
Helikopter yang akan membawa manten baru itu sudah menunggu di tempat landasannya. Ya pasutri itu akan berangkat menggunakan helikopter.
Semua keluarga besar melepas kepergian mereka dengan suka cita. Mereka semua berharap, setelah manten baru itu kembali akan segera membawa berita yang membahagiakan.
" Kita berangkat dulu ya semuanya" pamit Darren.
" Hati-hati, semoga selamat sampai di pulau"
" Aamiin, terima kasih semuanya"
Setelah berpamitan, manten baru itu naik keatas helikopter. Darren memasangkan sabuk pengaman pada istrinya. Setelah itu dia memakaikan headphone untuk memudahkan mereka berkomunikasi. Karena suara baling-baling helikopter sangat keras bisa menghilangkan suara kita. Maka dari itu harus memakai headphone.
Suara baling-baling helikopter sudah mulai terdengar. Para keluarga besar sudah menjauh dari helipad. Karena suara dari baling-baling itu sangat menyakitkan telinga.
Helikopter mulai mengudara. Kiran langsung memegang tangan suaminya. Ini kali pertamanya dia naik helikopter, jadi dia sedikit takut.
Darren menggenggam tangan istrinya. Memberikan ketenangan untuk sang istri. Ia tau kalau istrinya takut. " Tenang ada aku"
Kiran tersenyum pada suaminya. Ia benar-benar bersyukur memiliki suami seperti Darren. Lelaki dengan sejuta pesona.
Manten baru itu mulai menikmati keindahan alam yang mereka lihat dari atas helikopter. Sungguh pemandangan yang luar biasa indahnya. Sawah yang hijau dan sangat luas, tampak indah dilihat dari atas sana. Darren senang karena istrinya sudah mulai menikmati perjalanan mereka.
Darren mengambil ponselnya, kemudian dia memotret istrinya yang lagi asik melihat pemandangan yang ada di luar sana. Ia mengunggah foto sang istri ke akun Instragramnya.
Nona muda Narendra sedang menikmati pemandangan. Sampai-sampai lupa sama suami.
Begitulah bunyi caption yang dia tulis pada foto yang dia unggah tadi. Karena saking banyaknya penggemar lelaki tampan itu, belum sampai satu menit, sudah banyak aja yang like dan juga komen status nya itu.
Darren hanya tersenyum membaca setiap komen yang ada di sana. Kebanyakan komen yang ada di sana semuanya mendoakan pernikahan mereka. Dia menyimpan kembali ponselnya kedalam saku celananya.
Setelah kurang lebih tiga jam berada di udara, helikopter itu pun mulai memasuki kawasan yang ada lautnya. Mata Kiran berbinar saat melihat lautan yang sangat indah, airnya juga terlihat jernih.
Helikopter itu mulai mencari tempat landasannya. Kiran menyadari kalau helikopter itu makin merendah. Ia melirik suaminya.
" Pulau kita"
" Ja-jadi ini pulaunya"
" Hhmm"
" Indah dan bagus banget"
" Diliat dari dekat lebih indah lagi honey"
Helikopter mendarat di helipad dengan aman. Manten baru itu keluar dari helikopter secara bergantian.
Saat kaki Kiran menginjakkan kakinya di pulau itu. Dia benar-benar takjub melihat keindahan pulau yang di jadikan mahar oleh suaminya itu. Ia yakin, harga pulau itu pasti tidak murah.
Darren ikut bahagia melihat senyum sang istri yang tak pernah pudar daritadi. Tidak sia-sia dia membeli pulau itu dan menjadikan mahar untuk sang istri.
" Kamu suka honey" kata Darren sambil memeluk sang istri dari belakang.
__ADS_1
" Suka banget, terima kasih"
" Sama-sama honey"
Kiran berlari menuju pantai yang berpasir putih itu. Bahkan ia membuka alas kakinya untuk bisa merasakan pasir putih itu.
" Tuan muda " sapa salah satu bodyguard Darren.
" Tolong bawakan barang saya dan juga barang nona muda"
" Baik tuan muda"
Darren menyusul istrinya yang asik berlarian dipinggir pantai seperti anak kecil. Sungguh pemandangan yang indah. Ia mengabadikan kembali momen langka itu dengan ponselnya.
" Honey kita ke villa dulu ya "
" Ya, padahal masih mau main"
" Ntar sore kita ke sini lagi"
" Benar ya "
" Hhmm"
" Baiklah"
Pasutri itu berjalan menuju villa pribadi yang ada di pulau itu. Kiran takjub melihat villa dua lantai itu. Villanya terlihat elegan dan juga mewah.
Para pelayan dan juga beberapa bodyguard sudah menunggu di depan pintu masuk. Mereka membukakan pada memberi hormat pada tuan dan nona muda mereka.
