Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Awal baru


__ADS_3

" Zanna Kirania Dwipangga. Will you marry me ?"


" Yes, I will "


Senyum Darren pun mengembang mendengar jawaban dari Kiran. Tanpa menunggu lama, dia segera menyematkan cincin bertatahkan berlian itu ke jari manis Kiran. Kemudian mengecupnya.


" Terima kasih" ucap Darren.


" Sama-sama, sekarang kamu berdiri"


" Ah iya, saking senangnya aku karena kamu terima lamaran aku. Jadi aku lupa untuk berdiri lagi"


Kiran tersenyum mendengar ucapan Darren. Dia tidak menyangka Darren akan sebahagia itu hanya karena lamarannya di terima.


" Bisa balik badannya sebentar?" pinta Darren.


" Emang kamu mau ngapain?"


" Udah balik aja dulu"


Kiran pun mengikuti permintaan lelaki tampan itu. Setelah Kiran berbalik, Darren mengambil kalung, kemudian memasangkannya di leher jenjang wanitanya. Kini kalung cantik itu sudah terpasang cantik di leher Kiran.


" Ini?"


" Untuk kamu orang yang paling spesial di hidup aku"


Kiran refleks memeluk Darren. Darren kaget sekaligus senang, karena ini kali pertamanya Kiran memeluknya. Dia pun membalas pelukan wanitanya. Menghirup aroma wangi dari tubuh Kiran.


" Terima kasih"


" Sama-sama honey"


Kedua insan itu masih berpelukan. Beberapa menit kemudian Kiran melepaskan pelukannya. Wajahnya memerah karena sudah berani memeluk lelaki tampan itu.


" Aku suka liat kamu yang malu-malu gitu"


" Darren!"


" Iya sayang"


" Ngeselin!"


" Mau dansa sama aku nggak?"


" Musiknya"


" Tenang"


Darren mengambil ponselnya, kemudian dia menyetel lagu untuk dansanya.


" Mau berdansa denganku nona?" tanya Darren sambil mengulurkan tangannya pada Kiran.


" Of course " jawab Kiran sambil menyambut uluran tangan Darren.


Mereka mulai berdansa ditemani musik yang di putar melalui ponsel Darren. Tubuh mereka mulai bergerak mengikuti alunan musik. Kiran sudah mulai bisa mengikuti setiap gerakan Darren.


" Kamu sudah pintar ya berdansa sekarang?" tanya Darren di sela-sela dansa mereka.


" Sedikit. Lagipula aku nggak semahir kamu"


" Ini sudah bisa dibilang mahir"


" Benarkah?"


" Hhmm"


Kedua insan itu masih asik berdansa. Namun beberapa menit kemudian, suasana romantis itu harus lenyap karena bunyi nada dering ponsel Darren yang sangat lucu. Mak tiri is calling itulah bunyi nada deringnya.


Kiran mengatupkan kedua bibirnya, agar tawanya tidak lepas. Dia tidak habis pikir Darren memberi nada seperti itu.

__ADS_1


" Bentar ya, aku jawab telpon mommy dulu"


" Iya" kata Kiran sambil menganggukkan kepalanya kepalanya.


Darren segera menggeser tombol hijau yang ada di ponselnya itu.


" Hallo Mom"


" Kenapa suara kamu kek lagi kesal gitu"


" Udah tau nanya"


Terdengar suara tawa di seberang sana.


" Mommy pengin banget liat ekspresi wajah kamu yang lagi kesal gitu. Video call "


" Nggak! "


" Ayolah anak mommy yang tampan, video call"


" Kalau nggak ada yang penting, aku matiin dulu telponnya"


Tut.


Tanpa menunggu jawaban dari sang mommy, Darren langsung mematikan sambungan teleponnya.


" Apa dia benar-benar mommy ku. Kenapa setiap aku berduaan dengan gadisku, mommy selalu saja mengganggu"


Darren menyimpan ponselnya kedalam saku celananya. Tapi sebelum itu dia mematikan daya ponselnya itu, supaya mommy-nya tidak bisa lagi menghubunginya.


" Udah siap "


" Hhmm"


Kiran tau Darren pasti sedang kesal. Dia pun berniat menghibur lelaki tampan itu.


" Mau lanjut dansa lagi?"


Kedua insan itu melanjutkan dansa yang sempat terganggu oleh mommy Darren tadi. Tubuh mereka mulai bergerak mengikuti alunan musik yang di putar dari ponsel Darren.


Selesai acara dinner dan lamaran dadakannya, Darren mengantarkan tunangannya pulang ke rumahnya. Malam ini status mereka berdua sudah berubah menjadi tunangan.


