Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Lamaran yang Amazing


__ADS_3

Doni terlihat tampan dengan memakai jas berwarna navy. Ia sudah siap untuk menjemput sang kekasih di apartemennya. Ya Serly pindah ke apartemen semenjak Nadia menikah.


" Mau kemana kamu Don, udah tampan kek gitu?" tanya Clarissa.


" Mau dinner nyonya"


" Ikut dong"


" Eh" kaget Doni.


" Udah Don, Mak tiri nggak usah kamu dengerin. Buruan pergi"


" Baik tuan muda. Saya jalan dulu"


" Hhmm"


Doni melajukan mobilnya meninggalkan mansion mewah milik tuan mudanya. Ya Doni memang tinggal di rumah yang terletak di belakang mansion mewah itu.


Clarissa menatap tajam putranya itu. " Kenapa kamu larang mommy ikut sama Doni"


" Itu acara dinner anak muda"


" Jadi maksud kamu mommy sudah tua begitu?"


" Aku nggak ada bilang begitu. Kalau mommy merasa gitu, ya bukan salah aku"


" Dasar anak durhakim, mommy kutuk jadi kaya kamu"


" Aamiin"


" Kok kamu malah bilang Aamiin"


" Ya kan mommy kutuk jadi orang kaya, ya aku Aminin lha"


" Masa mommy bilang gitu?"


" Iya, katanya belum tua. Tapi omongan tadi aja bisa lupa" kata Darren sambil berlalu pergi.


" Dasar anak durhakim!"


Darren tersenyum penuh kemenangan. Akhirnya ia bisa mengalahkan mommy-nya itu. Ia berjalan menuju kamarnya untuk menemui istri dan baby twins-nya.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Doni baru sampai di apartemen mewah milik kekasihnya. Ia sangat gugup malam ini. Padahal ia sudah sering ngajak kekasihnya itu dinner, tapi dinner sekarang ini beda dari biasanya.


Doni menghela nafasnya untuk mengurangi rasa gugupnya. Setelah ia sudah tidak gugup lagi, ia pun memencet bel yang ada di sana.


Ting nong.


Sepertinya penghuni apartemen itu sudah tau siapa yang akan datang. Karena tidak butuh waktu lama, pintu apartemen itu terbuka menampakkan sosok wanita yang sangat cantik.


Doni terpesona melihat penampilan kekasihnya malam ini. Kekasihnya itu terlihat sangat cantik dengan gaun yang ia pilihkan kemarin.


" You are beautiful tonight "


" Jadi cantiknya cuma malam ini?"


" Nggak, kamu cantik setiap hari. Tapi malam ini lebih cantik"


" Makasih. Kamu juga tampan seperti biasanya"


" Sudah siap berangkat gadis bar-bar ku?"


" Sudah bodyguard tampanku"


Doni mengulurkan tangannya pada sang kekasih. Dengan senang hati Serly menerima uluran tangan kekasihnya itu.


Mereka berjalan sambil bergandengan tangan menuju mobil. Doni membukakan pintu mobil untuk kekasih tercinta.


" Silakan masuk ratu hatiku"

__ADS_1


" Terima kasih raja hatiku"


Doni menutup pintu mobil setelah memastikan kalau kekasihnya sudah duduk dengan baik. Ia pun masuk kedalam mobil dan duduk di kursi kemudi.


Mobil mewah itu melaju meninggalkan apartemen mewah itu. Perlahan mobil itupun sampai di jalan raya.


" Kita mau dinner dimana?"


" Nanti kamu juga tau"


" Ih kamu udah main rahasia-rahasian sama aku"


" Anggap aja aku lagi surprise untuk kamu"


" Baiklah, aku penasaran surprise seperti apa yang sudah kamu persiapkan untuk aku"


Mobil mewah itu pun berhenti di parkiran sebuah restoran yang ada di pinggir pantai. Serly mengeyitkan alisnya karena mobil kekasih berhenti di parkiran restoran. Ia bingungnya bukan karena tempat parkirnya, tapi restorannya yang seperti tidak ada pengunjung.


" Kita mau dinner disini?"


" Hhhmm"


" Kamu yakin mau dinner di sini?"


" Yakin. Emang kenapa?"


" Nggak apa-apa. Cuma agak horor aja"


" Horor?"


" Iya. Coba kamu liat, restoran ini kelihatan sepi. Dan lagi tempatnya di pinggir pantai lagi"


" Kamu takut?"


" Takut? tentu saja tidak"


" Lantas?"


" Aku cuma takut setannya iri melihat kecantikan aku" kata Serly sambil tersenyum menampilkan sederetan giginya yang putih.


Mereka pun berjalan menuju pintu masuk. Pintu restoran terbuka dengan sendirinya. Bersamaan dengan itu lampu yang ada di restoran itu juga menyala.


Serly menutup mulutnya karena kaget melihat dekorasi restoran itu. Kelompok bunga mawar ada di mana-mana. Ia melirik lelaki tampan yang ada di sampingnya itu.


