Mr VICKTOR And CRAZY WIFE

Mr VICKTOR And CRAZY WIFE
EPISODE 71


__ADS_3

Ketika Celyn dan juga Vicktor yang sama-sama capek, dan waktu juga sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam, mereka pun akhirnya baru bisa memejamkan matanya dengan keadaan saling memeluk dan berada didalam satu selimut yang sama.


Pagi harinya ketika Celyn dan juga Vicktor yang sudah berangkat kekantor, ketika Vicktor dan juga Celyn yang baru masuk dalam loby kantor, mereka berdua yang berpas-pasan dengan para karyawan para karyawan semua langsung saja menyapa dan menunduk sopan kepada Celyn dan juga Vicktor.


Sekarang para karyawan tidak ada yang berani lagi menatap Celyn lebih dari dua detik.


Vicktor dan juga Celyn yang sudah sampai didalam ruang kerjanya Viktor, Celyn langsung saja duduk dikursi kerjanya Vicktor ketika Vicktor belum mendudukinya, dan ketika Vicktor melihatnya dia hanya diam saja dan sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuannya Celyn.


Ketika Celyn dan juga Vicktor baru saja masuk kedalam ruangannya, tiba-tiba mereka mendengar pintu diketuk dari luar, dan ketika Celyn memencet remot untuk membukakan pintu, masuklah orang yang tadi mengetuk pintu dan ternyata Ianlah orangnya.


Vicktor yang melihat Ian masuk sambil membawa sebuah berkas dia langsung bertanya kepada Ian.


"*Apa itu berkas yang kemarin saya minta Ian??*",, kata Vicktor kepada Ian ketika Ian sudah sampai didepan kursi yang diduduki Vicktor, dan Vicktor duduk dikursi yang ada didepan meja kerjanya.


"Ian Tuan*",, jawab Ian kepada Vicktor sambil menyerahkan berkas yang dibawanya.


"*Baiklah kamu boleh kembali bekerja lagi*",, jawab Vicktor kepada Ian ketika dia sudah menerima berkas itu.


Ian langsung saja menundukkan sedikit badannya sebelum dia berlalu pergi, namun ketika Ian hampir sampai didepan pintu Vicktor memanggilnya lagi.


"*Iya Tuan*",, kata Ian kepada Vicktor sambil menghadap kearahnya Vicktor lagi.


"*Tolong kamu periksa berkas ini, karena saya merasa ada yang aneh dengan data-data yang ada didalam berkas-berkas ini*",, kata Vicktor sambil menyerahkan berkas yang kemarin baru dicek oleh Celyn.


Sedang Celyn dia malah asik mengotak-atik laptopnya Vicktor tanpa sepengetahuan oleh Vicktor namun gagal, karena laptopnya Vicktor ternyata dipasword oleh yang punya.


"*Baik Tuan*',, jawb Ian sambil menerima berkas yang dikasih oleh Vicktor.


"*Kalau tidak ada lagi saya permisi Tuan*",, kata Ian sambil berpamitan kepada Vicktor lagi dan Vicktor dia hanya mengangguk saja kepada Ian.


Ketika Vicktor langsung menghadap kearah laptopnya dia terkejut karena laptop yang baru saja dibukanya itu sudah berpindah posisi, namun Vicktor tenang saja karena paswordnya belum dia buka.


"*Kamu apa bisa membukanya Celyn*",, kata Vicktor kepada Celyn yang sedang mengotak-atik laptopnya Vicktor.


"*Bisa*",, jawab berbohong Celyn kepada Vicktor membuat Vicktor langsung saja beranjak berdiri dari duduknya dan langsung mendekati Celyn.


Celyn langsung saja tertawa karena sudah bisa membohongi Vicktor lagi, dan Vicktor yang sudah dikerjai oleh Celyn dia langsung saja menguyel-uyel wajahnya Celyn dengan gemas.


"*Berkas apa tadi yang diberikan oleh Ian Vicktor??*",, tanya Celyn kepada Vicktor yang baru saja mendudukkan p***tnya lagi dikursi yang tadi didudukinya.

__ADS_1


"*Baca saja sendiri*",, jawab Vicktor kepada Celyn sambil membuka laptopnya.


Celyn langsung saja membuka berkas yang tadi diberikan oleh Ian, dan ketika Celyn sudah membaca semuanya dia sangat terkejut sekali, karena didalam berkas itu berisi semua tanda tangan semua karyawan kantornya Vicktor.


Didalam berkas itu tertulis jika karyawannya Vicktor ketahuan membully lagi, kepada siapapun terutama pada orang yang bekerja diperusahaannya Vicktor mereka siap-siap akan dipenjara dikantor polisi selama lima bulan atau membayar denda sebesar seratus juta rupiah.


Ya begitulah sekiranya pernyataan tertulis yang ditandangi oleh semua karyawan kantor yang mendapat Surat Peringatan pertama kemarin.


"*Tidak aku sangka suamiku ternyata sangat berkuasa sekali*",, kata Celyn sambil membaca berkas itu.


Dan Vicktor yang mendengarnya dia langsung tersenyum miring dengan sombong.


Celyn yang melihat Vicktor sedang sibuk dengan laptopnya, membuat Celyn merasa jenuh karena dia tidak diberi pekerjaan oleh Vicktor.


