Mr VICKTOR And CRAZY WIFE

Mr VICKTOR And CRAZY WIFE
BONCABE Level 10


__ADS_3

Vicktor yang sudah berlalu pergi dari dalam toko perlengkapan alat lukis itu, dia yang sudah sampai didepan pelataran toko, Vicktor langsung saja mengedarkan pandangannya kesemua parkiran mobil namun tidak melihat Celyn sama sekali.


Dan anak buahnya Vicktor yang menjadi sopir tadi melihat Vicktor sudah keluar dari dalam toko, dia langsung saja berlari untuk mendekati Vicktor.


"* Tuan Vicktor, Nyonya Celyn dia sudah pergi menggunakan taksi *",, lapor dari anak buahnya itu kepada Vicktor.


Vicktor sangat terkejut sekali ketika mendengar laporan dari anak buahnya tersebut.


"* Apaaaa!!!, kenapa kalian tidak mencegahnya?? *",, kata Vicktor dengan sangat marah sekali kepada anak buahnya itu.


"* Kami sudah mencegahnya Tuan, dan Nyonya Celyn dia melarang kami serta juga mengancam kami Tuan, jika terus mengikutinya *",, jawab anak buah itu kepada Vicktor.


"* Tapi Tuan tenang saja, karena kedua teman saya mereka sudah mengikuti kemana perginya Nyonya Celyn secara diam-diam Tuan Vicktor *",, kata anak buahnya Vicktor lagi kepada Vicktor.


Dan sungguh perkataan dari anak buahnya itu membuat Vicktor sedikit lega mendengarnya, karena sungguuh Vicktor sangat khawatir sekali dengan keadaannya Celyn yang sedang hamil besar kedua anaknya.


Setelah itu Vicktor langsung saja menyuruh anak buahnya untuk mengantarkannya ketempat dimana Celyn pergi.


Sedangkan Celyn sendiri yang tadi melarikan diri dari Vicktor, dia ternyata perginya menuju kehotel miliknya Papah Adam.


Ketika tadi Celyn baru sampai diloby hotel, sang resepsionis hotel yang melihat kedatangannya Celyn menantu dari pemilik hotel tempat dia bekerja dengan keadaan yang sepertinya kurang baik, resepsionis itu langsung saja menghubungi manajer hotelnya.


Sang manajer hotel dia langsung saja bergegas meninggalkan ruangannya untuk turun keloby hotel untuk menyambut dan menemui Celyn.


"* Nyonya Celyn *",, kata manajer hotel itu kepada Celyn dengan sambil menetralkan pernafasannya karena baru saja berlari-larian untuk segera sampai didepannya Celyn.


"* Antarkan saya kePenthouse *",, kata singkat dari Celyn kepada manajer hotel itu, ketika manajer hotel itu sudah berada didepannya.


"* Baik Nyonya *",, jawab manajer hotel itu kepada Celyn.


Dan manajer itu langsung saja meminta kunci penthouse kepada resepsionis hotel.


Ketika kunci sudah ditangannya, manajer hotel itu dengan sopan dia langsung saja mengantarkan Celyn sampai didalam penthouse hotel tersebut.


"* Ini Nyonya kuncinya, jika Nyonya butuh apa saja katakan kepada saya Nyonya *",, kata manajer hotel itu dengan ramah kepada Celyn, ketika mereka berdua sudah sampai didalam penthouse.

__ADS_1


"* Bawakan saja makanan yang baik saya konsumsi, minumannya juga, serta jangan lupa camilannya, snack-snack yang gurih dan juga buah-buahan yang segar segera kesini *",, kata Celyn kepada manajer hotel itu dengan wajah datar, dan masih ada bekas serta sisa air mata yang sangat terlihat jelas dimatanya.


"* Baik Nyonya, segera akan saya siapkan, apakah ada lagi yang Nyonya butuhkan?? *",, jawab manajer hotel itu kepada Celyn.


"* Jika suami saya mencari saya kesini, katakan kalau saya tidak ada disini, jika sampai suami saya menemukan keberadaan saya disini, saya akan menyuruh Papah Adam untuk memecat kamu!! *",, kata Celyn kepada manajer hotel itu.


"* Baik Nyonya *",, jawab manajer hotel itu lagi kepada Celyn dengan sopan.


Dan setelah itu manajer hotel itu dia langsung saja berlalu pergi dari hadapannya Celyn untuk mengambilkan semua pesanannya Celyn.


Dan mungkin saja kemarahannya Celyn membuat Celyn menjadi lapar, terlebih lagi Celyn sedang hamil twins, oleh sebab itu dia memesan makanan yang cukup banyak sekali kepada manajer hotel yang ada disitu.


