Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Drama


__ADS_3

Pagi hari.


Selesai memakai pakaiannya, Kiran turun ke bawah untuk memasak sarapan untuk suami dan juga yang lainnya. Ya ini kali pertamanya Kiran memasak sarapan untuk suaminya.


Sesampainya di dapur, Kiran sudah melihat para pelayannya sedang sibuk bekerja. Ada yang nyuci, membersihkan kamar mandi dan ada juga yang masak di dapur.


" Pagi Bik"


" Pagi non"


" Pagi ini biar aku aja yang masak ya Bik"


" Nona mau masak?"


" Iya Bik. Jadi bibik tolong bantu aku ya"


" Siap non"


Kiran mengambil bahan masakan yang akan dia masak. Setelah itu bibik mencuci bersih bahan masakan yang sudah di pilih Kiran tadi. Sementara bahan masakannya di cuci bersih. Ia menyiapkan bumbu untuk masakannya nanti. Pagi ini Kiran ia akan membuat goreng udang balado, dan juga capcay.


Setelah selesai membuat bumbu balado. Kiran mulai menggoreng udang yang sudah di cuci bersih sama bibik tadi. Sedangkan bibik membantu memotong kembang kol untuk dibuat capcay nanti.


Beberapa menit kemudian. Aroma wangi dari masakan Kiran sudah tercium sama indra penciuman para pelayan di sana. Dari aromanya saja sudah membuat perut keroncongan.


Udang goreng balado sudah siap di sajikan. Selanjutnya Kiran akan membuat capcay untuk pendamping udangnya nanti. Tidak butuh waktu lama untuk membuat capcay.


Semua masakan Kiran sudah terhidang di meja makan. Dia berharap semua orang suka masakan yang ia buat. Terutama suaminya. Sekarang dia akan membangunkan suaminya yang manja itu.


Ceklek.


Darren menoleh ke suara pintu terbuka. Dia melihat istrinya berdiri di depan pintu. Tatapan mereka pun bertemu.


" Hubby udah bangun?"


" Seperti yang kamu lihat honey"


" Aku pikir masih bergelung di dalam selimut"


" Aku terbangun karena nggak ada kamu di samping aku"


" Ck,, gombal"


" Beneran"


" Yuk kebawah, Nadia sama Nando sudah menunggu kita"


" Apa Nando akan ikut dengan kita juga?"


" Nggak, dia sekolah"


" Syukurlah, karena tidak baik bocah seumuran dia melihat kejadian yang akan kita lakukan nanti"


" Hhmm"


Pasutri itu berjalan menuruni tangga. Darren merangkul pinggang sang istri dengan sangat posesif. Dia takut istrinya itu jatuh saat menuruni anak tangga.


" Pagi semuanya" sapa Kiran saat sudah sampai di meja makan.


" Pagi juga" balas Nadia dan Nando.


" Wah,, siapa yang masak semua makanan ini?" tanya Darren.


" Coba tebak siapa?" tanya Kiran.


" Siapa ya" jawab Darren sambil pura-pura berpikir dengan jari telunjuk yang diketuk-ketuk ke kepalanya. " Pasti bibik"


" Bukan tuan, semua makanan ini nona muda yang memasaknya" kata kepala pelayan.

__ADS_1


" Benarkah?"


" Iya tuan"


" Makasih istriku, karena sudah memasak sarapan untuk aku" ucap Darren.


Ehem!


" Kita di sini mau makan bukan mau menonton kemesraan kalian" kata Nadia.


" Ah iya, disini kan ada jones" kata Kiran.


" Ck,, dasar pasutri bucin " ledek Nadia.


Nando hanya bisa menghela nafasnya melihat perdebatan kedua kakaknya. Dia tidak menyangka kalau kedua wanita cantik itu bisa berdebat seperti bocah juga.


" Kak kapan kita sarapannya?" tanya Nando.


" Sampai lupa, yuk sarapan" kata Kiran.


Kiran mulai melayani suaminya. Ia mengambil nasi dan juga lauk untuk sang suami. Ini kali pertamanya dia melayani suaminya di meja makan. Darren sangat senang dilayani sang istri.


Mereka mulai menyantap makanan yang sudah ada di piring mereka masing-masing. Darren mulai memasukkan suapan pertamanya. Saat makanan itu masuk ke mulutnya, Darren memejamkan matanya.


Kiran mengeyitkan alisnya saat melihat suaminya memejamkan matanya. Apa masakan dia tidak enak atau gimana? kenapa suaminya memejamkan matanya.


" Bagaimana rasanya?" tanya Kiran pada suaminya.


" Enak, aku suka. Makasih istriku udah masak masakan yang enak pagi ini"


Kiran bahagia karena suaminya menyukai masakan buatannya. " Sama-sama hubby"


Mereka semua menikmati sarapan mereka dengan hikmat. Darren tidak menyangka kalau istrinya itu paket komplit. Sudah cantik, pintar, jago beladiri dan pintar masak.


