Mr VICKTOR And CRAZY WIFE

Mr VICKTOR And CRAZY WIFE
EPISODE 44


__ADS_3

Detektif itu langsung saja meminta bantuan dari anak buahnya lagi dan juga kepada para teman detektifnya untuk mencari tahu dibandara mana Celyn pergi, dan dinegara mana Celyn tuju untuk pelariannya yang selanjutnya.


Setelah tiga jam pencarian kesemua bandara akhirnya detektif itu mendapatkan informasi jika Celyn sudah keluar dari Portugal malam itu juga menuju kenegara Swiss.


Dan Detektif itu langsung saja memberitahukannya kepada Ian, dan Ian sangat terkejut sekali jika negara tujuannya Celyn adalah negaranya sendiri.


Setelah cukup informasi dan bukti dari detektif sewaannya, Ian langsung saja ingin melaporkannya kepada Vicktor yang sedang berada diruang kantornya.


Vicktor langsung saja membukakan pintu ruangannya menggunakan remot otomatisnya ketika dia mendengar pintu ruangannya diketuk dari luar.


Vicktor lalu mendongakkan kepalanya dari berkas yang sedang dikerjakannya untuk melihat siapa yang masuk kedalam ruang kerjanya.


Namun ketika Vicktor melihat Ian yang masuk, dia langsung saja melanjutkan lagi pekerjaannya sambil menanyai Ian.


"*Ada apa Ian, apa ada yang ingin kamu sampaikan kepada saya??*",, kata Vicktor kepada Ian, sambil terus mengerjakan pekerjaannya.


"*Ada Tuan dan ini tentang Nyonya Celyn*",, jawab Ian kepada Vicktor dan langsung saja membuat Vicktor menghentikan pekerjaannya dan langsung melihat kearahnya Ian.


"*Ada apa dengan Celyn, apa dia sedang sakit disana??*",, kata Vicktor kepada Ian.


"*Bukan Tuan, namun.....*",, jawab Ian akan tetapi langsung terpotong oleh perkataannya Vicktor yang sudah tidak sabar mendengar laporannya Ian.


"*Namun apa Ian, ayo cepat katakan*",, kata Vicktor kepada Ian dengan tidak sabaran.


"*Namun ternyata hotel yang tadi malam detektif itu ikuti, ternyata itu bukan hotel yang selama dua minggu Nyonya Celyn menginap Tuan*",, lanjut Ian kepada Vicktor.


"*Dan malam itu Nyonya Celyn ketika dia sudah tahu diikuti seseorang, Nyonya Celyn langsung saja check out malam itu juga Tuan Vicktor*",, sambung lagi perkataannya Ian kepada Vicktor.


Vicktor sangat terkejut mendengar laporan yang baru saja disampaikan oleh Ian.


"*Apaaaa!!!!*",, kata Vicktor sambil berdiri dan reflek menggebrak meja kerjanya.


"*Tarus apakah kamu sudah selidiki kemana Celyn pergi lagi??*",, kata Vicktor lagi kepada Ian.


"*Sudah Tuan*",, jawab Ian kepada Vicktor sambil mengangguk.


"*Kemana dia pergi lagi dariku??*",, kata Vicktor kepada Ian.


"*Saya menyuruh detektif itu untuk mencari tahu namanya Nyonya Celyn disetiap bandara, dan ada kabar baik Tuan, ternyata malam itu juga Nyonya Celyn ada didaftar penumpang dipesawat yang menuju keSwiss*",, jawab Ian kepada Vicktor.


"*Swiss, berarti dia pulang kenegara ini dong, tapi kenapa dia belum sampai dimansionku??*",, kata Vicktor untuk dirinya sendiri dan juga Ian.

__ADS_1


"*Iya Tuan*",, jawab Ian kepada Vicktor.


"*Sebentar*",, kata Vicktor lagi kepada Ian.


Dan setelah berkata seperti itu, Vicktor lalu mengambil ponselnya dan langsung menghubungi telefon rumah yang ada dimansionnya.