" I-ini?"


" Ini surprise pertama aku untuk kamu. Yuk masuk"


Serly masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang. Ia tidak menyangka kekasihnya bisa seromantis ini.


" Silakan duduk nona "


" Terima kasih"


Doni mengambil satu buket bunga mawar merah yang sudah ia siapkan untuk ke kasihnya itu. " Nih untuk kamu"


" A-apa ini?"


" Bunga sayang"


" Ah bunga bank kah"


" Bukan, bunga lambang cinta aku untuk kamu"


" Uh, so sweet banget sih bodyguard tampan aku. Jadi pengen timpuk"


" Kok timpuk?"


" Eh salah, maksud aku *****"


Doni menggelengkan kepalanya. Kekasihnya itu benar-benar sudah merusak suasana romantis malam ini.

__ADS_1


Cup.


Mata Doni membulat sempurna. Ia tidak menyangka kalau kekasihnya akan menciumnya. Ya walaupun ciumannya cuma di pipi.


" Jangan cemberut gitu, ntar tampannya ilang"


" Aku nggak cemberut kok" kata Doni sambil tersenyum.


Sementara di salah satu pojokan terlihat pasutri sedang menahan tawa mereka melihat kejadian yang ada di depan mata mereka.


" Teman kamu merusak suasana aja yank" kata Romy.


Ya pasutri itu adalah Tomy dan juga Nadia. Mereka tiba di restoran itu sebelum Doni dan Serly sampai di restoran itu. Karena mereka bertugas menyalakan lampu.


" Sssstt jangan berisik"


Romy pun membuat gerakan mengunci mulut. Karena kalau ia masih ngomong, bisa-bisa ia puasa malam ini.


Doni pun meminta pelayan untuk menyajikan makanan untuk makan malam mereka. Setelah makanan tersaji, para pelayan itu pun pamit undur diri.


Sepasang kekasih itu mulai menyantap makanan yang sudah ada di hadapan mereka. Doni memotong daging steak yang ada di piringnya menjadi potongan kecil-kecil. Kemudian ia memberikan pada kekasihnya itu.


" Kamu makan yang ini aja ya"


" Makasih"


Serly memasukkan potongan steak itu kedalam mulutnya. Dagingnya terasa lembut dan rasanya sangat enak.


" Kami suka"


" Hhmm"


Doni senang karena kekasihnya menyukai steak yang ia pesan. Ya dia sudah meminta Romy untuk mengatakan pada koki restoran itu untuk menyajikan makanan favorit yang ada di restoran itu.


Steak yang ada di piring mereka berdua pun habis. Sekarang mereka akan menyantap dessert. Untuk dessert nya, Doni memilih Ice cream.


Mata Serly berbinar melihat ice cream yang ada di hadapannya. Ia memang suka dengan ice cream. Tanpa menunggu lama ia langsung menyantap ice cream yang sudah memanggil untuk si santap.


Serly merasakan ada sesuatu di dalam mulutnya. Ia mengambil benda yang hampir saja tertelan olehnya.


Ia kaget melihat benda yang hampir tertelan olehnya tadi. " Cincin?"


Doni pura-pura tidak mendengar ucapan kekasihnya itu. Ia masih menyantap ice cream yang ada di hadapannya.


" Kamu dapat cincin juga nggak?"


" Nggak. Emang kamu dapat?"


" Iya, malah cincinnya bagus lagi. Apa cincin chef nya jatuh ke dalam ice cream kali ya?"


Uhuk.. uhuk..


Doni tersedak sama ice cream yang ada di mulutnya. Serly segera memberikan segelas air putih pada kekasihnya itu.


" Kamu makannya pelan-pelan dong?"


Doni segera meneguk segelas air putih itu hingga habis. Ia tidak menyangka kekasihnya se polos itu. Masa dia berpikir itu cincin chef.


Sama seperti Doni. Romy dan juga Nadia juga tidak menyangka kalau Serly akan bicara seperti itu. Ia tidak menyangka sahabatnya bodoh di saat seperti ini.


Doni menatap kekasihnya itu. Ia mengambil cincin itu dari tangan kekasihnya. Kemudian ia mencuci cincin itu.


" Cincin ini milik kamu. Aku yang membelikannya untuk kamu. Serly Angelina, you Will marry me " kata Doni sambil berjongkok di depan kekasihnya.


Serly kaget melihat kekasihnya melamar sambil berlutut di hadapannya. " Yes i Will "


Doni tersenyum mendengar jawaban kekasihnya. Ia langsung memasangkan cincin itu ke jari manis sang kekasih.


Nadia dan Romy pun bertepuk tangan melihat lamaran Doni untuk Serly. Doni dan Serly terkejut melihat sahabat mereka juga ada di sana.


Doni merasa malu. Pasti Romy melihat semua kejadian yang terjadi dari tadi. Pasti ia akan jadi bahan tertawaan sahabatnya itu.

__ADS_1


To be continue


Happy reading 😚😚


__ADS_2