
Satu minggu sudah Vicktor mengalami masa morning sickness dan mengidamnya menggantikan Celyn.
Celyn sedikit kerepotan dalam mengurusi mengidamnya Vicktor, sebab Vicktor mengidam hal-hal yang tidak dia duga.
Vicktor mengidam membeli mobil sport mewah lagi, membeli sepuluh jam tangan mewah yang harganya tidak bisa dibilang murah.
Bahkan Vicktor juga membeli sebuah butik untuk Celyn, karena Vicktor mengidam ingin mempunyai butik sendiri yang didalamnya akan dia isi dengan pakaian-pakaian serta barang-barang branded yang bagus-bagus dan juga pasti mahal harganya.
Kemarin ketika Celyn dan Vicktor sedang menjenguk baby R dan juga Ocil dirumahnya Ocil.
Tiba-tiba saja ketika Vicktor melihat ada camilan sebuah roti kering diatas meja yang memang disajikan oleh Ocil untuk Celyn dan juga Vicktor.
Vicktor yang mencicipi dua buah potong roti kering itu, lidahnya Vicktor ternyata sangat menyukai roti itu, dan tanpa disadari oleh Vicktor, Ocil, Diego dan juga Celyn, Vicktor sudah menghabiskan satu toples penuh roti kering itu sendirian.
"* Vicktor tumben sekali kamu suka sekali makan roti kering seperti ini?? *",, tanya Diego kepada Vicktor ketika satu toples roti kering sudah dihabiskan sendiri oleh Vicktor.
"* Iya nih, tidak tahu kenapa n4fsu makanku tambah banyak sekali, ketika aku menggantikan posisi mengidamnya Cleyn, bahkan roti kering ini terasa enak sekali dilidahku *",, jawab Vicktor pada waktu itu kepada Diego.
"* Hah kamu yang mengidam Vicktor?? *",, tanya Ocil kepada Vicktor dengan ekspresi yang sangat terkejut sekali.
"* Tatatatata, Mamama, Daddy *",, celoteh dari baby Shane sambil asik berjalan sendiri didepan mereka.
Pandangan mereka semua teralihkan kepada baby Shane yang sedang mengoceh sendiri itu, dan Vicktor bahkan belum sempat menjawab perkataannya Ocil.
Sebab Celyn dan Vicktor pada waktu itu berkunjung kerumahnya Ocil sambil mengajak sikembar juga.
"* Iya aku yang menggantikan Celyn mengidam dan morning sicknessnya Cil *",, jawab Vicktor kepada Ocil.
"* Memangnya apa bisa ya Ayah?? *",, tanya Ocil kepada Diego.
"* Bisa dong Bund, jika Bunda bingung nanti browsing saja diinternet, Ayah lagi mode malas menjelaskan *",, jawab Diego kepada Ocil sambil tertawa kecil.
"* Iya Cil, memang bisa, dan aku sudah browsing ko, dan sebenarnya aku sangat kasihan sama Vicktor, tapi aku juga sangat senang sekali karena tidak merasa repot mengalami hal itu semua *",, jawab Celyn kepada Ocil sambil tertawa lucu.
__ADS_1
"* Ya deh, nanti aku juga mau browsing *",, jawab Ocil kepada Celyn dan masih didengar yang lainnya juga.
"* Oh ya Cil, Go, kalian beli roti kering ini dimana??, aku mau membelinya sendiri dong buat stok dimansion aku *",, tanya Vicktor kepada Ocil dan juga Diego.
"* Itu tidak beli, roti itu dibuat oleh Mamah mertua aku Vick *",, jawab Diego kepada Vicktor.
"* Iya Vick, itu yang buat Mamah untuk mengisi waktu luangnya *",, kata Ocil juga kepada Vicktor.
"* Boleh mintakan resepnya tidak, nanti buat aku suruh koki yang ada dimansion aku untuk membuatkannya untukku *",, kata Vicktor kepada Ocil dan juga Diego.
"* Sebentar aku panggilkan Mamah dulu *",, jawab Diego kepada Vicktor.
Dan Vicktor langsung saja mengangguk kepada Diego.
Sedangkan Diego dia langsung saja berlalu masuk kedalam rumah untuk memanggilkan Mamah mertuanya yaitu Mamah Esme yang sedang berada didalam kamarnya.
