
Satu Minggu kemudian.
Sekarang di mansion Kiran sedang ramai oleh keluarga dan juga para sahabatnya. Ya hari ini adalah acara aqiqah baby twins. Para tamu undangan yang datang di periksa dengan ketat.
Para tamu dilarang membawa ponsel ke dalam mansion. Semua barang-barang mereka akan di amankan oleh bodyguard. Ini semua dilakukan demi keamanan baby twins.
" Apa semua CCTV sudah di periksa?" tanya Darren pada Doni.
" Sudah tuan"
" Jangan pernah lengah, perketat keamanan. Karena kita tidak tau apakah nanti musuh menyamar diantara tamu-tamu yang datang "
" Baik tuan"
Setelah memberikan perintah kepada Doni. Darren kembali ke taman, tempat para keluarga dan juga kerabatnya sedang berkumpul.
" Hubby darimana?"
" Bertemu Doni"
" Bagaimana, apakah semua aman?"
" Untuk sekarang aman. Aku temui yang lain dulu ya"
" Hhmm"
Darren menemui Abang ipar dan para sahabatnya. Karena ia juga sudah lama belum pernah bertemu lagi dengan sahabat abangnya yang absurd itu.
" Hai Ren, darimana baru nongol? " kata Tristan.
" Lagi liat para bodyguard Bang"
" Ngapain liat bodyguard, mending liat model tampan kek kita" kata Gian.
" Udah mantan, bro" kata Kenzo.
" Oh iya, kita kan udah lama pensiun jadi model"
" Darren tokcer juga ya" kata Tristan.
" Banget bro. Bibit sultan, langsung jadi dua " kata Gian.
" Kenzo juga sultan, kenapa bibit unggulnya cuma jadi satu"
" Mungkin kurang pupuk kali" kata Gian.
" Enak aja Lo bilang kurang pupuk. Pupuk gue organik semua " kata Kenzo.
" Pantas bibit lo cuma jadi satu" kata Gian.
" Iya, harusnya Lo tambah sama pupuk NPK" kata Tristan.
" Kenapa nggak pupuk Urea aja sekalian" kata Kenzo.
" Pupuk Korea kejauhan bro" kata Tristan.
" Bukan Korea dodol, tapi urea " kata Gian sambil menjitak kepala Tristan.
" Parah lo Tian. Sepertinya kuping lo juga harus di kasih pupuk tu" kata Kenzo.
" Benar, biar kuping lo berfungsi dengan baik" kata Gian.
" Ren bagi resepnya dong, biar bibit Abang jadi dua juga nanti?" tanya Tristan.
" Nggak ada resepnya Bang. Cuma lebih giat dan rajin aja ngadon nya"
" Jangan salah kamu Ren. Abang Tristan itu lha nggak pernah libur ngadon. Paling liburnya kalau bininya lagi tanggal merah" kata Gian.
__ADS_1
" Iya, sekarang Tristan udah mesum banget dari kita berdua. Padahal umurnya lebih kecil dari kita" kata Kenzo.
" Jangan umur yang dijadikan patokan bro" kata Tristan.
" Iya nih si Saroh wajah sok polos, tapi mesumnya nggak ketulungan. Kemarin aja kucing tetangga, hampir jadi korban dia" kata Gian.
" Sembarangan lo. Lo pikir gue T-rex "
" Ya hampir sama, pemangsa segala"
" T-rex itu kan obat sakit kepala" kata Kenzo.
" Itu Bodrex Roma" kata Gian.
" Oh udah diganti ya"
" Lo yang ganti, pea "
" Idih Ani ngegas" kata Kenzo.
" Lo yang udah mulai meresahkan"
Darren menggelengkan kepalanya melihat tingkah absurd Kenzo cs. Tapi ia bisa melihat kalau hubungan pertemanan mereka sangat erat.
" Harap maklum ya Ren. Kalau mereka berdua udah aktif emang kek gitu kelakuannya. Agak miring sedikit" kata Tristan.
" I-iya Bang"
" Jadi nggak ada resep spesial nih Ren?" tanya Tristan lagi.
" Nggak ada Bang"
" Oh iya Ren, gimana keamanannya?" tanya Kenzo pada adik iparnya.
" Aman Bang, semua bodyguard sudah berjaga di tempat mereka masing-masing"
" Syukurlah, tapi kamu juga tidak boleh lengah. Karena musuh itu kadang lebih licik dari yang kita duga"
Darren menghabiskan waktunya dengan mengobrol dengan Abang ipar dan juga para sahabatnya.
Para tamu sudah mulai berdatangan. Kursi yang tadinya kosong, sudah mulai berpenghuni. Mereka sangat terpesona melihat mansion mewah milik Darren.
