Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Penolong


__ADS_3

" Mati kau!"


" Princess awas!"


Bug.


Kiran kaget saat melihat salah satu anak buah Titin sudah terkapar tak berdaya. Tapi setelah itu pandangannya tertuju pada sosok tampan yang berdiri sambil dengan satu kakinya berada di atas tubuh preman itu.


" Jangan pernah lengah sebelum memastikan lawan kamu benar-benar tak berdaya"


" Darren"


Darren tersenyum melihat ekspresi wajah wanitanya. " Sorry telat "


Kiran masih tidak percaya melihat cowok tampan yang ada di hadapannya itu. Bukankah tadi dia bilang nggak bisa datang? tapi kenapa sekarang lelaki itu ada di sini.


" Hei, are you ok ?" tanya Darren sambil melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Kiran.


" Ini beneran kamu?"


Darren terkekeh mendengar pertanyaan gadis kecilnya itu. " Iya honey, ini aku. Calon suami kamu"


Kiran refleks memeluk tubuh Darren. Dengan senang hati lelaki tampan itu membalas pelukan sang pujaan hati.


" Belum sampe satu hari nggak ketemu kamu udah kangen aja sama aku" kata Darren.


Kiran langsung melepaskan pelukannya dari Darren. Dia merutuki dirinya sendiri yang dengan tidak tau malunya memeluk lelaki itu.


Ehem.


" Si-siapa juga yang kangen sama kamu. Oh iya, kenapa kamu bisa ada di sini"


" Insting honey. Tadi pas lagi meeting aku merasa kamu dalam bahaya, jadi aku bergegas ke sini"


" Iya, dia meninggal ruang meeting begitu saja" kata Romy yang muncul entah darimana.


Flash on.


Darren sedang fokus mendengarkan presentasi dari divisi produksi. Ya hari ini perusahaannya akan meluncurkan produk terbaru. Dan mereka berharap produk ini akan laris di pasaran.


Tring.


Bunyi pesan masuk dari ponsel Darren mengejutkan para karyawan yang ada di sana. pasalnya suasana di ruangan itu sangat hening. Karena mereka semua sama-sama fokus mendengarkan presentasi dari perwakilan divisi produksi.


Darren mengeyitkan alisnya karena melihat nama yang mengirimkan video itu. Bener detik kemudian dia tersadar kalau itu nomor bodyguard yang ia perintahkan untuk menjaga Kiran.


Tanpa memutar video itu terlebih dahulu, ia langsung bangkit dari duduknya dan keluar dari ruang meeting itu. Romy dan karyawan yang ada di sana melongo melihat kepergian Presiden direktur itu. Mereka berpikir Presdir tidak suka dengan hasil prestasinya.


" Rapat kita tunda sampai besok. Sekarang kalian boleh kembali ke ruangan masing-masing" kata Romy sambil meninggalkan ruangan meeting itu.


Romy bergegas mengejar Darren. dia tidak tau apa yang terjadi pada sahabatnya, sehingga sahabatnya itu pergi begitu saja dari ruang meeting.


" Bro mau kemana?" tanya Romy.


" Ke panti asuhan"


" Ngapain ke sana?"

__ADS_1


" Calon istri gue dalam bahaya"


" Maksud lo Kiran"


" Hhmm"


Darren bergegas memencet tombol yang ada di lift. Entah kenapa lift itu serasa lambat bergeraknya.


Ya Allah mudah-mudahan calon istri hamba baik-baik saja.


Romy mempercepat langkah kakinya. Dia masih belum bisa mencerna omongan sahabatnya itu. Darimana sahabatnya tau kalau Kiran dalam bahaya.


" Lo mau ikut atau nggak?" tanya Darren saat melihat sahabatnya masih bengong di depan pintu mobilnya.


" Ya ikut lha" kata Romy sambil masuk kedalam mobil.


Darren melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju panti asuhan yang alamatnya sudah di kirim sama bodyguardnya. Dia tidak ingin terlambat menyelamatkan wanitanya itu.


" Bro pelan-pelan dong"


" Gue nggak bisa pelan Rom, wanita gue dalam bahaya"


Bukan cuma dia, gue juga dalam bahaya. Menyesal gue ikut sama lo.


Mobil Darren berhenti di panti asuhan. Dia meminta Romy untuk memarkirkan mobilnya. Darren segera masuk ke dalam panti asuhan, mencari keberadaan wanitanya.


Sampai di dalam panti, Dia tidak menemukan pujaan hatinya. Namun tiba-tiba dia mendengar suara teriakan Nadia.


