
Darren dan istrinya sudah sampai di parkiran rumah sakit. Ia merangkul pinggang sang istri, kemudian mereka masuk kedalam rumah sakit terbesar di kota itu, atau lebih tepatnya rumah sakit milik Opa Kiran.
Para staf dan juga orang yang sedang membesuk keluarga mereka terpesona melihat ketampanan dan juga kecantikan pasutri itu.
Semua staf itu juga memberi hormat pada cucu sang empunya rumah sakit.
Kiran hanya menganggukkan kepalanya, membalas setiap sapaan para karyawan yang kebetulan lewat. Sedangkan Darren tetap memasang wajah datarnya.
Pasangan itu terlihat sangat serasi satu sama lainnya. Pasutri itu tidak menghiraukan tatapan orang-orang itu. Mereka terus berjalan melewati orang-orang yang ada di sana.
Kiran heran melihat tulisan yang ada di depan pintu ruangan dokter yang akan mereka temui. Ia melirik suaminya.
" Hubby ini?"
" Iya sayang, kita akan memeriksa kandungan kamu"
" Ka-kandungan?"
" Hhmm"
" Maksud hubby, aku hamil begitu?"
" Iya sayangku, cintaku" jawab Darren sambil mengecup kening sang istri.
" Serius By? hubby nggak lagi nge-prank aku kan?"
Darren tersenyum mendengar pertanyaan istrinya itu. " Serius sayang, makanya sekarang kita akan memastikannya"
" A-aku senang banget By" kata Kiran sambil memeluk suaminya itu. Darren pun membalas pelukan istrinya.
"Sekarang kita masuk ya"
" Hhmm"
Pasutri itu masuk kedalam ruangan dokter obgyn. Ya sebelumnya Darren sudah membuat janji dengan dokter itu.
" Selamat datang tuan dan nona Narendra"
" Makasih Dok"
" Silakan duduk"
Kiran duduk di kursi yang ada di depan meja praktik dokter cantik itu.
" Seperti yang sudah tuan bilang kemarin sama saya, bahwa hari ini tuan dan nona mau memastikan kebenarannya"
" Iya Dok, saya ingin memastikan apakah istri saya beneran hamil atau tidak"
" Baiklah, mari kita lihat. Silakan nona berbaring di bed yang ada di sana"
Kiran agak ragu untuk berbaring di sana. Ia takut kalau tidak hamil. Dan itu pasti akan membuat suaminya kecewa dan juga sedih.
" Silakan nona"
" Ah i-iya "
Kiran pun berbaring di atas bed itu. Darren dengan setia berada di samping istrinya itu. Ia sangat antusias untuk melihat hasilnya.
Dokter mulai mengoleskan gel ke perut Kiran. Dingin, itulah yang di rasakan Kiran saat gel itu sudah berada dia atas permukaan kulit perutnya.
" Tuan dan nona silakan perhatikan layar monitor yang ada di samping kanan nona"
Mata Darren langsung tertuju pada layar itu. Ia tampak fokus melihat pergerakan gambar yang ada di sana.
" Apa yang tuan dan nona lihat di sana?"
" Tidak ada Dok, hanya saja ada titik kecil"
Dokter itu tersenyum. " Ada berapa titiknya?"
__ADS_1
" Dua Dok" jawab Kiran dan Darren berbarengan.
" Selamat ya tuan, nona. Kalian akan mempunyai bayi kembar"
" Ke-kembar?" tanya Darren.
" Iya tuan, kembar"
" Sayang, kamu dengar apa yang di bilang dokter barusan. Kita akan punya anak kembar"
" Iya hubby" kata Kiran dengan mata berkaca-kaca.
" Terima kasih ya Allah. Makasih sayang" ucap Darren sambil mengecup kening sang istri.
Dokter itu turut merasakan kebahagiaan pasutri itu. Pemandangan itulah yang selalu dokter itu lihat setiap dari pasangan yang baru menikah dan menginginkan anak.
" Tapi Dok, kenapa calon anak-anak saya kecil seperti itu?" tanya Darren.
" Tentu saja masih kecil tuan. Karena usia kandungan nona baru jalan 2 Minggu"
" Dua Minggu?"
" Iya tuan"
" Apa keadaan mereka baik-baik saja Dok?"
" Mereka sehat nona"
" Apa kami bisa mendengarkan detak jantungnya dokter?" tanya Darren.
" Belum tuan, mengingat usia kandungan nona masih dua Minggu?"
" Jadi kapan kami bisa mendengarkan detak jantungnya Dok?"
" Saat usia kandungan nona sudah delapan Minggu "
Walaupun begitu ia sangat bahagia sekaligus terharu melihat dua bintik kecil yang sedang tumbuh dan berkembang di perut istrinya. Begitu juga dengan Kiran.
Setelah selesai, dokter itu membersihkan sisa gel yang ada di perut Kiran. Setelah itu mereka duduk kembali di kursi tadi.
