Mr VICKTOR And CRAZY WIFE

Mr VICKTOR And CRAZY WIFE
EPISODE 213


__ADS_3

Neni yang hampir pingsan itu dia langsung saja dibawa untuk rebahan sebentar diatas ranjang yang ada disitu oleh Mamah Alika dan beberapa saudara yang ada didalam situ juga.


Bahkan Cornelia pun dia juga sudah sadar dari pasca meminum obat tidurnya kemarin malam.


Cornelia yang tidur bersama para sepupunya pun, ketika terbangun tidak berada didalam kamarnya, dia langsung saja mengingat-ingat akan ada acara apakah dikeluarganya.


Dan ketika sudah teringat, Cornelia langsung saja masuk kedalam kamar mandi yang ada didalam kamarnya untuk segera mandi dan bersiap-siap menghadiri pesta pernikahan dari Kakaknya yaitu Neni.


"*Minum dulu nak, biar lebih tenang*",, kata Mamah Alika kepada Neni sambil memberikan segelas air minum kepada Neni yang masih sedikit syok itu.


Neni langsung saja meminum air putih yang diberikan oleh Mamahnya itu.


Dan walau Neni sedang dalam keadaan yang lemas hampir pingsan seperti itu, riasan untuk para bridesmaid tetap berlanjut.


Hanya beberapa orang saja yang ikut mengerubungi Neni, karena mereka harus menunggu giliran dengan yang lainnya.


"*Mah katakan sekali lagi kepada Neni, Neni tidak akan menikah kan Mah??*",, tanya Neni lagi kepada Mamah Alika dengan mata yang hampir menangis.


"*Maafkan Mamah sayang, Mamah sudah mencegahnya, namun bagaimanapun juga Ayahmulah yang mempunyai keputusan mutlak*",, jawab Mamah Alika kepada Neni dengan mulai berdrama seperti yang sudah direncanakan oleh Rexley.


Begitu pula dengan para bridesmaid yang lainnya mereka juga ikut berakting seperti tidak tahu apa-apa dihadapannya Neni.


"*Tapi kenapa Mamah dan Ayah tidak bercerita kepada Neni??*",, tanya Neni lagi dengan wajah yang sungguh sangat sedih sekali.


"*Dan kamu dek, apakah kamu sebelumnya sudah mengetahui akan hal ini??*",, tanya Neni juga kepada adiknya yaitu Cornelia yang sedang duduk dipinggir ranjang dekat dengan kakinya.


"*Maafkan Lia Kak, Lia terpaksa tidak bercerita kepada Kakak, karena Lia dilarang oleh Ayah, bahkan Lia sebelumnya sudah mencoba berbicara dengan Ayah, tapi malah Lia yang dimarahi oleh Ayah*",, jawab Cornelia kepada Neni dengan wajah yang dibuat sesedih mungkin.


Neni yang mendengar jawaban dari adiknya Cornelia, dia langsung saja meneteskan air matanya, karena merasa sedih dan ditipu oleh Keluarga dia sendiri.


"*Neni tidak mau menikah Mah, Neni sudah mencintai laki-laki lain*",, kata Neni dengan sangat sedih sekali kepada Mamah Alika sambil meneteskan air matanya.


"*Siapa??, apakah Rexley laki-laki yang kamu cintai itu Nak??*",, kata Mamah Alika kepada Neni.


"*Terlambat dan percuma, karena laki-laki yang bernama Rexley itu dia sudah menikah Nak dengan wanita yang dia cintai selama ini*",, lanjut lagi perkataannya Mamah Alika kepada Neni.

__ADS_1


Dan langsung saja membuat hatinya Neni seperti ditusuk ribuan samurai nan tajam dan runcing ujungnya.


"*Mamah tidak berbohong kan kepada Neni, pasti Mamah salah dengar, tidak mungkin Rexley menikah dengan wanita lain, sedangkan dia selama ini selalu mengatakan cinta kepadaku Mah*",, kata Neni dengan nada yang sangat-sangat pilu sekali kepada Mamahnya.


"*Memang itu kenyataannya Nak, jika kamu tidak percaya lihat saja kartu undangan yang dia kirimkan kepada Ayah kemarin*",, jawab Mamah Alika lagi kepada Neni.


"*Mana Lia kartu undangannya yang kemarin Mamah suruh bawa untuk ditunjukkan kepada Kakak kamu itu*",, kata Mamah Alika gantian kepada Cornelia.


Dan Cornelia langsung saja berdiri dari duduknya untuk mengambil kartu undangan yang sudah disiapkan karena itu bagian dari rencana juga.


Ketika Cornelia sudah mengambil kartu undangan itu, Cornelia langsung saja memberikannya kepada Neni.


Dan Neni langsung saja membaca kartu undangan itu dengan sangat serius sekali.


