Mr VICKTOR And CRAZY WIFE

Mr VICKTOR And CRAZY WIFE
EPISODE 240


__ADS_3

Didalam ruangan itu, Vicktor menangis dengan sangat keras sekali sambil mengguncang-guncangkan tubuhnya Celyn dengan sangat keras sekali.


Air matanya Vicktor keluar dengan begitu derasnya, ketika melihat wanita yang begitu dia cintai dan bisa mencuri hatinya dengan begitu dalam sekali, harus meninggalkannya ketika mereka sedang berbahagia dikaruniai ketiga baby sekaligus.


"* Mommy *",, kata Vicktor sambil menggerakkan tubuhnya Celyn.


"* Mommy pasti sedang bobo kan, karena lelah dengan Jack, nanti setelah ini Mommy mau bangun dan bermain dengan sikembar lagi, iya kan Mommy *",, kata Vicktor lagi kepada Celyn yang sudah memejamkan matanya itu.


"* Mommy jawab, kenapa diam saja *",, sambung lagi perkataannya Vicktor dengan sangat lirih sekali sambil menangis dengan sangat tersedu-sedu sekali.


Sedangkan diluar ruangannya Celyn, mereka semua para keluarga dan sahabat, sudah pada menangis sejadi-jadinya.


Neni yang biasanya oon dan telmi mendengar kabar tentang keadaannya Celyn dari Dokter yang menanganinya, dia langsung saja bergerak cepat untuk mengabari Ocil yang berada diruangannya baby Feyrin bersama Diego dan juga Dion.


Ocil langsung menangis sejadi-jadinya ketika mendengar kabar itu melalui telefon dari Neni.


Begitu juga dengan Diego dia juga tidak kuasa meneteskan air matanya, karena mengingat Vicktor adalah sahabat dekatnya.


"* Tenang sayang, tenang, kamu jangan seperti ini, ini bisa mengganggu baby Fey *",, kata Diego menenangkan Ocil yang sedang menangis dengan sangat histeris sekali.


Dion yang juga sudah mengenal cukup lama dengan Celyn, karena menikah dengan Felya pun, dia juga turut merasakan kehilangan yang sangat besar sekali sama seperti yang lainnya.


Tak kuasa mereka membendung air matanya, dan dilorong rumah sakit itu, sore itu dipenuhi dengan air mata kesedihan yang mendalam untuk menangisi kepergiaannya Celyn.


Dion pun dia juga langsung saja mengabari Felya tentang keadaannya Celyn, sungguh Felya dia sangat syok dan sangat terkejut sekali sehingga membuat perutnya sedikit kram ketika mendapat kabar berita tentang Celyn dari suaminya.


Berita meninggalnya Celyn, juga sudah menyebar kesatu mansionnya Vicktor, Papah Adam dan juga Ayah Jo.


Pak Hu yang juga sudah menganggap Vicktor sebagai anak kandungnya pun, dia juga sangat bersedih ketika mendengar kabar meninggalnya Celyn.


Dan Pak Hu lalu menyuruh Felya dan babysister yang bernama Neva itu untuk membawa baby Shane dan juga baby Bastein untuk kerumah sakit.

__ADS_1


Dengan langkah tertatih Felya pun mengikuti perkataannya Pak Hu, sebab dia sendiri juga ingin sekali melihat keadaannya Celyn.


Chris dia yang begitu menyayangi Celyn, bahkan dia tidak malu sama sekali menangis dengan sangat tersedu-sedu seperti itu mengingat bodynya Chris sangat tidak pantas sekali untuk terlihat cengeng.


"* Mommy, Celyn, sayang *",, kata Vicktor lagi sambil mendekap erat tubuhnya Celyn yang sudah terbujur kaku itu.


"* Kamu sedang mengerjaiku kan Mommy, seperti biasanya *",, kata Vicktor untuk kesekian kalinya dengan nada yang sangat pilu sekali.


Suster dan para asisstan Dokter yang masih ada didalam ruang perawatannya Celyn, mereka semua hanya bisa melihat Vicktor saja, tanpa ada yang berani menegurnya.


Setelah berkata seperti itu, Vicktor lalu merangkak naik keatas brankar pasiennya Celyn untuk tidur miring sambil mendekap erat tubuhnya Celyn yang sudah mulai dingin itu.


Dokter yang tadi menangani Celyn, mereka berdua ternyata belum beranjak pergi dari situ, mereka berdua menyaksikan sendiri betapa pilunya seorang Vicktor Reagan ditinggalkan wanita yang begitu dicintainya dan ibu dari ketiga anak kembarnya itu.


"* Sayang bangunlah, Daddy, akan memberikan apa saja yang Mommy mau, asal Mommy bangun dan bermain dengan sikembar serta Daddy lagi *",, kata Vicktor kepada Celyn sambil mendekap tubuhnya Celyn.


