
Kita geser keRexley yuk readers.
Rexley saat ini sedang berada direstoran untuk menunggu seseorang.
Dan Rexley entah kenapa dia begitu sangat berdegub sekali detak jantungnya tidak seperti biasanya ketika sedang menunggu orang tersebut.
Rexley sudah datang sejak sepuluh menit yang lalu, dan sekitar lima menit kemudian orang yang ditunggunya sudah datang juga dan langsung berdiri didepannya Rexley.
"*Selamat siang Tuan Delano*",, sapa hangat dari Rexley kepada orang yang baru saja datang didepannya itu.
Dan orang itu adalah Ayahnya Neni, yaitu Delano Howard Hadley.
"*Selamat siang juga Tuan Rexley*",, sapa juga Ayah Delano kepada Rexley.
"*Mari silahkan duduk Tuan Delano*",, kata Rexley lagi kepada Ayah Delano sambil mempersilahkan duduk.
Ayah Delano dan juga Rexley langsung saja duduk saling berseberangan.
"*Ada keperluan apakah Tuan Rexley mengajak saya ketemuan seperti ini??*",, tanya Ayah Delano kepada Rexley ketika mereka sudah pada duduk.
"*Akan saya jawab nanti Tuan, kita sebaiknya memesan makanan dan minuman dulu bagaimana*",, jawab Rexley kepada Ayah Delano dengan ramah.
Rexley lalu memanggil waiters untuk datang kemejanya ketika Rexley sudah melihat anggukan dari Ayah Delano, dan Rexley lalu menyebutkan makanan serta minuman yang ingin dipesannya itu.
Begitu juga dengan Ayah Delano, dia juga menyebutkan menu kepada waiters untuk dia nikmati sambil mengobrol dengan Rexley.
"*Saya rasa anda mengajak saya ketemuan seperti ini, bukan karena masalah bisnis*",, kata Ayah Delano kepada Rexley ketika waiters sudah berlalu pergi dari hadapan mereka berdua.
"*Anda benar sekali Tuan Delano*",, jawab Rexley dengan sangat santai sekali kepada Ayah Delano.
Padahal aslinya Rexley sedang sedikit gugup sekali.
"*Saya mengajak ketemuan disini, karena saya ingin mengutarakan maksud saya yang ingin menikahi putri anda Neni Tuan Delano*",, sambung lagi perkataannya Rexley kepada Ayah Delano.
"*Apakah anda menerima lamaran saya Tuan Delano*",, lanjut lagi perkataannya Rexley kepada Ayah Delano.
"*Apa perkataan anda ini bisa saya percaya Tuan Rexley*",, tanya Ayah Delano kepada Rexley.
"*Karena saya sangat tahu sekali, orang berkelas seperti anda, pastinya banyak sekali dikelilingi oleh para wanita-wanita cantik diluaran sana*",, kata Ayah Delano lagi kepada Rexley.
__ADS_1
Sebelum menjawab perkataannya Ayah Delano, Rexley lalu tersenyum tipis sambil menyandarkan punggungnya kesandaran kursi yang dia duduki.
"*Iya anda benar sekali Tuan Delano, dan pastinya anda sudah tahu itu*",, jawab Rexley kepada Ayah Delano.
"*Sekarang saya balik pertanyaannya kepada anda*",, kata Rexley lagi kepada Ayah Delano.
"*Jika anda dikelilingi banyak wanita disekitar anda, tapi anda tidak menyukai mereka semua, dan hanya memilih satu wanita yang anda ingin nikahi, apa yang akan anda lakukan Tuan Delano*",, tanya balik Rexley kepada Ayah Delano dengan sangat berani sekali.
Ayah Delano lalu tersenyum miring kepada Rexley dengan tatapan yang entah bagaimana mengartikannya.
"*Sungguh saya tidak menyangka anda bisa memutar balikan pertanyaan yang saya ajukan tadi kepada anda Tuan Rexley*",, jawab Ayah Delano kepada Rexley sambil tersenyum miring.
"*Apa yang akan anda jawab, begitulah jawaban yang akan saya berikan kepada anda Tuan Delano*",, kata Rexley dengan sangat santuy sekali kepada Ayah Delano.
Ketika dirasa situasi sedang sedikit tegang, untung saja ada waitress datang mengantarkan makanan dan minuman yang mereka pesan.
Rexley dan Ayah Delano hanya tersenyum formal sambil mengangguk saja kepada waitress tersebut.
"*Silahkan dinikmati dulu Tuan Delano makanannya, setelah itu kita lanjutkan lagi perdebatan kita tadi*",, kata Rexley kepada Ayah Delano.
Membuat Ayah Delano reflek tertawa kecil mendengar perkataannya Rexley, membuat Rexley menjadi ikut-ikutan tertawa juga.
Ayah Delano dan juga Rexley lalu menikmati hidangan yang sudah tersedia didepan meja mereka dengan nikmat dan tenang.