" Mau langsung pulang atau gimana?" tanya Darren di sela-sela nyetirnya.


" Langsung pulang, lagian ini juga sudah malam"


" Baru jam 10 honey" kata Darren sambil melirik jam tangannya.


" Udah malam kan itu"


" Nggak juga, tapi kalau kamu mau pulang juga nggak apa-apa"


" Emang rencananya kamu mau pergi kemana lagi?"


" Nggak ada sih"


" Ya udah kita pulang aja"


" Baiklah calon istriku, kita pulang"


Kiran tersenyum malu mendengar ucapan Darren barusan. Lelaki tampan itu memang selalu bisa membuatnya salah tingkah.


Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit, mobil mewah itu sampai di rumah Kiran. Darren turun lebih dulu dari mobil, kemudian dia membukakan pintu mobil untuk wanitanya.


" Aku masuk dulu ya"


" Nggak ada ciuman selamat malam?" tanya Darren.


" Eh"

__ADS_1


" Iya, cium aku di sini" kata Darren sambil menunjuk pipinya.


" Emang harus ya?"


" Harus dong"


" Kok harus"


" Biar tidur aku nyenyak dan tidak di gigit nyamuk"


" Apa hubungannya?"


" Ada dong! kalau kamu cium aku, ntar ada tulisan yang muncul"


" Apa?"


" Cowok tampan ini sudah milik Zanna Kirania Dwipangga"


" Ck.. ngaco"


" Ya udah kalau emang nggak mau"


Cup.


Darren kaget sampai matanya membulat dengan sempurna. Dia tidak menyangka kalau Kiran benar-benar menciumnya. Saat akan bicara, wanitanya itu sudah lari terbirit-birit ke dalam rumah.


Lucu banget sih dia.


Setelah mendapatkan vitamin dari wanitanya, Darren masuk kedalam mobilnya. Dia melajukan mobil mewahnya ke rumahnya. Hari ini sungguh sangat membahagiakan.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Daffin sedang berada di kediaman Anggun. Dia ingin menanyakan di mana Kiran sekarang tinggal. Karena dia tidak bisa menemukan keberadaan Kiran.


" Malam Om, Tante " sapa Daffin basa-basi.


" Malam, silakan duduk" kata Vandy.


" Makasih Om, tapi saya kesini cuma mau menanyakan tempat tinggal princess"


" Kenapa kamu ingin tau tempat tinggal Princess? apa kamu mau menyakiti putri saya lagi. Iya?!" kata Anggun.


" Sayang sabar" kata Vandy sambil menenangkan sang istri.


" Gimana mau tenang, dia itu sudah pernah menyakiti putri kita. Tapi sekarang dia menanyakan tempat tinggal putri kita. Jangan harap!"


" Maaf ya Fin, bukannya Om nggak mau ngasih tau, tapi putri Om sudah berpesan untuk tidak boleh mengatakan pada siapapun dimana dia tinggal sekarang"


Daffin berlutut di depan Vandy. " Aku mohon Om, tolong kasih tau aku dimana tempat tinggal princess yang sekarang"


" Apa yang kamu lakukan, cepat berdiri" kata Vandy.


" Aku nggak akan bangun kalau Om belum ngasih tau aku dimana tempat tinggal princess sekarang"


" Maaf Fin Om nggak bisa" kata Vandy sambil berlalu pergi meninggalkan Daffin yang masih berlutut.


" Jangan pernah kamu temui putri saya lagi. Dia sekarang sudah bahagia dengan lelaki yang mencintainya" kata Anggun.


" Apa maksud Tante?"


" Aku rasa kau bukan lelaki bodoh! putriku sudah bahagia dengan lelaki pilihannya, jadi menjauh lha dari kehidupannya. Sekarang pergi dari rumah saya" kata Anggun sambil berlalu pergi meninggalkan Daffin.


Anggun sebenarnya tidak ingin mengusir Daffin dari rumahnya. Tapi entah kenapa setiap melihat Daffin, dia selalu terbayang bagaimana perlakuan Daffin pada putrinya.


" Nggak! nggak mungkin Kiran sama lelaki lain. Aku tau dia masih mencintai aku. Ya dia masih mencintai aku. Besok aku akan mencari Kiran" kata Daffin.


Daffin pergi meninggalkan rumah Anggun dengan perasaan kecewa. Dia juga tidak bisa marah pada orang tua Kiran. Karena di sini memang dialah yang bersalah.


To be continue.

__ADS_1


Cie.. Diterima 🀭


Happy Reading 😚😚


__ADS_2