Setelah menutup dan mengunci pintunya Celyn langsung saja melangkahkan kakinya untuk duduk diatas shofa yang ada didepan televisi, sambil menangis karena teringat dengan Vicktor yang dipeluk oleh wanita lain didepannya.


Walau bukan Vicktor yang memeluknya, rasanya Celyn sangat tidak rela jika tubuhnya Vicktor ada yang memegangnya selain dirinya seperti tadi.


"* Aku berharap wanita jalan9 tadi mendapatkan hukuman yang pantas dia dapatkan *",, kata Celyn sambil berbicara sendiri dengan air mata yang masih mengalir dari matanya.


Celyn yang sedang emosi dia lalu mencoba menyalakan televisi yang ada didepannya, untuk meredakan emosinya.


"* Ini acara televisinya sama beren953knya dengan Vicktor dan wanita jalan9 tadi!! *",, gerutu dari Celyn sambil mematikan televisi didepannya.


"* Perutku lapar sekali *",, kata Celyn sambil mencoba beranjak berdiri dari duduknya untuk menuju kedapur yang tersedia didalam penthouse itu.


Didalam dapur, Celyn menemukan cukup banyak minuman didalam kulkas, dan juga camilan-camilan didalam lemari yang ada didapur.


Dengan rakusnya, Celyn mengambil cukup banyak makanan dan camilan serta minuman yang ada didapur untuk dia bawa keruang tamu.


"* Aku benci Daddy!! *",, kata Celyn sambil memakan dan mengunyah makanan yang dimakannya.


"* Daddy jahat sama Mommy!! *",, kata Celyn lagi sambil menangis sambil juga terus memakan camilannya.


"* Bahkan sampai sekarang Daddy tidak mengejar Mommy ",, kata Celyn lagi untuk kesekian kalinya.


Celyn yang marah, tapi dia juga yang ingin dikejar oleh Vicktor, yah begitulah wanita, sepertinya tidak cuma Celyn saja yang bersikap seperti itu sama pasangannya ( authornya termasuk juga tidak ya??πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜ ).

__ADS_1


Ketika Celyn sedang asik makan sambil menggerutu, akhirnya makanan pesanannya Celyn tadi sudah sampai dan diantarkan langsung oleh manajer hotel yang sama.


Celyn sangat senang sekali ketika semua makanan lezat sudah berada didepannya.


Dan setelah kepergian dari manajer hotel dan staf dapur tadi yang mengantarkan makanan untuknya, Celyn langsung saja memakan makanan itu dengan sangat lahap sekali.


"* Makanannya sangat enak-enak sekali *",, kata Celyn disela-sela makannya.


"* Sungguh pintar sekali Papah Adam mencari Chef disini *",, kata Celyn sambil terus berbicara sendiri dengan sambil makan.


Dan Celyn dia terus makan, hingga sudah menghabiskan setengah makanan yang tadi dipesannya.


"* Aaah perutku kenyang sekali, tapi mulutku masih ingin terus makan rasanya *",, kata Celyn sambil menyandarkan punggungnya disandaran shofa yang ada diruang tamu dengan tangan yang sambil mengusap perutnya yang besar itu.


"* Aku jadi kangen sama Daddy *",, kata Celyn dengan sedikit sedih.


Yah moodnya bumil tidak bisa ditebak, tadi dia sangat marah sekali dengan Vicktor, sekarang dia malah rindu dengan Vicktor.


"* Biar sajalah, sementara aku mau disini dulu, Daddy sudah jahat sama Mommy, dedek didalam jangan rewel ya *",, kata Celyn berubah lagi moodnya, sambil mengajak berbicara kepada calon babynya.


Setelah itu Celyn lalu beranjak bangun dari duduknya untuk naik kelantai atas dan masuk kedalam yang paling besar yang ada dipenthouse tersebut.


"* Aaah nyaman sekali ranjangnya *",, kata Celyn ketika dia sudah mencoba merebahkan badannya diatas ranjang empuk itu.


"* Bajuku rasanya sesak sekali untuk aku buat tidur *",, kata Cleyn lagi sambil mencoba melepaskan baju yang dia pakai, hingga akhirnya menyisahkan bra dan juga jimatnya saja.


Karena Celyn semenjak perutnya besar seperti itu, Celyn memang lebih suka tidur memakai pakaian super pendek atau cuma lingerienya saja.


Sebab itu rasanya bisa membuat Celyn sangat bebas dan leluasa bergerak, dan itu sudah terjadi kepada Celyn sejak hamil sikembar dulu.


Namun jika tidak sedang hamil, Celyn akan kembali keseperti semula, tidur menggunakan pakaian tidurnya.


Dan lama-kelamaan mata Celyn pun tertutup dengan rapat sekali karena kekenyangan dan juga kecapean karena daritadi belum mengistirahatkan badannya.


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...

__ADS_1


...***TBC Boncabe***...


__ADS_2