" Terima kasih "
Darren mengajak istrinya masuk kedalam villa mereka. Kiran sangat menyukai desain ruang tamu dan juga ruangan lainnya yang ada di sana.
" Sekarang kita lihat kamar yang akan kita tempati selama honeymoon" kata Darren.
Seketika wajah Kiran memerah. Ia tidak tau apa setelah ini Darren akan melepaskannya. Karena semalam suaminya itu sudah memberikan waktu untuk istirahat.
" Honey, kenapa masih berdiri di sana. Ayo naik, kita liat kamar kita"
Kiran mengikuti langkah suaminya. Mereka pun menaiki tangga menuju kamar yang akan mereka tempati.
Ceklek.
Pintu terbuka. Lagi-lagi Kiran takjub melihat kamar yang akan mereka tepati. Dari tempat tidur dia bisa melihat keindahan laut. Suaminya itu sungguh luar biasa.
Kiran membuka pintu yang terbuat dari kaca itu. Senyumnya langsung mengembang ketika melihat laut.
" Ini sangat indah"
__ADS_1
Darren memeluk istrinya dari belakang. Ia menyandarkan kepalanya dicuruk leher sang istri.
" Terima kasih " ucap Kiran.
" Terima kasih untuk apa?"
" Untuk semuanya. Aku benar-benar bersyukur di cintai lelaki seperti kamu. I love you my hubby "
Deg.
Jantung Darren seakan berhenti berdetak. Dia tidak menyangka istrinya akan mengungkapkan cinta padanya. Apa ini artinya istrinya sudah sepenuhnya mencintai dirinya. Dan apa tadi dia bilang ' hubby ' panggilan yang sangat dia tunggu-tunggu.
" Love you more my wife "
Darren mengecup bibir lembut milik sang istri. Awalnya cuma hanya kecupan, lama kelamaan kecupan itu berubah menjadi l*mat*n. Kiran mengalungkan tangannya di leher sang suami.
Darren menggendong istrinya ke kamar, tanpa melepaskan ciumannya. Dia membaringkan istrinya perlahan di atas kasur.
" Bolehkah aku melakukannya sekarang?" tanya Darren dengan suara berat.
Kiran melihat mata suaminya sudah berkabut gairah. Sepertinya ini sudah saatnya untuk dia menyerahkan mahkota yang sudah dia jaga selama ini. Ia menganggukkan kepalanya.
Darren sangat senang karena istrinya memberikan izin untuk melakukannya. Tanpa menunggu lama ia pun mulai memberikan sentuhan-sentuhan lembut pada sang istri.
Lelaki tampan itu mulai mengecup kening, kemudian turun ke mata. Setelah itu turun ke hidung dan juga kedua pipi sang istri. Terakhir Darren mengecup bibir nan Semerah Cherry itu.
Ciuman Darren turun ke leher jenjang sang istri. memberikan stempel kepemilikan di sana. Tidak hanya satu, tapi Darren meninggalkan beberapa stempel ke pemilikan di sana.
Entah sejak kapan tubuh mereka sudah polos tanpa sehelai benang pun. Darren masih melancarkan aksinya. Tangannya mulai aktif mencari gunung kembar milik sang istri.
Kiran menikmati setiap sentuhan yang di berikan suaminya. Suara desah*n pun lolos dari mulutnya, ketika suaminya merem*s salah satu gunung kembar miliknya.
Darren memainkan bulatan kecil yang menempel di atas gunung itu. Setelah puas memainkan, ia mulai mengis*p bulatan kecil yang berwarna pink itu secara bergantian.
Tubuh Kiran menegang seperti tersengat aliran listrik. Rasa ini sungguh membuatnya kehilangan akal sehat. Suaminya itu benar-benar membuatnya gila!.
Setelah dirasa istrinya sudah rileks. Barulah Darren mengarahkan juniornya ke gawang milik sang istri.
" Tahan ya, mungkin ini akan sedikit sakit"
Mendengar kata sakit, akal sehat Kiran kembali. Ia melihat junior milik sang suami sudah siap membobol gawangnya.
" Apa itu muat?" tanya Kiran dengan polosnya.
Darren tersenyum gemas mendengar pertanyaan sang istri. Bisa-bisanya istrinya bertanya di saat juniornya sudah mulai on.
Tanpa menjawab pertanyaan sang istri, dia langsung menerobos gawang yang sempit itu.
Kiran mencakar punggung Darren ketika junior itu berhasil membobol gawang miliknya. Darren hanya bisa ikhlas menerima cakaran itu. Yang penting juniornya bisa mereguk indahnya surga dunia itu.
To be continue.
__ADS_1
Kabuuuuuuur ππ»ββοΈππ»ββοΈππ»ββοΈ
Happy Reading ππ