"*Vicktor apa tidak ada pekerjaan lagi untukku , aku jenuh sekali ini*",, kata Celyn kepada Vicktor sambil memainkan bolpoinnya Vicktor yang ada diatas meja.


"*Tidak ada*",, jawab Vicktor kepada Celyn dengan singkat tanpa mengalihkan pandangannya dari laptopnya.


"*Emmm Daddy bagaimana kalau nanti malam kita mengundang semua teman-teman terdekat kita untuk makan malam dirumah kita, aku kangen ingin mengumpul lagi bersama mereka*",, kata Celyn dengan tiba-tiba kepada Vicktor.


Dan langsung mengalihkan pandangannya Vicktor menjadi kearahnya Celyn.


"*Tapi aku mau kamu juga menghubungi teman kamu juga*",, kata Celyn lagi kepada Vicktor.


"*Nanti saja aku menghubunginya, sekarang aku sedang bekerja*",, jawab Vicktor kepada Celyn.


"*Tidak mau pokoknya sekarang juga*",, kata Celyn kepada Vicktor.


Vicktor lalu mengambil ponselnya dan langsung menghubungi teman-temannya, yaitu Diego yang seorang Dokter yang menangani Celyn kemarin dan juga Rexley pemilik sirkuit serta pemilik perusahaan parfum merek ternama dinegaranya.


"*Sudah kan*",, kata Vicktor kepada Celyn ketika dia sudah menghubungi kedua teman-temannya.


"*Mereka menjawab apa??*",, tanya Celyn kepada Vicktor.


"*Iya dia mau sayang, sekarang ijinkan aku melanjutkan pekerjaanku lagi ya*",, kata Vicktor sambil tersenyum manis kepada Celyn, dan Celyn langsung saja menyunggingkan senyumnya juga kepada Vicktor.


"*Ok kalau begitu aku mau menghubungi semua teman-teman aku dulu ya*",, kata Celyn kepada Vicktor dan Vicktor hanya mengangguk saja kepada Celyn.


Celyn langsung saja mengeluarkan ponselnya dan langsung juga menghubungi semua teman-temannya, dan kali ini yang dihubungi oleh Celyn adalah Felya.

__ADS_1


"*Halo siapa ini??*",, kata Felya ketika mengangkat sambunga telefonnya Celyn, karena Celyn menghubungi Felya dan juga teman-teman lainnya menggunakan nomornya yang baru.


"*Ini aku Celyn Fel*",, jawab Celyn kepada Felya.


"*Celyn, terus nomor kamu yang kemarin kemana??*",, tanya Felya kepada Celyn.


"*Masih dibawa seseorang*",, jawab Celyn kepada Felya.


"*Seseorang siapa??*",, tanya Felya berpura-pura tidak tahu, padahal aslinya Felya sangat tahu seseorang itu siapa.


Tapi karena berhubung Celyn tidak tahu jika semua teman-temannya sudah pada tahu jika dirinya sudah menikah, jadi Celyn belum berani jujur dengan Felya.


"*Ya pokoknya adalah*",, jawab Celyn kepada Felya.


"*Terus kamu menelfonku ada apa, sudah lama menghilang tidak ada kabar tahu-tahu menelfon pakai nomor baru*",, kata Felya kepada Celyn lagi.


"*Nanti malam aku mengundang kamu dan juga suami kamu untuk datang makan malam dirumahku ya, nanti alamatnya aku kirimkan lewat pesan*",, kata Celyn kepada Felya.


"*Kenapa lewat pesan, kalau cuma alamat rumah kamu aku sudah hafal diluar kepala*",, jawab Felya kepada Celyn.


"*Bukan dirumahnya Ayah Jo, tapi dirumah baruku*",, kata Celyn kepada Felya.


"*Kamu beli rumah baru??*",, tanya Felya kepada Celyn dengan bingung.


"*Tidak, sudah nanti aku jelaskan jika sudah pada berkumpul semua*",, jawab Celyn kepada Felya.


"*Pokoknya kamu harus datang, jangan sampai tidak datang lho*",, kata Celyn lagi kepada Felya.


"*Iya aku pasti datang, tunggu saja*",, jawan Felya kepada Celyn dan sambungan telefon mereka langsung saja terputus ketika mereka sudah pada saling mengakhiri sambungan telefon mereka.


Setelah ditelfon oleh Celyn, Felya lalu menghubungi Ocil dan juga Neni, dan mereka berdua juga mengatakan hal yang sama jika mereka diundang Celyn untuk makan malam dirumah barunya.


Mereka sudah menebak jika rumah barunya itu adalah miliknya Vicktor atau bagaimana, dan itu malah membuat mereka bertiga semakin sangat penasaran sekali, dan ingin cepat malam saja rasanya.


Sedangkan Celyn ketika sudah menelfon ketiga temannya dia ijin kepada Vicktor ingin melihat-lihat kantornya Vicktor, dan Vicktor mengijinkan asal dengan satu syarat dia harus ditemani dengan Rubi sekretaris keduanya Vicktor, dan Celyn pun setuju akan hal itu.


Dan setelah ijin kepada Vicktor Celyn langsung melihat-lihat semua kantornya Vicktor, dan semua karyawannya Vicktor langsung menunduk takut serta sopan kepada Celyn ketika Celyn melewati meja atau ruangan mereka semua.


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2