
Celyn yang sudah masuk kedalam kamarnya Vicktor, dia tidak melihat Vicktor ada didalam kamar tersebut, dan ketika Celyn cek didalam kamar mandi pun Vicktor juga tidak ada disana.
Ya wajar saja tidak ada, kan Vicktor masih berada didalam ruang galeri lukisannya.
"*Aaaah suami tampan dan gilaku tidak ada didalam kamar, aku mandinya nanti sajalah*",, kata Celyn dengan sambil melepaskan dress yang dipakainya dan hanya menyisahkan b*a dan juga c***na d***mnya saja.
Memang itu kebiasaannya Celyn jika sedang berada didalam kamar sendirian, bahkan Chris yang pernah tidak sengaja beberapa kali melihat Celyn hanya memakai pakaian seperti itu, Chris langsung saja memarahi Celyn dan juga langsung menceramahi Celyn.
Tapi Celyn bukannya jera, akan tetapi dia masih saja melakukan kebiasan jeleknya itu. Dan fikir Celyn jika Vicktor pergi jadi dia dengan santainya melepas dressnya dan hanya menyisahkan d***mannya saja.
"*Didalam rak ini apakah ada buku novel, kan aku tidak bawa ponsel, jenuh juga didalam kamar jika tidak ngapa-ngapain*'',, kata Celyn sambil melihat-lihat semua koleksi bukunya Vicktor yang ada dirak buku.
"*Semua tentang bisnis, aah membosankan sekali*",, kata Celyn sambil masih terus melihat koleksi bukunya Vicktor.
Sedang Vicktor yang masih didalam galeri lukisannya dia hanya tinggal sedikit menyelesaikan lukisan yang dibuatnya.
"*Ini buku apa, kenapa sampulnya menarik sekali*",, kata Celyn ketika melihat buku yang sampulnya berbeda dari yang lain.
"*Waaah novel, tidak aku sangka dia juga membaca novel walau cuma satu saja diantara buku-buku ini semua*",, kata Celyn sambil mengambil buku novel itu.
"*Sepertinya judulnya menarik, bolehlah untuk mengisi waktu luangku disini*",, kata Celyn dan dia lalu membawa buku novel itu menuju keranjang.
Celyn langsung saja mencari posisi yang nyaman untuk membaca buku novel yang baru saja diambilnya dari rak bukunya Vicktor.
"*Yah ternyata ceritanya tentang action, tapi tidak apalah seru juga awalnya*",, kata Celyn ketika baru saja membaca Bab pertamanya.
Celyn yang membaca buku novel itu sambil teng***p dan menyangga kepalanya menggunakan tangan kanannya, dia tidak menyadari jika Vicktor sudah membuka pintu rahasia yang tersembunyi dibalik rak buku tadi.
Vicktor yang melihat posisi serta tu***hnya Celyn dia langsung saja melototkan sedikit matanya ketika melihat Celyn sangat meng***da sekali.
"*Sepertinya aku tidak akan menyesal menikahi wanita seperti Celyn, lihat saja penampilannya sekarang, bisa langsung membuatku langsung On begini*",, kata Vicktor dengan suara kecil sambil memegangi terong jumbonya.
Dengan jalan sangat perlahan sekali, dia lalu berjalan kearah ranjang dan langsung me***p p**hanya Celyn dengan gerakan yang membuat Celyn geli kita sudah duduk dipinggir ranjang.
Celyn langsung saja terkejut ketika tiba-tiba ada yang memegang p**hanya seperti itu, dan ketika Celyn membalikkan badannya dia melihat Vicktor masih menggunakan bathrobe tadi dan sudah duduk dipinggiran ranjang.
__ADS_1
"*Ternyata suami tampanku yang memegangnya*",, kata Celyn dan dia lalu membalikkan badannya lagi sambil melanjutkan membaca novel tadi.
Vicktor yang melihat Celyn tidak memperdulikannya dia menjadi heran dan sedikit gemas kepada Celyn.
"*Sekarang kamu mengakui jika aku ini tampan Celyn*",, kata Vicktor kepada Celyn dengan masih terus me***p p**ha belakangnya Celyn.
"*Ya memang tampan, tapi sedikit gila*",, jawab Celyn dengan cuek kepada Vicktor tanpa mengalihkan pandangannya dari novel yang dibacanya.
Vicktor yang melihat Celyn cuek kepadanya, dia lalu melihat kearah buku yang sedang dibaca oleh Celyn, tanpa sepengetahuan Celyn dia langsung saja mengambil buku novel yang sedang dibaca oleh Celyn itu.
Celyn yang terkejut ketika tiba-tiba bukunya diambil oleh Vicktor dia hanya menghela nafasnya saja.
"*Oh novel ini tho*",, kata Vicktor ketika sudah melihat buku novel yang dibaca oleh Celyn.
"*Iya itu buku yang aku eh saya ambil dari rak buku kamu*",, jawab Celyn dengan posisi masih tengkurap dan tidak melihat kearah wajahnya Vicktor.
"*Ini bukan buku novelku, ini milik adikku yang tertinggal didalam kamarku, dan panggil aku kamu saja Celyn, tidak perlu formal*",, kata Vicktor kepada Celyn.
"*Ya terserah*",, jawab Celyn kepada Vicktor sambil memejamkan matanya.