Sedang kembali didepan ruangannya Celyn, mereka semua masih menangis dengan sangat pilu sekali, didalam dekapan orang terkasih mereka sendiri-sendiri.


Felya dari kejauhan sudah melihat mereka semua sedang pada menangis dengan sangat pilu sekali dengan saling berpelukan dengan pasangan mereka sendiri-sendiri.


Neni menangis dengan tersedu-sedu didalam pelukannya Rexley, Chris bukan yang memeluk Dela, tapi terbalik Delalah yang memeluk Chris untuk menyalurkan ketenangan bagi Chris yang sedang merasa sangat bersedih sekali.


Mamah Vina dia masih pingsan dan berada didekapannya Papah Adam, begitu pula dengan Mamah Gilda, dia sudah sadar dari pingsannya namun hanya terdiam menatap kosong kedepan didalam dekapannya Ayah Jo.


"* Celyn mana??, katakan kepadaku jika apa yang aku dengar adalah salah, tolong siapa saja katakan kepadaku?? *",, kata Felya kepada semua orang ketika Felya sudah sampai didepan ruang perawatannya Celyn.


"* Apa yang kamu dengan adalah benar Felya *",, jawab Chris kepada Felya dengan nada datarnya.


Felya yang mendengar jawaban singkat dari Chris, dia langsung saja ingin menerobos masuk kedalam ruang perawatannya Celyn namun langsung dicegah oleh kedua Dokter tadi.


"* Maaf Nyonya, Nyonya tidak boleh masuk, apalagi Nyonya sedang membawa dua orang baby seperti ini *",, kata salah satu Dokter kepada Felya.

__ADS_1


Felya yang dari dasarnya sudah galak, dalam posisi seperti itu, dia semakin berani dan semakin galak saja.


"* Apa hak anda melarang saya, ini baby adalah anak dari sahabat saya, apa salahnya jika mereka ingin bertemu dengan Mommynya yang terakhir kalinya!! *",, jawab Felya dengan nada tegas dan dinginnya kepada kedua Dokter itu.


"* Tapi ini sudah peraturan dari rumah sakit Nyonya *",, jawab salah satu Dokter lagi kepada Felya.


" Tidak lama juga saya berada didalam sana, ijinkan saya, atau saya akan robohkan rumah sakit ini!! *",, kata Felya dengan sangat super tegas sekali kepada kedua Dokter itu.


Semua orang yang mendengar perdebatannya Felya kepada kedua Dokter itu, mereka hanya bisa diam saja sambil mendengarkan, tidak ada yang mau ikut campur, sebab mereka sedang pada sibuk dengan fikiran dan perasaan mereka masing-masing.


"* Minggir jangan halangi saya!! minggir saya bilang!!! *",, kata Felya kepada kedua Dokter itu lagi yang masih berdiri kekeh didepan pintu ruang perawatannya Celyn.


Felya tidak memperdulikan konsekuensi apa yang dia dapatkan ketika melawan Dokter dan peraturan dari rumah sakit, yang ada didalam fikirannya Felya adalah baby Shane dan juga baby Bastein bisa berada didalam dekapan sang Mommy untuk yang terakhir kalinya.


Sedang Vicktor yang masih memeluk erat Celyn, dia tidak memperdulikan keributan yang dia dengar diluar ruang perawatannya Celyn.


Bagi Vicktor, dia hanya ingin menikmati pelukannya Celyn untuk terakhir kalinya dengan air mata yang terus mengalir dari matanya dan sudah membasahi dad4nya Celyn.


Kedua Dokter yang mendengar kata tegas, dingin dan berani dari Felya, mereka berdua lalu memberikan jalan kepada Felya supaya bisa masuk kedalam ruang perawatannya Celyn.


Tak kuasa air mata menetes semakin deras saja ketika Felya sudah masuk dan melihat sendiri bagaimana keadaannya Celyn.


"* Sahabatku, lihatlah, aku kesini bersama siapa, aku kesini bersama baby Shane dan juga baby Bastein *",, kata Felya kepada Celyn yang pastinya tidak akan bisa menjawab perkataannya.


Vicktor yang mendengar nama Shane dan Bastein disebutkan oleh Felya, dia lalu turun dari atas ranjang untuk mengambil baby Shane dan baby Bastein dari kereta bayinya.


Vicktor yang sudah mengambil baby Shane dia lalu menaruh baby Shane dipinggir sebelah kanannya Celyn, sedangkan baby bastein dia letakkan disebelah kirinya Celyn.


Para suster dan asisstan Dokter yang ada disitu, mereka semua tak kuasa menahan air mata mereka semua, ketika melihat adegan yang sangat menguras perasaan mereka seperti itu.


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2