica meringis kesakitan. Dia segera tancap gas meninggalkan tempat parkir dan juga Monica yang sedang kesakitan karena di dorong lelaki tampan itu.


" Sial!" umpat Monica saat melihat mobil Darren pergi meninggalkan dirinya begitu saja.


To be continue.


Udah up dua bab yaπŸ˜‰


Happy Reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2