Mr VICKTOR And CRAZY WIFE

Mr VICKTOR And CRAZY WIFE
EPISODE 100


__ADS_3

Sambil menatap lekat wajahnya Diego, Ocil lalu menjawab perkataannya Diego dengan gayanya yang kalem dan khas seperti sedang diajak curhat oleh para sahabatnya.


"*Perasaan kita tumbuh kepada siapa saja dan kapan saja tidaklah salah Go, kita mau jatuh cinta dengan siapa saja tidak akan pernah ada kata salah jika kita menempatkannya dengan benar*",, kata Ocil memulai menjawab perkataannya Diego.


"*Contohnya, jika kita jatuh cinta dengan seorang yang sudah mempunyai pasangan dan kita memaksa dia untuk membalas perasaan kita, itu namanya salah Go*",, kata Ocil lagi untuk Diego.


"*Begitu juga dengan kita yang sudah mempunyai seorang pasangan namun kita malah merasakan jatuh cinta lagi dengan orang lain, itu tidak salah Go, yang salah jika dalam hubungan kita baik-baik saja dan pasangan kita dia menerima kita serta mencintai kita dengan tulus apa adanya, lalu kita meninggalkannya demi cinta kita yang baru, itu baru salah Go*",, sambung lagi perkataannya Ocil kepada Diego.


"*Jika kamu sudah merasa tidak cocok, dan tidak nyaman dengan hubungan yang kamu jalani sekarang, saran aku selesaikan dulu hubungan kamu itu dengan dia secara baik-baik Go, jangan memulai hubungan baru lagi dengan seorang perempuan jika kamu belum bisa melepaskan hubunganmu yang pertama*",, kata Ocil kepada Diego dengan tersenyum lembut yang menenangkan Diego.


Entah kenapa Diego merasa senang sekali dengan apa yang dikatakan oleh Ocil, dan dia merasa plong dihatinya tidak sesesak kemarin ketika dia merasakan jatuh cinta dengan Ocil, karena masih mempunyai seorang tunangan.


Diego lalu menampilkan senyumannya untuk Ocil, ketika dia sudah tahu akan harus bagaimana dengan hubungannya itu.


"*Iya kamu benar Ocil, terimakasih atas saran kamu, aku sudah tahu harus melakukan apa untuk hubunganku dengan dia*",, kata Diego sambil tersenyum dan juga sambil menggenggam tangannya Ocil yang ada diatas meja.


Ocil sangat terkejut sekali ketika Diego tiba-tiba menggenggam tangannya.


"*Iya sama-sama Go*",, jawab Ocil kepada Diego dengan sambil melepaskan genggaman tangannya Diego ditangannya, karena dia merasa tidak nyaman.


Diego tiba-tiba melihat ponselnya yang bergetar yang ada diatas meja, dan ketika dicek ternyata itu pesan dari montir bengkelnya yang sudah sampai ditempat mobil mereka terparkir.


"*Mereka sudah pada sampai Cil, aku juga sudah selesai makan, ayo kita segera kesana*",, kata Diego kepada Ocil.


"*Oh iya ayo*",, kata Ocil dengan sambil membuka dompetnya.


"*Tidak perlu Cil, biar aku saja yang membayarnya, kamu kemarin sudah mentraktirku ketika aku mengajak makan siang direstoranmu, sekarang gantian aku saja Ok*",, kata Diego kepada Ocil.


"Baiklah*",, jawab Ocil kepada Diego.


Dan Diego lalu memanggil pelayan Cafenya untuk membayar makanan serta minuman yang mereka pesan itu.


Setelah menyelesaikan pembayarannya, Diego dan juga Ocil lalu beranjak pergi dari Cafe itu menuju ketempat mobil mereka.

__ADS_1


Ketika sudah sampai dimobil mereka, ternyata kedua montir tadi yang datang juga membawa mobil derek, untuk berjaga-jaga jika mobilnya Ocil tidak bisa dinyalakan mesinnya.


Dan ketika dicek oleh para montirnya, mesin mobilnya Ocil bisa menyala lagi namun hanya beberapa saat saja, karena mobilnya Ocil langsung mati lagi.


Sang montir memutuskan menderek mobilnya Ocil saja, karena takut jika sewaktu-waktu akan mogok lagi dijalan ketika mereka naiki.


Sedangkan Ocil dia langsung saja diantarkan pulang oleh Diego.