Selesai sarapan Kiran dan Darren bersiap untuk ke TKP. Sedangkan Nadia, pergi mengantarkan Nando ke sekolah. Setelah itu barulah dia menyusul Kiran ke TKP.


" Siap Kak"


" Ya udah, kita jalan dulu ya Nad"


" Iya, hati-hati "


" Hhmm"


Darren melajukan mobilnya menuju lokasi. Para penjahat kemarin sudah menunggu kedatangan pasutri itu. Ya hari ini mereka akan menyerang balik ulet keket itu.


Mobil mewah itu terus melaju membelah jalanan ibukota yang cukup padat pagi itu. Tak berselang lama mobil mewah itu memasuki jalanan yang sepi dan jarang di lalui sama kendaraan.


" Mereka pintar juga mencari lokasi" kata Kiran setelah mereka memasuki area pabrik tua yang sudah lama tidak beroperasi lagi.


" Tentu saja, bukankah tempat ini bagus untuk menjalankan rencana kita"


" Hhmm"


Darren memarkirkan mobilnya agak tersembunyi. Supaya nanti Monica tidak bisa melihat keberadaan mobilnya. Setelah mobil terparkir pasutri itu masuk kedalam pabrik tua itu.


" Selamat datang tuan, nona"


" Apa ulet keket itu sudah datang?" tanya Darren.


Para penjahat itu saling lirik. Mereka tidak tau siapa ulet keket yang di maksud tuan muda itu. Karena setau mereka, mereka akan menemui seorang wanita bukan ulet.


" Kenapa kalian diam?" tanya Darren lagi.


" Maaf tuan, ulet keket itu apa ya?"


" Itu wanita yang sudah membayar kalian untuk melenyapkan istri saya"

__ADS_1


" Apa itu julukan untuk wanita itu?"


" Hhmm"


" Kami pikir siapa. Mungkin sebentar lagi dia akan datang tuan. Karena pas kami kasih tau semalam kalau kami berhasil menangkap nona, dia sangat senang dan bersemangat. Dia juga bilang jangan membunuh nona dulu, karena dia ingin melihat nona untuk yang terakhir kalinya sebelum nona di bunuh"


" Bagus, kita akan membuat seolah-olah rencana dia berhasil. Setelah itu kita akan membalikkan keadaan. Cepat ikat saya, karena mungkin sebentar lagi ulet keket itu akan datang"


" Emang harus diikat beneran ya honey?"


" Iya, kalau tidak ulet keket itu tidak akan percaya"


" Baiklah. Tapi kalian jangan kencang mengikat tali itu pada istri saya. Karena kalau kulitnya sampai lecet, kalian tanggung akibatnya"


" Ba-baik tuan muda"


" Hubby jangan bikin mereka takut"


" Biar saja. Jadi mereka bisa hati-hati saat melilitkan tali itu ke tubuh kamu"


Kiran duduk di kursi yang sudah di siapkan oleh para penjahat itu. Seperti yang di katakan Darren tadi. Mereka sangat hati-hati saat melilitkan tali itu ke tubuh Kiran.


" Apa anda kesakitan nona?"


" Tidak, malahan ini terlalu longgar. Coba agak diketatkan lagi"


" Jangan terlalu ketat honey, nanti kamu susah melepaskan tali itu"


" Nggak kok. Hubby tenang aja ya. Coba ketatkan lagi"


Para penjahat itu memperketat lilitan tali itu. Sekarang Kiran baru merasa pas dengan lilitan tali itu.


" Hubby coba tolong acak-acak rambut aku "


" Kenapa harus di acak-acak honey?"


" Biar terlihat seperti beneran"


Darren melakukan apa yang di perintahkan istrinya itu. Dia mulai mengacak-ngacak rambut panjang milik sang istri.


" Udah" kata Darren.


" Mau liat"


" Bagaimana mau liatnya honey?"


" Pake cermin hubby"


Darren meminta salah satu penjahat itu untuk mencari cermin. Dia bingung, sekarang ini mereka akan mengelabui Monica atau lagi mau shooting film.


Tak berselang lama penjahat yang di suruh Darren tadi sudah kembali dengan membawa cermin untuk istrinya.


" Nih kacanya"


Kiran melihat penampilannya di cermin itu. Rambutnya sudah pas dan sesuai dengan harapannya. Sekarang tinggal wajahnya yang harus di bikin agak menyedihkan.


" Honey wajahnya kenapa di kasih debu begitu?"


" Biar terkesan habis di aniaya gitu "


Darren hanya menggelengkan kepalanya. Dia benar-benar tidak habis pikir dengan istrinya itu. Sekarang wajah istrinya udah seperti korban perkelahian istri muda dengan istri tua.


To be continue.


Babang tampan minta hadiahnya dongπŸ€—πŸ€—


__ADS_1


Happy Reading 😚😚


__ADS_2