
Rexley yang baru selesai berendam tadi, dan sudah keluar dari dalam kamar mandinya, dia lalu menuju kearah ponselnya terlebih dahulu, karena takutnya selama dia tinggal untuk berendam tadi selama satu jam ada pesan dan telefon penting untuknya.
Dan benar saja, ketika Rexley sudah membuka ponselnya, dia melihat ada telefon masuk dari para anak buahnya sebanyak lima kali.
Serta pesan masuk dari anak buahnya sekitar tiga pesan.
"*Tuan Rexley, kami sudah menemukan pelaku sebenarnya siapa dalang yang ada dibalik kecelakaannya Tuan Vicktor*",, begitulah pesan yang ditinggalkan oleh anak buahnya Rexley kepada Rexley.
Rexley yang membaca pesan tersebut dia langsung saja menelfon anak buahnya yang dia tugaskan tersebut.
"*Halo Brownie, bagaimana kelanjutan kasusnya??*",, kata Rexley kepada anak buahnya ketika telefonnya sudah diangkat oleh anak buahnya.
"*Iya ternyata orang yang anda curigai adalah memang dia pelakunya Tuan, dan kami saat ini sedang melakukan pengintaian kepada dia yang sedang makan disebuah Cafe dengan seorang laki-laki*",, jawab Brownie kepada Rexley.
"*Apakah anak buah dari Tuan Adam dan Vicktor masih bersama kalian saat ini??*",, tanya Rexley kepada Brownie.
"*Masih Tuan Rexley*",, jawab Brownie kepada Rexley.
Karena memang anak buah dari Papah Adam serta Vicktor sejak dari awal sudah diajak kerja sama oleh Rexley.
"*Baguslah, segera kabari saya jika ada info selanjutnya, kalau bisa tangkap dia dan bawa ketempat biasa*",, kata Rexley kepada anak buahnya dengan nada tegas.
"*Siap laksanakan Tuan Rexley*",, jawab Brownie kepada Rexley.
Dan setelahnya panggilan telefon mereka akhirnya terputus juga.
Setelah panggilannya dengan Brownie terputus, Rexley lalu mencoba menghubungi Papah Adam untuk memberitahukan kabar itu kepadanya.
Papah Adam yang sedang mengobrol dengan Ayah Jo dia langsung saja menghentikan obrolannya ketika mendengar suara ponselnya berdering dan juga bergetar.
Melihat nama Rexley diponselnya, Papah Adam langsung saja mengangkatnya tidak pakai lama.
"*Halo Rexley*",, kata Papah Adam kepada Rexley ketika dia sudah mengangkat sambungan telefonnya.
"*Halo Tuan Adam, saya ada berita bagus untuk anda Tuan*",, kata Rexley kepada Papah Adam, sambil memilih baju yang ingin dipakainya yang ada didalam ruang walk in closetnya.
__ADS_1
"*Berita apakah itu Nak Rexley, apakah kamu sudah mengetahui siapa yang menyebabkan Vicktor kecelakaan??*",, kata Papah Adam kepada Rexley membuat semua orang yang ada didalam ruang perawatannya Celyn dan Vicktor langsung saja mengalihkan pandangan mereka kearahnya Papah Adam.
"*Anda benar sekali Tuan Adam, memang itu yang ingin saya sampaikan kepada anda", jawab Rexley kepada Papah Adam sambil memakai kemejanya.
Perkataan dari Rexley sontak membuat Papah Adam langsung saja menegakkan duduknya, karena dia sudah sangat tidak sabar sekali ingin segera mengetahui siapa dalangnya.
Sedangkan yang lainnya, seperti Vicktor, Celyn, Ayah Jo, Mamah Gilda dan Mamah Vina mereka semua langsung semakin memasang telinga mereka ketika melihat sikap duduk dari Papah Adam.
"*Cepat katakan siapa yang mencoba mencelakai Vicktor anak saya??!!*",, kata tegas dari Papah Adam kepada Rexley.
"*Apakah Rexley sudah mengetahuinya Pah??*",, tanya Vicktor dengan tidak sabaran kepada Papah Adam.
Namun bukannya menjawab Papah Adam malah mengkode Vicktor untuk diam sejenak menggunakan telapak tangannya.
Rexley yang sudah duduk dishofa yang ada didalam kamarnya sambil mencoba memakai sepatunya pun, dia masih tetap menjawab perkataannya Papah Adam.
