Mr VICKTOR And CRAZY WIFE

Mr VICKTOR And CRAZY WIFE
EPISODE 93


__ADS_3

Celyn dan juga Vicktor mereka berdua sudah sampai didalam kamar mereka, dan Celyn saat ini sedang duduk santai dishofa yang ada didalam kamar, dengan sambil memakan buah anggur yang tadi dia minta diambilkan oleh Pak Hu.


Sedangkan Vicktor sendiri dia sedang sibuk menelfon Ian, lebih tepatnya Ianlah yang menelfon Vicktor menanyakan tentang berkas kerjasama dengan Perusahaan ekspor impor pakaian yang ada dinegara mereka.


Vicktor yang sudah selesai bertelefonan dengan Ian, dia lalu duduk disebelahnya Celyn yang sedang asik makan buah anggur itu.


"*Oh ya sayang, aku lupa mau tanya sama kamu tadi, itu semua lukisan wajahnya Eloise apakah kamu yang melukisnya sendiri??*",, tanya Celyn kepada Vicktor ketika Vicktor sudah duduk disampingnya dan langsung merebahkan kepalanya dipahanya Celyn.


"*Iya, itu aku yang melukisnya sejak kami kelas satu SMA dulu, hingga aku kuliah Celyn, makanya lukisan itu jumlahnya cukup banyak sekali, karena dulu ketika aku teringat dan rindu dengan Eloise aku selalu meluapkannya melalui lukisanku*",, jawab Vicktor kepada Celyn.


"*Tapi apakah kamu tadi tidak cemburu Celyn??*",, gantian Vicktor yang bertanya kepada Celyn.


"*Cemburu, jujur tadi aku cemburu sekali Vicktor ketika mendengar jika gambar seorang wanita yang bernama Eloise itu adalah mantan kamu*",, jawab Celyn kepada Vicktor sambil menundukkan wajahnya melihat kearahnya Vicktor.


"*Tapi tenang saja semua itu sudah tergantikan posisinya dengan dirimu sayang, apalagi disini didalam sini sedang ada buah hati kita yang jumlahnya langsung tiga sekaligus*",, kata Vicktor kepada Celyn sambil tersenyum manis dan langsung menciumin perut buncitnya Celyn.


Membuat hatinya Celyn sangat menghangat sekali melihat kelakuannya Vicktor kepadanya, dan sambil mengusap lembut rambutnya Vicktor.


"*Nanti jika baby kita sudah berumur satu tahun, kamu hamil lagi ya sayang, kalau bisa langsung kembar tiga lagi, biar banyak anak aku*",, kata Vicktor dengan tiba-tiba kepada Celyn, dan Celyn reflek langsung memukul kecil kepalanya Vicktor sambil menjambak rambutnya juga.


Vicktor bukannya marah, dia malah langsung tertawa dengan sangat keras sekali, melihat wajah betenya Celyn yang menurutnya sangat lucu.


Sedangkan dilain tempat tepatnya dimobilnya Rexley dan juga Neni, saat ini mobilnya Rexley sudah sampai diapartemen mewah miliknya Rexley.


Neni yang melihat mobilnya Rexley tadi membelokkan stirnya kearah apartemen, dia langsung saja bingung dan juga takut sekali, dengan apa yang akan dilakukan oleh Rexley nanti didalam apartemen.


"*Hei Tuan Tirex, anda kenapa membawa saya keapartemen??*",, tanya Neni kepada Rexley dengan wajah sedikit ketakutannya.


"*Jangan memanggilku TiRex lagi, atau saya akan.......*",, perkataannya Rexley langsung terpotong dengan perkataannya Neni.


"*Baik-baik, Tuan Rexley yang terhormat, saya tidak mau ikut dengan anda masuk kedalam apartemen ini, dan tolong ijinkan saya pulang Tuan*",, kata Neni kepada Rexley dengan wajah memohonnya.


Rexley tidak memperdulikan perkataannya Neni, dia malah asik membenahi celananya yang zippernya tadi belum dia benarkan.

__ADS_1


Ketika sudah selesai, Rexley langsung saja keluar dari dalam mobilnya, dan langsung memutari mobil untuk membukakan pintunya Neni.


Ketika Neni sudah turun dari dalam mobilnya Rexley, dia langsung saja reflek menginjak sepatunya Rexley dan membuat Rexley langsung mengaduh.


Dan kesempatan itu digunakan Neni untuk berlari dari hadapannya Rexley.


Neni yang sedikit kesusahan berlari menggunakan haigh hilsnya dia lalu melepaskan sepatunya itu dan berlari dari kejarannya Rexley.