Rexley langsung saja mengusap bibirnya terlebih dahulu sebelum menjawab perkataannya Ayah Delano, yang dia yakinin sebentar lagi akan menjadi calon Ayah mertuanya itu.
"*Dulu saya pecinta wanita Tuan Delano, saya akui itu*",, kata Rexley kepada Ayah Delano.
"*Karena hidup sebagai pembisnis muda yang sukses dan dikelilingi oleh wanita-wanita cantik yang datang silih berganti, mana bisa tahan dengan godaan itu Tuan Delano*",, lanjut lagi perkataannya Rexley kepada Ayah Delano.
"*Tapi semenjak Neni hadir dalam kehidupan saya, dan mengajarkan saya akan kepolosan yang tidak sering saya lihat dilingkup pergaulan saya......*",, kata Rexley lagi kepada Ayah Delano, sambil memotong perkataannya sejenak.
"*Membuat saya jatuh hati dan tidak lagi kembali kedalam dunia saya yang dulu Tuan Delano*",, sambung lagi perkataannya Rexley kepada Ayah Delano.
Ayah Delano dia masih diam santai sambil terus mendengarkan semua perkataannya Rexley.
"*Apakah semua perkataan anda bisa saya percaya??*",, kata Ayah Delano kepada Rexley dengan sedikit meragukan perkataannya Rexley tadi.
"*Silahkan jika anda tidak percaya, tapi saya bisa membuktikan itu semua kepada anda Tuan Delano*",, jawab Rexley kepada Ayah Delano dengan tegas sekali.
__ADS_1
"*Caranya??*",, tantang Ayah Delano kepada Rexley.
"*Ijinkan saya menikahi anak anda Neni, dan saya akan membuktikannya dengan membuat Neni menjadi satu-satunya ratu didalam hati saya Tuan Delano*",, jawab Rexley dengan mantap kepada Ayah Delano.
Ayah Delano sebenarnya melihat ada keseriusan dimatanya Rexley, namun Ayah Delano belum sepenuhnya yakin jika Ayah Delano belum mengintrogasi Rexley dengan sangat serius sekali.
"*Apakah menjadi ratu dihati anda, bisa membuat anak saya bahagia dengan anda Tuan Rexley??*",, tanya Ayah Delano yang seperti membuat Rexley mati kutu saja.
Namun Rexley untungnya bisa menjawab pertanyaan itu dengan tenang.
"*Apakah istri anda, anda jadikan ratu dihati anda apakah dia juga bahagia Tuan Delano saat ini??*",, tanya balik Rexley kepada Ayah Delano.
Ayah Delano tidak marah ketika Rexley selalu memutar balikan pertanyaan kepadanya, namun Ayah Delano dia malah langsung saja tertawa dengan cukup keras sekali kali ini.
"*Saya suka gaya anda Tuan Rexley*",, kata Ayah Delano kepada Rexley ketika dia sudah meredakan suara tawanya.
"*Saya merestui anda dengan anak saya Neni, tapi dengan satu syarat*",, sambung lagi perkataannya Ayah Delano kepada Rexley.
"*Apa itu syaratnya Tuan Delano??*", tanya Rexley dengan segera kepada Ayah Delano.
"*Siapkan pesta pernikahan kalian berdua dalam jangka waktu empat hari dari sekarang*",, kata Ayah Delano kepada Rexley.
"*Tidak mewah tidak apa-apa, yang penting kalian sudah sah menjadi pasangan suami istri*",, lanjut lagi perkataannya Ayah Delano kepada Rexley.
"*Dan jika anda gagal dalam waktu empat hari itu, jangan harap anda bisa melihat anak saya lagi Neni Tuan Rexley*",, sambung lagi perkataannya Ayah Delano kepada Rexley dengan sangat tegas sekali.
"*Apakah kamu sanggup Tuan Rexley*",, kata Ayah Delano lagi kepada rexley.
"*Sanggup Tuan Delano, sangat sanggup sekali*",, jawab Rexley dengan segera dan dengan mantap sekali kepada Ayah Delano.
"*Ok saya tunggu kabar selanjutnya lagi Tuan Rexley*",, kata Ayah Delano kepada Rexley.
"*Saya permisi dulu kalau begitu, karena masih ada yang ingin saya kerjakan lagi, dan sepertinya anda juga harus bergerak sejak sekarang Tuan Rexley*",, kata Ayah Delano kepada Rexley sambil berdiri dari duduknya.
"*Terimakasih atas jamuan makan siangnya Tuan Rexley*",, kata Ayah Delano lagi kepada Rexley sebelum dia benar-benar berlalu pergi dari hadapannya Rexley.
Rexley hanya mengangguk saja kepada Ayah Delano sambil tersenyum manis dan juga formal.
Dan setelah kepergiaan dari Ayah Delano, Rexley langsung saja bergerak cepat untuk menyiapkan persyaratan dari Ayah Delano tadi, sebab waktu empat hari itu tidaklah lama.
__ADS_1
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
...***TBC***...