Mr VICKTOR And CRAZY WIFE

Mr VICKTOR And CRAZY WIFE
EPISODE 95


__ADS_3

Nasib sial menimpa Rexley, mungkin lebih tepatnya nasibnya sedikit kurang beruntung saja siang itu, karena Cafe yang dia datangi ternyata lagi banyak pengunjungnya.


"*Si4l ramai sekali Cafenya, semoga saja Neni tidak keburu kelaparan dan meninggal didalam apartemenku, bisa repot nanti urusannya sama hatiku*",, gerutu Rexley sambil melihat jam tangannya ketika dia sudah duduk dikursi yang ada didalam Cafe.


Rexley tadi ketika dia baru saja masuk kedalam Cafe, dia tidak menyadari jika Cafe yang dia datangi sedang ramai pengunjungnya, karena diwaktu itu fikirannya Rexley yang terpenting cepat mendapatkan makanan, dan Cafe itu adalah Cafe yang cepat dijangkaunya.


Rexley baru sadar jika Cafenya sedang ramai pengunjung, ketika dia sudah memesan sejumlah makanan, dan duduk dikursi kosong yang ada disitu sambil menunggu pesanannya jadi.


Ternyata Rexley menunggu cukup lama, hampir empat puluh menit makanan yang dia pesan sudah jadi, dan Rexley ketika sudah menerima semua makanan yang dipesannya dia langsung saja beranjak pergi keluar dari dalam Cafe menuju keadalam apartemennya lagi.


Beberapa menit kemudian, Rexley akhirnya sampai juga dilantai dimana apartemennya berada ketika sudah menaiki lift tadi.


Rexley langsung saja memasukkan pasword pintu apartemennya ketika dia sudah sampai didepan pintu apartemennya sendiri.


Pintu yang sudah terbuka, Rexley langsung saja masuk kedalam dan langsung mencari Neni, namun sebelum itu Rexley menaruh semua makanan yang dia beli tadi diatas meja makan yang ada diruang makannya.


Setelah menaruh semua makanannya Rexley langsung saja beranjak ingin menuju kedalam kamarnya, karena terakhir kali dia meninggalkan Neni, Neni masih berada didalam kamar.


Namun ketika Rexley melewati ruang keluarga, dia melihat televisi menyala, dan melihat Neni juga sedang tertidur diatas shofa diruang keluarganya, dengan posisi yang membuat p4h4 mulusnya terlihat menggiurkan sekali bagi Rexley.


"*Lebih si4al lagi ternyata ketika aku sampai disini, bagaimana tidak si4l, hei aku ini laki-laki normal, dan dia tidur saja dengan posisi miring begitu, p4h4 dan pa***tnya saja kelihatan seperti itu*",, gerutu Rexley sambil melihat kearahnya Neni.


"*Yang penting dia masih hidup kan, ketika aku tinggal lama tadi*",, kata Rexley lagi sambil mendekatkan jari tangannya kelubang hidungnya Neni.


"*Syukurlah dia masih hidup*",, kata Rexley yang lega ketika mengetahui Neni masih hidup.


Mata Rexley tidak bisa dibohongi dan juga teralihkan, rasanya mata dia ingin selalu memandang p4h4 mulusnya Neni terus.


Dan tanpa sadar, tangan Rexley lalu mengusap lembut p4h4nya Neni dengan gerakan sangat pelan sekali.


Didalam tidurnya Neni merasakan p4h4nya kegelian, dan dia reflek menepuk dengan cukup keras sekali dibagian p4h4nya itu.


Si4l bagi Rexley lagi, yang ditepuk Neni bukannya p4h4nya melainkan tangannya Rexley.

__ADS_1


"*Wanita ini, aduuuh sungguh terlalu sekali, tidur saja bisa menyakitiku*",, kata Rexley lagi ketika merasakan sedikit sakit dengan pukulannya Neni tadi.


"*Aku kerjai saja dia aaah*",, kata Rexley yang tiba-tiba mendapatkan sebuah ide.


Rexley lalu melepaskan jaket yang dipakainya untuk dia sampirkan kep4h4nya Neni yang terbuka tadi, dan dia lalu merebahkan badannya disampingnya Neni.


Untung saja shofa miliknya Rexley bisa muat untuk dua orang jika tiduran.


Dengan sangat perlahan sekali, Rexley memindahkan kepalanya Neni keatas lengannya, dan setelahnya Rexley memeluk erat Neni sambil memberikan kehangatan untuk Neni.


Neni yang tidak sadar dalam tidurnya dia juga membalas pelukannya Rexley dan langsung membenamkan kepalanya didadanya Rexley.


