
Karena diantara mereka semua yang peka akan tatapannya Rexley keNeni adalah cuma Vicktor seorang.
Vicktor langsung tersenyum miring sambil meminum winenya ketika Rexley mengalihkan pandangannya kearahnya, sedangkan Neni yang tadi dilihat oleh Rexley dia tidak menyadari akan tatapannya Rexley kepadanya dan malah tetap asik melanjutkan makannya tanpa memperdulikan Rexley lagi.
Ketika Ocil ingin mengambil sebuah salad buah yang jaraknya cukup jauh dia jangkauannya, dengan gentlenya Diego yang melihat Ocil kesusahan dia langsung saja berdiri dan mengambilkan salad buah itu kepada Ocil.
"*Terimakasih*",, kata Ocil dengan malu-malu dan gerogi sekali, karena jantungnya seakan mau meledak saja rasanya.
"*Sama-sama*",, jawab Diego kepada Ocil sambil tersenyum manis sekali, dan senyumannya Diego itu malah membuat Ocil semakin susah untuk memendam perasaannya kepada Diego.
Mereka semua sedang pada asik menikmati makanan mereka sendiri-sendiri, dan ketika Neni melihat keromantisannya Vicktor dan juga Celyn dia langsung saja berucap sebuah kata yang langsung membuat Rexley menjawabnya.
"*Aaah romantisnya mereka, bisa saling suap-suapan seperti itu*",, kata Neni dengan wajah mupengnya kepada Celyn dan juga Vicktor.
"*Jika kamu mau, saya bisa menyuapin kamu, sini aaaa*",, jawab Rexley kepada Neni.
"*Disuapin sama kamu makanan yang enak menjadi tidak enak*",, jawab Neni kepada Rexley dengan nada juteknya.
"*Kalian berdua ini kenapa bertengkar terus sih, jangan-jangan kalian berdua ini berjodoh*",, kata Felya yang tidak tahan mendengarkan pertengkaran antara Neni dan juga Rexley.
Rexley hanya tertawa saja mendengar perkataannya Felya, sedangkan Neni dia hanya cemberut saja sambil melihat kearahnya Felya.
Ketika mereka semua sudah pada selesai makan malamnya, Vicktor dan Celyn yang belum memperbolehkan para tamunya untuk pulang, Vicktor lalu mengajak mereka semua langsung bersantai menuju kepinggir kolam renang yang ada dimansionnya.
Disana sudah disediakan tempat duduk dan meja yang sudah ditata rapi oleh para pekerjanya Vicktor tadi.
Mereka pada berbincang hangat satu sama lainnya, untuk para perempuan mereka lalu mencari tempat duduk sendiri untuk bergosip ria seperti yang mereka lakukan dulu.
Sedangkan untuk para laki-laki mereka juga berbincang khusus para laki-laki.
Ketika kedua sahabatnya bertanya kepada Vicktor bagaimana bisa menikah dengan Celyn, Vicktor lalu menceritakan perjalanan singkatnya untuk mendapatkan Celyn dan juga didengar oleh Diego, karena dia juga ikut bergabung duduk dengan Vicktor.
Tidak semuanya Vicktor ceritakan kepada kedua sahabatnya, hanya tertentu saja dan bagian intinya saja, sedangkan untuk para perempuan mereka sedang bergosip ria seperti biasanya.
__ADS_1
Namun tidak dengan Ocil yang tidak bisa seceria seperti tadi ketika berangkat kemansionnya Vicktor, dia lebih banyak diam daripada ikut dalam perbincangan semua temannya.
"*Kamu sakit Cil, tumben sekali kamu diam seperti ini*",, tanya Celyn kepada Ocil yang melihat Ocil terlihat berbeda dari biasanya.
"*Tidak apa-apa, hanya kurang enak badan saja*",, jawab Ocil kepada Celyn sambil tersenyum tipis.
"*Kalau begitu kamu menginap disini saja ya, disini banyak kamar tamu ko, dan jika kalian berdua mau menginap disini juga tidak apa-apa, lagi pula besok adalah hari Minggu kan*",, kata Celyn kepada Ocil dan juga kedua sahabatnya yaitu Felya serta Neni.
Belum sempat ketiga sahabatnya Celyn menjawab perkataannya Celyn, Celyn langsung saja memanggil Vicktor untuk mendekat kearahnya.
"*Daddy Vicktor*",, panggil Celyn kepada Vicktor sambil melambaikan tangannya kearahnya Vicktor.
Vicktor yang sedang berbincang dengan para laki-laki dia langsung saja permisi kepada mereka semua untuk beranjak mendekati Celyn.
"*Iya sayang ada apa??*",, kata Vicktor sambil berdiri disampingnya Celyn.
"*Mereka mau menginap disini boleh kan sayang, katanya Ocil dia sedang tidak enak badan*",, kata Cleyn kepada Vicktor.
