Mr VICKTOR And CRAZY WIFE

Mr VICKTOR And CRAZY WIFE
EPISODE 69


__ADS_3

Tadi setelah Celyn serta Vicktor selesai mandi dan bersih-bersih badannya mereka berdua langsung saja keluar dari dalam kamar mereka dan langsung menemani Mamah Vina yang masih menonton televisi diruang keluarga rumah mereka.


Ketika Celyn maupun Vicktor bertanya kepada Mamah Vina darimana, Mamah Vina hanya menjawab dari arisan bersama teman-temannya dan tempatnya juga tidak jauh dari mansionnya Vicktor, jadinya Mamah Vina putuskan mampir sebentar kemansionnya Vicktor dulu sebelum pulang sambil membelikan roti serta baju-baju hamil untuk Celyn dibutik langganannya.


Mamah Vina juga sudah ditawari oleh Cely dan juga Vicktor untuk makan malam dulu dirumah mereka, namun Mamah Vina menolak, karena Papah Adam nanti dirumah akan makan malam sendirian sebab kata Mamah Vina Della adiknya Vicktor sedang keluar negeri keJerman karena urusan bisnis.


Alhasil ketika jam baru menunjukkan pukul enam sore lewat lima belas menit Mamah Vina berpamitan pulang kepada Celyn dan juga Vicktor.


Dan saat ini Celyn serta Vicktor sedang berada didalam kamar pribadi mereka sambil menonton televisi diatas ranjang mereka, lebih tepatnya Celyn yang menonton televisi sedang Vicktor sedang membaca buku bisnisnya dengan Celyn yang tiduran diatas pahanya.


Vicktor dan juga Celyn mereka berdua baru saja selesai makan malam, namun makan malam ini diselingi dengan Celyn yang muntah-muntah hebat karena ada aroma makanan yang membuatnya sangat-sangat mual sekali.


Vicktor sampai sangat khawatir sekali ketika melihat Celyn yang muntah-muntah sangat banyak tidak seperti biasanya itu, namun Celyn mengatakan kepada Vicktor jika dia tidak apa-apa hanya ingin kembali kedalam kamar saja dan beristirahat.


Dan Vicktor juga tidak ikutan makan seperti Celyn, karena ingin menemani Celyn, walau Vicktor tidak makan pun dia juga masih merasakan kenyang karena tadi siang sudah makan sangat banyak sekali.


Walau Vicktor membaca buku, akan tetapi tangan kanannya daritadi memijat lembut bukit mochinya Celyn, dan tangan kirinya untuk memegang buku yang dibacanya.


Dan Celyn pun hanya diam saja dengan apa yang tangannya Vicktor lakukan kepada bukit mochinya.


Tanpa Vicktor sadari Celyn ternyata sudah tertidur daritadi dengan televisi yang melihat kearah mereka.


Ketika Vicktor menurunkan tali baju tidurnya Celyn kebawah pundaknya, Celyn yang hanya diam saja membuat Vicktor langsung menutup bukunya dan lalu melihat kearah wajahnya Celyn.


Dan ternyata Vicktor sudah melihat Celyn yang tertidur dengan sangat pulas sekali.


"*Pantas saja dia hanya diam saja daritadi, ternyata sudah tidur, padahal malam ini aku ingin sekali berolahraga sebab tadi siang sudah makan banyak*",, kata Vicktor sambil menyingkirkan rambutnya Celyn yang menutupi wajahnya.


Setelah berkata seperti itu, Vicktor lalu memindahkan kepalanya Celyn dari atas pahanya keatas bantal yang ada diatas ranjang.


Dengan sangat pelan-pelan dan juga hati-hati sekali Vicktor lalu membenarkan posisi tidurnya Celyn supaya dia bisa merasa nyaman ketika tidur.


Sama seperti biasanya, Vicktor jika dia tidur hanya menggunakan celana kolornya saja tanpa atasan.

__ADS_1


Vicktor yang belum bisa tidur dan waktu baru menunjukkan pukul sembilan malam, dia lalu memutuskan untuk masuk kedalam ruang galerinya, namun kali ini Vicktor tidak menutup ruang galerinya dan membiarkannya terbuka.


Vicktor lalu menuangkan kebahagiaannya diatas kanvas dan juga kuas serta cat-cat mahalnya dengan lukisan yang menggambarkan rasa bahagianya hari itu.


Tanpa Vicktor sadari ketika Vicktor sudah berada didalam ruang galerinya sekita satu jam lamanya, Celyn yang tadi terbangun dan merasa haus dia melihat sebuah pintu yang selama ini belum pernah dilihatnya itu.


Jiwa penasarannya Celyn meronta-ronta ingin mengetahui pintu apakah itu.


Dan ketika Celyn mendekati pintu ruang galerinya Vicktor yang terbuka, dia melihat begitu banyak lukisan yang belum pernah dia lihat sama sekali dirumahnya Vicktor dan jumlahnya pun bisa dibilang sangat banyak sekali.


