Mr VICKTOR And CRAZY WIFE

Mr VICKTOR And CRAZY WIFE
EPISODE 132


__ADS_3

Vicktor dan juga Celyn yang sedang saling berpelukan diatas ranjang dengan tangannya Vicktor masih terus mengusap lembut perutnya Celyn pun, tiba-tiba mereka berdua mendengar pintu kamar mereka diketuk lagi dari luar.


"*Aku buka dulu ya sayang pintunya*",, kata Vicktor kepada Celyn.


Dan Celyn hanya mengangguk saja kepada Vicktor.


Lalu Vicktor langsung saja turun dari atas ranjang, menuju kearah pintu kamarnya.


Ketika pintu sudah dibuka dari dalam oleh Vicktor, Vicktor melihat semua keluarganya sudah berada didepan pintu, minus Papah Adam dan Ayah Jo.


"*Mamah mau melihat Celyn dong Nak*",, kata Mamah Gilda kepada Vicktor dan dianggukin oleh mereka semua yang ikut bersama Mamah Gilda.


Vicktor lalu membukakan pintunya dengan lebar supaya semua keluarganya bisa pada masuk kedalam kamarnya.


Ketika mereka semua sedang pada berusaha masuk kedalam kamarnya Vicktor, ada kejadian yang mana membuat Dela jantungnya semakin bertalu-talu saja.


Sebab ketika Dela dan juga Chris yang ingin masuk kedalam kamarnya Vicktor, mereka tidak sengaja saling bertabrakan, alhasil Dela membentur dada kerasnya Chris yang sangat besar sekali itu.


Dan Chris sendiri dia reflek memegang pinggang rampingnya Dela ketika Dela hampir saja terjatuh.


"*Emm terimakasih Chris*",, kata Dela kepada Chris ketika dia ditolong oleh Chris dengan nada yang malu-malu.


Dan Chris hanya mengangguk saja kepada Dela sambil tersenyum manis.


Sungguh Chris tidak tahu jika Dela mempunyai rasa kepadanya.


Karena Chris belum memikirkan cinta-cintaan diumurnya yang masih segitu.


Makanya Chris tidak peka akan arti tatapan cinta dari Dela kepadanya.


Kediamannya Chris dan kemanlyannya serta sifat sayangnya Chris kepada Keluarganyalah yang membuat Dela bisa mudah jatuh cinta kepada Chris.


Setelah berkata seperti itu, Dela langsung saja melangkahkan kakinya menuju kedalam kamarnya Vicktor menyusul para Mamah yang sudah berada disamping ranjangnya Vicktor sambil terus meredakan rasa geroginya itu.


"*Kamu bagaimana Nak keadaannya, dan perut kamu apakah sudah enakan??*",, tanya Mamah Gilda kepada Celyn dan dia sudah duduk dipinggir ranjang sebelahnya Celyn.


"*Sudah mendingan Mah, coba mana tangan Mamah sini*",, jawab Celyn kepada Mamahnya dan langsung saja menempelkan tangan Mamahnya keperut besarnya.


Mamah Gilda langsung saja tersenyum lebar ketika tangannya merasakan tendangan kecil dari para calon cucunya itu.

__ADS_1


"*Mereka aktif sekali Nak, Puji Tuhan*",, kata Mamah Gilda kepada Celyn sambil tersenyum lebar sekali.


"*Mamah mau ikutan dong*",, kata Mamah Vina yang juga ingin ikut-ikutan mengusap perutnya Celyn, dan langsung juga mendapatkan tendangan teratur dari para calon cucunya itu.


"*Eh iya mereka menendang-nendang*",, kata Mamah Vina lagi dengan sangat senang sekali juga.


Sedangkan Vicktor dia hanya memperhatikan saja dari samping ranjangnya Celyn yang satunya.


"*Apakah Uncle Chris tidak mau mencobanya juga*",, kata Celyn kepada Chris dengan nada manjanya.


Chris yang mendengar perkataannya Celyn dia langsung saja melihat kearahnya Celyn dan semua orang yang ada disitu.


Chris walau badannya besar sangat binaragawan sekali itu, tapi dia seumur-umur tidak pernah mengusap perutnya wanita hamil.


"*Ayo Nak, sini cobain dan lebih dekat dengan para calon keponakanmu*",, kata Mamah Gilda kepada Chris yang hanya diam saja daritadi sambil melihat perutnya Celyn.


Dela yang melihat Chris seperti itu, dia langsung saja tertawa lucu saja.


Mamah Gilda langsung saja menarik tangannya Chris dengan tiba-tiba dan langsung mengusapkannya keperut besarnya Celyn.


