
" Dilamar?"
" Hhhmm"
" Terus kamu tolak atau kamu terima?"
" Menurut kamu?" kata Kiran sambil memperlihatkan cincinnya.
Nadia mengucek matanya dengan kedua tangannya. Dia berasa mimpi saat melihat cincin bertatahkan berlian itu terpasang di jari manis sahabatnya itu.
" Wah selamat ya princess, aku nggak nyangka kamu akan dilamar dengan romantis seperti itu"
" Sama. Aku juga tidak percaya akan dilamar"
"Apa kamu sudah mencintainya?"
" Aku tidak tau apa yang sekarang ini aku rasakan bisa di bilang cinta. Tapi yang jelas aku nyaman bersama dia"
" Tidak lama lagi kamu akan jatuh cinta sama dia. Karena cinta itu datang atau tumbuh karena adanya kenyamanan satu sama lain"
" Tapi aku ragu dan juga takut"
" Takut kenapa?"
" Di saat aku sudah cinta sama dia, dia malah ninggalin aku"
" Aku yakin Darren bukan lelaki seperti itu. Apa kamu nggak bisa liat bagaimana bucin nya dia"
Ia mengakui bagaimana Darren memperlakukannya selama ini. lelaki tampan itu selalu saja membuat dirinya tersenyum dan juga terkadang kesal. Tapi Kiran suka dengan Darren yang selalu memanjakannya.
" Sekarang kamu harus buka hati kamu 100 persen untuk Darren. Lagian kamu juga sudah terima lamarannya"
" Hhmm"
" Sekarang tinggal menunggu dia melamar kamu secara resmi. Meminta izin sama kedua orang tua kamu"
" Mommy Darren bilang sih secepatnya dia akan menemui keluarga aku"
" Bagus dong, lebih cepat lebih baik"
" Ya sudah, sekarang kita tidur udah malam" ajak Kiran.
" Ok"
Ya Kiran masih berada di ruang keluarga. Karena pas baru sampai tadi, dia sudah di seret sama sahabatnya itu keruang keluarga. Di sana dia di interogasi sama sahabatnya itu.
Sekarang kedua cewek cantik itu berjalan menaiki tangga menuju kamar mereka masing-masing.
Kiran membaringkan tubuhnya di atas kasur empuknya. Dia menatap langit-langit kamarnya sambil memikirkan kejadian beberapa menit yang lalu. Dimana dia mencium pipi Darren, seketika wajah memerah.
Ah,, laki-laki itu selalu saja berbuat seenaknya.
Kiran berjalan ke kamar mandi untuk menggosok gigi dan membersihkan wajahnya. Setelah itu dia mengganti gaunnya dengan baju tidur.
Selesai memakai baju tidur, dia mematikan lampu kamarnya. Kiran menarik selimut hingga dadanya, dia memejamkan matanya berharap besok terbangun dengan hati yang bahagia.
Keesokan harinya.
Clarissa dan suaminya bersiap untuk pergi ke rumah putranya. Semalam dia mendapatkan telepon dari bodyguardnya kalau tuan mudanya sudah melamar Kiran.
" Dad buruan!"
" Iya Mom"
Jonathan segera menghabiskan tehnya. Karena kalau tidak sang istri pasti akan mengomel lagi.
" Yuk Mom"
Jhon membukakan pintu untuk nyonya dan tuan besarnya. Setelah itu barulah dia masuk kedalam mobil. Jhon menghidupkan mesin mobilnya, kemudian melajukan mobil itu menuju rumah tuan mudanya.
" Jhon, anak buah kamu nggak salah kasih informasi kan?" tanya Jhonatan.
__ADS_1
" Tidak tuan, informasi itu akurat. Bahkan anak buah saya sempat mengambil videonya tuan"
" Benarkah? mana videonya saya mau liat" kata Clarissa.
Jhon memberikan ponselnya kepada sang Nyonya. Clarissa dengan antusias mengambil ponsel milik bodyguardnya itu.
" Ck.. pake di kunci segala. Password nya Jhon?"
" Ah iya, saranghae nyonya"
" Kepala mu mau ku penggal Jhon. Berani sekali kau menyatakan cinta pada istriku!"
" Bukan tuan, lagian mana berani saya"
" Itu tadi kau bilang saranghae " kata Jhonatan.
" Kan Nyonya minta password ponsel saya tuan"
" Ya kasih password nya, kenapa kau malah menyatakan cinta pada istriku!"
Ini tuan yang pintar, apa aku yang bodoh ya.
" Jawab Jhon!"
