
Berpindah tempat lagi, tepatnya diruangan kerjanya Dokter Diego, dia yang baru saja pulang dari restorannya Ocil pun lebih banyak tersenyum dan pokoknya senyum terus daritadi didalam ruangannya.
Dia merasa nyambung dan klop ketika berdekatan dengan Ocil, yang tidak dia dapatkan dari tunangannya Linda.
Karena sejujurnya Diego bisa dijodohkan dengan Linda karena Diego dulu dia terlalu sibuk bekerja dan tidak mementingkan percintaannya, sehingga membuat Mamahnya Diego khawatir dengan Diego dan mencarikannya seorang wanita yaitu Belinda, anak dari sahabatnya.
Jika cinta yang Diego rasakan untuk Linda karena dia merasa nyaman satu sama lainnya, berbeda dengan Ocil, Diego merasakan sesuatu yang berbeda saja jika bersama Ocil yang belum pernah dia rasakan sebelumnya jika berdekatan dengan seorang wanita.
"*Sungguh apakah ini yang dinamakan jatuh cinta, apakah seperti ini rasanya rasa cinta yang sesungguhnya??*",, kata Diego untuk dirinya sendiri sambil memainkan bolpoinnya yang ada diatas meja kerjanya.
Sedangkan Ocil diseberang sana, setelah kepergian dari Diego tadi, Ocil langsung saja merenungkan diri untuk sejenak.
"*Kenapa tadi sikapnya Diego aku merasa sedikit aneh ketika manatapku*",, kata Ocil yang sedang berbicara sendiri.
"*Kenapa Diego tadi seperti memberi harapan kepadaku saja ketika aku sudah ingin melupakan dia*",, kata Ocil lagi untuk kesekian kalinya berbicara sendiri.
"*Andai saja kita ketemunya lebih awal dan dia juga belum mempunyai seorang tunangan, alangkah senangnya aku ketika tadi melihat tatapannya Diego kepadaku*",, kata Ocil lagi masih berbicara sendiri.
"*Sudah ah, biarkan saja, nanti perasaan ini juga hilang sendiri, aku harus mempersiapkan apa saja yang harus aku bawa keBrazil nanti, dan aku ingin segera pulang untuk memberitahukan kabar gembira ini kepada kedua orang tuaku*",, kata Ocil lagi dan dia langsung saja mengerjakan pekerjaannya lagi yang tadi sempat tertunda karena adanya Diego yang sedang main direstorannya.
Para karyawannya Ocil yang melihat Diego, mereka berfikir dan mengira jika Diego adalah kekasihnya Ocil, dan tebakan mereka semua salah besar.
Kita berpindah lagi keNeni dan juga Rexley.
Rexley yang ditanya tadi oleh Neni dia menjadi bingung sendiri, dan tiba-tiba langsung menarik tangannya Neni, membuat Neni langsung terjatuh diatas shofa sebelahnya duduk.
"*Aduuuhh, kasar sekali sih anda Tuan*",, kata Neni kepada Rexley.
"*Sudah sekarang kamu duduk diam anteng disini saja menemaniku sambil menoton televisi*",, kata Rexley kepada Neni.
Neni langsung saja mengalihkan pandangannya kesemua arah ketika mendengar perkataannya Rexley, sebab Neni tidak melihat ada televisi diruang tamunya Rexley.
__ADS_1
"*Tuan disini tidak ada televisi, mana televisinya??*",, kata Neni kepada Rexley.
Rexley langsung tersadar ketika mendengar perkataannya Neni, dan dia menjadi sedikit malu sekali kepada Neni.
Karena Rexley langsung teringat jika televisinya ada diruang keluarga dan didalam kamar pribadinya.
"*Oh eeemm saya lupa, televisinya ada diruang keluarga dan didalam kamarku*",, jawab Rexley sambil menutupi rasa malunya dengan memperlihatkan wajah datarnya.
"*Ya sudah ayo kita pindah keruang keluarga saja kalau begitu, tapi saya tidak mau jika harus pindah kedalam kamar anda Tuan*",, kata Neni kepada Rexley.
Rexley yang mendengar perkataannya Neni dia langsung mempunyai ide untuk mengerjai Neni.