"*Halo kediaman Tuan Vicktor disini, maaf ini dari siapa??*",, kata Pak Hu yang mengangkat telefon rumahnya Vicktor yang berdering.


"*Pak Hu, apakah istri saya sudah pulang kerumah??*",, tanya Vicktor kepada Pak Hu, karena Vicktor sudah tahu dengan suaranya Pak Hu dengan baik.


"*Belum Tuan, Nyonya Celyn belum pulang kerumah*",, jawab Pak Hu kepada Vicktor dengan jujur.


"*Baiklah*",, jawab Vicktor kepada Pak Hu dan dia langsung saja mematikan sambungan telefonnya itu.


"Ian tapi istri saya belum sampai dirumah, jika dia sudah terbang dari Portugal sejak tadi malam, harusnya dia tiba disini sekitar jam satu pagi, kamu cari tahu sampai dapat dimana istriku bersembunyi lagi dariku, dan kamu tolong suruh orang untuk mengecek keapartemennya Celyn sekarang juga*",, kata Vicktor kepada Ian.


"*Baik Tuan, segera akan saya laksanakan*",, jawab Ian dengan sopan kepada Ian.


"*Kamu boleh pergi, dan terus kabari saya jika ada perkembangan tentang Celyn*",, kata Vicktor kepada Ian.


"*Siap Tuan*",, jawab Ian sambil mengangguk kepada Vicktor.


Sepeninggalan Ian, Vicktor langsung saja termenung sambil memikirkan kemana lagi Celyn bersembunyi darinya.


Dan semakin lama ditinggal pergi oleh Celyn, Vicktor semakin yakin akan perasaannya kepada Celyn kalau dia sudah mulai mencintai Celyn, walau kebersamaannya dengan Celyn baru saja hitungan jam.


Ketika Vicktor sedang termenung didalam lamunannya, tiba-tiba dia mendengar pintu ruangannya diketuk dengan sangat tidak sabaran sama sekali, dan Vicktor langsung saja memencet remot otomatis untuk membuka pintu itu.


Dan ketika pintu sudah terbuka masuklah Dixa yang semakin hari semakin agresif untuk mendekati Vicktor, dan Ian dia juga sudah ikut masuk kedalam bersama Dixa.


Sebetulnya Ian sudah melarang Dixa untuk menemui Vicktor karena Ian sangat tahu jika atasannya itu sedang dalam mood yang tidak baik, namun Dixa tidak tahu diri dia tetap memaksakan masuk dan menemui Vicktor dengan cara mengetuk pintu ruangannya Vicktor dengan sangat kasar supaya bisa dibukakan oleh Vicktor.


"*Maaf Tuan saya sudah melarang dia untuk menemui anda, namun dia tetap maksa dengan mengetuk pintunya Tuan seperti tadi*",, lapor Ian kepada Vicktor ketika dia dan Dixa sudah masuk kedalam ruangannya Vicktor.


Vicktor hanya memberi isyarat saja kepada Ian untuk meninggalkannya dengan Dixa berdua.


Dixa sangat kesenangan sekali, ketika Ian disuruh keluar oleh Vicktor.


"*Untuk apalagi anda menemui saya disini, apakah ada yang ingin anda bahas tentang kerjasama kita Nona Dixa*",, kata Vicktor dengan tenang kepada Dixa dengan tatapa dinginnya.


Dixa sebelum menjawab perkataannya Vicktor dia yang tidak tahu malunya sebelum dipersilahkan duduk oleh Vicktor dia langsung saja duduk dishofa yang ada diruangannya Vicktor sambil menaruh kakinya yang sebelah kanan keatas kakinya yang sebelah kiri, alhasil terlihatlah paha mulusnya karena Dixa sengaja memakai rok yang mempunyai belahan sangat panjang sekali itu.

__ADS_1


Vicktor dia hanya melihat saja apa yang dilakukan oleh Dixa dengan menaikkan sebelah alisnya keatas dan tersenyum miring seperti meremehkan.


