
Sedangkan kita berpindah kedalam ruang perawatannya Vicktor.
Ketika Vicktor dan juga Diego sedang mengobrol ringan saja, tiba-tiba telinga mereka teralihkan dengan adanya suara ketukan pintu dari luar.
"*Biar aku buka dulu*",,kata Diego kepada Vicktor ketika mendengar suara pintu yang diketuk.
Dan Vicktor hanya mengangguk saja kepada Diego.
Diego langsung saja beranjak dari duduknya untuk berjalan membukakan pintu yang diketuk itu.
Ketika pintunya sudah dibuka oleh Diego, ternyata yang mengetuk pintunya adalah para sahabatnya dan juga sahabatnya Vicktor.
Siapa lagi kalau bukan Rexley bersama Neni, dan Felya bersama suaminya yaitu Dion.
Diego lalu mempersilahkan masuk mereka semua kedalam ruangannya Vicktor.
Mereka memang sengaja untuk datang bersama untuk menjenguk Vicktor.
Dan Rexley sendiri dia tadi juga sengaja menjemput Neni kerumahnya langsung, namun tidak bisa bertemu dengan kedua orang tuanya, sebab kedua orang tuanya Neni sedang berlibur keluar negeri.
"*Bagaimana keadaan kamu bro*",, tanya Rexley kepada Vicktor, ketika mereka semua sudah pada berdiri didekat brankarnya Vicktor.
"*Ya beginilah Rex*",, jawab Vicktor kepada Rexley.
"*Oh ya terimakasih sudah mau membantuku dalam memecahkan masalahku ini, dan apakah sudah ada perkembangan dalam penyelidikanmu??*",, tanya Vicktor kepada Rexley.
"*Sudah Vicktor, aku sedang mencurigai satu orang dibalik kecelakaan kamu itu, tapi aku belum bisa bercerita dengan kamu, sebab aku belum yakin akan hal itu*",, jawab Rexley kepada Vicktor.
"*Namun jika sudah benar kebukti dia yang melakukan ini kepadamu, aku akan menceritakan semuanya kepadamu Vicktor*",, sambung lagi perkataannya Rexley kepada Vicktor.
Sedangkan yang lainnya mereka hanya mendengarkan saja pembicaraannya Rexley dengan Vicktor.
"*Terimakasih bro*",, kata Vicktor lagi kepada Rexley sambil mengajak Rexley berjabat tangan ala laki-laki menggunakan tangan kirinya yang baik-baik saja.
Ketika Rexley dan juga Vicktor sedang asik berbincang, Diego dia malah sedang asik membatin sambil terus melihat kearah semua orang yang ada disitu.
Felya yang melihat Diego seperti itu, seperti sedang mencari sesuatu, dia lalu mengucapkan perkataan yang langsung membuat Diego menjadi sangat sedih sekali.
"*Jika yang sedang kamu cari Ocil, dia sudah berangkat keBrazil sejak kemarin Tuan Diego*",, kata Felya kepada Diego dengan tiba-tiba membuat semua orang langsung saja mengalihkan pandangan mereka kearahnya Felya.
"*Apaaa!!!*",, kata Diego dengan sangat terkejut sekali.
"Iya Tuan Diego, yang dikatakan oleh Felya benar, jika Ocil sudah pergi keBrazil sejak kemarin*",, sambung lagi perkataannya Neni kepada Diego.
__ADS_1
Diego langsung saja menunjukkan wajah sedihnya dihadapan mereka semua.
Sungguh Diego sangat bersedih, namun mau bagaimana lagi, Diego juga tidak bisa berbuat apa-apa untuk mencegah kepergiaannya Ocil keBrazil.
"*Oh ya Tuan Vicktor, ini Celynnya kemana ya??, apa dia sudah pulang??*",, tanya Felya kepada Vicktor, untuk mengalihkan suasana yang sedang melow untuk Diego.
"*Oh dia sedang kontrol kandungannya bersama Mamah Gilda*",, jawab Vicktor kepada Felya.
"*Kalian silahkan duduk dulu, dan nikmati makanan yang ada ya, sebentar lagi Celyn akan kembali*",, kata Vicktor lagi dengan ramah kepada para tamunya.
Diego yang sedang sangat sedih, dan tidak bersemangat seperti tadi, dia lalu meminta ijin kepada semua orang untuk keluar sebentar.
"*Apakah kamu nanti akan kembali lagi kesini??*",, tanya Vicktor kepada Diego.
"*Iya, aku cuma mau cari kopi saja diluar, untuk menenangkan fikiranku*",, jawab Diego kepada Vicktor sambil tersenyum tipis.
"*Ya sudah sana*",, jawab Vicktor kepada Diego.
"*Jangan lempeng begitu kenapa Go, jika Ocil tidak bisa didapat, cari saja perempuan yang lain*",, kata Rexley kepada Diego sambil menyandarkan tangan kirinya kesandaran shofa belakangnya Neni.