Ketika mereka sedang berbincang tiba-tiba ponselnya Vicktor yang ada disebelah badannya Celyn berdering lagi, dan kali ini nama Papah Adam tertera dipanggilan masuk.
"*Halo Pah*",, kata Vicktor yang sudah mengangkat sambungan telefon dari Papahnya.
Dan Celyn yang mendengar Vicktor memanggil nama Papahnya dia langsung saja membalikkan badannya menjadi ter***tang.
Ketika Vicktor melihat Celyn ter***tang, dia ingin sekali beranjak dari atas ranjang itu, karena Vicktor tidak mau jika Celyn mengatakan hal-hal yang tidak-tidak seperti tadi.
Tapi percuma saja, Celyn sudah keduluan memegangi badannya Vicktor sambil merebahkan kepalanya dip4hanya Vicktor.
Dan Vicktor yang melihatnya pun akhirnya tidak jadi beranjak berdiri dari atas ranjang, dan malah mengusap lembut rambutnya Celyn.
"*Bisa kamu jelaskan kepada Papah, apa maksud kamu dengan menyebutkan dengan kata istri tadi Vicktor??*",, kata Papah Adam kepada Vicktor.
"*Iya Pah Vicktor sudah menikah tadi pagi, dan nanti malam rencananya Vicktor akan datang kerumah untuk memperkenalkan istri Vicktor Pah*",, jawab Vicktor kepada Papah Adam sambil tangan kirinya mencengkeram kuat tangannya Celyn.
__ADS_1
Bagaimana tidak mencengkeram tangannya Celyn, sikapnya Celyn yang suka usil, kepalanya Celyn yang disandarkan dip4hanya Vicktor dengan beraninya malah tangannya Celyn mer***s-re***s lembut anacondanya Vicktor yang belum dipakaikan c***na d***m itu.
Vicktor menerima telefon itu sambil menahan sesuatu dimiliknya dan juga sambil melototkan matanya kepada Celyn yang sedang tertawa tanpa suara itu.
"*Baiklah kalau begitu nanti malam Papah, Mamah sama Dela akan menunggu kalian dirumah*",, kata Papah Adam kepada Vicktor.
"*Baik Pah, Aaaahh*",, kata Vicktor kepada Papahnya sambil dengan sedikit mend***h dan Vicktor langsung menutup mulutnya dengan segera ketika keceplosan mend***h begitu.
Bagaimana Vicktor bisa sampai mend***h seperti itu, itu semua itu ulah usilnya Celyn, ketika tangannya Celyn dicengkeram erat oleh Vicktor, Celyn malah membalikkan wajahnya hingga akhirnya menyentuh anacondanya Vicktor, dan ketika sudah menyentuh terongnya Vicktor yang lagi On, dia langsung saja memasukkannya kedalam mulutnya dan juga sedikit bermain menggunakan lidahnya.
Sungguh sepertinya bukan Celyn yang tersiksa menikah dengan Vicktor melainkan Vicktorlah yang sepertinya tersiksa menikah dengan Celyn.
Papah Adam yang mendengar suara d***hannya Vicktor dia hanya tersenyum lucu diseberang sana.
"*Nanti Vicktor hubungi Papah lagi*',, kata Vicktor dengan malu kepada Papahnya dan langsung mematikan sambungan telefon dari Papahnya.
"*Dasar pengantin baru*",, kata Papah Adam diseberang sana sambil tertawa kecil.
Sedang Celyn yang mengetahui Vicktor sudah selesai mengangkat telefonnya dia dengan segera beranjak dari atas ranjang dan langsung berlari masuk kedalam kamar mandi dengan suara tawa yang bahagia karena sudah berhasil lagi mengerjai Vicktor.
Dan Vicktor sendiri yang kalah cepat tidak bisa menangkap tubuhnya Celyn, dia langsung saja berteriak memanggil namanya Celyn.
"*Celyyyyyyyyyyyynnnn!!!!!!, kamu harus menuntaskannya terlebih dahulu*",, teriak Vicktor kepada Celyn yang sudah masuk kedalam kamar mandi.
Sedang Celyn yang mendengar teriakannya Vicktor, dia lalu membuka kecil pintu kamar mandinya sambil mengejek Vicktor lagi yang masih duduk diatas ranjang itu.
"*Tidak mau wleeee*",, kata Celyn kepada Vicktor sambil memeletkan lidahnya.
Dan Vicktor yang melihat itu dia langsung berlari menuju kearah kamar mandi, akan tetapi sudah keduluan ditutup pintunya oleh Celyn dan langsung dikunci dari dalam.
"*Celyn keluar kamu, ayo keluar istriku, jangan membuatku kesakitan begini*",, kata Vicktor sambil terus menggedor pintu kamar mandinya.
Sedang Celyn yang berada didalam kamar mandi dia malah asik menjeburkan dirinya didalam bathtub sambil bersenandung ria, dan tidak memperdulikan Vicktor yang sedang kalang kabut karena ulahnya si Celyn.
"*Rasakan itu, salah siapa tiba-tiba saja membuatku sudah menjadi istrimu*",, kata Celyn untuk Vicktor yang sedang berteriak sambil menggedor pintu kamar mandi.
__ADS_1
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
***TBC***