Dixa dia datang diwaktu yang tidak tepat, dan didalam dadanya Vicktor sedang ada gejolak api yang membara dan siap untuk membakar semua orang yang ada didekatnya.


Jadi jika Dixa akan berbuat yang tidak menyenangkan kepada Vicktor, siap-siap saja Dixa akan ikut terbakar dengan api yang dikobarkan oleh Vicktor.


"*Tidakn Tuan Vicktor, saya tidak ada yang ingin dibahas dengan anda Tuan Vicktor, hanya saja saya ingin melihat dan bersama anda hari ini*",, jawab Dixa dengan gaya murahannya kepada Vicktor.


"*Sekarang anda sudah melihat saya, saya harap anda bisa segera keluar dari dalam ruangan saya, karena saya sedang ada banyak pekerjaan*",, kata Vicktor dengan dingin kepada Dixa.


Dixa yang mendengar jawaban cuek dari Vicktor dia langsung saja berdiri dari duduknya dengan sambil membuka dua kancing kemeja yang dipakai untuk sengaja menggoda Vicktor karena belahan dadanya sangat terlihat jelas dimatanya Vicktor.


Dan Vicktor yang melihat itu dia hanya tersenyum miring, yang Dixa mengartikan jika Vicktor sudah masuk kedalam perangkapnya, namun tidak dengan Vicktor, dia tersenyum miring karena dia bisa melampiaskan kemarahannya untuk Celyn yang masih menghindarinya kepada Dixa.


Vicktor hanya memperhatikan saja apa yang ingin dilakukan oleh Dixa, dan ketika Dixa sudah sampai disebelah kursi kerjanya, dengan sangat murahannya Dixa langsung menarik kursinya Vicktor supaya bisa menghadap kearahnya dan Dixa langsung sengaja menunduk dengan kedua tangannya berada diganggang kursinya Vicktor supaya belahan dadanya bisa semakin jelas terlihat oleh Vicktor.


Dan Vicktor dia hanya diam saja dengan tatapan dinginnya sambil menatap wajahnya Dixa.


"*Disini tidak ada istri anda Tuan Vicktor, saya yakin saya bisa lebih memuaskan anda melebihi istri anda, dan saya mau ko dijadikan istri kedua anda, atau selingkuhan anda sekalipun Tuan Vicktor*",, kata Dixa kepada Vicktor dengan gaya yang sedikit sensual.


Dixa sendiri dia juga memiliki body yang bagus dan wajah yang cantik, namun sayang wajah cantiknya harus tertutup dengan makeup yang tebal hanya untuk menggaet para laki-laki tampan dan mapan saja, dan sasarannya kali ini adalah Vicktor.


"*Tapi sayangnya saya tidak mau menjadikan anda sebagai istri kedua ataupun selingkuhan saya Nona, melihat tubuh anda saja, saya tidak n***u*",, jawab Vicktor dengan sangat pedas sekali kepada Dixa.


Mendengar perkataannya Vicktor Dixa semakin berani saja membuka lagi kancing kemeja yang dipakainya dan Dixa langsung saja duduk dipangkuannya Vicktor sambil menempelkan dadanya yang kenyal itu kedadanya Vicktor.


Karena fikir Dixa Vicktor pasti akan semakin termakan bujuk rayuannya ketika melihat bodynya yang menggiurkan, namun salah apa yang difikirkan Dixa, ketika Dixa sedang menggesekkan dadanya kedadanya Vicktor, Vicktor dengan tidak berperasaannya sama sekali dia langsung saja mendorong tubuhnya Dixa yang sedang duduk dipangkuannya itu dengan cukup kuat sekali.


Alhasil pa***t cantiknya Dixa langsung jatuh kebawah lantai yang dingin dengan cukup keras sekali.


...πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ...


Lagi mode g mood siVicktor, gara-gara Celyn dan juga DixaπŸ˜‘πŸ˜‚




...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


***TBC***

__ADS_1


__ADS_2