Ketika Rexley sudah berdiri dari duduknya, diikuti juga oleh Neni, Rexley tiba-tiba menggedong Neni ala bridal style membuat Neni langsung saja menjerit terkejut dan ketakutan.
Neni langsung mengalungkan tangannya kelehernya Rexley, sedangkan Rexley dia hanya tersenyum manis saja melihat wajah paniknya Neni.
"*Anda suka sekali membuat saya terkejut Tuan, dan tolong turunkan saya, saya bisa jalan sendiri*",, kata Neni kepada Rexley.
Ketika Neni melihat televisi diruang keluarga, namun Rexley tidak berhenti dan malah terus melangkahkan kakinya naik tangga, membuat Neni sangat ketakutan sekali sambil berusaha memberontak digendongannya Rexley.
"*Bisa diam tidak sih, nanti kalau jatuh, kita bisa menggelinding berdua dari atas tangga ini", kata tegas dari Rexley kepada Neni, membuat Neni langsung saja diam mendengar suaranya Rexley.
Rexley yang sudah sampai didepan pintu kamarnya, dia langsung saja membuka pintu kamar itu dan ketika sudah masuk kedalam kamar, Rexley langsung menurunkan Neni diatas ranjangnya.
Neni sangat ketakutan sekali ketika melihat Rexley menaruhnya diatas ranjang.
"*Tuan tolong jangan apa-apakan saya, jika mau apa-apakan saya, ayo kita menikah saja*",, kata Neni dengan beraninya mengajak menikah dengan Rexley.
Rexley yang mendengar perkataannya Neni dia entah kenapa merasa sangat senang sekali, sehingga membuat Rexley reflek menggoda Neni lagi.
"*Waah boleh juga tuh, ayo kalau begitu kita menikah saja*",, kata Rexley sambil menggoda Neni.
__ADS_1
Neni ketika mendengar perkataannya Rexley dia reflek membuka mulutnya dengan sangat lebar sekali, karena terkejut.
"*Tidak mau, saya idak mau menikah dengan anda Tuan*",, jawab Neni kepada Rexley sambil menggelengkan kepalanya.
Dan tiba-tiba ketika Neni selesai berkata seperti itu terdengarlah suara perutnya Neni yang minta diisi, membuat Neni sangat malu sekali kepada Rexley.
Sedangkan Rexley dia tersenyum lucu saja kepada Neni.
"*Tuan ijinkan saya pulang ya, saya lapar ingin makan*",, kata Neni kepada Rexley.
Rexley yang masih ingin bersama dengan Neni pastinya dia tidak akan mengijinkan Neni untuk pulang dengan secepat itu.
"*Tidak, kamu tunggu saja disini, saya akan membeli makanan diluar untuk kita*",, kata Rexley kepada Neni, dan Rexley langsung saja berlalu keluar dari dalam kamar untuk membelikan makanan untuk Neni.
Rexley yang sudah keluar dari dalam apartemennya, dia lalu mengunci apartemennya dari luar, karena sengaja supaya Neni tidak bisa melarikan diri.
Dan Neni yang merasa jika Rexley sudah pergi, dia lalu beranjak dari atas ranjang yang dia duduki tadi, serta langsung keluar dari dalam kamar dan menuju kepintu utama apartemen, namun ketika ingin membuka pintu apartemennya Rexley, Neni tidak bisa membukanya karena dikunci dari luar oleh Rexley.
"*Si4l banget sih itu siTiRex, pintunya dikunci dari luar*",, kata Neni dengan sedikit kesal ketika dia membuka pintu apartemen tidak bisa.
Neni langsung saja melangkahkan kakinya menuju kedapur untuk melihat isi apurnya Rexley terutama didalam kulkasnya, namun tidak ada apa-apa, semuanya masih bersih clean tanpa ada kotoran juga, yang menandakan jika dapurnya tidak pernah digunakan.
Ketika Neni tidak menemukan apa-apa didalam dapur, dia lalu mulai melihat-lihat apa saja yang ada didalam apartemennya Rexley.
Sedangkan Rexley sendiri dia sedang sibuk memilih menu makanan dicafe yang ada diseberang apartemen.
Neni yang setelah capek melihat isi-isi didalam apartemennya Rexley, dia lalu mendudukkan pa***tnya dishofa yang ada diruang keluarga dan dia lalu menyalakan televisinya.
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
...***TBC***...
__ADS_1