" Princess, awas!"


Darren bergegas menuju arah teriakan itu. Ia melihat seorang lelaki berbadan kekar akan menusuk gadis kecilnya. Kalau dia mengejar tidak akan sempat. Darren melihat ada balok kayu di dekatnya, dia langsung melemparkan balok kayu itu kearah preman itu.


Bug.


Flash Off.


Darren bersyukur karena dia datang tepat waktu. Kalau saja dia terlambat, mungkin gadis kecilnya itu sudah terluka.


" Sebenarnya apa yang terjadi di sini? kenapa banyak para preman yang terkapar" tanya Romy.


" Ntar aku ceritakan, sekarang aku mau pulang" kata Kiran sambil berlalu pergi menuju mobilnya.


" Kamu ikut mobil aku, Nadia biar sama Romy" kata Darren.


" Baiklah"


" Terus para preman ini gimana?" tanya Nadia.


" Lempar ke kandang buaya atau harimau " jawab Darren.


Bulu kuduk Nadia langsung berdiri mendengar jawaban Darren tadi. Ternyata lelaki itu memang cocok dengan Kiran. Sama-sama sosok berdarah dingin.


Kiran masuk kedalam mobil Darren. Sedangkan Romy dan Nadia pulang pakai mobil Kiran. Para bodyguard Darren membereskan para preman itu dulu.


Darren melajukan mobilnya meninggalkan panti asuhan itu. Diikuti sama Romy di belakang. Kedua mobil mewah itu melaju membelah jalanan ibukota.


" Anak-anak yang ada di panti, kamu pindahkan kemana?" tanya Darren.

__ADS_1


" Ke salah satu rumah yang aku sewa "


" Apa besok mereka akan kembali ke panti lagi?"


" Iya, karena di sana sudah ada orang yang akan menggantikan ibu panti itu. Dan yang penting dia orang yang baik, jadi anak-anak akan aman bersama orang itu"


" Terus wanita tua itu bagaimana mana?"


" Aku kurung dalam gudang, dan tidak di beri makan. Biar dia merasakan apa yang dirasakan sama anak-anak itu"


" Good, kamu melakukannya dengan baik" kata Darren sambil membelai rambut Kiran.


" Makasih" ucap Kiran.


" Makasih untuk apa?"


" Karena sudah menyelamatkan aku"


" Itu sudah seharusnya aku lakukan, bukan?"


" Tetap aja aku harus berterima kasih"


" Nggak perlu, lagi pula itu sudah kewajiban aku untuk menolong kamu. Karena kalau terjadi sesuatu sama kamu, aku tidak bisa memanfaatkan diriku"


Kiran tersenyum mendengar ucapan Darren. Entah kenapa akhir-akhir ini, cowok tampan itu selalu bersikap manis. Walaupun setiap harinya dia bersikap seperti manis seperti itu. Tapi sekarang ini sikap lelaki itu benar-benar membuatnya deg-degan.


Tanpa terasa mereka pun sampai di rumah Kiran. Darren memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang ada di sana.


" Mau mampir dulu?" tawar Kiran.


" Baiklah kalau kamu maksa aku untuk mampir"


" Ck.. aku nggak ada maksa, kalau kamu mau langsung pulang juga nggak apa-apa"


" Ajakan cewek cantik tidak boleh di tolak" kata Darren sambil tersenyum.


Kiran turun dari mobil setelah Darren membukakan pintu mobil untuknya. Saat mereka akan masuk rumah, Nadia dan Romy pun tiba di sana. Mereka berempat pun masuk kedalam rumah.


" Kakak" panggil Nando saat melihat Kiran dan Nadia di depan pintu.


" Nando udah pulang sekolah?" tanya Kiran.


" Baru saja" kata anak berumur 9 tahun itu.


" Emang bocah ini bisa belajar?" ledek Darren.


" Tentu saja bisa, emangnya kamu yang nggak bisa baca. Week" balas Nando sambil menjulurkan lidahnya ke Darren. Lalu dia lari dari sana.


" Awas kau ya bocah, berani-beraninya meledek gue" kata Darren sambil mengejar Nando.


Darren dan Nando pun main kejar-kejaran. Sedangkan Kiran dan Nadia hanya bisa menggeleng kepala, melihat tingkah absurd Darren.


Masa kecil yang tidak bahagia. Gumam Kiran dalam hati.


To be continue.


Kesayangan Abang tampan 🀭

__ADS_1



Happy Reading 😚😚


__ADS_2