Acara Aqiqah pun akan segera dimulai. Baby twins sudah berada di taman. Tapi para tamu tidak bisa melihatnya. Karena baby twins di tempatkan di dalam ruangan khusus.
Walaupun para tamu tidak bisa melihat baby twins. Tapi mereka senang, karena sudah di undang ke mansion mewah itu.
Acara pertama adalah pembukaan yang langsung di buka oleh MC, yaitu oleh Nadia. Ya hari ini Nadia bertugas menjadi MC di itu. Acara kedua pembacaan ayat suci Al-Quran. Ketiga kata sambutan dari Darren. Yang ke empat doa dan sholawat saat pencukuran rambut baby twins.
Saat pencukuran, tidak banyak yang bisa melihatnya. Mengingat keberadaan baby twins yang di sembunyikan. Jadi yang bisa melihatnya hanya keluarga dan juga ustadz.
Akhirnya rangkaian demi rangkaian acara sudah selesai di laksanakan. Sekarang para tamu di persilakan untuk mencicipi hidangan yang sudah di sediakan oleh sang empunya hajat.
" Seperti ini ya aqiqah ala sultan " kata salah satu tamu.
" Iya, beda sama aqiqah di kompleks kita. Apalagi makanan yang mereka hidangkan. Makanan yang mahal dan juga mewah"
" Seperti cake ini. Gue aja belum tentu mampu membelinya"
" Ya wajar mereka bikin acara aqiqah nya mewah. Wong duit mereka aja banyak"
" Benar, nggak bakal abis tujuh turunan. Beda Ama laki kita yang kerjanya hanya kuli panggul"
" Kira-kira kita boleh bawa pulang nggak ya kue-kue ini "
" Tentu saja boleh Buk" kata Anggun yang kebetulan lewat dan tak sengaja mendengar obrolan ibuk-ibuk itu.
" Eh Nyonya"
__ADS_1
" Panggil Anggun, atau Nak Anggun saja Buk. Lagian ibuk lebih tua dari saya, jadi nggak enak kalau manggil dengan sebutan nyonya"
" Baiklah"
" Nanti saya akan minta pelayan untuk membungkus kuenya untuk ibuk-ibuk "
" Terima kasih Nak Anggun"
" Sama-sama Buk, saya permisi dulu. Silakan lanjutkan ngobrol dan makannya" kata Anggun sambil berlalu pergi.
Ibuk-ibuk itusangat senang karena bisa membawa kue-kue itu. Jadi anak-anak mereka bisa mencicipi kue-kue yang enak itu. Mereka tidak menyangka kalau Anggun orangnya sangat baik.
Tak berselang lama. Datang beberapa pelayan membawakan bingkisan yang berisi kue-kue. Dan memberikan kepada ibuk-ibuk tadi.
Acara pun berakhir dengan baik. Para tamu juga sudah diperbolehkan pulang. Tapi mereka pulang tidak dengan tangan kosong. Karena Darren dan Kiran memberikan sembako dan juga uang untuk mereka.
Para tamu pulang dengan hati yang sangat senang. Bagaimana tidak sudah di kasih makan enak, pulangnya juga di kasih sembako sama uang. Nikmat mana lagi yang kau dusta kan.
Sekarang tinggal keluarga inti dan juga para sahabat di mansion itu. Sedangkan baby twins sudah tidur dan di bawa ke kamar oleh mommy dan mertua Kiran.
" Ren " panggil Romy.
" Hhmm"
" Lo masih ingat cewek yang waktu lo tabrak di bandara itu nggak?"
" Cewek modus dan menyebalkan itu. Kenapa dengan dia?"
" Lo mau tau siapa dia?"
" Nggak, lagian gue nggak minat juga sama cewek modus kek dia"
" Yakin Lo nggak mau tau siapa cewek itu?"
" Yakin"
" Ntar lo nyesel Lo"
" Nggak akan"
" Padahal itu cewek ada si sini sekarang"
" Di-disini?"
" Iya"
" Siapa yang ngundang dia?"
Kiran menatap tajam suaminya itu. " Siapa wanita itu By?"
" Aku nggak tau sayang. Lagian ketemunya juga nggak sengaja"
" Apa kamu main serong sama dia"
" Nggak!"
" Terus kenapa Romy bilang tu cewek ada di sini"
" Ya mana aku tau sayang. Tanya aja sama Romy kan dia yang bilang tadi"
" Awas kalau kamu macam-macam ya, aku bikin burung kamu nggak bisa berkicau lagi"
Romy tersenyum penuh kemenangan. Kapan lagi bisa membalas bos yang tidak ada akhlak itu.
To be continue.
Hai kakak, Om, Tante yang manisnya ngalahin gula. Mana nih dukungannya untuk hot daddy.
__ADS_1
Happy reading ππ