" Mengingat usia kandungan nona sangat muda dan juga rentan. Jadi saya harap tuan harus benar-benar memperhatikan nona"
" Baik Dok"
" Apa nona ada merasakan mual dan muntah?"
" Iya Dok. Apa itu membahayakan kesehatan calon baby saya Dok?" tanya Kiran.
" Tidak nona. Itu sudah biasa terjadi pada ibu hamil trimester pertama. Nanti saya akan berikan vitamin sama obat pengurang rasa mual"
Darren teringat akan sesuatu. Ia harus menanyakan ini, karena ini sangat penting untuk dia dan juga juniornya.
" Apa kami masih bisa melakukan hubungan intim Dok?" tanya Darren.
Kiran kaget mendengar pertanyaan suaminya itu. Ia tidak menyangka suaminya itu akan bertanya soal itu.
Dokter itu tersenyum. " Kalau untuk sekarang di tahan dulu ya tuan, mengingat kehamilan nona masih muda"
" Kira-kira berapa lama ya Dok?"
" Mungkin dua atau tiga bulan "
Mata Darren membulat sempurna mendengar ucapan dokter itu. Ia tidak menyangka juniornya akan menganggur selama itu.
Kiran tersenyum mendengar ucapan dokter itu. Tapi ia juga kasihan sama suaminya itu. Karena ia sangat tau betapa mesumnya suaminya itu.
" Sabar ya By" kata Kiran sambil menahan tawanya.
" Apa adalagi yang ingin ditanyakan tuan, nona?"
__ADS_1
" Nggak ada Dok" jawab Kiran.
" Baiklah, ini vitamin sama obat untuk menghilangkan rasa mual anda nona. Jangan lupa minum susu khusus ibu hamil juga ya nona"
" Baik Dok"
" Untuk tuan, anda harus banyak-banyak bersabar untuk menghadapi sikap ibu hamil. Karena hormon ibu hamil itu suka berubah-ubah"
" Tenang Dok, stok sabar saya masih banyak kok"
" Syukurlah tuan"
" Kalau begitu kami permisi dulu Dok"
" Baik nona, tuan"
Darren dan istrinya pergi meninggalkan ruangan dokter itu. Senyuman terus saja terukir dibibir Kiran. Ia terus memandang foto USG yang ada di tangannya itu.
Kebalikan dari sang istri. Darren malah terlihat lesu tidak bersemangat. Bagaimana tidak, juniornya akan puasa sangat lama dan itu sangat menyiksanya. Tapi ia senang karena di berikan dua bayi sekaligus sama yang maha kuasa.
" Nggak nyangka mereka sudah hadir dua Minggu di sini" kata Darren sambil mengelus perut istrinya setelah mereka masuk kedalam mobil.
" Hubby bahagia nggak?" tanya Kiran.
" Tentu saja bahagia sayang. Berarti aku hebat dan kuat ya honey?"
" Hhmm"
Mommy harus tau seberapa hebatnya putranya ini. Enak aja kemarin mommy meragukan kejantananku.
" Sehat-sehat selalu mommy dan calon anak-anak Daddy"
" Makasih hubby"
" Mau langsung pulang, atau gimana?" tanya Darren pada istrinya.
" Pulang aja deh By, tapi sebelum pulang mampir ke supermarket dulu ya"
" Siap istriku"
Darren melajukan mobilnya meninggalkan area rumah sakit. Mengingat istrinya lagi hamil, Ia melajukan mobilnya dengan pelan dan juga hati-hati.
" Orang tua kamu nggak di kasih tau honey?"
" Nanti pas nyampe di mansion By"
" Tapi jangan bilang dulu sama mereka kalau kamu hamil bayi kembar. Biar nanti jadi kejutan untuk mereka"
" Siap By"
Darren menepikan mobilnya saat melihat supermarket. Ia memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang ada di supermarket itu. Kiran turun dari mobil setelah suaminya membukakan pintu mobil untuknya.
Seperti biasa pasutri itu selalu menjadi pusat perhatian orang-orang sekitar. Aura yang dibawa pasutri itu sangat luar biasa. Dan seperti biasa juga mereka tidak menghiraukan tatapan orang-orang itu.
Darren mengambil troli untuk memudahkan mereka membawa barang belanjaan nanti. Tujuan pertama mereka adalah, rak tempat susu formula untuk ibu hamil. Setelah itu barulah mereka beli buah dan juga yang lainnya.
Setelah selesai membeli keperluan untuk istrinya. Darren membayar semua belanjaannya. Ia dan istrinya keluar dari supermarket itu dengan membawa satu kantong plastik barang belanjaan mereka tadi. Darren melanjutkan perjalanan mereka menuju mansion-nya.
To be continue.
Calon hot Daddy.
Calon hot mommy.
Happy reading ππ
__ADS_1