
Dibeda tempat tepatnya dikamar tamunya Felya, saat ini Felya dan juga suaminya Dion sedang memadu kasih karena mereka ingin mencoba pengalaman mereka bercint4 dirumah orang lain dengan suasana yang sangat berbeda dari rumah mereka sendiri.
Sedangkan didalam kamarnya Ocil, dia yang daritadi berusaha memejamkan matanya ingin tidur pun tetap tidak bisa tetidur.
Ocil langsung membuka matanya dengan sangat lebar sekali setelah dia berusaha untuk memejamkan matanya namun tidak bisa.
"*Hah, kenapa aku sulit sekali rasanya ingin tidur, dan jika aku memejamkan mataku malah wajahnya Tuan Diego menari-nari dalam bayanganku*",, kata Ocil dengan sebal ketika dia sudah membuka matanya dengan lebar sekali.
Setelah berkata seperti itu Ocil lalu beranjak bangun dari atas ranjangnya, dan berjalan menuju kebalkon kamar yang dia tempatin malam itu.
Tanpa melihat kekanan dan kekiri Ocil terus melangkahkan kakinya hingga badannya sudah menyentuh pagar besi pembatas yang ada disitu.
"*Sunyi sekali malam ini, dan sangat tenang*",, kata Celyn sambil memejamkan matanya dan menghirup udara malam itu yang begitu sangat dingin sekali rasanya.
"*Iya sangat tenang, bahkan suara hembusan angin pun sangat terdengar jelas ditelingaku*",, kata seseorang menyahut perkataannya Ocil.
Ocil lalu membuka matanya dan melihat kekanan dan kekirinya untuk melihat siapakah yang baru saja berbicara itu tadi kepadanya.
Orang yang menyahut perkataannya Ocil tadi dia lalu keluar dari tempat persembunyiannya, dan orang itu adalah Diego yang lagi menyendiri duduk diatas kursi yang ada dibalkon kamar tamu yang ditempatinnya.
"*Hai, kamu belum tidur??*",, kata Diego kepada Ocil dengan tersenyum ramah ketika dia sudah berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati pembatas balkon yang bersebalahan dengan balkon tempat Ocil berdiri.
"*Belum, kamu sendiri kenapa belum tidur??*",, tanya balik Ocil sambil terus menyembunyikan detak suara jantungnya yang seakan mau meledak itu ketika mengetahui jika orang yang tadi menyahuti perkataannya adalah Diego, laki-laki yang ingin dilupakannya itu.
"*Belum teringin tidur, kalau boleh tahu siapa nama kamu, maaf tadi belum sempat berkenalan*",, kata Diego sambil tersenyum manis kepada Ocil.
"*Tuhan jantungku*",, batin Ocil ketika melihat senyum manisnya Diego kepadanya.
"*Ocilia Fernandes, panggil saja Ocil sama seperti yang lainnya*",, jawab Ocil sambil berusaha menetralisirkan rasa geroginya dihadapannya Diego.
"*Kalau saya Diego Harold Wycliff panggil saja Diego*",, jawab Diego kepada Ocil dengan ramah dan juga tersenyum.
"*Baik Tuan Diego*",, jawab Ocil sambil tersenyum formal saja kepada Diego.
__ADS_1
"*Jangan ditambahi Tuan, panggil Diego saja, lagi pula kita juga tidak dalam keadaan bekerja*",, kata Diego kepada Ocil ketika dia mendengar Ocil memanggilnya Tuan.
"*Baiklah Diego, dan kamu juga jangan memanggilku dengan Nona, panggil Ocil saja*",, kata Ocil juga kepada Diego sambil tersenyum manis.
"*Senyum kamu manis sekali Ocil*",, kata reflek dari Diego ketika dia melihat senyumannya Ocil digelapnya malam itu.
Sungguh perkataannya Diego membuat perasaannya Ocil semakin tidak karuan sekali, dan rasanya kakinya Ocil seperti tidak ada tulangnya saja ketika dia mendengar pujiannya Diego kepadanya.
Diego tidak tahu saja, jika pujiannya terhadap Ocil bisa membuat Ocil semakin susah untuk melupakannya.
"*Terimakasih*",, jawab Ocil dengan sekenanya saja, padahal aslinya dia sedang menutupi rasa senang, malu dan juga geroginya dihadapannya Diego.
"*Oh ya ngomong-ngomong kamu sibuk apa sekarang Ocil??*",, tanya Diego dengan humble kepada Ocil.
Dan semakin lama berbincang dengan Diego Ocil bisa menyimpulkan jika Diego orangnya ramah dan welcome serta santai gaya bicaranya kepada orang.
"*Lagi sibuk mengelola restoranku saja, kamu sendiri apa Diego??*",, jawab dan tanya Ocil kepada Diego.
"*Wah berarti kamu seorang bisnis women dong, itu restoran keluarga atau restorannya kamu sendiri Ocil, kalau aku sih cuma seorang Dokter*",, kata Digeo dengan ekspresi bangganya kepada Ocil.