Entah kenapa jantung Rexley tiba-tiba berdetak lebih cepat dari biasanya ketika dia sedang posisi seperti itu dengan Neni.


"*Semoga saja dia tidak mendengar suara detak jantungku yang lagi main drum ini*",, batin Rexley untuk Neni.


Rexley mencoba ikutan memejamkan matanya, dan lama-kelamaan dengan kenyamanan yang dia rasakan, akhirnya Rexley tertidur lelap juga dengan posisi seperti itu dengan Neni.


Neni nanti jika terbangun dia pasti akan sangat terkejut sekali melihat posisinya yang saling berpelukan dengan Rexley.


Ketika Diego yang baru saja keluar dari dalam ruangannya, tiba-tiba ponsel yang dia taruh didalam saku celananya berbunyi dan bergetar.


Diego langsung saja mengambil ponselnya itu dan melihat nama Linda tertera dipanggilan masuk diponselnya.


"*Halo*",, kata Diego ketika dia sudah mengangkat sambungan telefonnya Linda sambil berjalan keluar dari rumah sakit.


"*Halo sayang, aku cuma mau bilang maafkan aku ya sayang, ternyata aku tidak bisa pulang akhir pekan ini, karena pemotretannya diperpanjang dan saat ini aku sedang berada diMexico*",, kata Linda kepada Diego.


"*Iya kamu hati-hati saja disana*",, jawab singkat Diego kepada Linda.


Diego seperti tidak ada respect sama sekali dengan Linda, mungkin Diego bosan karena perkataan seperti itulah yang sering didengar oleh Diego dari Linda.


Dulu ketika awal-awal kenal dan tunangan dengan Linda, Diego akan selalu memberikan dan menunjukkan perhatiannya kepada Linda ketika Linda berpamitan kepadanya.

__ADS_1


Namun lama kelamaan Diego merasa bosan juga menjalani hubungan yang seperti itu terus dengan Belinda, apalagi sekarang dihatinya Diego sudah tumbuh namanya Ocil dan sedikit mulai menggeser posisinya Linda dihatinya Diego.


"*Baiklah aku tutup dulu telefonnya ya sayang, I Love You*",, kata Linda kepada Diego.


"*Iya*",, jawab Diego tanpa membalas ucapan cinta dari Linda dan langsung mematikan sambungan telefonnya.


"*Selalu seperti itu, kapan aku bisa merasakan mempunyai seorang kekasih yang benar-benar nyata disampingku, bukan hanya ucapan dan status belaka saja seperti ini*",, keluh kesah dari Diego sambil memasukkan ponselnya lagi kedalam saku celananya.


Diego lalu melanjutkan lagi jalannya hingga dia sampai diparkiran khusus Dokter yang ada dirumah sakit itu.


Ketika Diego baru saja duduk dikursi mobilnya, ponselnya bergetar lagi dan berdering cukup lama sekali.


Diego dengan malas-malasan lalu mengambil ponselnya itu, dan ketika tertera nama Ocil, Diego langsung saja cerah ceria wajahnya.


"*Halo Cil ada apa kamu menelfonku??*",, kata Diego dengan nada semangatnya ketika mengangkat sambungan telefonnya Ocil.


"*Halo Go, apakah kamu masih berada dirumah sakit??*",, kata Ocil kepada Diego.


"*Ini lagi diparkiran mau pulang, memangnya kenapa Cil??*",, jawab Diego kepada Ocil.


"*Aku mau minta tolong kepadamu bolehkah??*",, kata Ocil kepada Diego.


"*Ya pasti bolehlah, kamu mau minta tolong apa Cil kepadaku??*",, jawab Diego kepada Ocil.


"*Mobil aku sedang mogok dijalan Moonrest Go, bisakah kamu datang kesini membantuku sekarang??*",, jawab Ocil kepada Diego.


"*Jalan Moonrest, itu kan jalan dibelakang rumah sakit ini, baik-baik segera aku akan kesana*",, jawab Diego kepada Ocil.


"*Baiklah aku tunggu, dan terimakasih Go*",, kata Ocil kepada Diego dan sambungan telefon mereka akhirnya benar-benar terputus.


Setelahnya Diego dia lalu tancap gas untuk menuju kejalan dimana mobilnya Ocil sedang mengalami mogok mesin.


Dan Ocil sendiri terpaksa meminta tolong kepada Diego karena memang Diegolah orang terdekat dimana mobilnya mengalami mogok.

__ADS_1


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...


...***TBC***...


__ADS_2