"*Dia adalah Tuan Hans Soenser Tuan Adam, dari Perusahaan kecil yang bernama PT. HS Eternal yang kemarin kalah saing dengan Vicktor ketika ingin merebut tender besar*",, jawab Rexley kepada Papah Adam.
"*Terus apa yang ingin kamu lakukan Rexley saat ini??*",, tanya Papah Adam kepada Rexley.
"*Saya sedang bersiap-siap ingin segera datang kemarkas saya untuk memberikan hukuman kepada Tuan Hans itu Tuan Adam, karena saya sudah menyuruh kepada semua anak buah saya dan anak buah anda untuk membawanya kemarkas saya*",, jawab Rexley kepada Papah Adam.
"*Dengan senang hati Tuan Adam, akan saya laksanakan*",, jawab Rexley lagi kepada Papah Adam.
"*Jangan lupa terus kabari saya*",, kata Papah Adam kepada Rexley.
"*Siap Tuan*",, kata Rexley kepada Papah Adam.
Dan setelahnya panggilan telefon mereka berdua akhirnya benar-benar terputus.
Melihat sambungan telefon Papahnya sudah terputus, Vicktor langsung saja dengan segera bertanya kepada Papahnya.
"*Apa yang dikatakan oleh Rexley tadi Pah??*",, tanya Vicktor kepada Papah Adam dengan tidak sabaran sekali.
Sebab dia juga sudah sangat geram sekali dengan pelaku yang mencoba membunuhnya itu.
__ADS_1
"*Apa kamu mengenal Hans Soenser Vicktor, dari PT HS Eternal??*",, tanya balik Papah Adam kepada Vicktor.
"*Hans Soenser PT HS Eternal??*",, kata balik Vicktor kepada Papah Adam.
"*Apa dia yang mencelakai Vicktor Pah??*",, tanya balik lagi dari Vicktor kepada Papah Adam.
Dan Papah Adam hanya menjawab anggukan kepada Vicktor.
"*Apa kamu mengenalnya Nak??*",, tanya gantian Ayah Jo kepada Vicktor.
Sedangkan yang lainnya mereka hanya diam saja sambil terus mendengarkan pembicaraan dari Vicktor dan Ayah Jo serta Papah Adam.
"*Kenal Yah, dia kemarin yang kalah saing dengan Vicktor, karena Vicktorlah yang memenangkan tender besar itu, dia cuma hanya dari Perusahaan kecil dan tidak sebesar Perusahaanya Vicktor*",, jawab Vicktor kepada Ayah Jo.
Dan Ayah Jo dia langsung saja mengangguk faham kepada Vicktor.
"*Apa yang akan Papah lakukan, apakah anak buahnya Vicktor masih ikut bersama anak buahnya Papah dan Rexley??*", tanya Vicktor lagi kepada Papah Adam.
"*Masih, dan mereka semua sedang menangkap Hans untuk dibawa kemarkas kita Vicktor, Papah akan memberikannya hukuman, sebelum ketahuan oleh pihak kepolisian*",, jawab Papah Adam kepada Vicktor.
Sebab sampai sekarang pihak kepolisian masih dalam penyelidikan dan pencarian siapa pelaku yang memotong kabel rem mobilnya Vicktor.
"*Saya ikut anda Tuan Adam*",, kata Ayah Jo kepada Papah Adam.
Papah Adam hanya mengangguk saja kepada Ayah Jo, dan sebenarnya Vicktor juga ingin ikut untuk membalas perbuatan dari Hans itu, namun keadaannyalah yang memaksanya untuk tetap stay dirumah sakit sambil menemani Celyn.
Papah Adam dan Ayah Jo mereka berdua langsung saja beranjak berdiri dan bergegas menuju kemarkasnya Papah Adam menggunakan mobilnya Papah Adam.
Sedangkan Rexley sendiri tadi, ketika sudah selesai menelfon Papah Adam.
Dia yang sudah selesai bersiap-siapnya, langsung saja segera keluar dari dalam kamarnya untuk memantau kondisi dilapangan bersama para anak buahnya.
Serta menyuruh anak buahnya nanti untuk membawa Hans kemarkasnya Papah Adam, sesuai yang diinginkan oleh Papah Adam.
Untuk urusannya Neni, Rexley akan urus nanti belakangan, karena masih ada hal yang lebih penting selain mengurusi hatinya itu.
__ADS_1
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
...***TBC***...