Mr VICKTOR And CRAZY WIFE

Mr VICKTOR And CRAZY WIFE
EPISODE 282


__ADS_3

Sungguh semalaman Vicktor dia bergadang untuk menjaga Celyn yang selalu merintih kesakitan terus karena merasa sangat sakit sekali dipunggungnya itu.


Walau Celyn sudah meminum obatnya itu, namun jika evek obat itu hilang, Celyn akan merintih lagi merasa sangat sakit sekali dipunggungnya.


Baik Celyn maupun Vicktor malam itu tidur mereka tidak bisa nyenyak sekali.


Vicktor tidur sambil memikirkan keadaannya Celyn, sedang Celyn tidur sambil menahan rasa sakit yang dirasakannya itu dipunggung kanannya sebelah atas.


Ketika pagi menjelang, dan waktu sudah menunjukkan pukul delapan pagi, Celyn dia malah belum terbangun dari tidurnya.


Padahal sebentar lagi Dokter yang akan memeriksanya akan sampai dimansionnya.


Sedangkan Vicktor dia sudah terbangun sejak jam enam pagi tadi.


Vicktor sendiri dia sudah mandi, sudah mengecek sikembar juga, sudah rapi namun dengan pakaian rumahannya, sebab Vicktor tidak tega untuk meninggalkan Celyn dimansion untuk berangkat bekerja.


Vicktor yang melihat Celyn masih tertidur pun, dia hanya membiarkannya saja tanpa ada niatan untuk membangunkan atau menganggu Celyn.


Disaat Vicktor sedang sibuk dengan laptopnya, sambil mengeteh dengan diselingi camilan biskuit yang dia minta dari Pak Hu tadi.


Tiba-tiba Vicktor mendengar pintu kamarnya diketuk dari luar.


Vicktor langsung saja beranjak berdiri dari duduknya untuk membukakan pintu kamarnya itu.


Dan ketika sudah dibuka pintunya oleh Vicktor, ternyata yang mengetuk adalah Ian bersama Dokter yang diinginkannya kemarin.


"* Tuan Vicktor, ini Dokter yang kemarin malam saya bicarakan *",, kata Ian kepada Vicktor ketika pintu kamarnya sudah dibuka oleh Vicktor.


Vicktor hanya mengangguk formal saja kepada Ian, sambil mempersilahkan masuk Ian beserta Dokter Spesialisnya itu kedalam kamarnya.


Vicktor yang ikut berjalan dibelakangnya Ian, dia lalu duduk disamping ranjangnya Celyn ketika sudah sampai disamping ranjang, untuk membangunkan Celyn yang masih tertidur itu.


"* Mommy, Mommy bangun yuk, Dokternya sudah datang *",, kata Vicktor mencoba membangunkan Celyn yang masih memejamkan matanya itu.

__ADS_1


Perlahan tapi pasti Celyn lalu membuka matanya itu, dengan samar-samar Celyn melihat ada Ian, dan seorang wanita yang berumur sekitar tiga puluhan berdiri disampingnya Ian.


"* Tuan, saya tunggu diluar saja ya Tuan, jika Tuan Vicktor membutuhkan sesuatu, Tuan bisa memanggil saya saja *",, kata Ian dengan tiba-tiba kepada Vicktor.


Vicktor hanya mengangguk saja menanggapi perkataannya Ian.


Setelahnya, Ian lalu berlalu pergi dari dalam kamarnya Vicktor, untuk menunggu didepan kamarnya Vicktor saja.


"* Nyonya, saya periksa dulu yuk *",, kata Dokter Perempuan itu kepada Celyn dengan ramah.


Dengan pelan-pelan Celyn lalu memposisikan tidurnya untuk tengkurap supaya luka memar yang ada dipunggungnya bisa dicek oleh Dokter itu.


Dokter perempuan itu dia langsung saja bersiap-siap memeriksa keadaannya Celyn.


Sambil menahan rasa sakit diluka memarnya yang sedang dipegang oleh Dokter itu, Celyn tanpa sadar dia terus mengeluarkan air matanya.


Sedangkan Vicktor, dia masih setia berdiri disamping ranjang yang satunya sambil memperhatikan pemeriksaan sang Dokter kepada Celyn.


Setengah jam sudah Dokter itu mendiagnosis, sekalian melakukan hasil visum untuk lukanya Celyn seperti permintaannya Vicktor.


"* Bagaimana Dokter, sakit memarnya istri saya?? *",, tanya Vicktor kepada Dokter itu ketika Vicktor sudah melihat jika Celyn sudah selesai diperiksa.