"*Aku bukan dirimu Rex, yang bosan dengan satu wanita akan mencari wanita yang lainnya*",, jawab Diego dengan sambil menyindir Rexley.
Dan Neni yang mendengarnya dia langsung saja mengalihkan pandangannya kearahnya Rexley dengan tatapan mematikannya.
"*Kalau yang ini sudah tidak lagi Go, sembarangan saja kamu kalau berbicara*",, kata Rexley dengan nada takut setelah melihat kearahnya Neni tadi.
Diego hanya tersenyum miring saja menanggapi perkataannya Rexley kepadanya.
"*Tidak sayang, itu dulu, sekarang aku kan sudah sama kamu, dan aku serius sama kamu Neniku sayang*",, kata Rexley gantian kepada Neni sambil mencium tangannya Neni.
"*Dasar bucin*",, kata Diego menyindir Rexley.
Sedangkan yang lainnya mereka hanya tersenyum lucu saja melihat tingkahnya Rexley yang seperti itu kepada neni.
Namun dibalik senyumannya Vicktor, entah kenapa perasaannya sangat tidak enak sekali, karena dia teringat dengan Celyn terus yang belum kembali dari cek kandungannya.
Didalam hatinya Vicktor, sungguh dia sangat tidak tenang sekali, dan sangat ingin segera melihat serta mengetahui keadaannya Celyn serta para ketiga babynya.
"*Biar saja, syirik kamu, begininih kisah cinta yang tidak berujung, jadinya iri dengan orang lain yang bisa seperti ini*",, jawab Rexley kepada Diego sambil mencium pipinya Neni untuk menyindir Diego.
Diego tidak mau menanggapi perkataannya Rexley lagi yang seperti itu kepadanya.
Karena Diego sangat tahu sifatnya Rexley yang sangat pintar sekali menyindir seseorang dan membalas perkataannya seseorang.
__ADS_1
Diego lebih memilih melangkahkan kakinya lagi menuju kearah pintu keluar ruangannya Vicktor.
Dan ketika Diego ingin membuka pintunya dari dalam, dia dikejutkan dengan pintu yang sudah terbuka dari luar.
Dan pelakunya ternyata adalah Mamah Vina, Mamahnya Vicktor dengan keadaan yang sangat kacau serta diwajahnya sedang terlihat khawatir sekali.
"*Tante*",, kata Diego ketika dia terkejut melihat keadaan dari Mamah Vina.
Mamah Vina tidak menanggapi perkataannya Diego, dia langsung saja berlalu masuk kedalam untuk segera menemui Vicktor.
"*Vicktor*",, kata Mamah Vina sambil berjalan mendekati brankarnya Vicktor.
Dan Vicktor ketika dia melihat keadaan Mamahnya yang seperti itu, Vicktor menjadi sangat takut sekali jika Mamahnya akan memberikannya kabar yang tidak dia inginkan.
Sebab karena tadi ketika Mamah Vina sudah menaruh dan menyediakan sarapan untuk Vicktor serta sarapan untuk dirinya sendiri terlebih dahulu.
Ketika sudah selesai Mamah Vina dia langsung saja ijin kepada Vicktor dan juga Diego untuk menyusul Mamah Gilda serta Celyn yang sedang memeriksakan kandungannya Celyn.
"*Mamah kenapa Mah??*",, kata Vicktor kepada Mamahnya dengan wajah yang sedikit khawatir.
Bahkan Diego dia tidak jadi melangkahkan kakinya keluar dari dalam ruang perawatannya Vicktor.
Diego malah lebih memilih kembali lagi kedalam menemui Mamah Vina yang sudah berdiri disamping brankarnya Vicktor.
Sedangkan yang lainnya, mereka semua juga langsung saja berdiri ketika melihat kedatangan dari Mamah Vina yang seperti membawa berita yang sangat penting sekali.
"*Celyn dia*",, kata Mamah Vina kepada Vicktor dengan nafas yang terputus-putus sebab tadi Mamah Vina berlari dengan tergesa-gesa menuju kedalam ruang perawatannya Vicktor.
"*Tante tarik nafas yang panjang dulu, lalu keluarkan dengan perlahan*",, kata Diego kepada Mamah Vina.
Dan Mamah Vina dia langsung saja melakukan apa yang dikatakan oleh Diego.
Sedangkan Vicktor dia masih diam saja menunggu Mamah Vina untuk meneruskan perkataannya dengan jantung yang berdebar-debar.
Setelah tenang Mamah Vina langsung saja mengatakan apa yang ingin dikatakannya tadi.
"*Celyn dia mau melahirkan, dan saat ini dia sedang berada diruang operasi*",, kata Mamah Vina kepada Vicktor dan masih didengar oleh semua orang.
Perkataan dari Mamah Vina langsung saja membuat semua orang langsung terkejut sekali, terutama Vicktor dia bahkan berteriak dengan sangat kencang sekali, hingga seperti memekakan telinga orang.
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
...***TBC***...
__ADS_1