Semua orang yang ada didalam situ melihat Neni dengan sambil menunjukkan wajah kesedihan mereka untuk semakin meyakinkan drama yang sedang mereka buat.


Ketika Neni sudah membaca semua kartu undangannya Rexley yang palsu itu, semakin deras pulalah air mata yang mengalir dipipinya Neni.


Sebab didalam kartu undangan itu mengatakan jika Rexley sudah menikah sejak satu minggu yang lalu.


Dan rasanya Neni juga percuma saja setiap malam menangisi Rexley karena merindu, tapi ternyata Rexley sudah asik dengan istri barunya itu, begitulah yang difikirkan oleh Neni.


"*Kamu harus maju Nak, lupakan Nak Rexley, lagi pula semua persiapan sudah siap semua Nak, tinggal kamu saja yang harus berdiri diatas altar nanti Nak*",, bujuk dari Mamah Alika untuk menenangkan perasaannya Neni yang sangat kacau sekali itu.


"*Ayah juga terpaksa mengadakan acara pernikahan ini karena dia sedang terlilit hutang yang cukup banyak dengan sahabatnya Nak, dan Ayah akan dilaporkan kepolisi jika Ayah tidak bisa melunasi semua hutang-hutangnya itu Nak*",, lanjut lagi perkataannya Mamah Alika kepada Neni dengan menunjukkan wajah yang sangat prihatin sekali.


Neni yang mendengar penjelasan dari Mamahnya, dia langsung saja mengambil nafasnya yang sangat panjang sekali untuk meredakan rasa sesak yang ada dihatinya karena Rexley.


Dan ketika Neni sudah merasakan lega, dia langsung saja berkata sesuatu kepada Mamahnya dengan sangat mantap sekali, dan didengar oleh semua orang yang ada disitu.


"*Iya Mah, Mamah benar, Neni harus melangkah untuk melupakan Rexley yang sudah berbahagia dengan istrinya itu*",, kata Neni kepada Mamahnya, dan reflek membuat semua orang yang ada disitu langsung tersenyum senang.


"*Ayo Mah, segera rias Neni secantik mungkin, karena ini juga bakti Neni untuk Ayah yang sudah menyayangi dan membesarkan Neni sampai saat ini*",, lanjut lagi perkataannya Neni kepada Mamahnya.


Dan langsung disambut suka cita oleh semua orang yang ada diditu.

__ADS_1


Setelah berkata seperti itu, Neni langsung saja dirias lagi oleh MUA yang sudah disiapkan untuknya, begitu juga dengan para bridesmaid yang dirias juga sesuai dresscode yang akan mereka kenakan.


Neni begitu cantik sekali dengan dandanan yang sangat elegan sekali diwajahnya.


Neni yang sangat jarang sekali berdandan mewah seperti itu, dia sedikit manglingi sekali wajahnya ketika sekilas dilihat.


Bahkan gaun yang akan dikenakan oleh Neni nanti tidaklah gaun sembarangan.


Gaun itu Rexley pesan khusus secara kilat dengan harga yang begitu sangat fantastis sekali.


Semua itu Rexley lakukan hanya demi membahagiakan Neni semata.


Neni walau wajahnya sudah tidak terlihat sedih, tapi tetap saja didalam hatinya sedang merasakan hancur dan rapuh karena perasaannya kepada Rexley.


Serta Neni juga terpaksa mau menikah karena dia tidak mau semakin membuat malu keluarganya, terutama sang Ayah tercinta.


Sedangkan kita berpindah kedalam kamarnya Rexley sendiri, Rexley juga tidak pernah sebegitu tegangnya diseumur hidupnya seperti saat ini.


Bahkan Rexley yang sudah didandani oleh MUA yang sedikit ngondek pun, diwajahnya terlihat sangat tegang sekali.


Diego yang sudah datang sejak jam delapan tadi bersama Ocil pun, dia tertawa geli melihat Rexley yang biasanya cool bisa bertingkah seperti cacing yang kepanasan seperti itu.


Dan Ocil dia bersembunyi terlebih dahulu didalam kamarnya Rexley bersama keluarga laki-laki yang lainnya yang akan menjadi bridesmaidnya untuk Rexley bersama Diego.


Ocil akan keluar jika waktunya sudah pas dan sudah tepat untuk menambah memberikan kejutan lagi kepada Neni.


Entah apa yang akan terjadi kepada Neni ketika Neni sudah mengetahui jika daritadi dia hanya dikerjai saja, dan laki-laki yang akan menikah dengannya adalah laki-laki yang sangat dicintainya, yaitu Rexley.


...πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„...


Mau tahu readers kelanjutannya, silahkan ditunggu Up selanjutnya yupsπŸ€—πŸ˜‰


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2