"*Kamu mau pulang kemana Cil, keapartemen atau kerumah kedua orang tua kamu??*",, tanya Diego kepada ocil.


"*Pulang keapartemenku saja dulu Go, setelahnya aku mau pulang kerumah kedua orang tuaku, karena ada satu baju yang ingin aku ambil didalam apartemen*",, jawab Ocil kepada Diego.


Diego hanya mengangguk dan tersenyum saja kepada Ocil ketika mendengar perkataannya Ocil.


Dan Diego lalu menjalankan mobilnya menuju keapartemen miliknya dan juga Ocil yang tempatnya satu gedung, satu lantai dan bersebelahan.


Waktu berlalu dengan cepat, dan saat ini Ocil dan juga Diego mereka berdua sudah sampai dilantai apartemen mereka berada.


Namun Diego dia tidak membelokkan kakinya kearah pintu apartemennya melainkan masih terus mengikuti dibelakangnya Ocil.


"*Karena aku ingin berkunjung keapartemen tetanggaku*",, jawab Diego kepada Ocil membuat Ocil hanya menggelengkan kepalanya saja kepada Diego sambil memasukkan pasword pintu apartemennya.


"*Silahkan masuk, dan jangan anggap rumah sendiri*",, kata Ocil kepada Diego sambil bercanda, membuat Diego langsung tertawa dengan cukup keras sekali.


"*Apartemen kamu bersih sekali, dan juga rapi*",, kata Diego ketika dia sudah masuk kedalam apartemennya Ocil.


"*Oh ya kamu mau minum apa Go, biar saya ambilkan*",, kata Ocil menawari minum kepada Diego.


"*Tidak perlu Cil, lagipula saya tadi baru saja minum dan makan*",, jawab Diego kepada Ocil.


"*Baiklah, kalau begitu aku tinggal masuk kedalam kamar dulu Go, mau mengambil baju aku dulu*",, kata Ocil kepada diego.


"*Silahkan, dan sembari menunggumu, bolehkah aku melihat-lihat isi apartemenmu ini??*",, kata Diego kepada Ocil.

__ADS_1


"*Boleh silahkan, asal barang-barangnya jangan ada yang diambil*",, jawab Ocil sambil bercanda kepada Diego.


Dan Diego hanya tertawa saja menanggapi perkataannya Ocil, setelahnya Ocil berlalu menuju kedalam kamarnya yang ada dilantai dua apartemennya, sedangkan Diego dia langsung beranjak melihat-lihat apartemennya Ocil.


Diego melihat hal wajar saja tidak ada spesial didalam apartemennya Ocil, dan masih terbilang sangat kental dengan kecewekan.


Namun ketika kakinya Diego melangkahkan kakinya keruang keluarga apartemennya Ocil, dia sudah disuguhkan dengan foto yang ukurannya cukup besar yang ada didinding situ.


Foto seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan perempuan itu adalah Ocil, namun laki-lakinya Diego tidak mengenalnya.


Didalam foto itu Ocil dan laki-laki itu mereka saling berpelukan dengan sambil melempar senyuman.


Dan Diego juga melihat ada foto yang ukurannya sekitar standar berada didinding serta meja yang ada diruang keluarganya Ocil.


Semua foto itu tampak ceria dan bahagia sekali, antara Ocil dan laki-laki itu.


Bahkan ada foto ketika Ocil digendong oleh laki-laki itu dengan sayang sekali, difoto itu terlihat sekali jika Ocil dan laki-laki itu saling menyayangi satu sama lainnya.


Sampai dimana ada foto laki-laki itu dengan keluarganya Ocil yang Diego perkirakan mereka adalah kedua orang tuanya Ocil.


"*Siapa dia, sepertinya dia sangat dekat sekali dengan kedua orang tuanya Ocil, terlihat sekali didalam foto ini*",, kata Diego untuk laki-laki didalam fotonya Ocil.


Tidak cuma satu, dua atau tiga sampai empat foto saja yang ada diruang keluarganya Ocil foto laki-laki itu dengan Ocil, melainkan ada banyak dan jumlahnya sekitar dua puluhan mungkin jika diperkirakan oleh Diego,


Dan tidak bisa dibohongi juga, jika Diego hatinya merasa sedikit sakit melihat kedekatannya Ocil dengan laki-laki itu didalam foto.


...🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴...


Yeaay sudah episode 100 sajaπŸ’–πŸ’–


Kalau sudah episode seratus itu menandakan author harus segera mentamatkannyaπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2