
Keesokan harinya.
Darren sudah rapi dengan pakaian kantornya. Hari ini ia akan pergi ke kantor. Tapi sebelum ke kantor ia akan mengantarkan istrinya ke rumah Romy.
" Sayang sudah siap belum?"
" Bentar By, ini lagi ngambil pakaian ganti untuk baby twins"
Kiran segera memasukkan semua keperluan baby twins kedalam tas. Walaupun pelayan ada banyak, tapi untuk urusan pakaian dan semua keperluan baby twins harus dia sendiri yang menyiapkan.
" Yuk By berangkat"
" Tasnya biar si mbak aja yang bawa"
" Hhmm"
Kiran meminta tolong pada si mbak untuk membawakan tas baby twins. Sedangkan Darren menggendong baby Alexa dan Kiran menggendong baby Axel. Mereka masuk kedalam lift menuju lantai satu.
" Mbak tolong, jagain baby twins bentar ya. Aku sama hubby mau sarapan dulu"
" Iya nona"
Dengan senang hati pelayan itu menjaga baby twins. Karena baby twins bukanlah baby yang rewel. Mereka baby yang sangat menyenangkan. Apalagi baby Axel yang jarang tersenyum seperti tuan muda mereka dulu.
Kiran melayani suaminya. Ia mengambilkan nasi goreng untuk suaminya dan setelah itu untuk Nando. Ya pagi ini mereka akan sarapan sama nasi goreng.
" Nando nanti ke sekolahnya bareng kakak aja ya?"
" Ok Kak"
Sekolah Nando memang satu arah dengan rumah Nadia. Jadi sambil ke rumah Nadia, ia bisa mengantarkan remaja tampan itu terlebih dahulu ke sekolahnya.
Mereka bertiga mulai menyantap nasi goreng yang ada di piring mereka masing-masing. Mereka makan dengan hikmat tanpa ada yang berbicara satu orang pun.
Selesai sarapan, mereka langsung berangkat menuju rumah Nadia, tapi sebelum itu mereka akan pergi mengantarkan Nando ke sekolahnya.
Mobil mewah milik Darren melaju meninggalkan mansion. Diikuti sama mobil bodyguard di belakang. Darren hanya membawa sedikit pengawal. Karena ia tidak ingin nantinya menjadi pusat perhatian orang-orang.
Suasana jalanan ibukota sudah mulai padat sama kendaraan. Mungkin karena bertepatan dengan jam kerja dan juga sekolah, jadi jalanan agak macet.
Setelah menempuh perjalanan selama 20. Mereka sampai di depan pintu gerbang sekolah. Nando berpamitan kepada kakak dan juga abangnya. Selesai berpamitan, ia turun dari mobil.
Banyak pasang mata yang melihat Nando turun dari mobil mewah. Mereka bertanya-tanya, Nando anak siapa? karena mereka tau mobil mewah yang dinaiki Nando tadi sangat mahal dan hanya ada tiga di dunia.
Nando langsung masuk ke dalam sekolahnya. Setelah Nando masuk kedalam sekolah. Darren Melajukan mobilnya kembali menuju rumah Nadia.
Jarak rumah Nadia dengan sekolah Nando tidak terlalu jauh. Jadi tidak butuh waktu lama mereka pun sampai di rumah Nadia.
Salah satu bodyguard membukakan pintu untuk nona dan tuan mudanya. Pasutri itu turun dari mobil dengan membawa baby twins. Diikuti beberapa pelayan.
" Baby twins aunty, udah datang" kata Nadia yang langsung mengambil alih baby Axel dari gendongan Kiran.
" Romy mana Nad?" tanya Darren.
" Lagi pake sepatu"
Tak berselang lama Romy pun muncul dengan pakaian kantornya. Kedua suami tampan itu berpamitan pada istri mereka masing-masing.
" Maaf nggak bisa jemput nanti" kata Darren.
" Nggak apa-apa By "
__ADS_1
" Nanti pulangnya hati-hati ya"
" Iya. Hubby juga ya"
" Berangkat dulu ya sayang"
" Iya By, semangat kerjanya"
" Makasih sayang"
Darren mengecup kening istrinya. Setelah itu ia masuk kedalam mobil. Ia membuka kaca mobilnya, kemudian melambaikan tangannya pada istri dan anaknya.
Kiran masih melambaikan tangannya. Setelah mobil suaminya menjauh dari pandangannya, barulah ia masuk kedalam rumah.
" Eh siapa ini yang datang?" tanya mama Nadia.