"* Nyonya Celyn, dia sudah mengalami pemecahan biokimia hemoglobin yang ditemukan dalam darah Tuan, itulah mengapa belum ada satu kali dua puluh empat jam, luka memarnya Nyonya Celyn sudah berwaran ungu seperti ini Tuan Vicktor *",, kata Dokter itu kepada Vicktor.


"* Tapi Tuan tidak perlu khawatir nanti saya akan memberikan resep obat yang sesuai dengan sakit memar yang dialami oleh Nyonya Cleyn *",, lanjut lagi perkataannya Dokter itu kepada Vicktor sambil berdiri disamping ranjang bersebrangan dengan Vicktor.


Sedangkan Celyn sendiri, dia memilih untuk memejamkan matanya lagi, sambil menahan rasa sakit dipunggungnya itu.


"* Untuk tulang-tulangnya Nyonya Celyn, semuanya masih baik-baik saja saya cek, normal tidak ada hal serius yang perlu dikhawatirkan, tapi memang luka memar yang dialami Nyonya Celyn, sangat wajar jika akan sedikit membengkak seperti ini Tuan, sebab kemungkinan ketika terjatuh kemarin Nyonya Celyn cukup keras juga berbenturan dengan benda kerasnya, itulah yang menyebabkan Nyonya Celyn lebih cepat pecahnya biokimia hemoglobinnya didalam darahnya itu Tuan *",, sambung lagi perkataannya Dokter itu kepada Vicktor.


"* Tapi kenapa istri saya meminum obat ini seperti tidak ada efeknya Dokter?? *",, tanya Vicktor kepada Dokter itu sambil menunjukkan obat yang dibeli Ian kemarin.


Dokter itu langsung saja menerima obat yang diberikan oleh Vicktor kepadanya.

__ADS_1


Dan Dokter itu langsung saja membaca merek obat yang dipegangnya itu.


"* Oh obat ini, iya obat ini memang bagus Tuan, tapi obat ini bukan untuk luka memar yang sedang dirasakan oleh Nyonya Celyn Tuan *",, kata Dokter itu menjelaskan obat yang dipegangnya kepada Vicktor.


"* Ini memang bisa meredakan rasa sakitnya, tapi setelah dua jam kemudian, rasa sakit yang dirasakan akan muncul lagi, tapi tidak mengurangi bengkaknya *",, sambung lagi perkataan Dokter itu kepada Vicktor.


Vicktor hanya mengangguk membenarkan perkataan sang Dokter, sambil terus mendengarkan penjelasan dari Dokter tersebut.


"* Nyonya Celyn tolong disuruh jangan banyak bergerak dulu ya Tuan, Nyonya Celyn harus lebih banyak beristirahat dulu supaya Nyonya Celyn bisa cepat sembuh *",, kata Dokter itu lagi kepada Vicktor, yang masih setia mendengarkan perkataannya.


"* Sama Nyonya Celyn tidurnya tolong diatasin sedikit yang punggung memarnya itu ya Tuan, supaya aliran darahnya mengalir lancar kejantungnya *",, lanjut lagi perkataannya Dokter itu kepada Vicktor.


"* Salep sama kompresan juga tolong terus dilakukan setiap saat ya Tuan Vicktor, supaya bisa cepat untuk penyembuhan dari memarnya Nyonya Celyn *",, kata Dokter itu lagi kepada Vicktor sambil menyerahkan selembar resep yang sudah dia catat tadi.


"* Jika sudah tidak ada yang ditanyakan, saya permisi Tuan *",, kata Dokter itu kepada Vicktor.


"* Iya Dokter, terimakasih atas kunjungannya pagi ini, mari saya antar *",, jawab Vicktor dengan ramah kepada Dokter itu.


Dan Dokter itu langsung saja diantar Vicktor untuk keluar dari dalam kamarnya.


Ian yang mendengar suara pintu kamarnya Vicktor terbuka dari dalam, dia langsung saja mengalihkan pandangannya itu kearah pintu tersebut.


"* Ian, antarkan Dokter ini sampai didepan, dan ini sekalian belikan obat untuk Celyn *",, kata Vicktor kepada Ian sambil memberikan selembar resep dari Dokter tadi.


"* Baik Tuan Vicktor *",, jawab Ian kepada Vicktor sambil menerima resep itu dari Vicktor.


"* Mari Dokter *",, kata ramah Ian kepada Dokter itu.


Dan setelahnya Dokter itu bersama Ian, langsung berlalu pergi dari hadapannya Vicktor, setelah menundukkan badan mereka sedikit kepada Vicktor.


Sedangkan Vicktor dia langsung saja kembali masuk kedalam kamarnya untuk melihat Celyn yang ternyata tertidur lagi dengan posisi yang masih tengkurap seperti tadi.


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2