"*Dan pekerjaan kamu sebagai Dokter itu juga pekerjaan yang sangat mulia sekali Diego, bahkan lebih dari saya yang cuma seorang pembisnis kecil-kecilan saja*",, kata Ocil lagi kepada Diego.
"*Kamu bisa saja berbicaranya dan juga sangat merendahkan diri sekali*",, kata Diego dengan diselingi suara tawanya dan juga Diego merasa nyaman berbicara dengan Ocil.
Ocil hanya tersenyum tipis saja sambil mengalihkan pandangannya kehamparan halaman mansionnya Vicktor yang masih gelap diterangi cahaya lampu taman saja.
"*Ngomong-ngomong apa nama restoran kamu itu Ocil, kapan-kapan saya mau mampir kesana*",, kata Diego sambil bertanya kepada ocil.
"*The Ocil Resto sama The Sugar Resto yang ada dijalan Flamingo Diego*",, jawab Ocil kepada Diego dengan jujur.
Dan ketika Diego mendengar nama restorannya Ocil, dia sangat terkejut sekali, karena kedua nama restoran yang disebutkan oleh Ocil adalah salah satu restoran mewah yang ada dinegara mereka.
"*Waaaaaah, kamu sangat hebat sekali Ocil, dan apa kata kamu tadi, restoran kecil, itu adalah kedua nama restoran mewah yang ada dinegara ini, tidak saya sangka kamui seorang wanita karir yang hebat Ocil*",, puji tulus dari Diego dengan wajah bangganya kepada Ocil.
__ADS_1
Dan Diego dia merasa bangga bisa mengenal Ocil bahkan dia merasa kagum dengan Ocil, yang notabene seorang wanita namun bisa mengembangkan usaha bisnis besar seperti itu.
Pujian demi pujian yang dilontarkan oleh Diego kepadanya, membuat Ocil semakin sesak sekali dadanya, sesak bukan karena tidak suka, tapi sesak karena dia harus menahan perasaannya supaya tidak semakin mengembang ketika mendengar pujian yang dikatan oleh Diego kepadanya.
"*Sudah jangan terlalu memujiku terus seperti itu Diego, nanti saya malah bisa jatuh cinta kepadamu*",, kata Ocil kepada Diego dengan nada yang bercanda, akan tetapi didalam hatinya mengatakan jika dia memang sudah mencintai Diego.
"*Kalau pun kamu jatuh cinta kepadaku, saya tidak apa-apa ko Ocil, tidak ada yang melarangnya dan saya pun juga tidak bisa melarangnya, karena hakekatnya jatuh cinta itu tidak salah, yang salah adalah ketika kita memaksakan orang yang kita cintai untuk membalas perasaan kita*",, kata Diego kepada Ocil sambil melihat lurus kedepan kehamparan gelapnya malam yang semakin dingin, karena waktu juga sudah menunjukkan pukul sebelas malam lebih.
Perkataan singkat dari Diego langsung menyadarkan Ocil jika sejatinya perasaannya tidak harus mesti dibalas oleh Diego, dan dia lalu tersenyum setelahnya ketika sudah mengerti akan arti perkataannya Diego.
"*Kamu benar Go, karena yang namanya mencintai tidak mesti harus memiliki kan*",, jawab Ocil sambil meratapi perasaannya yang bertepuk sebelah tangan.
"*Sepertinya sudah terlalu larut, saya masuk dulu ya Go, mau istirahat, selamat malam*",, kata Ocil lagi kepada Diego dengan ramah dan sambil tersenyum tipis.
"*Malam juga Cil, senang bisa mengobrol dengan kamu malam ini*",, jawab Diego kepada Ocil dan setelahnya Ocil langsung saja masuk kedalam kamarnya lagi dan juga langsung menutup pintu balkon kamarnya.
Ocil ketika sduah masuk kedalam kamarnya dia langsung saja menyandarkan tubuhnya kepintu balkon kamar yang sudah ditutupnya itu sambil memegangi dadanya.
Karena dadanya rasanya begitu sesak sekali, harus menahan perasaan yang ingin mengembang itu.
"*Huuuh, aku harus bisa pasti bisa, dan aku yakin pasti ada laki-laki yang lebih baik lagi diluar sana yang sudah Tuhan berikan kepadaku*",, kata Ocil terus menyemangati dirinya sendiri lagi.
Niat hati Ocil ingin menghindari Diego, malah malam itu Diego mengajak berbicara dengannya, sungguh ekspetasi diluar skenarionya malam itu.
Sedangkan Diego dia setelah melihat Ocil masuk kedalam kamarnya, dia lalu bergumam sambil terus melihat kearah pintu balkon kamarnya Ocil.
"*Wanita yang hebat, andai saja Linda dia bisa seperti Ocil, pasti aku akan lebih mencintainya*",, gumam Diego untuk dirinya sendiri.
Karena sejujurnya tipe wanita yang disukai oleh Diego adalah seperti Ocil, namun bukan berarti Diego tidak mencintai Belinda yang sudah selama satu tahun ini menjadi tunangannya.
Setelah bergumam seperti itu Diego juga lalu melangkahkan kakinya masuk kedalam kamarnya juga untuk mengistirahatkan badannya.
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
__ADS_1
...***TBC***...