"*Boleh sayang, nanti biar aku menyuruh Pak Hu untuk menyiapkan kamarnya*",, kata Vicktor kepada Celyn sambil melihat kearahnya ketiga sahabatnya Celyn.
Vicktor setelah berkata seperti itu kepada Celyn dia langsung saja menyuruh Pak Hu untuk menyiapkan kamar tamu untuk para tamu-tamunya dan setelahnya dia langsung saja ikut duduk bergabung lagi dengan para laki-laki tadi.
Vicktor dia juga menyuguhkan wine serta anggur terbaiknya untuk para tamu-tamunya, dan hanya Celyn saja yang dari dulu tidak suka meminum minuman yang memabukkan seperti itu.
Ocil yang merasa kurang nyaman sekali berada satu lingkup dengan Diego dia lalu berpamitan kepada Celyn untuk menuju kedalam kamar tamu yang sudah disiapkan oleh Pak Hu.
Dan Pak Hu ketika dipanggil oleh Celyn untuk menunjukkan kamarnya Ocil dia lalu mengantarkan Ocil kedalam kamar tamu yang sudah disediakannya.
Diego dan juga Rexley mereka juga dipaksa menginap dimansionnya Vicktor oleh Vicktor tentunya, karena kapan lagi coba mereka berdua akan menginap dimansionnya, begitulah fikirnya Vicktor.
Celyn yang merasakan capek diperut dan pinggangnya dia lalu mengajak Vicktor untuk masuk kedalam kamar pribadinya mereka sendiri untuk beristirahat, dan membiarkan para tamunya untuk bersenang-senang sendiri dan menikmati hidangan yang sudah mereka siapkan.
Tinggallah Felya, Dion, Rexley, Neni dan juga Diego ditempat itu.
__ADS_1
Diego dia yang ingin menghubungi tunangannya dia lalu berpamitan kepada mereka semua untuk menuju kekamar tamu yang sudah disiapkan oleh Pak Hu.
Dan ternyata kamar tamu yang ditempatin oleh Diego bersebalahan dengan kamar tamunya Ocil.
Ocil yang sedang berada dibalkon kamarnya dia tidak sengaja mendengar semua perbincangan antara Diego dan juga tunangannya ketika ditelefon tadi.
Karena tadi ketika Ocil melihat Diego berada dibalkon kamar sebelahnya dia lalu bersembunyi supaya tidak terlihat oleh Diego, ingin sekali kakinya melangkah meninggalkan balkon itu, namun dirinya juga sangat penasaran sekali ingin mendengarkan pembicarannya Diego.
Dan ketika sudah mendengarkan semua pembicarannya Diego, hatinya tambah sakit sekali, karena ternyata Diego adalah tipe pria yang sangat romantis dan perhatian sekali dengan seorang wanita.
Kembali lagi kearea kolam renang, ternyata ditempat itu hanya tersisia Neni dan juga Rexkey saja, karena ternyata Felya dan juga suaminya mereka berdua sudah masuk kedalam kamar tamu mereka sendiri.
"*Nona kamu sudah mabuk kenapa masih dipaksakan minum sih??*",, kata Rexley kepada Neni yang sudah sedikit kehilangan kesadarannya karena terlalu banyak minum wine.
"*Saya tidak mabuk, sudah saya mau masuk kedalam kamar saya sendiri, saya malas meladeni anda*",, jawab Neni kepada Rexley sambil berdiri dengan sempoyongan karena sudah mabuk.
Rexley yang juga sudah mabuk namun masih sadar, dia hanya tersenyum geli saja melihat tingkahnya Neni yang sudah mabuk seperti itu.
Neni berjalan menuju kedalam kamar tamu yang tadi sudah diberitahukan oleh Pak Hu, dan ketika Pak Hu ingin mengantarkan Neni, Neni tidak mau.
Rex dia berjalan dibelakangnya Neni sambil memperhatikan Neni yang selalu hampir saja terjatuh ketika berjalan.
Ketika Neni menoleh kebelakang dan dia melihat Rexley berdiri dibelakangnya, dia langsung saja menggandeng tangannya Rex dengan sangat mesra sekali.
"*Parfum anda harum sekali Tuan, namun wajah anda ko seperti Tuan TiRex yang menyebalkan itu ya, aaah mungkin halusinasiku saja*",, kata Neni kepada Rexley sambil meracau khas orang mabuk.
Neni dia lalu berjalan sambil terus menggandeng tangannya Rexley dengan kuat, sedangkan Rexley sendiri dia hanya tersenyum miring sambil terus mengikuti kemana kakinya Neni melangkah.
...πππππππππππππ...
Penasaran tidak nih readers untuk kelanjutannya π€£
...πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ...
__ADS_1
...***TBC***...