" Sudah-sudah, kalian ini berisik sekali" kata Clarissa.
" Jhon itu lho sayang, masa dia menyatakan cinta sama kamu"
" Dia nggak menyatakan cinta sama mommy Dad?"
" Terus tadi itu apa? dia bilang saranghae"
" Itu password ponselnya Jhon, Daddy"
" Password?"
" Kenapa harus begitu password-nya, bikin orang darah tinggi aja. Ganti Jhon password ponsel kamu"
" Nggak usah, bagus itu password-nya"
" Ih mommy apaan sih, mana ada bagus password kek gitu"
" Bagus lha, berarti Jhon itu suka nonton Drakor juga"
" Benar Jhon?" tanya Jhonatan.
" Ng-nggak tuan, saya malah tidak tau itu artinya apa?"
" Terus kenapa kamu pasang?!"
" I-itu permintaan istri saya tuan"
" Hah! istri kamu?"
" Iya tuan, soalnya dia lagi ngidam kasih password ponsel saya dengan kata ***** itu tuan"
" Saranghae Jhon, bukan *****" kata Clarissa.
" Ah iya itu maksud saya nyonya"
" Ck.. aneh sekali ngidam istrimu"
" Namanya juga ngidam Dad"
" Dulu waktu kamu hamil putra kita, nggak pernah ngidam aneh-aneh kek gitu"
" Ya setiap wanita itu kan beda-beda ngidamnya"
" Oh"
Akhirnya perdebatan masalah password pun selesai. Clarissa segera memutar video yang ada di ponsel bodyguardnya itu. Layar di ponsel itu menampilkan sosok tampan yang sedang berlutut sambil memperlihatkan cincin berlian pada seorang wanita cantik.
__ADS_1
" Ah putraku romantis sekali" kata Clarissa.
" Putra Daddy juga Mom"
Pasutri itu sangat fokus menyaksikan video lamaran sang putra. Tak berselang lama video itu pun habis. Clarissa memberikan kembali ponsel milik bodyguardnya.
Tak terasa mobil mewah itu sampai di kediaman putra mereka. Clarissa tersenyum melihat desain rumah putranya. Dia sangat suka dengan desain dan juga suasana di rumah itu.
Sepertinya aku harus membeli rumah yang seperti ini juga.
Para bodyguard yang melihat Nyonya dan tuan besar mereka pun segera memberi hormat.
" Pagi tuan, nyonya"
" Pagi, apa tuan muda ada di dalam?"
" Ada nyonya, dia lagi berenang"
" Berenang?"
" Iya Nyonya"
" Baiklah, saya mau masuk dulu"
Clarissa dan istrinya masuk kedalam rumah putranya. Sampai di dalam rumah pasutri itu di sambut sama seorang wanita yang umurnya mungkin sudah 60an lebih.
" Selamat datang nyonya, tuan"
" Anda tau siapa kami?" tanya Clarissa.
" Tau nyonya"
" Siapa?"
" Orang tuanya tuan Darren"
" Kok bibik tau?"
" Karena liat foto yang ada di sana?" tunjuk ART itu pada pigura yang terletak di ruang tamu itu.
Clarissa dan suaminya menoleh kearah yang di tunjuk sama ART itu. Seulas senyum terbit di bibir Clarissa dan suaminya. Dia tidak menyangka putranya akan memajang foto mereka bertiga.
" Eh, ini foto anak perempuan siapa?" tanya Clarissa saat melihat foto gadis kecil yang cantik bersanding dengan foto mereka bertiga.
Jonathan tersenyum, dia tau gadis kecil cantik itu. " Coba mommy tebak?"
" Mommy lagi nggak minat main tebak-tebakan Dad"
" Coba tebak dulu"
" Apa ini foto cucu kita?"
" Ngaco kamu sayang. Putra kita belum menikah, gimana kita mau punya cucu"
" Oh iya ya. Terus foto siapa?"
" Mommy ingat waktu Darren berumur 11 tahun, dia bilang menyukai gadis kecil?"
" Maksud daddy ini foto gadis kecil yang dulu di suka sama putra kita?"
" Sampai sekarang putra kita juga masih mencintai gadis itu Mom"
" Jangan ngawur kamu Dad. Putra kita itu akan menikah, jadi mana mungkin dia masih mencintai gadis kecil yang ada di foto itu"
" Tentu saja aku masih mencintai gadis itu" kata Darren yang datang tiba-tiba.
To be continue.
Segini dulu yaπ€
Happy Reading ππ
__ADS_1