"*Aduh!!!!*",, kata Celyn dengan tiba-tiba ketika tangannya Chris sedang mengusap perutnya.


Serta yang lainnya mereka langsung saja menunjukkan wajah khawatirnya kepada Celyn, kecuali Chris.


"*Kamu kenapa sayang??*",, tanya Vicktor kepada Celyn dengan wajah khawatir.


"*Sepertinya baby kita sensi sekali dengan unclenya Dadd*",, kata Celyn kepada Vicktor.


"*Padahal baby kita daritadi hanya menanggapi para Nenek mereka dengan tendangan kecil dan teratur, namun ketika Chris yang mengusapnya mereka langsung saja menendang sangat kuat sekali, hingga perut aku rasanya nyeri sekali*",,sambung lagi perkataannya Celyn kepada Vicktor.


Perkataannya Celyn membuat semua orang langsung saja lega sekali kecuali Chris, dia malah diam saja bak patung hidup karena terkejut juga ketika tadi tangannya merasakan dua buah tendangan yang sangat kuat sekali dari dalam perutnya Celyn.


Semua orang langsung saja mengalihkan pandangan mereka semua kearahnya Dela yang sedang tertawa sendiri dengan begitu kerasnya.


Dan setelah mereka melihat jika Dela sedang mentertawakan Chris mereka juga langsung saja ikut-ikutan tertawa.


Pasalnya wajahnya Chris sangat lucu sekali dengan ekspresi bengongnya karena terkejut tadi.


Sungguh tidak sesuai dengan bodynya Chris yang sangat besar itu, cuma karena sebuah tendangan dari para calon keponakannya dia bisa sampai seperti itu.

__ADS_1


"*Apa sebegitu besarkah efeknya dari tendangan calon keponakanmu itu Chris??*",, goda Mamah Gilda kepada Chris.


Dan langsung saja membuat Chris tertawa garing sambil mengusap tengkuknya karena malu.


"*Chris baru tahu rasanya ditendang oleh para baby yang masih didalam perut Mah, jadi Chris terkejut sekali tadi*",, kata Chris kepada Mamahnya sambil mengusap tengkuknya.


"*Malu uncle sama bodynya*",, goda Celyn juga kepada Chris, dan memanggil Chris dengan panggilan Uncle, karena itu adalah panggilan anak-anaknya kelak kepada Chris.


Chris langsung menunjukkan muka betenya kepada Celyn.


"*Oh ya Mah, mumpung kalian ada disini, sebentar*",, kata Vicktor kepada semua keluarganya.


Dan semua orang langsung saja mengalihkan pandangan mereka semua kearahnya Vicktor.


Vicktor langsung saja turun dari atas ranjang dan menuju kearah shofa yang ada didalam kamarnya.


Setelah mengambil barang yang ada diatas shofa, Vicktor lalu memberikan bag belanjaan itu kepada semua keluarganya.


"*Ini semua dress code kalian, sudah Vicktor siapkan, semoga pas ukurannya*",, kata Vicktor kepada semua keluarganya sambil memberikan bag tadi sesuai dengan nama yang tertera.


Vicktor memesankan baju untuk semua keluarganya bukan asal pesan, dia mengukurnya dengan cara meminta sizenya kepada orang yang bersangkutan.


"*Wah terimakasih Nak, nanti kami akan segera ganti pakaian kami setelah sarapan nanti*",, kata Mamah Gilda kepada Vicktor ketika dia sudah menerima bag tadi.


"*Iya Mah, sebetulnya mau Vicktor kasihkan nanti ketika sudah turun, kalau begitu ya sudah kita turun saja yuk sarapan bersama diruang makan*",, kata Vicktor kepada Mamah Gilda.


Mereka semua langsung saja mengangguk kepada Vicktor dan langsung berlalu keluar dari dalam kamarnya Vicktor.


Sedang Vicktor dia membantu Celyn dahulu turun dari atas ranjang.


"*Bisa buat sarapan dibawah kan sayang*",, kata Vicktor kepada Celyn.


"*Iya bisa, dan sudah lebih enakan ko daritadi perutnya sayang*", jawab Celyn kepada Vicktor sambil tersenyum.


Vicktor dan Celyn mereka berdua langsung saja berlalu keluar juga dari dalam kamar setelah Celyn membersihkan mukanya terlebih dahulu, dan dia akan mandi nanti saja ketika akan bersiap-siap, karena Celyn tidak mau jika para keluarganya akan kelamaan menunggunya mandi terlebih dahulu.


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2