Mamah Esme yang sudah dipanggilkan oleh Diego dia langsung saja melangkahkan kakinya menuju keruang tamu bersama Diego.
"* Tante maafkan suami saya ya Tante karena sudah merepotkan Tante *",, kata Celyn kepada Mamah Esme ketika Mamah Esme sudah ikut duduk bergabung dengan mereka semua.
"* Oh ya Nak Vicktor, didalam masih ada satu toples lagi biar diambilkan dulu sama Bibi, nanti buat nak Vicktor saja, dan ini salinan resep rotinya Tante yang Nak Vicktor makan *",, kata Mamah Esme kepada Vicktor sambil menyerahkan secarik kertas resep.
Vicktor entah kenapa cuma mendengar akan mendapatkan satu toples roti yang habis dimakannya tadi, dia sungguh sangat senang sekali.
"* Waaah beneran Tante ini untuk Vicktor *",, kata Vicktor ketika sudah menerima satu toples roti yang tadi sudah diambilkan oleh Bibi yang bekerja disitu.
"* Iya itu untuk Nak Vicktor saja *",, jawab Mamah Esme kepada Vicktor sambil tersenyum.
Dan singkat cerita, ketika Vicktor serta Celyn sudah pulang dari rumahnya Ocil dan Diego, Vicktor langsung saja menyerahkan resep roti keringnya Mamah Esme kepada Pak Hu, untuk Pak Hu menyuruh kepada para koki yang bekerja dimansionnya supaya membuatkannya untuknya.
Ketika resep roti yang dibuatkan oleh para kokinya sudah jadi, Vicktor cukup suka dengan hasil dari para kokinya itu, namun Vicktor masih lebih suka roti kering buatannya Mamah Esme.
Kembali kewaktu sekarang, saat ini Vicktor sedang bekerja dikantornya seperti biasanya.
__ADS_1
Namun ada hal yang berbeda dengan Vicktor, ketika dulu sebelum mengidam, Vicktor akan fokus bekerja dan bekerja.
Tapi sekarng Vicktor bekerja sambil mengemil dan memakan camilan yang sudah Ian siapkan sebelumnya.
Untung saja setelah makan banyak, Vicktor akan selalu rajin berolahraga, jadi tubuhnya Vicktor masih terjaga dengan baik dan bagus.
Kegalakan dan kemarahan dari Celyn untuk memberantas para wanita yang ingin menggoda Vicktor pun sudah menyebar keseluruh para pembisnis.
Dan jika ada kolega perempuan datang kekantornya Vicktor pun, dia sangat menjaga pandangan mereka walau sebenarnya mereka sangat ingin sekali memandang Vicktor dengan waktu yang cukup lama.
Ketika Vicktor sedang mengalami fase mengidam dikehamilannya Celyn yang sudah menginjak ketiga bulan.
Berbeda lagi dengan Dela yang sudah hamil kesembilan bulan, dan akan segera melahirkan.
Chris sendiri walau badan dia sangat binaragawan sekali, sungguh hati dia sangat hello kitty.
Sebab ketika Dela memperlihatkan wajah yang meringis kesakitan sambil memegangi perutnya ketika sudah hamil besar seperti itu.
Chris langsung saja menunjukkan rasa khawatir yang cukup berlebihan sekali.
"* Papah Chris, Mamah itu cuma sedang mulas ingin buang air besar, bukan ingin melahirkan *",, kata Dela kepada Chris sambil menahan rasa mulas diperutnya.
"* Apa perlu Papah bantu Mah, buang air besarnya *",, kata Chris dengan sangat khawatir sekali, karena takut jika Dela akan terjatuh didalam kamar mandi.
"* Ada-ada saja ini si Papah, Mamah bisa sendiri ya, dan Mamah akan sangat berhati-hati nanti didalam kamar mandinya *",, jawab Dela kepada Chris, dan Dela langsung saja berlalu pergi dari hadapannya Chris untuk masuk kedalam kamar mandi.
Sungguh lebay memang, tapi yah author anggap hal wajar, karena sebagai pasangan tentunya kita mempunyai cara tersendiri dalam menunjukkan rasa khawatir kita terhadap pasangan kita.
Terlebih lagi jika istri kita sedang hamil besar seperti itu.
Dan hal itu sudah Chris tunjukkan kepada Dela, ketika kehamilannya Dela menginjak ketrimester ketiga.
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
__ADS_1
...***TBC***...