Untung saja parkiran apartemennya sepi, jika ramai Rexley pasti dikira akan menciulik Neni, tapi memang iya Rexley kan sedang menculik Neni.


"*Hei Neni, berhenti kenapa kamu mesti kabur sih??*",, kata Rexley kepada Neni sambil terus mengejar Neni.


Namun Neni tidak memperdulikan teriakannya Rexley dan dia terus berlari dan berlari.


Ketika dirasa cukup jauh berlari dari hadapannya Rexley, Neni lalu menghentikan kakinya dan menoleh kebelakang.


Alangkah senangnya Neni ketika dia menoleh kebelakang dia tidak menemukan Rexley sama sekali, dan fikir Neni Rexley pasti dia sudah menyerah untuk mengejarnya.


"*Aaah syukurlah dia tidak mengejarku lagi, lega sekali rasanya bisa terbebas dari makhluk TiRex jadi-jadian itu*",, kata Neni dengan perasaan leganya.


Alangkah terkejutnya Neni ketika dia membalikkan badannya, dia langsung saja melihat Rexley sudah ada dihadapannya.


Dan Rexley tanpa banyak berkata, dia langsung menggendong Neni bak karung beras yang sedang dipanggul diatas pundaknya.


"*Tuan tolong lepaskan saya, atau tidak saya akan berteriak sekarang juga*",, kata Neni kepada Rexley sambil memukul punggungnya Rexley.


"*Teriaklah, tapi setelah kamu berteriak saya akan menerkammu saat itu juga, silahkan pilih yang mana, diam dan menurut, atau berteriak tapi kamu harus kehilangan hal berharga didalam diri kamu*",, kata Rexley dengan tenang sambil terus berjalan menuju kearah lift yang ada disitu.


Ketika beberapa menit tidak ada tanggapan, Rexley hanya tersenyum miring saja melihat Neni menurut dengannya.


"*Good girl*",, kata Rexley sambil tersenyum ketika dia tidak mendengar Neni berisik lagi.


Rexley yang sudah masuk kedalam lift pun dia lalu menurunkan Neni dari gendongannya.

__ADS_1


Dan Neni dia menampilkan wajah cemberutnya kepada Rexley.


Neni cemberut bukannya manja kepada Rexley, tapi memang Neni jika marah seperti itulah wajahnya.


"*Diam, dan ikut saya*",, kata Rexley ketika dia sudah menurunkan Neni dari gendongannya dan sambil menggenggam tangannya Neni.


Neni hanya diam saja tanpa memperdulikan Rexley sama sekali.


Ting, bunyi lift berdenting menandakan jika lift yang dinaiki Rexley sudah sampai dilantai yang dituju oleh Rexley.


Ternyata Rexley mengajak Neni kedalam apartemen pribadinya, dan Neni adalah wanita pertama yang Rexley ajak masuk kedalam apartemennya itu.


Seperti biasanya, Neni dia mengagumi apartemennya Rexley yang sangat mewah dan besar sekali itu ketika dia sudah masuk kedalam apartemennya.


Dan Rexley sebenarnya menyukai wajahnya Neni yang sedang terpukau seperti itu, dimatanya Rexley wajahnya Neni yang sedang seperti itu terlihat sangat lucu.


Ketika Neni sedang terpukau seperti itu, tiba-tiba Rexley menyadarkan Neni dari kekaguman apartemennya dengan cara melempari Neni dengan jaket yang tadi dia pakai.


"*Apaan sih Tuan, bikin sebal saja deh*",, kata Neni kepada Rexley sambil melemparkan jaketnya Rexley keatas shofa yang ada diruang tamu apartemennya Rexley.


"*Ingat, kamu disini untuk memenuhi syarat dari saya, supaya saya bisa memafkanmu Nona Neni*",, kata Rexley kepada Neni.


"*Iya-iya, terus saya disini harus apa, jika saya disuruh untuk melayani anda diatas ranjang lebih baik saya melompat dari gedung ini*",, kata Neni kepada Rexley.


"*Dengan senang hati jika kamu mau melayaniku diatas ranjangku yang belum terjamah seorang wanita itu*",, jawab Rexley sambil tersenyum miring dengan sambil duduk diatas shofa yang ada disitu dan dengan gayanya yang angkuh.


"*Enak saja, sudah cepetan anda mau menyuruh saya apa disini??*",, kata Neni dengan jutek kepada Rexley.


Rexley sendiri dia sebenarnya bingung ingin menyuruh Neni apa, karena Rexley tadi dia hanya reflek saja mengucapkan syarat kepada Neni.


Karena sejujurnya yang diinginkan Rexley adalah bisa bersama dengan Neni seharian berdua saja, tapi Rexley malu dan gengsi untuk mengakuinya kepada Neni.


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2