" Twins keluarga Narendra Ma "
" Makin tampan dan cantik aja sih kalian" puji Sandra sambil mencium pipi Alexa dan Axel.
Alexa tersenyum mendapatkan ciuman dari mama Nadia. Sedangkan Axel hanya diam. Ia asik memainkan jempolnya.
" Sehat-sehat selalu ya kalian"
" Makasih Nek doanya" ucap Kiran sambil menirukan suara anak kecil.
" Kalian lanjut ngobrol lagi ya. Tante mau lanjutkan bikin kue dulu"
" Tante bikin kue?"
" Iya, Nadia pengin dibuatkan brownies"
" Kamu ngidam Nad?"
" Ya udah, Tante tinggal dulu ya"
" Ok Tan"
Sandra pun pergi ke dapur untuk melanjutkan pekerjaannya. Yaitu membuat brownies untuk bumil.
" Selamat ya Nad, akhirnya kamu ngisi juga"
" Makasih, ini berkat doa kamu juga"
" Nanti baby twins bakal punya adek dari kamu dan juga Serly"
" Aku kasihan sama dia. Soalnya dia sendiri yang menghandle pekerjaan yang ada di perusahaan"
" Iya, tapi aku udah kasih bonus untuk dia"
" Benarkah?"
" Iya. Nggak lama lagi aku juga udah bisa ke perusahaan lagi"
" Terus baby twins gimana?"
" Di ajak, tapi tunggu umur mereka tiga atau empat bulan lagi lha"
" Waktu hamil dulu, kamu pernah minta berhubungan intim duluan nggak sama Darren?"
" Pernah. Sering malah"
__ADS_1
" Se-sering?"
" Hhmm"
" Emang nggak apa-apa kita minta duluan?"
" Ya nggak apa-apa lha. Pahalanya gede malah"
" Apa mereka nggak akan berpikir kalau kita murahan?"
" Ya nggak lha Nad. Emang Romy berpikir kek gitu"
" Nggak sih. Aku cuma takut aja dia bilang kek gitu"
" Suami yang baik dan juga mencintai istrinya tidak akan pernah berpikiran sempit kek gitu. Justru mereka senang kalau kita minta duluan"
" Dalam beberapa hari ini aku ingin banget melakukan itu. Tapi karena takut dibilang murahan, aku takut mengatakan sama suami aku"
" Nanti malam, kamu senang kan hati suami kamu. Pakai lingerie yang bagus. Aku yakin Romy pasti suka"
" Benar nggak apa-apa?"
" Benar, percaya sama senior kamu ini"
" Ck,, mentang-mentang udah pernah coba"
" Berbagi ilmu Nad. Oh iya kamu udah liat jalan Serly nggak kemarin?"
" Nggak, soalnya kamu kan tau beberapa hari kemarin aku mual dan muntah. Jadi Romy nggak bolehin aku kemana-mana"
" Ya wajar sih Nad. Aku juga gitu dulu, waktu hamil baby twins"
" Iya tau. Suami kamu itu kan bucin akut sama kamu"
" Ck,, kek Romy nggak aja"
Nadia tersenyum mendengar ucapan sahabatnya itu. Emang benar yang dibilang sahabatnya itu, kalau suaminya memang sudah bucin akut sama dirinya.
" Oh iya buah sama sayur yang dari Bang Norman kemarin, aku kirim ke panti asuhan"
" Ya bagus. Lagian sayur sama buah sebanyak itu nggak bakal habis sama kita"
" Benar banget. Aku senang melihat mereka udah berubah dan bahkan sekarang mereka udah sukses "
" Sudah seharusnya begitu kan? karena mau sampai kapan mereka kerja sebagai pembunuh bayaran. Lagipula uang dari kerajaan seperti itu tidak bagus untuk tumbuh kembang anak mereka"
" Iya juga sih. Karena yang mereka bunuh belum tentu orang jahat semua"
" Kapan-kapan kita akan lihat perkebunan sayur milik mereka"
" Bukankah Daffin juga jadi juragan sayur sekarang?"
" Iya. Dia juga semakin sukses sekarang "
" Apa kamu masih membenci dia?"
" Tidak. Aku sudah memaafkan semua kesalahannya. Aku berharap semoga dia menemukan pendamping hidup yang baik"
" Aamiin"
Kedua wanita cantik itu menghabiskan waktu dengan mengobrol. Sedangkan baby twins sudah terlelap karena mendengarkan obrolan mommy dan aunty-nya.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading ππ