Celyn sampai terpana melihat semua lukisan-lukisan indah itu, dengan masih berdiri didepan pintu masuk, Celyn terus mengamati semua lukisan-lukisan itu dan berakhir dengan melihat sendiri jika yang melukis semua itu adalah suaminya sendiri yaitu Vicktor.


Bahkan Celyn sangat terpesona melihat Vicktor yang mempunyai aura tersendiri ketika melukis, dan Celyn juga melihat lukisan wajahnya sendiri diatas kanvas yang sangat cantik sekali.


Sungguh Celyn sangat-sangat terkejut sekali ketika mengetahui bakat terpendam yang dimiliki oleh Vicktor.


Bahkan kedua orang tuanya Vicktor yaitu Papah Adam dan juga mamah Vina serta Della adik kandungnya Vicktor juga tidak mengetahui jika Vicktor pandai melukis.


Celyn bahkan tertawa tanpa suara ketika melihat lukisan dirinya dan juga Vicktor sedang berhubungan badan yang dilukis oleh Vicktor, serta Celyn sangat menyukai lukisan dirinya yang sedang hamil dan Vicktor memeluknya dari belakang.


Sambil menyandarkan bahunya ditiang pintu, Celyn terus mengamati apa yang sedang digambar oleh Vicktor, sedang Vicktor dia tidak menyadari sama sekali jika Celyn sudah berdiri daritadi dan melihat semua hasil lukisannya didepan pintu.


"*Sempurna*",, kata Vicktor ketika dia melihat hasil lukisannya yang sudah sepenuhnya jadi, dan waktu juga sudah menunjukkan pukul sebelas malam.


Jadi antara sadar dan tidak sadar Celyn sudah mengamati Vicktor sejak satu jam tadi, dan untungnya didalam ruang galerinya Vicktor ada sebuah shofa single jadi Celyn tidak capek ketika melihat suaminya sedang melukis lukisannya.


"*Iya sangat sempurna sekali, seperti perasaanku kepadamu Vicktor*",, kata Celyn dan langsung membuat Vicktor terkejut sekali sambil mengalihkan pandangannya kearah samping dimana Celyn sedang duduk dishofa single yang ada disitu.


"*Celyn!!!??, sejak kapan kamu disini??*",, tanya Vicktor kepada Celyn dengan ekspresi terkejut.


"*Kira-kira sudah satu jam yang lalu*",, jawab Celyn sambil beranjak berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Vicktor.


Vicktor semakin terkejut ketika Celyn menjawab dia sudah satu jam berada diruang galerinya.

__ADS_1


"*Aku sangat menyukai semua lukisanmu Vicktor, sangat cantik dan indah sekali*",, kata Celyn sambil memeluk Vicktor dari belakang.


"*Namun jika kamu bertanya kepadaku mana yang paling aku sukai adalah itu*",, kata Celyn lagi kepada Vicktor sambil menunjuk lukisan antara dirinya dan juga Vicktor yang sedang berhubungan badan.


Vicktor langsung melihat kearah lukisan yang ditunjuk oleh Celyn, dan ketika sudah melihat lukisan yang dimaksud Celyn, Vicktor langsung tertawa dengan sangat keras sekali.


"*Iya itu aku melukis ketika kamu waktu awal disini menggodaku dan tidak mau menuntaskannya, jadi aku melampiaskannya melalui kanvasku*",, kata Vicktor kepada Celyn sambil tertawa membuat Celyn jadi ikut-ikutan tertawa.


"*Daddy....*",, panggil Celyn kepada Vicktor dengan keadaan masih memeluk Vicktor dari belakang dan sambil menempelkan pipinya kepipinya Vicktor.


"*I Love You*",, kata Celyn sambil berbisik tepat ditelinganya Vicktor.


Membuat Vicktor langsung saja mengalihkan pandangannya kesamping dengan wajah terkejutnya sambil melihat Celyn yang sedang tersenyum kepadanya.


"*Apa aku tidak salah dengar Celyn*",, kata Vicktor kepada Celyn, dan Celyn langsung saja menggelengkan kepalanya kepada Vicktor dengan bibir yang masih menyunggingkan senyuman.


Dan memang tidak sulit untuk mencintai Vicktor, dari segi wajah dan body yang sangat mudah memikat para kaum hawa, ditambah lagi Vicktor sangat perhatian kepadanya, membuat Celyn tidak malu lagi mengungkapkan rasa cintanya kepada Vicktor.


Apalagi Vicktor juga sudah sepenuhnya menjadi miliknya, jadi sangat benar sekali jika Celyn membalas perasaannya Vicktor kepadanya.


Vicktor langsung saja berdiri dari duduknya dan langsung menghadap kearahnya Celyn dengan senyum yang mengembang dengan sempurnya dan langsung juga membawa Celyn kedalam pelukannya.


...🍐🍐🍐🍐🍐🍐🍐🍐🍐🍐🍐🍐🍐...





...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


***TBC***

__ADS_1


__ADS_2